Wagub Chusnunia Minta Biro Hukum Sosialisasi UU ITE

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim meminta Biro Hukum Setda Provinsi Lampung memaksimalkan sosialisasi produk hukum kepada masyarakat, salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) agar masyarakat tak menjadi korban ketidaktahuan masalah hukum.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur usai menyimak presentasi Kepala Biro Hukum Setdaprov Lampung Zulfikar, Sabtu (12/10/2019) di Ruang Kerja Wagub.

Menurut Wagub tujuan sosialisasi itu agar masyarakat lebih paham hukum terutama untuk hal yang bersinggungan langsung dengan aspek kehidupan sehari-hari.

“Kerap kali masyarakat terkena masalah hukum dari hal-hal yang sederhana karena tidak paham mengenai hukum, contohnya saja pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Di mana kebebasan aspirasi justru dapat menimbulkan masalah karena ketidaktahuan warga terhadap pasal-pasal yang terdapat dalam UU tersebut,” ujar Nunik.

Nunik mengatakan melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat lebih ‘melek hukum’ mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga dapat menaati peraturan yang telah diterbitkan pemerintah.

Wagub menambahkan, tidak hanya di lembaga-lembaga pemerintah kegiatan sosialiasi dilakukan tapi juga di area-area terbuka publik dan lembaga-lembaga terkait, seperti sekolah.

“Sehingga tidak hanya menyadarkan masyarakat mengenai produk hukum. Saya juga berharap kegiatan sosialiasi ini juga dibarengi dengan sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi milenial,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setdaprov Lampung Zulfikar dalam paparanya mengatakan Biro Hukum akan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk mewujudkan visi dan Misi Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Nunik untuk menciptakan Good Governance dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Program tersebut yakni harmonisasi produk hukum daerah dan advokasi hukum, dimana kegiatannya antara lain harmonisasi penyusunan rancangan peraturan daerah dan peraturan gubernur, evaluasi produk hukum kab/kota, pembinaan dan klarifikasi produk hukum kab/kota, penyelesaian sengketa hukum di pengadilan (litigasi) dan diluar pengadilan (non litigasi) dan penyeluhan hukum dan aski HAM.

Kemudian program selanjutnya Biro Hukum juga akan melakukan pelayanan administrasi perkantoran dengan mengadakan rapat-rapat koordinasi biro hukum se Provinsi Lampung yang akan dimulai pada tahun 2020.

“Hal ini penting dilakukan di mana rapat ini akan digunakan untuk menjaring informasi dan data bagian hukum kab/kota se Provinsi Lampung,” ujar Zulfikar.

Sumber

Nunik Resmi Buka Rapat Koordinasi Pencairan dan Pertolongan Daerah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim resmi membuka rapat koordinasi pencairan dan pertolongan daerah serta pelatihan bagi potensi pencarian dan pertolongan se-Provinsi Lampung, di Hotel Raden Intan Syariah, Lampung Selatan, Kamis (19/9/2019).

Nunik Resmi Buka Rapat Koordinasi Pencairan dan Pertolongan Daerah (Ist)
”Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyambut baik diselenggarakannya Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Daerah ini sebagai wahana untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam Pencarian dan Pertolongan se-Provinsi Lampung,” jelasnya.

Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa tidak ada yang berdo’a agar terjadi suatu bencana. Namun bukan berarti kita tidak tanggap terhadap kejadian bencana. “Kita sudah ada pengalaman terhadap kejadian bencana seperti yang terjadi di Lampung Selatan, dan mendapatkan penghargaan pengendalian bencana di Provinsi Lampung. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kita telah memanage dengan baik,” jelasnya.

Tentunya berbagai pengalaman yang telah kita lakukan itu, jelas Wagub Chusnunia , masih terdapat suatu kekurangan. Untuk itu kita harus melakukan peningkatan diberbagai hal, terutama peningkatan skil terhadap penanganan bencana dan tanggap bencana. “Peningkatan skill tersebut harus terus dilakukan, termasuk dengan melibatkan masyarakat secara umum untuk terlibat aktif dalam mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Lanjut, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa beberapa kali kejadian bencana terjadi di Provinsi Lampung, seperti di Bulan Desember sempat terjadi istilah gempa yang membuat panik. “Mungkin kepanikan ini sesuatu yang manusiawi, namun di tengah kepanikan tersebut semua harus sadar. Jangan sampai kepanikan menutupi kesadaran dan tanggap terhadap bencana,” ujarnya.

