Camat Labuhan Maringgai berikan santunan kepada keluarga nelayan

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Pemerintah Kecamatan Labuhan Maringgai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Alfarizi, nelayan yang jatuh ke laut dan ditemukan meninggal dunia.

Camat Labuhan Maringgai Cen Suatman bersama jajaran mengunjungi rumah duka di Dusun Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Senin (8/4).

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Labuhan Maringgai memberikan bantuan sembako dan uang duka kepada keluarga almarhum.

“Saya atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban, ” Kata Cen Suatman.

Pendi, orang tua almarhum, berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak kecamatan.

“Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih,” katanya.

Sumber

Alfarizi, nelayan yang jatuh ke laut ditemukan dalam kondisi meninggal

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Alfarizi (15), nelayan Desa Margasari Kabupaten Lampung Timur yang jatuh ke laut saat melakukan aktivitas di perairan laut Kuala Penet pada Sabtu kemarin, ditemukan pada Minggu pagi dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah dievakuasi.

Kepala Unit Pencari dari Basarnas Lampung, Feriansyah mengatakan jenazah Alfarizi ditemukan oleh nelayan.

Edi, nelayan setempat mengatakan bahwa jenazah Alfarizi ditemukan dalam kondisi mengapung di tengah laut dan selanjutnya oleh nelayan dibawa menggunakan kapal motor mereka.

Pantauan di pantai Kuala Penet, proses evakuasi jenazah Alfarizi berjalan haru dan disaksikan ratusan nelayan setempat.

Tim penyelamat gabungan dari unsur Basarnas Lampung, Pol Airud Polda Lampung dan Pol Airud Polres Lampung Timur TNI AL
yang diterjunkan, bersama nelayan mengevakuasi jenazah Alfarizi dari kapal motor yang membawanya.

Jenazah Alfarizi, selanjutnya dinaikan ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna dilakukan visum.

“Jenazah Alfarizi kita bawa ke rumah sakit untuk visum, setelah itu baru diserahkan kepada keluarga ,” kata Kasatpol Airud Polres Lampung Timur AKP Faisal.

Sumber

Wabup Zaiful Terima Kunjungan Goweser Opa Jhon Asal Depok

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhori dengan didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Mujianto menerima kunjungan Goweser Sambung Menyambung Nusantara (Sayang Nusantara) Jhon Mainar Warga Depok, Provinsi Jawa Barat bertempat di Kantor Bupati Lampung Timur, Senin (08/04/2019).

Semangat dan tekad yang bulat memang bisa mengalahkan rintangan seberat apapun. Tingginya gunung, lebatnya hutan dan luasnya lautan justru menjadi daya tarik untuk dinikmati. Hal itulah yang mendasari petualangan lelaki berumur 60 tahun itu.

Petualangan Pria yang kerap disapa Opa Jhon itu dimulai di daerah Sumatera pada 10 September 2017 lalu.

“Misi saya, saya bisa mendatangi semua Kabupaten dan Kota Madya,” kata Opa Jhon.

Dalam sehari ia bisa mengayuh pedal sepeda hingga 50 km dengan jarak tempuh 15Km/jam.

Berdasarkan keterangannya pada tahun 2016-2017 ia sudah berhasil mengayuh sepeda nya hingga ke tiga pulau yakni Sulawesi, Jawa dan Bali.

Dalam wawancara Bapak Empat anak ini menjelaskan tidak mendapatkan kendala yang berarti selama dalam perjalanan.

“Selama ini saya belum pernah mendapatkan kendala yang menurut saya sulit, sejauh ini baru tujuh kali ganti ban dan lima kali ganti pelek. Saya bisa tidur dimana saja, ditempat terbuka karena dinginnya malam bisa mengompres badan yang kepanasan,” jelasnya lagi.

Dalam wawancara, Kakek enerjik ini mengatakan bahwa ada pengalaman yang tidak dapat ia lupakan yaitu ketika ia bertemu Sarini, remaja putus sekolah asal Sumatera Selatan yang hobi main motor trail. Karena merasa prihatin pada gadis tersebut Opa Jhon kemudian mendidik Sarini dan mengalihkan hobi remaja tersebut dari motor ke sepeda.

