Polisi Gelar Razia Rumah Kos Di Kawasan Pendidikan

LAMPUNG1.COM, Untuk mengantisipasi Tindak Pidana Asusila, Peredaran Narkoba dan Minuman Keras, serta tindak kejahatan dan kenakalan remaja, Petugas Kepolisian Polsek Batanghari, didampingi para Pemuda dan Aparat Desa Banjarejo, menggelar Razia di Rumah-Rumah Kos.

Kapolsek Batanghari IPTU Bambang Dwi Setyawan, pada Minggu (4/11), mengungkapkan bahwa Razia dilakukan pada malam hari, dengan menyisir dan melakukan pemeriksaan, sekaligus mengecek rumah-rumah kos, baik itu rumah kos laki-laki dan perempuan, khususnya dilingkungan kampus atau universitas.

Petugas Kepolisian menyisir dan memeriksa identitas para penghuni, dan kondisi kamar-kamar kos, serta memberikan sosialisasi tentang langkah untuk mengantisipasi serta meminimalisir aksi kriminalitas, khususnya pencurian di lingkungan rumah kos.

Dalam Razia rumah kos tersebut, petugas Kepolisian terpaksa mengamankan 1 unit kendaraan bermotor roda dua, yang di ketahui tidak dilengkapi dengan surat/dukumen, dan nomor polisi yang sah.

“Razia Rumah Kos ini, dilakukan oleh Petugas Kepolisian, dalam rangka menindaklanjuti harapan warga masyarakat, untuk menekan angka kejadian kejahatan, termasuk maraknya peredaran Narkoba, dan tindakan Asusila, di kawasan rumah-rumah Kos, khususnya di kawasan pendidikan, di Desa Banjarejo, Kecamatan Batanghari, kabupaten Lampung Timur”, terang IPTU Bambang. (Eko Arif)

Sumber

1 Truk Tangki BBM Hangus Terbakar Di SPBU

LAMPUNG1.COM, 1 unit truk Tangki BBM yang sedang melakukan pendistribusian Bahan Bakar jenis Bio Solar dan Premium, Hangus Terbakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa (30/10) malam.

Aceng, salah satu petugas SPBU Batanghari, menjelaskan bahwa musibah terbakarnya Truk Tangki BBM terjadi secara tiba-tiba, api dengan cepat langsung membesar, dan menghanguskan kendaraan pengangkut Bahan Bakar dari Pangkalan Pertamina Panjang.

“Kalo sumber api hingga saat ini, masih dalam penyelidikan pihak terkait”, jelasnya.

Armada Pemadam Kebakaran dari Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Timur, yang menerima informasi terkait kejadian tersebut, segera kelokasi kejadian, dan langsung melakukan proses pemadaman api.

Akibat musibah kebakaran tersebut, 1 Unit Truk Tangki BBM kapasitas 16 Ton, yang memuat Bio Solar dan Premium, hangus terbakar, dan 2 orang, yaitu Ismanto- Pengemudi Truk Tangki BBM Pertamina BE 9422 CV, serta Engkus Kusnaedi-Petugas SPBU Batanghari, yang mengalami luka-luka bakar, segera dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan medis. (Eko Arif)

Sumber

Kapal Basarnas Lampung tiba di Jakarta

Lampung Timur (Antaranews Lampung) – Kapal KN 208 Drupada Lampung milik Basarnas Lampung yang dikirim guna membantu mencari korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di laut Karawang, Jawa Barat sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa pagi.

“Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Senin (29/10) pukul 14.00 WIB dan tadi pagi saya terima informasi sudah merapat di Pelabuhan Tanjung Priok pukul 04.00 WIB, dan selanjutnya sedang menunggu arahan tim Basarnas Pusat, untuk pergerakannya ,” kata Koordinator Humas Basarnas Lampung Deni Kurniawan, saat dihubungi dari Lampung Timur, Selasa.