Lebih dari itu, Wagub Chusnunia menjelaskan perlunya peningkatan koordinasi dan sinergitas semua pihak dalam menghadapi tanggap bencana, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, dan seluruh dinas pemangku kepentingan. “Peningkatan koordinasi dan sinergitas ini harus dilakukan bersama-sama, termasuk dalam pelatihan ini guna mengupgrade kemampuan kita,” jelasnya.

Wagub Chusnunia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan skil tanggap bencana yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto menjelaskan bahwa rapat koordinasi pencairan dan pertolongan daerah di Provinsi Lampung terkait masalah Search and Rescue (SAR) dan pelaksanaan latihan untuk potensi Basarnas. ” Untuk itu, Rakor ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan memberikan pelatihan potensi Basarnas,” jelas Nugroho.

Sesuai dengan UU nomor 29 tahun 2014, ujar Nugroho, bahwa apabila terjadi kecelakaan baik pesawat, kapal laut, maupun kondisi yang membahayakan manusia, maka leading sektornya adalah Basarnas dibantu dengan potensi yang ada. (*)

sumber

Wagub dan Dirut Pelindo Resmikan Auto Gate System Pelabuhan Panjang

INILAMPUNG.com – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia meresmikan Automatic Container Terminal Auto Gate System di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Chusnunia menandai peresmian Auto Gate System dengan pemotongan pita. Didampingi Direktur Utama PT Pelindo (Persero) II Elvyn G Masassya, Wali Kota Bandarlampung; Herman HN, Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, dan pejabat intansi terkait.

“Semua perubahan yang terjadi di era industri 4.0 ini mau tidak mau kita juga harus berbenah termasuk di pemerintahan,” katanya, Senin (9-9-2019).

Menurut Wagub, peresmian Auto Gate System tersebut akan menjadi jawaban beberapa persoalan seperti administrasi dan tidak ada alasan lagi jika sudah ada perubahan ini seperti pajak tertunggak dan lainnya.

“Auto Gate System ini semua digital dan tidak ada lagi kendala secara teknis. Semua harus sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku,” kata dia.

Sementara Elvyn G Massasya mengatakan, penerapan digitalisasi ini, merupakan bukti Pelindo II serius dalam mewujudkan pelayanan berkelas dunia.

“Peresmian ini merupakan implementasi dari Program Digitalisasi Pelabuhan Indonesia menuju pelabuhan kelas dunia yang akan diterapkan di semua terminal di 12 pelabuhan di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ini sebagai bentuk implementasi digitalisasi dan Pelabuhan Panjang menjadi salah satu pionir dari cabang di luar Tanjungpriok.

Ia menjelaskan IPC Panjang memiliki tujuh terminal yang kedepannya akan berbasis digital. Sistem tersebut diyakini akan memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengguna jasa serta menurunkan biaya operasional pelabuhan.

“IPC Panjang sekarang melayani 150 ribu container per tahun, sehingga perlu kerja yang cepat,” ujarnya.

Penerapan Auto Gate System di pelabuhan Panjang, dia mengatakan, bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah pengguna jasa dalam kegiatan keluar masuk barang peti kemas di terminal tersebut. (red)

Sumber

Pemprov Lampung Dukung Pelabuhan Panjang jadi Pionir Digilatisasi Pelabuhan di Indonesia

Saibumi.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik mendukung penuh pelabuhan Panjang, Bandar Lampung menjadi pionir digitalisasi pelabuhan di Indonesia, menyusul diresmikannya automatic container terminal “auto gate system”, di Terminal Petikemas, Pelabuhan Internasional Panjang, Bandar Lampung, Senin,9 September 2019.

Menurut Nunik, Pemerintah Provinsi Lampung berharap penerapan digitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih mudah, cepat, dan murah, serta berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian Lampung.

“Pemerintah Provinsi Lampung akan mendukung Pelindo II Cabang Panjang terkait digitalisasi auto gate system. Hal ini sebagai upaya dalam peningkatan kualitas layanan, produktivitas, dan kinerja yang lebih efektif dan efisien,” ujar Nunik.

