Bupati Chusnunia Imbau Warga di Pesisir Pantai Lampung Timur Waspada

SUKADANA (Lampos.co) – Bupati Lampumg Timur Chusnunia, Minggu (23/12/2108) mengimbau warganya terutama yang berada pinggiran Laut untuk menghentikan sementara aktifitas mereka di lokasi tersebut. Selain menghentikan berbagai aktivitas di seputaran pantai, warga juga diminta waspada. Chusnunia menyampaikan hal itu menyikapi terjadinya musibah tsunami di seputaran pesisir Selat Sunda, yang melanda Lampung, Pandeglang dan Serang.

Dijelaskan oleh Chusnunia, secara Geografis Letak Pesisir Lamtim yang berada di sebelah timur memang agak berjauhan dengan Lokasi yang terkena dampak Langsung. Namun demikian Chusnunia tetap mengingatkan dan mengimbau, warganya terutama yang berada pinggiran Laut untuk menghentikan sementara aktifitas mereka di lokasi tersebut. “Saya harap warga lamtim terutama di Pasir Sakti, Labuhan Maringgai dan sekitarnya untuk waspada namun tidak panik, tetap tenang dan tidak terpengaruh Isu terkait tsunami yang tidak dapat dipertangungjawabkan,” katanya.

Selanjutnya Chusnunua juga meminta, untuk sementara aktifitas warga di pinggiran laut dihentikan dahulu. “OPD terkait seperti BPBD telah saya perintahkan untuk terus waspada dan memantau kondisi terkini melalui informasi dari BMKG,” kata Chusnunia. Chusnunia juga menyampaikan rasa duka mendalam dan harapan kepada korban yang terkena musibah yang berlangsung tadi malam. “Semoga keluarga korban yang ditimpa musibah ini diberi kekuatan dan keikhlasan, korban yang masih hilang dapat segera diketemukan, dan korban luka dapat segera pulih,” ujar Chusnunia.

Sumber

Jenazah TKW dari Taiwan akan Tiba di Pekalongan Pekan Ini

SUKADANA (Lampost.co)–Jenazah tenaga kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Kabupaten Lamtim, Parinem (38), yang meninggal di Taiwan karena sakit, pada Rabu (5/12), diperkirakan akan tiba di kampung halamannya di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, pada akhir pekan ini.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Lamtim, Budiyul Hartono, Kamis (13/12/2018), kepada lampost.co, mengatakan, Parinem merupakan warga Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, bekerja di Taiwan sudah sejak 2017 silam. Yang bersangkutan berangkat bekerja ke Taiwan tersebut melalui jalur resmi sesuai prosedure yang berlaku.

Pada Rabu (5/12/2018), Parinem dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Taiwan. Parinem dikabarkan meninggal dunia akibat terserang penyakit virus darah.

Karena keberangkatan Parinem bekerja di Taiwan melalui jalur resmi, lanjut Budiyul, maka untuk pemulangan jenazahnya ditangani oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Taiwan dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), serta perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkannya ke Taiwan.

Tadinya, tambah Budiyul, karena proses pemulangan jenazah tersebut memang membutuhkan proses yang panjang sehingga cukup memakan waktu, maka jenazah diperkirakan baru akan tiba di Kabupaten Lamtim paling lambat pada akhir Desember 2018.

Namun karena proses pengurusan pemulangan jenazah ternyata bisa lebih cepat dari perkiraan semula, maka jenazah Parinem tiba di Kabupaten Lamtim lebih cepat diperkirakan pada akhir pekan ini sudah bisa tiba di kampung halamannya, di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan.

“Mungkin karena proses pengurusan untuk pemulangan jenazah itu bisa lebih cepat selesainya, maka diperkirakan jenazah Parinem sudah bisa tiba di kampung halamannya di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, pada akhir pekan ini. Mudah-mudahan hal ini tidak meleset lagi, sehingga jenazah bisa lebih cepat tiba di kampung halamannya,” tambah Budiyul.

Sumber

Jaringan Internet Alami Gangguan, Pelayanan di Kantor Samsat Lamtim Tersendat

SUKADANA (Lampost.co) — Pelayanan di Kantor Samsat Lampung Timur dua hari terakhir terkendala. Hal itu terjadi karena jaringan internet yang digunakan mengalami kerusakan sehingga pelayanan kepada wajib pajak kendaraan bermotor menjadi tersendat-sendat.