Berkat didikannya, Kini Sarini menjadi pemudi yang berprestasi ia menjadi atlit sepeda dan beberapa kali berhasil meraih penghargaan. (Sigit/Kominfo)

Sumber

Sopir Mengantuk, Minibus di Lampung Timur Terjun ke Sungai

Saibumi.com, Lampung Timur – Satu unit mobil minibus terjun ke Sungai Gerem, Dusun II, Desa Gedung Wani, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur (Lamtim), Senin, 1 April 2019, sekira pukul 14.00 WIB. Tidak ada korban jiwa.

Dari penuturan sopir minibus, Suharyanto (45), warga Desa Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung, Lamtim, saat itu dia bersama sang isteri, Suyani (40), usai menjemput kakaknya, Edi Nur Hadi (57) dan Sri Wahyuni (50) di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro.

“Isteri dan kakak saya tidur di mobil. Saat di ruas jalan yang kondisinya rusak, mobil saya melaju sedang. Tapi selanjutnya saya tidak ingat lagi kondisi jalan karena mengantuk, sehingga mobil masuk ke sungai,” kata dia kepada Saibumi.com, di lokasi kejadian.

Ketika mobil masuk ke sungai, barulah isteri dan dua kakaknya itu terbangun meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung sungai tidak dalam, sehingga keempat penumpang tersebut selamat.

“Kami cuma luka lecet saja,” ujar Suharyanto.

Insiden mobil masuk sungai tersebut membuat warga sekitar heboh. Masyarakat dan kepolisian setempat berupaya mengevakuasi mobil korban dengan ditarik menggunakan truk.

“Saat ini kami sedang menarik mobil menggunakan truk. Kami sudah mendata identitas dan evakuasi korban,” kata seorang anggota Polsek Margatiga. (SB-08)

Sumber

Kawasan Ilalang TNWK Terbakar, Luasnya Belum Diketahui

Saibumi.com, Lampung Timur – Kawasan ilalang di wilayah seksi I Waykanan Resort Susukanbaru Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terbakar, Minggu, 31 Maret 2019.

Menurut Humas TNWK, Sukatmoko, peristiwa kebakaran lahan ilalang itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Informasi itu disikapi dengan mengerahkan mobil pemadam milik TNWK dengan dibantu petugas taman nasional, aparat Polres dan Kodim 0429/Lamtim.

“Kalau jumlah luasan kawasan yang terbakar belum tahu, mungkin besok baru bisa diketahui. Api dipadamkan sore harinya,” kata dia saat dihubungi Saibumi.com.

Menurutnya, kawasan ilalang yang terbakar itu diduga ulah pemburu liar yang dengan sengaja. Para pemburu masuk kawasan hutan tanpa izin dan memburu secara ilegal. Dari keterangan pemburu yang pernah ditangkap, mereka membakar hutan untuk memudahkan akses masuk ke kawasan hutan.

Setelah kebakaran hutan tentu ilalang tumbuh baru. Nah, pada tumbuhan ilalang baru itu hewan berkumpul mencari makan sehingga mereka mudah memburu.

“Atau bisa jadi untuk mengelabuhi petugas. Sepanjang tahun 2019 sudah tiga kali terjadi kabakaran. Mayoritas kawasan ilalang,” jelasnya.(*)

Sumber

DPRD Lampung Timur: Pemotongan Gaji Kepala SD Itu Pungli!

Saibumi.com, Lampung Timur – Komisi IV DPRD Lampung Timur (Lamtim) akan membahas adanya kabar pemotongan gaji kepala sekolah dasar (SD) untuk langganan koran sejak tahun 1999.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Lamtim, Nanik Hermin Astuti, Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Disdukbud) setempat tidak boleh memotong gaji kepala SD, apalagi untuk biaya langganan koran.

“Ya, kalau langganan koran kan ada prosedurnya. Kami akan tanya ke dinas dulu terkait persoalan itu,” kata dia kepada Saibumi.com, Jumat 29 Maret 2019.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Lamtim, Faizal Riza, menyesalkan dengan adanya kabar tersebut.