Dengan diterapkannya auto gate system ini, Wagub Chusnunia berharap adanya pelayanan yang lebih maksimal dari sebelumnya. Kalau sudah maksimal tentunya akan membawa efek bagi perekonomian Lampung.

“System ini juga diharapkan mempermudah dalam pendistribusian komoditi Lampung, yang berhujung pada meningkatnya akan ekspor yang bermuara pada meningkatnya perekonomian Lampung,” jelasnya.

Lebih dari itu, dengan semakin maju Pelabuhan Panjang ini, Wagub Chusunia berharap Pelabuhan Panjang menjadi sub regional yang membuat Lampung maju dan terdepan di Pulau Sumatera.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Yusmariza, menjelaskan penerapan auto gate system merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan iklim investasi dan usaha yang kondusif dengan memperlancar logistik eksport dan import.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap Auto Gate System, kepala kantor Bea Cukai telah mengeluarkan keputusan terkait uji coba auto gate system. Sekaligus menempatkan pegawai bea cukai pada control room,” jelasnya.

Penerapan Auto gate System, jelas Yusmariza, merupakan bentuk kepercayaan Bea Cukai kepada Pelindo II Cabang Panjang untuk mengelola sendiri pemasukan dan pengeluaran barang ke/dan dari TPS Online tanpa pengawasan langsung.

“Auto Gate System ini bertujuan untuk percepatan pemasukan dan pengeluaran barang, pengurangan biaya, serta meningkatkan akurasi dan Validasi data. Kemudian mendorong pertumbuhan ekspor, percepatan pengiriman, dan meningkatkan perekonomian Provinsi Lampung,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya menjelaskan penerapan auto gate system ini bertujuan agar pelayanan di pelabuhan panjang dapat lebih mudah, cepat, dan murah. Serta meningkatkan pertumbuhan container yang lebih besar yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian Lampung.

“Penerapan Auto Gate System yang dilaksanakan di Terminal Petikemas, juga akan diterapkan pada terminal lainnya yang dikelola Pelindo Panjang,” jelas Elvyn.

Penerapan Auto Gate System, jelas Elvyn, merupakan program digitalisasi Indonesia untuk menuju pelabuhan dunia “Dalam konteks digitalisasi, kita punya pelabuhan-pelabuhan di luar Priok, pelabuhan panjang ini adalah salah satu pionir untuk digitalisasi. Penerapan digitalisasi ini tidak hanya di terminal, tetapi juga di lapangan, pergudangan, keuangan dan sistem lainnya,” jelasnya. (Rilis)

Sumber

Pelabuhan Panjang Terapkan Auto Gate System

Bandar Lampung, Gatra.com – Untuk mempercepat sistem pelayanan kegiatan di terminal peti kemas pelabuhan Panjang, IPC Pelindo II meluncurkan Automatic Container Terminal Auto Gate System di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung.

Auto Gate System tersebut langsung beroperasi usai diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim.

Direktur utama IPC Pelindo II Elvyn G Massasya dalam sambutannya mengatakan, peluncuran Auto Gate System ini merupakan implementasi dari Program Digitalisasi Pelabuhan Indonesia menuju pelabuhan kelas dunia yang akan diterapkan di semua terminal di 12 pelabuhan di Indonesia.

” Hari ini adalah bentuk implementasi digitalisasi, dan Pelabuhan Panjang menjadi salah satu pionir dari cabang kami di luar Tanjung priok untuk sistem digitalisasi ” ujar direktur utama IPC Pelindo II Elvyn G Masassya, Senin, 9/9 di lokasi peresmian.

Elvyn melanjutkan penerapan Auto Gate System di pelabuhan Panjang bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah pengguna jasa dalam kegiatan keluar masuk barang peti kemas di terminal pelabuhan Panjang.

“Agar lebih cepat, lebih mudah, akurasi data juga, dan ini juga dapat menekan biaya jadi lebih murah, diharapkan membuat pertumbuhan kontener lebih besar dan berdampak positif bagi ekonomi Lampung, ” sambung Elvyn.

Elvyn menjelaskan, bahwa sampai hari ini Indonesia telah melayani 8 juta kontainer per tahun, dari jumlah itu 150 ribu kontainer dilayani di Pelabuhan Panjang, tentunya ini dapat berpengaruh terhadap perekonomian provinsi Lampung.

