RRI.CO.ID, Bandarlampung – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong transformasi industri pakan ternak di Lampung menuju ekosistem industri hijau. Peralihan penggunaan energi terbarukan di sektor manufaktur ini menjadi kunci penguatan daya saing pangan nasional.
Energi Ramah Lingkungan
Pemerintah mengharapkan perusahaan besar segera menerapkan kebijakan konkret dalam penggunaan energi ramah lingkungan. Langkah nyata tersebut bertujuan menekan beban produksi sekaligus mendukung kelestarian ekosistem industri secara berkelanjutan.
“Komitmen seluruh industri di Indonesia harus mulai bergeser ke industri hijau, jadi betul-betul ada kebijakan konkret penggunaan energi terbarukan,” ujar Chusnunia Chalim, Jumat 30 Januari 2026.
Industri pakan ternak memiliki peran krusial sebagai penyerap utama hasil pertanian lokal di Provinsi Lampung. Hilirisasi yang kuat pada sektor ini akan memastikan kedaulatan pangan terjaga dengan stabilitas harga yang lebih terukur.
Transisi Energi untuk UMKM
Chusnunia menegaskan transisi energi ini perlu dilakukan secara serius demi efisiensi jangka panjang perusahaan. Keberhasilan pergeseran energi akan melindungi masyarakat dan UMKM dari dampak kenaikan biaya produksi yang tinggi.
Ketersediaan infrastruktur pendukung seperti bendungan serta irigasi sangat memengaruhi kesinambungan bahan baku lokal industri. Optimalisasi proyek strategis nasional menjadi syarat mutlak agar pasokan air bagi petani jagung tetap terjaga sepanjang tahun.
Sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas rantai pasok industri pangan dari hulu ke hilir. DPR RI berkomitmen memastikan industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan lokal serta menembus pasar ekspor.