Ia mengatakan bahwa Kapal KN 208 Drupada Lampung mengangkut 31 personil berikut perahu Speadbod RIB (Rigid Inflatable Boats).

Total personil yang dikirim Basarnas Lampung 31 orang terdiri atas enam enam orang penyelam, sembilan orang ABK dan lainya rescuer untuk membantu evakuasi, dan membawa Rigid Inflatable Boads ukuran 15 meter.

Deni menjelaskan, enam orang penyelam yang dikirim mencari korban pesawat Lion Air JT610 merupakan penyelam terbaik yang dimiliki Basarnas Lampung dan memiliki kualifikasi khusus menyelam di kedalaman laut 30 meter.

“Penyelam terbaik dikirim, mereka punya kualifikasi yang mampu menyelam di dalam laut 30 meter, ” ungkapnya.

Menurut dia, Tim Basarnas Lampung di Kapal KN 208 sekarang masih menunggu giliran melakukan aksi pencarian korban yang dikoordinasikan
Direktur Operasional Basarnas Pusat.

“Sampai saat ini tim belum turun, tim masih menunggu arahan Direktur Operasional Basarnas Pusat, karena masih dibagi waktu dan wilayah pencariannya,” jelas Deni.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan daerah Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi.

Pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang, kemudian pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Sumber

Kapolres Lamtim Informasikan Berita Maraknya Penculikan Anak Hoaks

SUKADANA (Lampost.co) — Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, memastikan informasi berita tentang maraknya penculikan anak merupakan berita hoaks. Namun demikian pihaknya tetap mengimbau masyarakat khususnya para orang tua di seluruh wiayah Kabupaten Lamtim untuk tetap dan terus meningkatkan kewaspadaan.

“Saat ini, situasi keamanan di Kabupaten Lamtim kondusif, namun demikian masyarakat harus tetap dan terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Kapolres usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Krakatau 2018, Selasa (30/10/2018).

Ditambahkan juga oleh Kapolres, guna mengantisipasi segala kemungkinan dan menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif, pihaknya atau segenap jajaran Polres hingga Polsek secara rutin menggelar patroli di seluruh wilayah Kabupaten Lamtim.

Kemudian diingatkannya juga, jika warga menemukan atau mendapati ada hal-hal atau pihak-pihak yang mencurigakan agar segera melaporkan ke petugas patroli atau Mapolsek terdekat, dan jangan mengambil tindakan sendiri.

“Jika warga menemukan atau mendapati ada hal-hal atau pihak-pihak yang mencurigakan, segera melapor ke petugas patroli atau Mapolsek terdekat, jangan mengambil tindakan sendiri,” katanya.

Sumber

BKPPD Lamtim Bisa Langsung Pecat ASN yang Sudah Divonis Kasus Korupsi

SUKADANA (Lampost.co) — Inspektorat Kabupaten Lampung Timur menyatakan SK pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang telah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan, dapat segera langsung diproses oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim tanpa harus menunggu rekomendasi dari pihak Inspektorat.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lamtim, Sebersyah Goeswi, kepada lampost.co, Selasa (23/10/2018), menyikapi belum diprosesnya surat keputusan PTDH sejumlah ASN atau PNS di Kabupaten Lamtim yang sudah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan.

Menurutnya, jika keputusan pengadilan atas sejumlah ASN itu memang sudah inkracht, maka BKPPD tinggal meminta salinan putusan pengadilan dimaksud. Kemudian setelah salinan putusan pengadilan tersebut diperoleh BKPPD melapor kepada Bupati Lamtim untuk meminta petunjuk tentang proses penerbitan SK PTDH.

“Jadi kalau memang sudah ada putusan pengadilan yang berkekutan hukum tetap (inkracht) BKPPD tinggal meminta salinan putusan tersebut, dan selanjutnya melapor ke Bupati untuk meminta petunjuk proses penerbitan SK PTDH para ASN atau PNS tersebut,” kata Sebersyah.