“Kami menyiapkan diri untuk membantu perekonomian Lampung melalui kegiatan di Pelabuhan Panjang, kami memiliki 7 terminal dan kedepan semua akan di digitalisasi, Pelindo II mempunyai semangat untuk grow together untuk dapat maju bersama daerah Lampung, ” jelas Elvyn.

Sementara itu wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, usai meresmikan Auto Gate System kepada wartawan menyampaikan, penerapan Auto Gate System diharapkan mampu meminimalisir permasalahan administrasi kegiatan Pelabuhan.

“Kami mendukung digitalsiasi pada semua sistem di Pelabuhan Panjang, tentunya penerapan ini menjadi lebih transparan untuk administrasi ” ujar wakil gubernur Chusnunia usai meninjau Auto Gate System di terminal peti kemas Pelabuhan Panjang.

Menurut Chusnunia peningkatan pelayanan tentunya akan berpengaruh terhadap meningkatnya nilai ekspor di Lampung. “Jika kegiatan ekspor naik, ini muaranya akan meningkatkan perekonomian Lampung,” katanya.

Ke depan Chusnunia juga berharap semua permasalahan yang selama ini masih diresahkan oleh pengguna jasa akan dapat terurai dengan sistem digital ini. “Agar pelayanan lebih maksimal, dan tidak adalagi permasalahan administrasi, baik pajak, dan masalah transportasi,” ujar Chusnunia

Sumber

Wagub Chusnunia Chalim Lantik 140 Pejabat Fungsional Pemprov Lampung

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Gubernur Lampung Chununia Chalim melantik dan mengambil sumpah 140 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Balai Keratun Lantai III, Senin (2/9/2019).

Pelantikan 140 Pejabat Fungsional tersebut didasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor : 821.29/808/VI.04/2019 tanggal 19 Agustus 2019. Untuk 67 pejabat diantaranya berasal dari Disnaker, RSUDAM, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Kemudian SK Nomor 821.29/818/VI.04/2019 tanggal 22 Agustus 2019 untuk 72 pejabat yang berasal antara lain dari Satuan Pol PP, Dinas Kehutanan dan RS Jiwa Daerah serta SK Nomor : 828/2724/AT/VI.04/2019 tanggal 20 Agustus untuk 1 orang dari Inspektorat Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nunik mengatakan jika pelantikan ini didasarkan pada penilaian yang objektif dan realistis berdasarkan prestasi dan kinerja yang melibatkan Tim Baperjakat. Untuk itu, dirinya berharap agar pejabat yang dilantik dapat melaksanakan jabatan ini dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kepada saudara-saudara yang dilantik hari ini, disamping patut bersyukur, hendaknya bisa memegang dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Nunik.

Ia juga mengajak seluruh pejabat untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi pembangunan Provinsi Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya dan 33 janji kerja serta mampu bekerja dengan cepat guna menghadapi tantangan yang semakin dinamis kedepan.

“Tantangan kita luar biasa, yakni menghadapi industri 4.0 untuk itu diperlukan perubahan. Jika tidak berubah maka akan tergilas oleh perubahan. Kita perlu kecepatan ganda dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif” jelasnya.

Sumber

Pawai Budaya Lampung Krakatau Festival, 3 Daerah Absen

Pawai Budaya Lampung Culture And Tapis Carnival dalam rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival ( LKF ) 2019 digelar pada minggu siang. kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, serta hadir pula Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi beserta wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim.

Pawai budaya ini dimulai dari Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung. Menteri Pariwisata beserta Gubernur dan jajarannya turut memeriahkan pawai budaya dengan berjalan kaki menuju Bundaran Tugu Adipura, namun, dalam pawai budaya ini tiga Kabupaten, kota tak ikut ambil bagian. ketiga daerah itu yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pesisir Barat.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, mengapresiasi atas terselenggaranya event tahunan di Provinsi Lampung yakni Lampung Krakatau Festival. kedepan pihaknya berharap event-event Pariwisata lainnya semakin ditingkatkan.

Sementara itu, gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, bahwa pawai budaya merupakan salah satu rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival, yang merupakan event tetap tahunan di Provinsi Lampung. melalui event ini pihaknya mengharapkan bisa meningkatkan sektor Pariwisata di Lampung.