Salah seorang wajib pajak kendaraan bermotor dari Kecamatan Bandar Sribhawono, Suratmin, kepada Lampost.co, Selasa (11/12/2018) mengatakan pihaknya sengaja datang pagi-pagi ke kantor Samsat Lamtim di Sukadana untuk membayar pajak sepeda motor miliknya yang jatuh tempo pada Senin (11/12/2018).

Setibanya di Kantor Samsat tersebut dia langsung mendaftar untuk proses pembayaran pajak sepeda motor miliknya. Namun hingga beberapa jam proses pembayaran pajak dimaksud belum bisa dilayani oleh pihak Samsat karena rusaknya jaringan internet yang digunakan.

Proses pembayaran pajak tersebut kata Suratmin, akhirnya baru bisa dilayani setelah mobil pelayanan Samsat Keliling dari Provinsi Lampung tiba dan membuka pelayanan di halaman Kantor Samsat Lamtim. “Karena kerusakan jaringan internet, pelayanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Lampung Timur juga mengalami gangguan, saya sendiri akhirnya dilayani oleh mobil pelayanan keliling Samsat Provinsi Lampung,” kata Suratmin.

Sementara ditemui disela-sela pelayanan pembayaran pajak di halaman Kantor Samsat Lamtim, di Sukadana, salah seorang staf Bapenda Provinsi Lampung yang bertugas mengawal mobil pelayanan Samsat Keliling Provinsi Lampung, Syahril, kepada Lampost.co, mengatakan karena kerusakan jaringan internet sejak dua hari terakhir pelayanan di Kantor Samsat Lamtim menjadi terkendala.

Namun karena pembayaran pajak kendaraan bermotor dimaksud tidak dapat dituna kecuali karena hal-hal khusus seperti hari besar misalnya, maka untuk membantu Kantor Samsat Lamtim dalam melakukan pelayanan, Bapenda Provinsi Lampung kemudian sengaja mendatangkan mobil pelayanan keliling tersebut.

Mobil pelayanan keliling tersebut didatangkan karena memiliki peralatan yang memungkinkan bisa melakukan pelayanan meski jaringan internet di kantor Samsat Lamtim mengalami gangguan. “Karena itulah maka Bapenda Provinsi Lampung untuk sementara mendatangkan mobil pelayanan Samsat Keliling ini untuk melayani para wajib pajak kendaraan bermotor melakukan pembayaran sementara jaringan internet di Kantor Samsat belum pulih seperti semula,” katanya.

Sumber

Sambangi Gedung DPRD, Jajaran Kejari Lamtim Hanya Ditemui Staf

SUKADANA (Lampost.co)-–Jajaran Kejari Lamtim mengunjungi gedung DPRD Lamtim untuk memeperingati Hari Antiorupsi pada Senin (10/12/2018). Namun, tak ada satupun anggota DPRD yang hadir. Begitu juga dengan Sekretaris DPRD serta sejumlah Kepala Bagian, juga tidak terlihat ada di rumah wakil rakyat tersebut.

Kajari Lamtim Syahrir Harahap bersama rombongan tampak kecewa. Rombongan hanya disambut oleh salah seorang Kepala Bagian yaitu Rozi dan sejumlah staf.

Jajaran Kejari Lamtim tersebut tiba di gedung DPRD setempat sekitar pukul 11.00, usai berkunjung ke Kantor Bupati dan diterima oleh Wakil Bupati Zaiful Bokhari.

Setibanya di gedung wakil rakyat tersebut, Kajari Lamtim Syahrir Harahap yang didamping Kasi Pidsus Median Suwardi, Kasi Intel Basuki, Kasi Pidum Arliansyah Adam, Kasi Barang Bukti Ana, plus sejumlah staf, hanya diterima oleh beberapa orang staf sekretariat DPRD.

Sejumlah staf tersebut menjelaskan bahwa Sekretaris DPRD Yusmar Syrya tidak berada ditempat karena sedang dinas luar, begitu juga dengan sejumlah Kabag juga sedang tidak berada di tempat. Karena para pejabat sekretariat tidak ada ditempat Kajari Lamtim Syahrir, menanyakan unsur pimpinan dan anggota dewan yang hadir.

Ternyata baik unsur pimpinan maupun anggota dewan, juga tidak ada satupun yang hadir. Meraka tidak ada satupun yang hadir, karena menurut salah seorang staf sedang melakukan kegiatan kunjungan kerja.

Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, salah seorang Kabag di sekretariat DPRD Lamti, Rozi tiba digedung dewan dan menyambut kedatangan jajaran Kejari Lamtim, di ruangan Ketua DPRD setempat.

