Jalinpatim Lampung Timur dipadati sepeda motor

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Pada Jumat atau H-5 ldul Fitri 1440 Hijriah/tahun 2019, volume kendaraan pemudik dari arah Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pulau Sumatera yang melintas di Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpatim) Kabupaten Lampung Timur mengalami kenaikan terutama sepeda motor.

“Arus kendaraan pada H-5 dari Pelabuhan Bakauheni terpantau lancar dan ada kenaikan terutama kendaraan roda dua,” kata Kasatpol Pos Pantau Labuhanratu Polres Lampung Timur Iptu Widodo saat ditemui Jumat.

Sebaliknya dari arah Palembang, Sumatera Selatan menuju Pelabuhan Bakauheni, arus kendaraan terpantau ada kenaikan sedikit terutama roda empat.

“Ramainya semalam mulai pukul 20.00 WIB dan pagi tadi menjelang sahur, kalau siang mulai pukul 10 ramai,” ujarnya lagi.

Iptu Widodo menambahkan, bagi pemudik yang ingin memanfaatkaan Pos Pantau Polres Lampung Timur, pihaknya mempersilakannya.

“Di pos pantau ada layanan kesehatan dan layanan informasi telepon bengkel, bisa juga untuk beristirahat, ada tempat istirahat bagi pemudik, jika mau istirahat bisa di sini,” katanya lagi.

Polisi memberikan jaminan keamanan kepada pemudik yang melintas di Jalinpatim ini.

“Kalau ada orang yang mengganggu pemudik dan melakukak tindak pidana akan kami tindak tegas,” ujarnya pula.

Sumber

Tidak Ada Transparansi Terkait DD, Enam Perangkat Desa Brajamulia Undurkan Diri

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Persoalan Dana Desa (DD), menjadi alasan mundurnya enam perangkat Desa Brajamulia, Kecamatan Brajaselebah, yang diduga kepala desa tidak transparan dengan perangkatnya.

Keenam perangkat desa yang mengundurkan diri yaitu, Sekertaris desa (Sarwanto), Kaur Keuangan (Sujarno), Kasi Pemerintahan (Purwanto), Kasi Kemasyarakatan (Aan Suheri), Kaur Perencanaan (Siswanto) dan Admin Desa (Sulton).

Eko Sarwanto mengaku dirinya mengundurkan diri dari jabatan sekertaris desa karena tidak ada keterbukaan kepala desa dengan perangkatnya terutama dalam hal persoalan dana (uang). Keterbukaan yang dimaksud Eko yaitu kepala desa sama sekali tidak ada loyalitas terhadap perangkatnya. “Saya dan rekan-rekan hanya diporsir kerjaan tanpa diperhatikan soal keuangan”, kata Eko.

Lanjut nya, Eko dan lima perangkat lainnya mengundurkan diri secara tertulis pada 6 Mei lalu, dan surat pernyataan tersebut sudah diserahkan kepada kepala desa tersebut.

Sementara Kepala Desa Brajamuliya, Sujarno saat dikonfirmasi membenarkan enam perangkatnya telah mengundurkan diri, dan desa sudah melakukan perekrutan pada 20 Mei lalu. ” Dipastikan Juni sudah ada yang menggantikan”, kata Sujarno.

Sujarno menampik jika perangkatnya mengatakan bahwa dirinya tidak transparan, sebab semua SPJ yang membuat perangkatnya terutama sekdes, kalau persoalan anggaran semua sudah dibelanjakan sesuai kebutuhan. “Duit dana desa itu untuk belanja pembangunan desa bukan untuk loyalitas dengan perangkat desa”, mata Sujarno. (Gus)

Sumber

SMAN 1 Sekampung Udik Lamtim Terbakar, Dokumen Sekolah Hangus

Saibumi.com, Lampung Timur – Gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sekampungudik, Lampung Timur (Lamtim) terbakar, Rabu,22 Mei 2019, sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut penuturan Guru SMAN 1 Sekampung Udik, Maimana, insiden kebakaran terjadi setelah seluruh siswa mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan kenaikan kelas.

“Penyebabnya belum tahu, tapi sepertinya karena korsleting listrik,” kata dia kepada Saibumi.com.

Musibah kebakaran ini, lanjut Maimana, menghanguskan satu gedung sekolah, yang berisi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan tata usaha.

“Tidak ada mobil pemadam kebakaran. Warga kesulitan memadamkan api karena jauh dari sumber air, sehingga api menghanguskan gedung tersebut,” ujarnya.

Akibat kejadian itu dokumen sekolah seperti soal ujian, raport, ijazah dan sebagainya hangus dilalap si jago merah. Api baru bisa padam sekitar tiga jam kemudian. (SB-08)

Sumber

Tiga Petani di Lamtim Tersambar Petir, Satu Tewas

Saibumi.com, Lampung Timur – Tiga orang buruh tani yang baru pulang dari menanam padi tersambar petir di Desa Brajaindah, Kecamatan Brajaselebah, Lampung timur, Senin 20 April 2019.

