Wagub Chusnunia Beri Kuliah Umum di Kampus STIT Al-Hikman Way Kanan

Newslampungterkini.com, Way Kanan – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberikan kuliah umum tentang Pendidikan Revolusi Industri 4.0 dan Entrepreneurship, di Kampus STIT Al-Hikman, Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/2/2020).

Pada kesempatan itu, Wagub menyoroti tantangan dunia pendidikan dalam era Revolusi Industri 4.0 yang semakin luar biasa. “Tidak usah muluk-muluk, secara umumnya saja. Terkait proses belajar mengajar. Dimana tantangannya sudah semakin banyak sekali seperti bagaimana pendidik mampu mengambil sisi positif dari berkembangnya internet,” jelas Wagub Chusnunia.

Menurut Wagub, semua perkembangan begitu cepat. Ini adalah tantangan yang perlu dijawab dengan baik. “Kita harus memastikan anak didik kita tidak hanyut dengan perubahan yang begitu cepatnya,” tambahnya.

Di era industri 4.0, Lanjut Wagub Chusnunia, Pendidikan menjadi kunci di setiap bidang, baik itu ekonomi, politik, budaya, dan lainnya.

“Berbicara apapun kuncinya itu pendidikan. Mau bicara ekonomi, politik, pendidikan, budaya, tak lepas dari pendidikan. Apalagi ini STIT yang akan melahirkan pendidik baru,” jelasnya.

Wagub Chusnunia berpesan kepada seluruh anak didik dan pendidik untuk terus semangat dalam belajar.

“Hal yang paling penting untuk sukses adalah memiliki harapan dan semangat,” pesan Wagub.

Pesan lainnya, Wagub minta seluruh pendidik mengajar anak didik dengan sepenuh hati.

“Agar pendidikan kita menghasilkan SDM berkualitas tinggi, salah satu kuncinya ada pada pendidik. Para pendidik harus mampu mengajarkan anak didiknya dengan sepenuh hati. Dimanapun institusi pendidikan, kalau pengajarnya mengajar dengan hati, maka akan menghasilkan SDM yang berkualitas,” ujar Nunik.

(Sns/Adpim)
Sumber

Wagub Motivasi Siswa-Siswi SMA TN 30 Lampung

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Lampung memotivasi siswa/siswi SMA Taruna Nusantara untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas, Kamis (19/12/2019).

15 Siswa/siswi SMA Taruna Nusantara Angkatan 30 Provinsi Lampung yang didampingi oleh Adi Kurniawan sebagai Ketua Paguyuban Orang Tua untuk Angkatan 30 tidak hanya bertemu namun juga berbincang hangat dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung.

“Saya meski belum pernah datang dan melihat langsung sekolah SMA Taruna Nusantara di Magelang. Tapi dari pemberitaan semua media yang pernah saya baca soal SMA Taruna Nusantara, ini memang sekolah yang akan mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Bisa jadi generasi penerus saya,” ucap Wagub dihadapan para siswa dan siswi diruang kerja nya.

Selain itu, Mbak Nunik-panggilan akrab wakil gubernur-melanjutkan, dengan sistem pendidikan berasrama dan semi militer, soal kedispilinan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara, juga sudah terbukti. “Disiplin ini penting sekali. Tapi pengetahuan juga penting. Perpaduan kedua sistem itu jelas bisa menghasilkan alumni-alumni yang bisa sukses kelak menjalani masa depan’ ujar nya.

Dalam pertemuannya Chusnunia menjawab pertanyaan dari siswi SMA Taruna Nusantara perihal emansipasi wanita.

“Perempuan tidak hanya beraktivitas dirumah tetapi perempuan dapat memiliki hak yang sama dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan sekarang hampir di seluruh bidang perempuan sudah mendapatkan haknya dan tidak dibedakan dengan laki-laki meskipun belum semuanya.”

“Ada 3 tantangan yang harus dihadapi perempuan, pertama tantangan dari diri perempuan itu sendiri apakah siap menerima tantanan tersebut, kedua banyak masyarakat yang belum terbuka bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, ketiga, masih ada kebijakan-kebijakan yang sengaja dibuat untuk menjegal perempuan,” ujarnya.

Salah satu siswa juga menanyakan tanggapan wakil gubernur tentang sosial media di era sekarang. “Di era sekarang media sosial itu penting, mempermudah kita bahkan membantu kita bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, berinteraksi dengan orang baru dengan berbagai latar belakang. Tapi semua hal yang ada di dunia ini ad plus dan minusnya, dimedia sosial orang dengan latar belakang yang beragam aktif bermedia sosial pun beragam terkadang tidak terkontrol dan dapat mengirim energi negatif ke kita, hal tersebut yang menjadi tantangan kita dalam bermedia sosial,” jawab Chusnunia.