Setelah berbincang-bincang dan menjelskan tujuan kedatangan jajaran Kejari ke gedung DPRD Lamtim, Kajari Syahrir Harahap, juga sempat menyematkan pin anti korupsi kepada Rozi. Usai penyematan pin tersebut jajaran Kejari Lamtim kemudian meninggalkan gedung wakil rakyat tersebut.

Sumber

Warga 6 Desa Minta Pemprov Tinjau Ulang Izin PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara

Saibumi.com, Daerah – Warga enam desa di Kecamatan Labuhanmaringgai Kabupaten Lampung Timur meminta Pemerintah Provinsi Lampung meninjau ulang perizinan tambang pasir laut milik PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara.
Hal tersebut karena, isu kapal tongkang besar yang hendak melakukan eksploitasi pasir laut pada Rabu 28 November 2018 lalu, membuat geger masyarakat enam desa yakni Margasari, Sukorahayu, Sriminosari, Muara Gading Mas, Srigading dan Karang Anyar.

Karena, mayoritas masyarakat enam desa tersebut menolak adanya aktivitas eksploitasi pasir laut di perairan Pulau Sekopong yang hanya berjarak sekitar 0,5 mil dengan Taman Nasional Waykambas (TNWK).

Bahkan, pada pertengahan bulan Juli 2016 terjadi penyanderaan kapal tongkang milik perusahaan tersebut.

Akibatnya, salah satu rumah warga yang diduga ada kaitan dengan perusahaan tersebut diamuk massa.

Penolakan yang dilakukan enam desa ini tertuang dalam berita acara pertemuan masyarakat nelayan kabupaten Lampung Timur dengan Forkompinda Kabupaten Lampung Timur dan Provinsi Lampung pada Kamis, 29 November 2018 lalu.

Kades Margasari Wahyu Jaya yang sebagai wakil tokoh masyarakat dalam pertemuan tersebut mengatakan, hasil dari kesepakatan pertemuan itu menghasilkan tiga poin yakni enolak eksploitasi pasir laut di Lampung Timur karena menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada hilangnya biota laut serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Lalu, dalam Peraturan Daerah Propinsi Lampung Nomor I Tahun 2018 tanggal 15 Januari 2018 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau pulau kecil (RZWP3K) Provinsi Lampung tahun 2018-2023, tidak mengakomodir kegiatan penambangan pasir laut di perairan Lampung.

Terakhir, masyarakat sepakat meminta pemerintah Provinsi untuk meninjau ulang perizinan (IUP) PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara sesuai dengan kewenangannya.

“Selama hasil pertemuan yang disepakati itu dilaksanakan saya rasa masyarakat akan tenang,” kata dia kepada Saibumi.com di balai Margasari, Selasa 4 Desember 2018.

Ditemui terpisah, Buhari selaku tokoh masyarakat Desa Sukorahayu mengatakan, para tokoh udah berusaha meredam agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan seperti halnya yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

“Kami berharap pemprov Lampung meninjau ulang perizinan perusahaan tersebut. Sebab, penolakan eksploitasi tambang pasir laut merupakan harga mati. Jadi jangan merusak,” ungkapnya. (*/SB -08)

Sumber

Cuaca Ekstrem Warga Diminta Waspadai Petir

SUKADANA (Lampost.co)-– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamtim, Tri Pranoto, mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap bahaya petir. Pasalnya dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem saat ini, turunnya hujan diiringi angin kencang dan petir.

Tri Pranoto kepada Lampost.co, Kamis (22/11/2018) menjelaskan, saat ini kondisi iklim sedang berada di penghujung musim pancaroba dan akan segera memasuki musim hujan. Baik musim pancaroba atau musim hujan biasanya kondisi cuaca cukup ektrem.

Bahaya tersambar petir tersebut bisa sangat serius dan fatal, jika benda yang tersambar, maka benda tersebut bisa hancur. Kemudian jika manusia yang tersambar, akibatnya sangat serius mulai dari pingsan, terbakar hingga menyebabkan kematian. “Jadi kami ingatkan jangan remehkan bahaya petir yang biasanya mengiringi hujan yang turun,” katanya.

Mengingat bahaya tersebut lanjut Pranoto, pihaknya juga memberikan sejumlah tips untuk menghindari bahaya sambaran petir. Ketika sedang berada di luar ruangan, cari tempat berlindung yaitu bangunan dan jangan berada di lapangan terbuka, hindari berlindung di bawah pohon karena ini sangat berbahaya. Sebab jika pohon tersambar petir, energi petir tersebut akan lompat ke tubuh manusia, menjauhi tiang atau menara yang tinggi, jangan terlalu dekat dengan orang lain. Jaga jarak minimal 4 meter agar tidak terjadi penyaluran energi.

