Lampung Bangun Desa Wisata

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung di bahwa komando Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim terus mendorong terwujudnya desa wisata di Provinsi Lampung. Hal ini sebagaimana diamanatkan Kementerian Pariwisata yang menargetkan Indonesia dapat memiliki ribuan desa wisata hingga akhir tahun ini.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan bahwa membangun desa wisata tidak hanya bermodalkan pemandangan indah. Namun, terdapat juga kriteria alam, budaya, dan kreatif. Alam, budaya dan kreatif adalah modal untuk desa wisata. Provinsi Lampung sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang kental akan budaya.

“Desa wisata yang ada di Indonesia perlu dikemas dengan promosi di sosial media yang semenarik mungkin sehingga selaras dengan hal yang mensejahterakan alam dan menjadi atraksi yang menarik. Dengan Promosi melalui sosial media ini diharapkan keberadaan desa wisata dapat dikenal di wisatawan dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke Provinsi Lampung,” kata Nunik saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Pariwisata Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 31 Oktober 2019.

Kemudian Pemerintah Provinsi Lampung mengharapkan saat membangun desa wisata juga harus harus mengembangkan pondok wisata (homestay) karena ini menjadi salah satu aspek penunjang sekaligus meningkatkan perekonomian pendapatan masyarakat sekitar. Pasalnya, pondok wisata memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman otentik kepada wisatawan.

“Saat menginap di homestay wisatawan akan diajak berbaur dengan masyarakat setempat. Ini menjadi pengalaman yang istimewa. Tidak bisa ditemukan di negara atau daerah asalnya. Ada daya tarik pariwisata yang unik dan memiliki kearifan lokal. Masyarakat sekitar juga mendapatkan keuntungan ekonomi didalamnya,” kata Mantan Bupati Lampung Timur ini.

Dalam kesempatan itu Pemerintah Provinsi Lampung mengajak kabupaten/kota se-Provinsi Lampung berkoordinasi untuk memajukan sektor kepariwisataan di Provinsi Lampung. Pembagian tugas antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan kabupaten/kota dan meningkatkan sinergitas dalam upaya pembangunan sektor pariwisata.

Adapun hal yang menjadi fokus koordinasi dalam rapat ini terkait mengaktifkan kembali Anjungan yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta meningkatkan koordinasi dengan SKPD terkait dalam upaya memajukan sektor pariwisata di Provinsi Lampung. Dalam rangka mempromosikan pariwisata Lampung, terdapat 10 Destinasi Prioritas Provinsi Lampung yaitu Tanjung Setia, Way Kambas, Pugung Raharjo, Teluk Kiluan, Menara Siger, Bakauheni Sekitarnya, Tahura WAR (Youth Cam), Pahawang, Pekon Ampai dan Sekitarnya, Kota Bandar Lampung.

Adi Sunaryo
Sumber

Wagub Siap Hadiri Lomba Unjuk Prestasi III Kwarda Pramuka Se-Lampung

Saibumi.com, (SMSI Lampung) Bandar lampung — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik mendukung dan siap menghadiri perlombaan unjuk prestasi III se- Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung yang rencananya akan diikuti 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung di SMA Negeri 15 Bandar Lampung, pada 26 Oktober 2019 mendatang.

“Tentu mendukung penuh dan nanti akan diagendakan untuk hadir,” ujar Nunik saat menerima audiensi dari Gerakan Pramuka Gugus Depan Bandar Lampung 12.037-12.038 Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa 8 Oktober 2019.

Nunik yang merupakan Ketua Harian Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Lampung menyebutkan, kegiatan ini sangat tepat untuk membentuk generasi muda cikal bakal calon pemimpin penerus bangsa.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMA Negeri 15 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi mengatakan bahwa audiensi tersebut untuk mengundang Wakil Gubernur Lampung sebagai Pembina Upacara pada pembukaan Perlombaan Unjuk Prestasi III Tahun 2019.

Ngimron menjelaskan agenda itu dimana Ambalan Garda Bhardika Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung akan mengadakan kegiatan perlombaan Pramuka Tingkat Penggalang dan Tingkat Penegak.

Ngimron berujar, pada kegiatan itu ada beberapa agenda perlombaan yakni PBB, Pionering dam Hasta Karya.