Heni, istrri Kades Brajaindah, menyebutkan tiga korban tersambar petir merupakan wanita paruh baya. Sebelum kejadian, ketiga korban sedang menanam benih padi di sawah.

“Mereka tetap menanam padi meski hujan. Karena hujan belum juga reda makanya mereka memustuskan pulang ke rumah walaupun seperempat hektare lahan sawah belum tertanam,” kata dia.

Ketiga korban mengendarai sepeda motor menuju rumah dengan kondisi kehujanan. Kemudian, petir menyambar dua korban hingga terpental, sedangkan satu korban lainnya meninggal dengan luka di sekujur tubuh.

“Dua korban selamat dan satu orang lagi bernama Yati (54) meninggal,” ujar Heni.

Selanjutnya, dua orang yang selamat berteriak dan warga yang mendengar teriakan tersebut segera datang dan mengevakuasi Yati ke rumahnya. (SB08)

Sumber

Satu Petugas PPS di Lampung Timur meninggal dunia

Lampung Timur (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Timur mengatakan bahwa satu petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Jabung, Kecamatan Jabung meninggal dunia akibat kelelahan setelah mengikuti rekapitulasi penghitungan suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat.

“Yang meninggal Agus Yusuf anggota PPS Desa Jabung, setelah mengikuti pleno tingkat PPK menderita sakit. Dan sakitnya karena kelelahan,” kata Komisioner KPU Bidang Partisipasi Pemilih dan SDM Kabupaten Lampung Timur, Maria Mahardini, saat dihubungi di Lampung Timur, Minggu.

Menurutnya, almarhum sempat dirawat di rumah sakit namun kemudian meninggal dunia, sekitar tiga hari yang lalu.

“Sebelumnya memang dia punya riwayat sakit, namun meninggalnya karena kelelahan,” ujarnya.

Maria juga menyebutkan total petugas pemilu terdiri atas anggota KPPS, PPS dan PPK yang sakit akibat kelelahan selama menjalani tugas sebanyak 35 orang.

“Data terakhir sampai dengan hari ini ada sekitar 35 orang yang sakit karena kelelahan,” ujar dia lagi.

Sumber

Camat Labuhan Maringgai berikan santunan kepada keluarga nelayan

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Pemerintah Kecamatan Labuhan Maringgai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Alfarizi, nelayan yang jatuh ke laut dan ditemukan meninggal dunia.

Camat Labuhan Maringgai Cen Suatman bersama jajaran mengunjungi rumah duka di Dusun Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Senin (8/4).

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Labuhan Maringgai memberikan bantuan sembako dan uang duka kepada keluarga almarhum.

“Saya atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban, ” Kata Cen Suatman.

Pendi, orang tua almarhum, berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak kecamatan.

“Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih,” katanya.

Sumber

Alfarizi, nelayan yang jatuh ke laut ditemukan dalam kondisi meninggal

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Alfarizi (15), nelayan Desa Margasari Kabupaten Lampung Timur yang jatuh ke laut saat melakukan aktivitas di perairan laut Kuala Penet pada Sabtu kemarin, ditemukan pada Minggu pagi dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah dievakuasi.

Kepala Unit Pencari dari Basarnas Lampung, Feriansyah mengatakan jenazah Alfarizi ditemukan oleh nelayan.

Edi, nelayan setempat mengatakan bahwa jenazah Alfarizi ditemukan dalam kondisi mengapung di tengah laut dan selanjutnya oleh nelayan dibawa menggunakan kapal motor mereka.

Pantauan di pantai Kuala Penet, proses evakuasi jenazah Alfarizi berjalan haru dan disaksikan ratusan nelayan setempat.

Tim penyelamat gabungan dari unsur Basarnas Lampung, Pol Airud Polda Lampung dan Pol Airud Polres Lampung Timur TNI AL
yang diterjunkan, bersama nelayan mengevakuasi jenazah Alfarizi dari kapal motor yang membawanya.

Jenazah Alfarizi, selanjutnya dinaikan ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna dilakukan visum.

“Jenazah Alfarizi kita bawa ke rumah sakit untuk visum, setelah itu baru diserahkan kepada keluarga ,” kata Kasatpol Airud Polres Lampung Timur AKP Faisal.

Sumber

Wabup Zaiful Terima Kunjungan Goweser Opa Jhon Asal Depok

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhori dengan didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Mujianto menerima kunjungan Goweser Sambung Menyambung Nusantara (Sayang Nusantara) Jhon Mainar Warga Depok, Provinsi Jawa Barat bertempat di Kantor Bupati Lampung Timur, Senin (08/04/2019).