Sementara saat berada dalam ruangan, matikan listrik atau barang elektronik (TV, tape recorder, kulkas, dan lain-lain) yang masih tersalur ke listrik, jauhkan diri dari kontak listrik, karena petir akan menyambar sesuatu yang teraliri oleh listrik, tutup semua pintu atau jendela dan menjauhlah dari lokasi tersebut.

Selain itu gunakan alas kaki berbahan karet serta memakai pakaian yang kering agar terhindar dari sambaran petir, hindari berinteraksi dengan benda terbuat dari logam dan kayu karena bisa berbahaya, dan lain-lain. “Mengingat bahayanya sambaran petir maka sekali lagi kami ingatkan warga agar tidak meremehkannya dan berhati-hati,” kata Pranoto.

Sumber

BLH diminta umumkan hasil uji air sungai

Lampung Timur (Antaranews Lampung) – Elemen masyarakat Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur minta pemerintah kabupaten ini melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) mengumumkan hasil uji laboratorium air Sungai Sekampung, sehingga masyarakat tahu penyebab kematian ribuan ekor ikan di sungai tersebut.

Pada awal November 2018, disebutkan oleh sejumlah warga di Kecamatan Jabung yang tinggal di dekat Sungai Sekampung, Rabu, air sungainya berubah hitam pekat seperti kopi dan berbau serta didapati ribuan ikan mati di sungai itu.

Pertengahan Juni 2018 juga terjadi kasus serupa. Karena itu, warga mendesak dilakukan uji laboratorium dan mengumumkan hasilnya.

“Kami masih menunggu hasil uji lab BLH Lampung Timur, ” kata Zainal Abie, Ketua Harian Ikam Jabung Sai Kecamatan Jabung yang menyampaikan suara masyarakat daerahnya atas persoalan tersebut, saat dihubungi di Lampung Timur, Rabu.

Ia meyakini bahwa BLH Lampung Timur sudah mengantongi hasil uji lab Sungai Sekampung itu, karena sudah mengambil contoh airnya saat air dalam tercemar.

Menurutnya pengumuman hasil uji lab itu penting agar masyarakat tahu mengapa air Sungai Sekampung berubah hitam pekat, berbau, dan ikannya mati, agar kejadian tersebut diwaspadai dikemudian hari sehingga tidak berulang kembali.

Pasalnya, peristiwa tersebut selalu terjadi setiap tahun dan belum pernah ada solusinya secara permanen.

“Yang lalu biarlah berlalu, tapi jangan lagi ada pencemaran, masyarakat butuh pengumuman itu, masyarakat biar tahu,” ujarnya.

Ia menegaskan Sungai Sekampung vital fungsinya bagi masyarakat dan patut dijaga keberlangsungannya.

Sungai Sekampung selain diperuntukkan mengairi sawah, juga sebagai tempat mencari nafkah warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut, kata Zainal.

LSM Masyarakat Geram Banten Cabang Lampung turut menuntut diumumkan uji lab Sungai Sekampung oleh Pemkab Lampung Timur.

Ketua LSM Geram Banten Indonesia Cabang Lampung, Lekok Abadi lewat teleponnya mengatakan BLH Lampung Timur sudah mengambil sampel airnya pada 4 November 2018, namun hasil uji lab tersebut belum disampaikan ke masyarakat sampai saat ini.

“BLH Lampung Timur sudah uji sampelnya, mereka sudah ambil sampelnya tapi hasilnya belum diumumkan ke publik,” ujarnya.

Sehubungan itu, tambahnya LSM Geram Banten Indonesia Cabang Lampung mendesak Pemkab Lampung Timur mengumumkannya ke publik.

“Kami mendesak itu segera diumumkan ke publik, jika memang ada indikasi perusahaan yang mencemari Sungai Sekampung ya harus ditindak tegas perusahaannya, ” lanjutnya.

Lekok mengingatkan persoalan tercemar Sungai Sekampung itu terjadi setiap tahun, dan akibat pencemaran itu telah merusak biota air tawar dan merugikan masyarakat banyak.

“Siapa yang bertanggung jawab masalah ini. Perlu keberanian pemerintah,” sebutnya.

Ia menyatakan jika uji lab itu tidak diumumkan, pihaknya bersama masyarakat dan warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Sekampung bakal mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action).

“Kalau memang pemerintah tidak mau mengurus masalah ini, atau main mata atas persoalan ini, kami dengan masyarakat Jabung dan masyarakat Sungai Sekampung akan mengajukan class action,” jelasnya.