Sumber

Malam Ini Kapolres Lamtim Mediasi Soal Pengeroyokan Penjaga Keamanan Pasar

Saibumi.com, Sukadana – Situasi dua desa di Kecamatan Gunungpelindung Kabupaten Lampung Timur yang sempat memanas pasca kerusakan rumah dan pengroyokan penjaga Pasar Waymili pada Selasa 23 Oktober 2018 tadi siang akhirnya meredam.

Anggota kepolisian Polres Lampung Timur masih disiagakan di Desa Pempen dan Desa Waymili untuk menghindari persoalan baru. Pihak Polres, Kecamatan Gunungpelindung, dan kedua desa merumuskan untuk dilakukan jalur damai antara kedua desa tersebut.

Camat Gunungpelindung Irwan Fariza menyatakan, Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro turun untuk mempercepat perundingan damai sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Iya, malam ini mau dilakukan perdamaian di Polsek Gunungpelindung. Nanti saya kabari lagi ya,” kata dia saat dihubungi Saibumi.com malam ini.

Informasi yang diperoleh Saibumi.com, seorang penjaga keamanan pasar terluka akibat kesalahpahaman antara warga Desa Pempen dan Desa Waymili Kecamatan Gunungpelindung Lampung Timur, sekira pukul 08.00 WIB Selasa 23 Oktober 2018.

SB, demikian inisial nama penjaga keamanan di Pasar Waymili. SB diduga terkena tusuk benda tajam usai mengamankan DM, warga Desa Pelindungjaya karena diduga mencuri hewan ternak milik tetangganya yang merupakan masyarakat setempat.

Kemudian, keluarga besar DM berasal dari Desa Pempen tidak terima dengan persoalan tersebut. Lalu, keluarga besar DM yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu mendatangi Polsek Gunungpelindung dan rumah SB di Desa Waymili. Namun, SB tidak ada di rumahnya. Sehingga massa meluapkan emosinya dengan merusak rumah SB.

SB mengetahui bila rumahnya di rusak massa. Kemudian, SB mencari siapa pelaku yang merusak rumahnya. Nahas, saat mencari warga yang merusak rumahnya, malah SB diduga dikeroyok oleh puluhan warga Desa Pempen. Akibatnya, SB mengalami luka tusuk dan telah dilarikan ke Rumah Sakit AKA Medika Bandarsribhawono. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Nurman Agung

Sumber

Salah Paham, Penjaga Keamanan Pasar di Lamtim Dikeroyok Warga

Saibumi.com, Sukadana – Seorang penjaga keamanan pasar terluka akibat kesalahpahaman antara warga Desa Pempen dan Desa Waymili Kecamatan Gunungpelindung Lampung Timur, sekira pukul 08.00 WIB Selasa 23 Oktober 2018.

SB, demikian inisial nama penjaga keamanan di Pasar Waymili. SB diduga terkena tusuk benda tajam usai mengamankan DM, warga Desa Pelindungjaya karena diduga mencuri hewan ternak milik tetangganya yang merupakan masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh Saibumi.com, keluarga besar DM berasal dari Desa Pempen tidak terima dengan persoalan tersebut. Lalu, keluarga besar DM yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu mendatangi Polsek Gunungpelindung dan rumah SB di Desa Waymili. Namun, SB tidak ada di rumahnya. Sehingga massa meluapkan emosinya dengan merusak rumah SB.

SB mengetahui bila rumahnya di rusak massa. Kemudian, SB mencari siapa pelaku yang merusak rumahnya. Nahas, saat mencari warga yang merusak rumahnya, malah SB diduga dikeroyok oleh puluhan warga Desa Pempen. Akibatnya, SB mengalami luka tusuk dan telah dilarikan ke Rumah Sakit AKA Medika Bandarsribhawono.

“Betul ada rumah yang dirusak oleh banyak orang tidak dikenal karena mencari SB selaku petugas keamanan pasar,” kata Desi, warga setempat.