“Ditambah saran Ibu Wagub untuk membuat spot foto destinasi wisata di Bumi Perkemahan Jati Agung,” ujarnya.

Ngimron menyebutkan pada kegiatan itu, nantinya akan menghadirkan peserta sebanyak 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung.

“Peserta dari Penggalang dan Penegak seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung,” katanya.(Rilis/Eva S)

Sumber

Wagub Nunik Resmi Tutup FLS2 N

Bandarlampung Media merdeka.com– Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menutup secara resmi pagelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Ke-16 Tahun 2019, di Ballroom Hotel Novotel, Jum’at (20/9/2019) malam.

Penutupan FLS2N ini ditandai dengan pemukulan gamelan oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

Juara umum pada pagelaran FLS2N 2019 ini diraih oleh Provinsi DKI Jakarta yang berhasil mengumpulkan 8 medali emas dan 1 medali perunggu.

“Provinsi Lampung dinilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berhasil dan sangat sukses dalam menyelenggarakan FLS2N 2019. Untuk itu, saya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan membawa nama harum Provinsi Lampung,” jelas Wagub Chusnunia.

Wagub Chusnunia berharap FLS2N mampu menjadi ruang penempaan dan kreativitas dalam memajukan dan menguatkan seni dan budaya Indonesia. “Dalam kurun waktu 10 sampai 15 tahun mendatang, kalian adalah pemegang estafet pembangunan Indonesia untuk menuju Indonesia cemerlang. Dan melalui kegiatan FLS2N ini juga kedepan kalian yang akan membawa seni dan Budaya Indonesia menjadi lebih maju dan kuat, karena seni dan kebudayaan mampu menyatukan keragaman dan perbedaan,” jelas Wagub Chusnunia.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena telah mempercayai dan memilih Lampung untuk menjadi tuan rumah FLS2N 2019.

“Dan selamat kepada Pemerintah Sumatera Barat yang akan menjadi tuan rumah FLS2N selanjutnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Purwadi Sutanto, menyampaikan apresiasi setingginya kepada Provinsi Lampung yang telah berhasil dan sukses menyelenggarakan FLS2N dengan sangat baik dan sangat luar biasa.

“Terimakasih kepada Pemprov Lampung yang telah berhasil menyelenggarakan FLS2N ini dengan sangat baik. Penyelenggaraan FLS2N ini semuanya berjalan dengan baik mulai dari penyambutan, pembukaan, perlombaan hingga penutupan malam ini. Terimakasih dan apresiasi setingginya kepada Pemprov Lampung,” ujar Purwadi.

Ia berharap penyelenggaraan FLS2N ini mampu membawa Negeri ini menjadi duta seni yang hebat. “Indonesia adalah super powernya Seni, karena kita memiliki ribuan seni budaya. Tentunya Seni dan budaya ini harus dilestarikan dan dikembangkan. Dan adik-adik adalah duta seni Indonesia yang akan membawa maju seni budaya Indonesia, dan yang akan membawa Indonesia emas dan berjaya,” jelas Purwadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FLS2N tahun ini dilaksanakan pada tanggal 15-21 September 2019 berhasil menarik 5.742 partisipan yang terdiri dari 2.643 orang (peserta, juri, Official, pendamping, juri, panitia, dan fasilitator) dan 3.099 orang (peninjau).

“Partisipan terbanyak daerah Sumatera Barat dan Maluku. Banyaknya partisipan dari Sumatera Barat karena tahun depan FLS2N di Sumatera Barat, dan Partisipan Maluku melakukan studi banding di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Sulapakar menjelaskan FLS2N meliputi tiga jenjang. Pertama jenjang SMA memperlombakan vokal solo, tari kreasi, baca puisi, cipta puisi, gitar solo, desain poster, kriya, film pendek dan monolog. Kedua jenjang SMK memperlombakan menyanyi solo, tari tradisional, musik tradisional Daerah, solo gitar klasik, theater, fim pendek dan permainan tradisional. Dan untuk jenjang PKLK seperti menyanyi solo, menari, Pantomim, melukis, desain grafis dan MTQ.