Dalam pawai budaya ini tiap Kabupaten, Kota menampilkan beragam adat dan budaya khas masing masing daerah. pawai budaya ini sendiri dimulai dari Lapangan Saburai, kemudian melewati Tugu Adipura, jalan Ra Kartini, jalan Brigjend Katamso, jalan Raden Intan, hingga berakhir kembali di Lapangan Saburai.(Gal/Bow)

Sumber

Wagub Chusnunia Hadiri Pisah Sambut Kakanwil Kemenkumham Lampung

Newslampungterkini.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Chusnunia Chalim berharap dibawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah, Nofli, Kanwil Kemenkumham Lampung dapat lebih meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan baik.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur ketika menghadiri acara pisah sambut Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung, di Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Bandarlampung, Senin (26/8/2019).

“Dan terimakasih kepada Plt. Kakanwil Lampung, Seprizal, atas dharmabhakti dan sinergitas selama ini dalam membangun Provinsi Lampung,” ujar Wagub Chusnunia.

Lebih dari itu, Wagub Chusnunia mengajak Kakanwil Kemenkumham Lampung Nofli untuk bersama-sama mendukung dan memajukan Provinsi Lampung dalam mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya. “Mari bersama-sama membangun Lampung, khususnya dalam membangun hukum di Provinsi Lampung,” ajak Wagub Chusnunia.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemenkumham RI, Razilu, menjelaskan bahwa pengangkatan, penempatan, pengisian dan alih tugas pejabat di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM adalah hal yang akan terus terjadi.

“Kita hanya menjalankan amanah sementara, dan diharapkan meninggalkan legacy yang akan selalu dikenang dan dirasakan manfaatnya di kemudian hari,”uja rnya.

Untuk itu, Razilu mengingatkan kepada Kakanwil Kemenkumham yang baru untuk senantiasa menjaga integritas dalam bertugas dan segera melakukan konsolidasi dengan jajaran guna merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan, sehingga berimplikasi kepada peningkatan kualitas Iayanan kepada publik.

“Kita juga harus membangun zona integritas di satuan kerja, serta mengembangkan dan meningkatkan komunikasi yang efektif dengan berbagai instansi terkait,” jelasnya.

Kepada Kakanwil Kemenkumham Lampung yang baru, Razilu menuturkan bahwa dirinya yakin dan percaya dengan pengalaman Kakanwil yang baru di berbagai tempat tugas.

“Saya yakin saudara mampu untuk melaksanakan tugas dan fungsi Kantor Wilayah Kemenkumham dengan baik. Dan saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Seprizal yang telah bekerja dengan baik selama menjabat sebagai Plt. Kakanwil Kemenkumham Lampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil Kemenkumham yang baru, Nofli menjelaskan bahwa serah terima jabatan dan pisah sambut ini mengandung aspek penyegaran dan harapan kaderisasi dalam meningkatkan kualitas dan sinergi guna mewujudkan tata kelola yang baik dalam organisasi kemenkumham Lampung.

Sebagai Kakanwil Lampung yang baru, Nofli bertekad untuk memberikan yang terbaik selama menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham Lampung sehingga mampu memberikan dampak positif bagi Lampung untuk lebih maju kedepannya.

“Untuk itu, saya mohon dukungan dalam menguatkan integritas dan sinergitas dalam mewujudkan tata kelola Kemenkumham yang baik, Khususnya dalam mendukung dan memajukan Provinsi Lampung,” ujar Nofli.

Plt. Kakanwil Kemenkumham Lampung, Seprizal, menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan tinggi karena telah memberikan dukungan dalam menjalankan roda pemerintahan selama menjabat sebagai Plt. Kakanwil Kemenkumham Lampung.

“Terimakasih atas segala dukungan dan kerjasama yang baik ini. Saya juga memohon maaf kepada semuanya apabila dalam menjalankan tugas masih banyak kekurangan,” ujar Seprizal.

Ia menjelaskan, bahwa serah terima jabatan ini merupakan hal biasa dan sudah pasti terjadi dalam suatu organisasi dalam memberikan penyegaran dan sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja.