Semangat dan tekad yang bulat memang bisa mengalahkan rintangan seberat apapun. Tingginya gunung, lebatnya hutan dan luasnya lautan justru menjadi daya tarik untuk dinikmati. Hal itulah yang mendasari petualangan lelaki berumur 60 tahun itu.

Petualangan Pria yang kerap disapa Opa Jhon itu dimulai di daerah Sumatera pada 10 September 2017 lalu.

“Misi saya, saya bisa mendatangi semua Kabupaten dan Kota Madya,” kata Opa Jhon.

Dalam sehari ia bisa mengayuh pedal sepeda hingga 50 km dengan jarak tempuh 15Km/jam.

Berdasarkan keterangannya pada tahun 2016-2017 ia sudah berhasil mengayuh sepeda nya hingga ke tiga pulau yakni Sulawesi, Jawa dan Bali.

Dalam wawancara Bapak Empat anak ini menjelaskan tidak mendapatkan kendala yang berarti selama dalam perjalanan.

“Selama ini saya belum pernah mendapatkan kendala yang menurut saya sulit, sejauh ini baru tujuh kali ganti ban dan lima kali ganti pelek. Saya bisa tidur dimana saja, ditempat terbuka karena dinginnya malam bisa mengompres badan yang kepanasan,” jelasnya lagi.

Dalam wawancara, Kakek enerjik ini mengatakan bahwa ada pengalaman yang tidak dapat ia lupakan yaitu ketika ia bertemu Sarini, remaja putus sekolah asal Sumatera Selatan yang hobi main motor trail. Karena merasa prihatin pada gadis tersebut Opa Jhon kemudian mendidik Sarini dan mengalihkan hobi remaja tersebut dari motor ke sepeda.

Berkat didikannya, Kini Sarini menjadi pemudi yang berprestasi ia menjadi atlit sepeda dan beberapa kali berhasil meraih penghargaan. (Sigit/Kominfo)

Sumber

Sopir Mengantuk, Minibus di Lampung Timur Terjun ke Sungai

Saibumi.com, Lampung Timur – Satu unit mobil minibus terjun ke Sungai Gerem, Dusun II, Desa Gedung Wani, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur (Lamtim), Senin, 1 April 2019, sekira pukul 14.00 WIB. Tidak ada korban jiwa.

Dari penuturan sopir minibus, Suharyanto (45), warga Desa Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung, Lamtim, saat itu dia bersama sang isteri, Suyani (40), usai menjemput kakaknya, Edi Nur Hadi (57) dan Sri Wahyuni (50) di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro.

“Isteri dan kakak saya tidur di mobil. Saat di ruas jalan yang kondisinya rusak, mobil saya melaju sedang. Tapi selanjutnya saya tidak ingat lagi kondisi jalan karena mengantuk, sehingga mobil masuk ke sungai,” kata dia kepada Saibumi.com, di lokasi kejadian.

Ketika mobil masuk ke sungai, barulah isteri dan dua kakaknya itu terbangun meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung sungai tidak dalam, sehingga keempat penumpang tersebut selamat.

“Kami cuma luka lecet saja,” ujar Suharyanto.

Insiden mobil masuk sungai tersebut membuat warga sekitar heboh. Masyarakat dan kepolisian setempat berupaya mengevakuasi mobil korban dengan ditarik menggunakan truk.

“Saat ini kami sedang menarik mobil menggunakan truk. Kami sudah mendata identitas dan evakuasi korban,” kata seorang anggota Polsek Margatiga. (SB-08)

Sumber

Kawasan Ilalang TNWK Terbakar, Luasnya Belum Diketahui

Saibumi.com, Lampung Timur – Kawasan ilalang di wilayah seksi I Waykanan Resort Susukanbaru Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terbakar, Minggu, 31 Maret 2019.

Menurut Humas TNWK, Sukatmoko, peristiwa kebakaran lahan ilalang itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Informasi itu disikapi dengan mengerahkan mobil pemadam milik TNWK dengan dibantu petugas taman nasional, aparat Polres dan Kodim 0429/Lamtim.

“Kalau jumlah luasan kawasan yang terbakar belum tahu, mungkin besok baru bisa diketahui. Api dipadamkan sore harinya,” kata dia saat dihubungi Saibumi.com.

Menurutnya, kawasan ilalang yang terbakar itu diduga ulah pemburu liar yang dengan sengaja. Para pemburu masuk kawasan hutan tanpa izin dan memburu secara ilegal. Dari keterangan pemburu yang pernah ditangkap, mereka membakar hutan untuk memudahkan akses masuk ke kawasan hutan.

Setelah kebakaran hutan tentu ilalang tumbuh baru. Nah, pada tumbuhan ilalang baru itu hewan berkumpul mencari makan sehingga mereka mudah memburu.

“Atau bisa jadi untuk mengelabuhi petugas. Sepanjang tahun 2019 sudah tiga kali terjadi kabakaran. Mayoritas kawasan ilalang,” jelasnya.(*)

Sumber