Kesuksesan terselenggaranya FSL2N ini, jelas Sulpakar tak lepas dari dukungan dan support penuh dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

“Terimakasih Pak Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia atas support dalam penyelenggaraan FLS2N. dan terimakasih juga atas dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ujarnya. (Humas Pemprov)

Sumber

Chusnunia Kagumi Arsitektur Rumah Adat Tubaba

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Wakil Gubernur, Chusnunia Chalim kagum dengan arsitektur Rumah Panggung (Adat) Lampung Kota Budaya Uluan Nunghik, di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Kekaguman tersebut disampaikannya saat berbincang-bincang dengan Bupati Tubaba, Umar Ahmad, SP di lokasi bangunan Rumah Panggung Adat Lampung pada Minggu (15/9) sore juga ditemani Kepala Dinas Pendidikan Tubaba Budiman Jaya. Wagub juga diajak berdiskusi mengenai Pembangunan Kabupaten Tubaba yang berkelanjutan namun tetap dengan mempertahankan kekayaan lokal yang dimiliki.

Sebelum ke Rumah Panggung, wagub juga diajak berkeliling bupati ke ikon-ikon kabupaten setempat yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan diantara Komplek Rumah Baduy.

“Ini tempat asik sekali, saya sudah diajak keliling kemana-mana dan ini adalah tempat yang kerenlah speechless kalau sudah ada di sini,” kata dia saat dimintai tanggapannya usai kunjungan tersebut.

Ia yang akrab disapa Nunik, mengapresiasi upaya Bupati Umar Ahmad dalam berjuang melestarikan rumah-rumah asli di Kabupaten Tubaba.

“Nanti kalau sudah siap bisa ke sini, karena ini untuk umum yaa,” kata Nunik di tengah meminta penjelasan Umar Ahmad terkait peruntukan tiga Rumah Panggung tersebut.

Sementara Umar Ahmad menjelaskan saat ini Pemkab Tubaba telah mendirikan tiga Rumah Panggung Adat Lampung, dan rencananya akan menambah satu rumah panggung di tahun 2020 mendatang.

“Rumah panggung yang telah dibangun tersebut akan digunakan untuk rumah tenun/tapis, rumah seni/tari, dan satunya lagi yang sedang dalam tahap pembangunan untuk rumah pengalaman rasa dan Kopi Tubaba, serta rumah informasi,” terang Umar.

Nunik juga memberi tips sesuai pesan Bupati jika berkunjung ke Tubaba jangan membuang sampah sembarangan untuk lebih mudahnya dengan membawa peralatan makan dan minum sendiri. Bahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan bupati juga akan membagikan tumbler (botol minum) kepada para siswa.

“Senangnya warga Tubaba, bupatinya sudah kreatif perhatian, oke,” ujarnya sambil mengacungkan jempol dan tersenyum gembira.

Informasi yang didapat Netizenku.com, Nunik sengaja berkunjung ke Tubaba, dan bukan kunjungan resmi.

“Wagub keliling-keliling ke Kabupaten, dan kunjungannya ke Tubaba kunjungan santai, bukan resmi,” terang Kadisdik Tubaba, Budiman Jaya. (Arie)

Sumber

Peduli Pariwisata Antarkan Chusnunia Chalim Jabat Ketua

RADARBANGSA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengumumkan struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2019-2024. Ini sebagai kelanjutan hasil Muktamar PKB 2019 di Nusa Dua, Bali, pekan lalu.

Ada tiga Wakil Ketua Umum (Waketum) di kepengurusan yang baru ini. Posisi Sekjen DPP ditempati M. Hasanuddin Wahid. Selain itu, putra Cawapres terpilih Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin juga masuk struktur pengurus.

Selain nama-nama di atas, Chusnunia Chalim juga masuk dalam daftar pengurus DPP PKB yang dibacakan Ida Fauziyah itu. Nunik (sapaan akrabnya) menjabat Ketua DPP bidang Lingkungan Hidup dan Pariwisata.

Jejak Karir Politik Chusnunia

Sepak terjang Nunik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Lampung menjadi motivasi tersendiri bagi perempuan-perempuan muda Indonesia yang ingin terjun ke dunia politik. Nunik merupakan politisi sukses yang meniti karier politiknya dari nol.