Persoalan ini pun ditanggapi pihak Polres Lamtim dengan mendatangi lokasi untuk mencari solusi terbaik supaya masalah tidak berlanjut.

“Tidak terjadi rusuh di Waymili. Memang terjadi kejadian penganiayaan yang menyebabkan satu orang terluka dan satu orang lawannya luka memar. Ahamdulillah situasi kondusif sekali lagi tidak ada rusuh,” kata Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Nurman Agung

Sumber

Mesin Rusak, Uji KIR di Dishub Lampung Timur Sementara Dihentikan

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Timur mengusulkan perbaikan dan pengadaan mesin pada tahun 2019, menyusul adanya kesepakatan penghentian sementara pelaksanaan uji kendaraan bermotor (KIR) oleh Dishub Provinsi Lampung.

Kepala Dishub Lamtim, Sudarman, mengatakan uji KIR di Lampung Timur sudah ditutup sejak 3 Oktober 2018, karena mesinnya rusak sehingga tidak memenuhi persyaratan akreditasi untuk melakukan uji KIR.

“Mesin uji KIR buatan tahun 2004, semuanya rusak. Harus diusulkan untuk dianggarkan perbaikan atau pengadaan mesin baru. Kami pun sudah berulang kali mengusulkan ke Pemda, tetapi belum terealisasi karena terbentur keterbatasan anggaran,” ujarnya, Rabu (17/10/2018).

Sudarman menambahkan, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Lamtim telah melayani pembuatan KIR baru dan perpanjangan sebanyak ratusan kendaraan. Dengan adanya penutupan sementara, ia pun menyarankan kepada pemilik kendaraan untuk melakukan KIR baru atau perpanjangan di Kabupaten Lampung Tengah yang sudah terakreditasi.

“Dulu membuat KIR baru di sini, kalau untuk perpanjangan bisa ke daerah lain,” imbuhnya.

Meskipun ditutup sementara, Sudarman menegaskan bahwa Dishub Lamtim telah merealisasikan retribusi PAD KIR tahun 2018 sebesar Rp117 juta dari target Rp100 juta. Menurutnya, target PAD 2018 memang turun dari sebelumnya di tahun 2017 sebesar Rp200 juta.

Disinggung penyebab turunnya target tahun ini, Sudarman mengakui bahwa pihaknya tidak bisa menentukan setiap mobil harus KIR di Lampung Timur, kecuali kendaraan baru. Namun demikian, ia sudah berusaha memberi saran melalui surat edaran kepada pemilik kendaraan untuk melakukan uji KIR di Lamtim, jelasnya.

Kembali pada ditutupnya uji KIR mulai Oktober ini, secara otomatis penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun menjadi vakum. Dengan demikian, tahun 2019 tidak bisa dilakukan penarikan retribusi KIR sebelum ada perbaikan atau pengadaan pergantian mesin yang rusak. (Jaya)

Sumber

Tak Lulus Verifikasi Berkas, 195 Pendaftar CPNS di Lamtim Gugur

SUKADANA (Lampost.co) — 195 pendaftar CPNS di Kabupaten Lamtim dipastikan gugur dan tidak bisa mengikuti ujian seleksi penerimaan CPNS 2018. Mereka gugur karena hasil verifikasi berkas yang dilakukan oleh Tim Verifikator CPNS 2018 Kabupaten Lamtim, berkas mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim, Thabranie Hasyiem kepada lampost.co menjelaskan, meski sempat terkendala karena serven BKN mengalami down, namun verifikasi berkas lamaran CPNS 2018 Kabupaten yang dilakukan oleh Tim Verifikator terus berjalan.

Dari 6.772 berkas lamaran yang memilih formasi CPNS di Kabupatenh Lamtim, hingga Rabu (17/10/2018) pukul 15.00 tercatat 6.390 berkas diantaranya sudah selesai diverifikasi oleh tim tersebut.