Sumber

Wagub Lampung Sampaikan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi

WAKIL Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung, mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Tahun 2018, di Gedung DPRD setempat, Jumat, 26 Juli 2019.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, salah satu yang diungkap wagub adalah pemenuhan persayaratan agar Provinsi Lampung memiliki bandara dengan Embarkasi Haji Penuh.

Terkait ini, Wagub Lampung Chusnunia yang akrab disapa Nunik, mengungkapkan jika pengerjaan konstruksi landasan pacu dan penyiapan rigid beton untuk parkir stand pesawat A330-300, telah selesai dikerjakan.

Persiapan administrasi, sumber daya manusia (SDM) dan surat keputusan penetapan embarkasi haji oleh Kementerian Agama juga telah selesai.

“Diharapkan, Bandara Raden Inten II bisa menjadi embarkasi penuh pada tahun yang akan datang,” ujar wagub.

Nunik menyampaikan apresiasinya atas sumbangsih saran dan kritikan yang diberikan seluruh fraksi DPRD Provinsi Lampung, guna penyempuraan raperda.

Secara khusus, wagub menjelaskan beberapa pertanyaan yang diajukan DPRD Provinsi Lampung, di antaranya mengenai target pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Lampung yang terealisasi 89,45 persen.

“Hal tersebut diakibatkan beberapa hal, di antaranya pada pos pendapatan pajak daerah bea balik nama kendaraan yang tidak dapat terealisasi, akibat daya beli masyarakat yang melemah,” jelas Nunik.

Sedangkan untuk pos pajak rokok yang tidak terealisasi secara maksimal, menurut wagub, hal tersebut karena adanya kebijakan pemerintah pusat yang menyalurkan secara langsung pajak rokok sebesar 37,5 persen kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan digunakan untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun demikian, Nunik mengatakan Pemprov Lampung terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah, seperti inovasi pengelolaan pajak e-samsat atau samsat ATM, e-pbbkb untuk pembayaran pajak bahan bakar kendaraan secara online.

“Juga e-PAP, yaitu pembayaran pajak air permukaan secara online. Pemprov Lampung pun melakukan upaya pendataan potensi pajak kendaraan melalui door to door kepada masyarakat,” jelas wagub. (ADV)

Sumber

Wagub Lampung Buka Kran Aspirasi Masyarakat melalui Media Sosial

Saibumi.com,Bandar Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim minta kepada seluruh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk menampung aspirasi masyarakat melalui media sosial.

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem pelayanan publik yang efektif dan efisien, dalam mewujudkan good governance and clean government.

Demikian arahan Wagub Lampung yang akrab disapa Nunik, di hadapan seluruh perwakilan tiap-tiap OPD di lingkungan Pemprov Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Senin, 15 Juli 2019.

“Hal tersebut dapat kita wujudkan apabila kita memberikan pelayanan publik yang prima. Jadi, ketika warga ingin menyampaikan masukan ataupun aspirasi harus ada salurannya, akan dapat secara langsung diterima dan diproses tiap-tiap OPD terkait,” ujarnya.

Menurut Nunik, media sosial memiliki banyak fungsi, antara lain untuk meningkatkan komunikasi dan informasi yang efektif.

“Selain secara fisik kita memberikan layanan. Media sosial bukan hanya sekedar memberikan informasi, melainkan juga menjadi wadah menerima masukan, aspirasi dan sebagainya dari masyarakat,” jelas wagub.

Nunik menginstruksikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk ke depannya membuat SOP pada sistem pelayanan publik yang berisikan salah satunya, terkait pengelolaan media sosial tiap-tiap OPD serta penindak lanjutan dari aspirasi ataupun masukan yang masuk.

“Sehingga berjalannya sistem ini jelas, jadi misalkan informasi ataupun aspirasi masuk dapat dikelola dengan kisaran beberapa hari kerja. Kemudian nanti kita pilah per kasus menjadi penanganan jangka pendek, menengah dan lama,”papar Nunik.

Pada bagian akhir dari arahannya, Nunik menghimbau apabila sistem tersebut sudah dapat berjalan baik di Pemerintah Provinsi maka akan dilanjutkan dan dapat diikuti oleh Pemkab/Pemkot di seluruh Provinsi Lampung.

“Tetapi kalau masih ada yang kurang, maka akan kita perbaiki SOP-nya,” kata wagub

Sumber