Nunik sudah tertarik dengan isu-isu politik sejak mengenyam bangku kuliah di IAIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah. Pernah menjadi sekretaris di salah satu media dan aktif di Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Tengah pada Pileg 2004, semakin membangun semangat Politik perempuan kelahiran Lampung Timur itu.

Tahun 2009, Nunik mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari PKB. Pengalaman sebagai Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja (2007) dan Koordinator Zona di Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (2008) membawa Nunik ke Senayan sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Lampung II.

Perhatian besar Perempuan yang meraih gelar Magister di Universitas Nasional bidang Ilmu Politik itu pada kampung halaman, membawa Nunik maju dalam pertarungan Pemilihan Bupati Lampung Timur pada 2015 silam. Nunik yang pada 2014 lalu kembali menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 rela mengundurkan diri untuk membangun Lampung Timur.

Terpilih sebagai Bupati Lampung Timur sejak Februari 2016 lalu, Nunik yang menjadi Bupati perempuan pertama di Lampung fokus memajukan wisata di Lampung Timur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, Nunik juga konsen pada peningkatan Pendidikan dan Pertanian di Kabupaten Lampung Timur.

Karirnya semakin melejit saat terpilih menjadi Wakil Gubernur Lampung pada Pilkada serentak 2018 silam. Menjadi Wagub Lampung tak lantas membuat semangat Nunik peduli pada Pariwisata mengendor. Nunik justru semakin gencar mempromosikan wisata Lampung di kancah nasional dan juga internasional.

Kesuksesan Nunik di Lampung yang begitu cepat diapresiasi oleh Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Pada akhirnya, pria yang akrab disapa Gus AMI itu memberikan mandat pada dirinya untuk menduduki jabatan Ketua DPP PKB bidang Lingkungan Hidup dan Pariwisata

Sumber

Pawai Budaya Lampung Krakatau Festival, 3 Daerah Absen

Pawai Budaya Lampung Culture And Tapis Carnival dalam rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival ( LKF ) 2019 digelar pada minggu siang. kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, serta hadir pula Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi beserta wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim.

Pawai budaya ini dimulai dari Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung. Menteri Pariwisata beserta Gubernur dan jajarannya turut memeriahkan pawai budaya dengan berjalan kaki menuju Bundaran Tugu Adipura, namun, dalam pawai budaya ini tiga Kabupaten, kota tak ikut ambil bagian. ketiga daerah itu yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pesisir Barat.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, mengapresiasi atas terselenggaranya event tahunan di Provinsi Lampung yakni Lampung Krakatau Festival. kedepan pihaknya berharap event-event Pariwisata lainnya semakin ditingkatkan.

Sementara itu, gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, bahwa pawai budaya merupakan salah satu rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival, yang merupakan event tetap tahunan di Provinsi Lampung. melalui event ini pihaknya mengharapkan bisa meningkatkan sektor Pariwisata di Lampung.

Dalam pawai budaya ini tiap Kabupaten, Kota menampilkan beragam adat dan budaya khas masing masing daerah. pawai budaya ini sendiri dimulai dari Lapangan Saburai, kemudian melewati Tugu Adipura, jalan Ra Kartini, jalan Brigjend Katamso, jalan Raden Intan, hingga berakhir kembali di Lapangan Saburai.(Gal/Bow)

Sumber

Wagub Chusnunia dan Wisatawan Ramaikan Trip Krakatau

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dan ratusan peserta antusias mengikuti Trip Krakatau sebagai rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019.

“Saya sangat antusias ikut Trip Krakatau 2019. Saya juga ingin merasakan langsung berada dekat Gunung Anak Krakatau. Dan alhamdulillah kita semua bisa ikut Trip Krakatau 2019,” ujar Chusnunia dalam opening ceremony trip Krakatau 2019, di kapal Jatra III rute menuju kepulauan Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, Sabtu, 24 Agustu 2019.

Chusnunia menjelaskan Trip Krakatau kali ini istimewa karena diikuti ratusan pengunjung yang sangat antusias untuk melihat Gunung Anak Krakatau. “Ini sangat istimewa, karena sebelumnya hanya blogger dan media yang ikut trip, dan sekarang ratusan pengunjung juga bisa mengikutinya dengan menggunakan kapal yang lebih bagus. Tentunya kedepan akan terus ditingkatkan,” jelas Wagub Chusnunia.