Dari 6.390 berkas lamaran yang sudah diverifikasi oleh Tim Verifiktaor tersebut lanjut Thabranie, untuk sementara tercatat 195 berkas lamaran yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ke 195 berkas lamaran tersebut dinyatakan TMS oleh tim verifikator karena beberapa hal diantaranya, surat lamaran bukan ditulis tangan tetapi diketik, surat lamaran tidak sesuai dengan instansi yang dituju, surat lamaran tidak bermeterai bahkan ada yang tidak ditandatangani.

Kemudian, warna latar belakang pas photo tidak sesuai ketentuan yaitu merah, kualifiksais pendidikan tidak sesuai dengan yang diysaratkan, tidak mengupload ijazah, tidak melampirkan bukti akreditasi sesuai Per Men PAN RB No.36 tahun 2018 , tidak mengupload salah satu persyaratan, dan lain-lain. “Karena sejumlah hal yang ditemukan oleh tim verifikator saat melakukan verifikasi, maka 195 berkas tersebut dinyatakan TMS,” katanya. Rabu (17/10/2018).

Selanjutnya karena berkas dinyatakan TMS, maka untuk sementara 195 pendaftar dimaksud ujar Thabranie, dipastikan tidak dapat mengikuti ujian seleksi penerimaan CPNS 2018. Karena dengan dinyatakan TMS artinya mereka gugur dan tidak akan mendapatkan no test atau no ujian untuk bisa ikut ujian seleksi penerimaan CPNS tersebut.

Ditambahkan juga oleh Thabranie, jumlah berkas pendaftar yang TMS diperkirakan akan bertambah dari jumlah tersebut. Sebab disamping verifikasi berkas lamaran CPNS belum rampung seluruhnya, verifikasi juga akan diulang untuk memastikan kembali apakah berkas lamaran yang sudah diverifikasi sebelumnya memenuhi syarat atau tidak. “Perkiraan kami jumlah pendaftar yang akan TMS itu bisa bertambah lagi, sebab selain verifikasi belum rampung seluruhnya, nanti juga akan dilakukan verifikasi ulang untuk memastikan kembali apakah berkas lamaran para pendaftar memenuhi syarat atau TMS,” katanya.

Sumber

BPBD: pesisir Lampung Timur aman dari tsunami

Lampung Timur (Antaranews Lampung ) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur mengatakan bahwa kawasan pesisir daerah itu aman dari tsunami jika terjadi gempa bumi karena tidak dilewati lempeng tektonik India-Austaralia dan lempeng Eurasia.

“Untuk Lampung Timur tidak termasuk daerah tsunami, patahan lempeng itu adanya dari Aceh sampai Lampung Barat dan Pesisir Barat. Kita di timur tidak ada patahan Australia dan Eurasia,” kata Kepala BPBD Lampung Timur Tri Pranoto saat dihubungi di Lampung Timur, Kamis.

Dia menjelaskan apabila terjadi gempa bumi di wilayah Lampung Timur, tidak akan memicu tsunami.

“Tidak akan berpengaruh tsunami, karena tidak ada patahan,” ujarnya.

Terkait dengan wilayah Lampung Timur tidak berpotensi tsnuami, pihaknya pun tidak memiliki alat pendeteksi dan peringatan dini tsunami.

Oleh karena daerah setempat jauh dari potensi tsunami, BPBD belum berencana mengadakan mitigasi bencana tsunami bagi warga di pesisir timur laut daerah itu.

“Untuk warga pesisir Lampung Timur, Pasir Sakti-Labuhan Maringgai potensi tsunami tidak ada, dan belum diperlukan mitigasi bencana di kawasan tersebut, yang dilakukan hanya sosialisasi oleh kepala desa masing-masing menghadapi tsunami,” katanya.

Pihaknya memberikan surat edaran kepada camat, kepala desa, bahwa Lampung Timur tidak berpotensi tsunami.

“Sejak setahun lalu hingga sekarang kami belum melakukan mitigasi bencana, terutama terkait tsunami,” tambah Tri Pranoto.

Sumber