Camat Jabung Hendri Gunawan saat dikonfirmasi menyatakan sampai dengan hari ini belum ada dari BLH Lampung Timur umumkan hasil uji laboratorium Sungai Sekampung yang diduga telah dicemari itu.

Sumber

Pulang Belanja, Ibu Rumah Tangga, Tewas Kecelakaan

LAMPUNG1.COM, Kejadian kecelakaan lalulintas terjadi di jalan raya Kecamatan Pekalongan, pada Rabu (14/11) siang, dan mengakibatkan 1 korban jiwa meninggal dunia.

Menurut warga disekitar lokasi kejadian, musibah kecelakaan lalu lintas tersebut menimpa Sri Dalmini warga Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

Kecelakaan diduga berawal ketika korban yang mengendarai sepeda motor BE 8937 NV, terjatuh saat keluar dari arah Pasar Pekalongan, dan pada tersebut, melintas 1 unit truk dengan nomor polisi BE 9176 FC, yang langsung menabrak korban, hingga mengakibatkannya meninggal dunia.

Petugas Satuan Lalulintas dari Mapolsek Pekalongan, yang mengetahui kejadian tersebut, segera turun ke lokasi kejadian, dan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit, serta mengamankan pengemudi truk, berikut kendaraan Truk dan Sepeda Motor korban, ke Mapolsek Pekalongan. (Eko Arif)

Sumber

Polisi Gelar Razia Rumah Kos Di Kawasan Pendidikan

LAMPUNG1.COM, Untuk mengantisipasi Tindak Pidana Asusila, Peredaran Narkoba dan Minuman Keras, serta tindak kejahatan dan kenakalan remaja, Petugas Kepolisian Polsek Batanghari, didampingi para Pemuda dan Aparat Desa Banjarejo, menggelar Razia di Rumah-Rumah Kos.

Kapolsek Batanghari IPTU Bambang Dwi Setyawan, pada Minggu (4/11), mengungkapkan bahwa Razia dilakukan pada malam hari, dengan menyisir dan melakukan pemeriksaan, sekaligus mengecek rumah-rumah kos, baik itu rumah kos laki-laki dan perempuan, khususnya dilingkungan kampus atau universitas.

Petugas Kepolisian menyisir dan memeriksa identitas para penghuni, dan kondisi kamar-kamar kos, serta memberikan sosialisasi tentang langkah untuk mengantisipasi serta meminimalisir aksi kriminalitas, khususnya pencurian di lingkungan rumah kos.

Dalam Razia rumah kos tersebut, petugas Kepolisian terpaksa mengamankan 1 unit kendaraan bermotor roda dua, yang di ketahui tidak dilengkapi dengan surat/dukumen, dan nomor polisi yang sah.

“Razia Rumah Kos ini, dilakukan oleh Petugas Kepolisian, dalam rangka menindaklanjuti harapan warga masyarakat, untuk menekan angka kejadian kejahatan, termasuk maraknya peredaran Narkoba, dan tindakan Asusila, di kawasan rumah-rumah Kos, khususnya di kawasan pendidikan, di Desa Banjarejo, Kecamatan Batanghari, kabupaten Lampung Timur”, terang IPTU Bambang. (Eko Arif)

Sumber

1 Truk Tangki BBM Hangus Terbakar Di SPBU

LAMPUNG1.COM, 1 unit truk Tangki BBM yang sedang melakukan pendistribusian Bahan Bakar jenis Bio Solar dan Premium, Hangus Terbakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa (30/10) malam.

Aceng, salah satu petugas SPBU Batanghari, menjelaskan bahwa musibah terbakarnya Truk Tangki BBM terjadi secara tiba-tiba, api dengan cepat langsung membesar, dan menghanguskan kendaraan pengangkut Bahan Bakar dari Pangkalan Pertamina Panjang.

“Kalo sumber api hingga saat ini, masih dalam penyelidikan pihak terkait”, jelasnya.

Armada Pemadam Kebakaran dari Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Timur, yang menerima informasi terkait kejadian tersebut, segera kelokasi kejadian, dan langsung melakukan proses pemadaman api.

Akibat musibah kebakaran tersebut, 1 Unit Truk Tangki BBM kapasitas 16 Ton, yang memuat Bio Solar dan Premium, hangus terbakar, dan 2 orang, yaitu Ismanto- Pengemudi Truk Tangki BBM Pertamina BE 9422 CV, serta Engkus Kusnaedi-Petugas SPBU Batanghari, yang mengalami luka-luka bakar, segera dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan medis. (Eko Arif)

Sumber