Bahkan peserta yang mengikuti Trip Krakatau tahun ini, jelas Wagub Chusnunia, telah melebihi target ditetapkan. “Bahkan peserta yang ikut telah over target. Tentunya ini bukan hanya kerja keras satu pihak, tetapi berbagai pihak turut menyukseskannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan Trip Krakatau selanjutnya akan terus ditingkatkan, hal ini mengingat Lampung sudah memiliki dermaga eksekutif, sehingga sarana dan prasarana pendukung trip krakatau selanjutnya akan semakin ditingkatkan.

“Kita sudah memiliki fasilitas lengkap, seperti memiliki Dermaga Eksekutif dan Bandara Internasional Raden Intan II dalam menarik para wisatawan untuk menuju ke lokasi wisata, seperti Trip Krakatau. Tentu kedepannya akan terus didukung dalam meningkatkan pelaksanaan Trip Krakatau, seperti penambahan atraksi, pengenalan adat budaya, pengenalan lebih dalam terkait gunung anak krakatau, dan kegiatan lainnya selama keliling krakatau. Bahkan rencananya akan ada pemandu wisata khusus yang paham tentang Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Terkait potensi, lanjut Wagub, Gunung Anak Krakatau memiliki daya tariknya tersendiri. “Trip Krakatau ini telah banyak menarik peserta, bahkan sampai bingung untuk menolaknya karena over target. Bahkan Trip krakatau ini akan semakin menarik apabila dilihat pada malam hari,” jelasnya.

Trip krakatau 2019 ini diikuti peserta sekitar 730 peserta yang terdiri dari Mahasiswa (250 orang), ASN (150 orang), Umum (180 orang), Tamu VIP (100 orang), Media, Blogger dan Vloger (50 orang).

Acara Trip Krakatau 2019 ini dikemas dalam bentuk perjalanan yang mengandung unsur Edukasi (Penjelasan tentang Gunung Anak Krakatau, Mitigasi Bencana dan Kuliah Umum tentang Gunung Anak Krakatau), Hiburan dan Pengalaman pengalaman menyasikan Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan Trip Krakatau Tahun ini membuka ruang yang cukup besar bagi mahasiswa dan media untuk ikut serta di dalam dan diharapkan akan memberi dampak bagi pemasaran pariwisata Lampung.

Sebagai informasi, Pada kegiatan LKF Tahun 2019 ini juga, telah terangkai berbagai kegiatan seperti kegiatan Nusa Rasa, dimana kegiatan ini dilaksanakan bazar aneka makanan dan minuman kekinian yang berlangsung 18-25 Agustus 2019.

Selanjutnya, ada juga Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai, dimana kegiatan ini diantaranya selain Pembukaan LKF 2019, dilaksanakan Sendratari, Kesenian Tradisional/Modern Kreasi dan Musik Band yang berlangsung 23-24 Agustus 2019.

Kemudian, Krakatau Expo dimana akan menghadirkan Pameran UKM Ekonomi Kreatif, Demo Masak, Lomba Kuliner Tradisional, Lomba Hias 1.000 Cup Cake, Sajian 5.000 porsi gratis kuliner olahan mie seruit yang berlangsung 23-25 Agustus 2019.

Kegiatan ini juga dimeriah?an dengan Parade Permainan Anak Tradisional pada 24 Agustus 2019 dan Lampung Culture & Tapis Carnival pada 25 Agustus 2019.

Sumber

Mengintip Potensi Bendungan Way Curup Sebagai Lokasi Ekowisata Lamtim

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Bendungan Way Curup, yang ada di Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, berpotensi menjadi objek wisata.

Seperti yang dikatakan Camat Matarambaru, Yemi Hastarita, Jumat (24/5/2019) bendungan Way Curup memiliki air yang jernih, batu alam yang banyak menghiasi sungai dan lokasi di pinggir jalan lintas nasional sehingga sangat berpotensi jadi objek wisata.

“Tinggal memberi hiasan sedikit, karena Way Curup merupakan wisata alami,” kata Yemi Hastarita.

Dikatakan Yemi, Way Curup masuk wilayah dua desa yaitu Desa Matarambaru dan Rajabasabaru. Kedua desa itu seharusnya bisa mengembangkan potensi wisata yang ada. “Seharusnya yang paling berperan untuk mengembangkan curup itu dua desa tersebut,” ujar Yemi.