Menurutnya, pemotongan gaji kepala SD itu merupakan pungutan liar atau pungli.

“Kami akan bahas di internal Komisi IV dan nantinya akan kami minta klarifikasi dari dinas tersebut,” ujarnya.

Faizal berharap permasalahan ini harus diangkat supaya terang benderang dan dituntaskan.

Sebab menurutnya persoalan ini sudah lama terjadi dan baru sekarang terungkap, setelah para kepala SD itu mengeluhkan.

“Aneh kalau gaji dipotong tapi korannya tidak ada,” tukas Faizal. (SB-08)

Sumber

Sekdakab Lamtim Bantah Dirinya Terkena OTT KPK atau Tim Saber Polda

SUKADANA (Lampost.co) — Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Timur, Syahruddin Putera, menegaskan rumor atau isu yang beredar mengenai dirinya terkena OTT KPK atau berurusan dengan Tim Saber Polda Lampung adalah tidak benar atau hoaks.

“Rumor atau isu itu enggak benar sama sekali alias hoaks,” kata Syahruddin Putera, Jumat (8/3/2019).

Syahruddin yang saat itu sedang menghadiri acara peresmian jalan tol dan Bandara menjelaskan, beberapa hari terakhir ini agenda atau jadwal pekerjaaannya sangat padat. Sebab disamping pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya di lingkungan Pemkab, dia juga harus menghadiri sejumlah acara.

“Jadi intinya kalau tidak ada di kantor menyelesaikan pekerjaan, saya mengahdiri sejumlah acara atau kegiatanyang memang sudah diagendakan,” katanya.

Karena itu pula maka kata Syahruddin, dia terkejut ketika lampost.co mengkonfirmasi adanya rumor atau isu yang beredar tentang dirinya terkena OTT KPK atau berurusan dengan Tim Saber Polda Lampung.

“Saya kaget mendengar adanya rumor atau isu itu, karena beberapa hari ini saya memang sibuk sekali karena agenda atau kegiatan terkait dengan pekerjaan saya memnag sangat padat,” kata Syahruddin.

Sumber

Deklarasi Damai Terindikasi Maladministrasi, Keluarga Korban Talangsari Lapor ke Ombudsman

Saibumi.com, Lampung – Keluarga korban Talangsari didampingi Amnesty Internasional dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) melaporkan para pihak yang melakukan Deklarasi Damai atas kasus Talangsari ke Ombudsman Republik Indonesia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019.

Hadir dari keluarga dan korban Talangsari, Edi Arsadad, dan beberapa perwakilan keluarga korban lainnya, Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, dan Wakil Koordinator KontraS Feri Kusuma.

Mereka diterima Ketua Ombudsman RI, Ninik Rahayu, didampingi Kepala Substansi 2 Pertahanan Keamanan dan Penegakan Hukum, Nyoto, serta Anggota Bidang Pendidikan dan Agama, Ahmad Suadi.

Menurut Edi Arsadad, keluarga korban Talangsari melaporkan Deklarasi Damai yang dilakukan di Kantor Pemkab Lampung Timur, karena deklarasi tersebut digelar para pihak yang melampaui kewenangannya, sehingga terindikasi adanya dugaan mal administrasi.

Selain itu, deklarasi dilakukan tanpa melibatkan dan mengonfirmasi korban Talangsari, serta deklarasi itu terkesan dilakukan secara diam-diam dan sepihak.

“Kami melihat ada dugaan mal administrasi yang dilakukan oleh pihak-pihak dalam Deklarasi Damai Talangsari tersebut. Selain itu, kami para keluarga korban tidak dilibatkan atau dikonfirmasi dalam deklarasi tersebut,” kata Edi, dalam siaran pers yang diterima Saibumi.com.

Sementara Ninik Rahayu dari Ombudsman mengatakan, Ombudsman akan menindaklanjuti terkait ada atau tidaknya mal administrasi.

“Terkait ada atau tidaknya mal administrasi, Ombudsman akan menindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan nama-nama yang terkait,” jelasnya.