Lanjutnya, dengan berdirinya ekowisata tentu bisa membantu ekonomi masyarakat. Maka Yemi mengimbau dua desa tersebut yakni Rajabasaru dan Mataram baru bisa bersama-sama mengelola potensi wisata yang ada.

“Jangan justru sebaliknya, dua desa tersebut yaitu Rajabasabaru dan Matarambaru, justru tidak bisa bersatu dalam mengembangkan Eko wisata yang masih satu objek milik dua desa,” tutupnya.

Sumber

Festival Lada bangkitkan minat budi daya rempah-rempah di Lampung Timur

Sukada, Lampung Timur (ANTARA) – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Lampung Timur terus berupaya membangkitkan kejayaan rempah-rempah di daerah itu, terutama budi daya lada, melalui strategi pemberian bibit dan menyemangati pekebun membudidayakan komoditas unggulan tersebut lewat Festival Lada.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Lampung Timur, M Yusuf HR, di Lampung Timur, Selasa, menjelaskan bahwa belakangan ini minat pekebun di wilayah Lampung Timur membudidayakan komoditas rempah-rempah seperti kopi, cokelat, dan lada cenderung menurun.

Menurut dia, banyak petani yang beralih ke tanaman jagung, karet, sawit, dan singkong.

“Yang menanam lada ada, luas tanamnya nambah, tapi tidak signifikan, karena keterbatasan lahan. Pekebun sudah senang menanam jagung, ubi kayu, sehingga cukup susah mengajak mereka untuk berkebun lada lagi,” kata Yusuf.

Sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan rempah, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Lampung Timur berupaya agar ada penambahan luas lahan komoditas rempah-rempah, terutama lada, melalui program rehabilitasi dengan memberikan bantuan bibit.

“Kalau ada yang mau menanam lada kita bantu bibit,” ujar Yusuf. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah banyak memberikan bantuan bibit lada kepada petani.

Pada tahun 2017 pihaknya memberikan bantuan 5.000 bibit batang lada dan pada tahun 2018 juga sebanyak 5.000 batang bibit.

Dia menjelaskan Festival Lada yang digelar beberapa waktu lalu merupakan motivasi dan ajakan kepada warga untuk bergairah kembali menanam lada.

“Festival Lada dalam rangka menggairahkan kembali masyarakat menanam lada dan yang sudah menanam agar jangan beralih ke tanaman lainnya. Lada juga bisa jadi potensi wisata yang menarik, wisatawan bisa memetik lada langsung,” kata dia pula.

Sumber

Objek Wisata Mangrove Sekar Bahari Diresmikan

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Objek wisata Mangrove Sekar Bahari di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur diresmikan.

Peresmian objek wisata mangrove Sekar Bahari bersamaan dengan acara Festival Mancing yang digelar di desa setempat, Senin (25/3). Festival Mancing merupakan salah satu kegiatan wisata yang diagendakan dalam Kalender Wisata 2019 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Staf Alhi Bupati Lampung Timur Davit Arisandi membuka acara Festival Mancing sekaligus meresmikan objek wisata Mangrrove Sekar Bahari.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2016 menggelar 23 kegiatan wisata.Tahun 2018 ada 101 festival dan pada 2019 menjadi 101 festival terdiri dari festival desa dan kabupaten.

Menurut Davit, itu dilakukan dalam rangka menggenjot kenaikan kunjungan wisatawan ke Lampung Timur.

Ia mengatakan, di Lampung Timur banyak bermunculan objek wisata desa dan di Margasari salah satunya.

Dia mengapresiasi adanya objek wisata Mangrove Sekar Bahari yang dibangun oleh pemerintah desa dan warga setempat, sembari mengingatkan bahwa membangun tempat wisata desa jangan menunggu infrastruktur jalan bagus dulu.

“Kalau nunggu jalannya bagus malah tidak jadi membangun,” katanya.

Festival Mancing dimeriahkan berbagai acara diantaranya lomba mancing, lomba senam, pawai budaya.

Warga ramai dan antusias menyaksikan Festival Mancing tersebut.

Sumber