Selain melapor ke Ombudsman Republik Indonesia, para keluarga korban juga akan mendatangi Komnas HAM, Komisi III DPR RI, dan Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK). (SB-03)

Sumber

Pemkab Lamtim Siap Penuhi Hak Dasar Warga Korban Tragedi Talangsari

SUKADANA (Lampost.co)–Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), siap memenuhi hak-hak dasar warga korban tragedi Talangsari, kata Wakil Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari, Rabu (20/2/2019), ketika menerima kunjungan kerja Tim Terpadu Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM, dari Kementerian Koordinator Politik dan Hukum.

“Terkait kasus Talangsari itu Pemkab Lampung Timur dan forkopimda akan bertanggung jawab untuk memenuhi hak dasar warga, misalnya saja pendidikan, kesehatan, pertanian, dan akan selalu memberikan perhatian secara adil,” kata Zaiful.

Kemudian Ketua Tim Terpadu Penanganan Pelanggaran HAM, Kemenko Polhukam Brigjen TNI Rudy Syamsir menjelaskan, kunjungan kerja Tim dalam rangka tugas penanganan dugaan pelanggaran HAM berat.

“Komnas HAM dan LSM meminta dilaksanakan penyelesaian secara proses hukum. Kemudian kami mencari data untuk menyelesaikan masalah Talangsari ini. Karena ada wacana penyelesaian secara bantuan sosial, seperti pendidikan dan kesehatan maka kita maksimalkan upaya ini, dan tentunya kami harus koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Rudy.

Ketua DPRD Lamtim, Ali Johan Arief, yang juga hadir pada acara itu mengatakan, kasus Talangsari tersebut jika dilihat dari sudut politik sudah tidak ada lagi permasalahan.

DPRD Lamtim sendiri, kata dia, telah bermusyawarah dengan keluarga korban dan pelaku. Hasil musyawarah yang menyatakan sepakat permasalahan selesai tersebut tertuang dalam surat DPRD Lamtim tahun 2000, tentang Kasus Talangsari.
Sementara tokoh masyarakat Dusun Talangsari, Supriyadi mengatakan tidak tahu pasti jumlah korban kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut.

Karena itu, kata dia, jika ada orang yang mengaku dari Talangsari dan tahu persis peristiwa tahun 1989 tersebut berarti bohong. “Saya menyatakan bahwa penduduk asli Talangsari tidak ada yang terlibat dalam kasus tersebut. Sedangkan kami bersama-sama mengungsi ke desa tetangga selama 40 hari. Jadi intinya kami masyarakat Talangsari menyatakan bahwa kasus ini telah dinyatakan selesai,” kata Supriyadi.

Sumber

Kapolres Lamtim Evakuasi Korban Banjir

Saibumi.com, Lampung Timur – Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro bersama jajarannya melakukan evakuasi korban banjir di Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari, Rabu 20 Februari 2019.

Banjir yang melanda dalam waktu tiga hari terakhir ini menghambat akses jalan penghubung di Desa Buana Sakti menuju Desa Rejoagung.

“Kami bersama pemerintah daerah khususnya BPBD dan pak camat terjun membantu kesulitan warga buana sakti yg hari ini kita bantu menyebrang, antisipasi kami dalam meminimalisir kerugian masyarakat. Dalam kejadian ini untuk korban jiwa nihil, tetapi secara materil beberapa ladang jagung gagal panen,” kata Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro.

Menurutnya, jarak banjir sekitar 400 meter dengan kedalaman meter mulai surut. Banjir disebabkan luapan air dari Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran yang tidak menutup kemungkinan akan bergeser ke daerah Jabung dan Pasirsakti.

“Desa Buana Sakti sebenarnya tidak terisolir karena masih ada akses jalan lain lewat Margototo, akan tetapi sangat jauh dan apabila anak sekolah harus lewat jalur tersebut, tentunya kejauhan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Satuan Sabhara bersama tim BPBD Lampung Timur,menurunkan perahu khusus untuk membantu mengevakuasi warga masyarakat di desa tersebut, terutama para pelajar dan pedagang.

“Saya perintahkan personel untuk membangun komunikasi dengan seluruh aparat pemerintah terdekat, dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir kerugian yang timbul akibat bencana banjir,” katanya. (*/SB-8)

Sumber