Kepada generasi milenial Chusnunia berpesan “dengan segala kelebihan dan dan fasilitas yang pada hari ini jauh lebih baik, maksimalkan segala fasilitas fasilitas itu untuk hal yang lebih baik, tetapi tetap harus pintar memilih yang mana yang baik dan buruk dan jangan lupa kita orang Indonesia dengan dan adat dan budaya kita.” “Tantangan yang semakin banyak menuntut kita menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan pantang menyerah,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Nunik juga menjelaskan soal program unggulan yang sedang dilakukanya bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. “Bidang pertanian, kesehatan dan pendidikan sudah menjadi skala prioritas saya dan Gubernur Lampung. Dibidang pendidikan salah satu nya yang baru kita luncurkan adalah Smart School” papar wakil gubernur. (Humas Prov Lampung)

Wagub Motivasi Siswa-Siswi SMA TN 30 Lampung

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Lampung memotivasi siswa/siswi SMA Taruna Nusantara untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas, Kamis (19/12/2019).

15 Siswa/siswi SMA Taruna Nusantara Angkatan 30 Provinsi Lampung yang didampingi oleh Adi Kurniawan sebagai Ketua Paguyuban Orang Tua untuk Angkatan 30 tidak hanya bertemu namun juga berbincang hangat dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung.

“Saya meski belum pernah datang dan melihat langsung sekolah SMA Taruna Nusantara di Magelang. Tapi dari pemberitaan semua media yang pernah saya baca soal SMA Taruna Nusantara, ini memang sekolah yang akan mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Bisa jadi generasi penerus saya,” ucap Wagub dihadapan para siswa dan siswi diruang kerja nya.

Selain itu, Mbak Nunik-panggilan akrab wakil gubernur-melanjutkan, dengan sistem pendidikan berasrama dan semi militer, soal kedispilinan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara, juga sudah terbukti. “Disiplin ini penting sekali. Tapi pengetahuan juga penting. Perpaduan kedua sistem itu jelas bisa menghasilkan alumni-alumni yang bisa sukses kelak menjalani masa depan’ ujar nya.

Dalam pertemuannya Chusnunia menjawab pertanyaan dari siswi SMA Taruna Nusantara perihal emansipasi wanita.

“Perempuan tidak hanya beraktivitas dirumah tetapi perempuan dapat memiliki hak yang sama dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan sekarang hampir di seluruh bidang perempuan sudah mendapatkan haknya dan tidak dibedakan dengan laki-laki meskipun belum semuanya.”

“Ada 3 tantangan yang harus dihadapi perempuan, pertama tantangan dari diri perempuan itu sendiri apakah siap menerima tantanan tersebut, kedua banyak masyarakat yang belum terbuka bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, ketiga, masih ada kebijakan-kebijakan yang sengaja dibuat untuk menjegal perempuan,” ujarnya.

Salah satu siswa juga menanyakan tanggapan wakil gubernur tentang sosial media di era sekarang. “Di era sekarang media sosial itu penting, mempermudah kita bahkan membantu kita bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, berinteraksi dengan orang baru dengan berbagai latar belakang. Tapi semua hal yang ada di dunia ini ad plus dan minusnya, dimedia sosial orang dengan latar belakang yang beragam aktif bermedia sosial pun beragam terkadang tidak terkontrol dan dapat mengirim energi negatif ke kita, hal tersebut yang menjadi tantangan kita dalam bermedia sosial,” jawab Chusnunia.

Kepada generasi milenial Chusnunia berpesan “dengan segala kelebihan dan dan fasilitas yang pada hari ini jauh lebih baik, maksimalkan segala fasilitas fasilitas itu untuk hal yang lebih baik, tetapi tetap harus pintar memilih yang mana yang baik dan buruk dan jangan lupa kita orang Indonesia dengan dan adat dan budaya kita.” “Tantangan yang semakin banyak menuntut kita menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan pantang menyerah,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Nunik juga menjelaskan soal program unggulan yang sedang dilakukanya bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. “Bidang pertanian, kesehatan dan pendidikan sudah menjadi skala prioritas saya dan Gubernur Lampung. Dibidang pendidikan salah satu nya yang baru kita luncurkan adalah Smart School” papar wakil gubernur. (Humas Prov Lampung)

Sumber

Audensi, Wagub Lampung Motivasi Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara Angkatan 30

Saibumi.com (SMSI Lampung) Bandar Lampung – Sebanyak 15 siswa/siswi SMA Taruna Nusantara Angkatan 30 Provinsi Lampung yang didampingi oleh Adi Kurniawan sebagai Ketua Paguyuban Orang Tua untuk Angkatan 30 bertemu Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik, di ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Kamis, 19 Desember 2019.

Tidak hanya bertemu namun juga berbincang hangat dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Nunik pun memotivasi siswa/siswi SMA Taruna Nusantara untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

“Saya meski belum pernah datang dan melihat langsung sekolah SMA Taruna Nusantara di Magelang. Tapi dari pemberitaan semua media yang pernah saya baca soal SMA Taruna Nusantara, ini memang sekolah yang akan mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Bisa jadi generasi penerus saya,” ucap Nunik.

Selain itu, kata mantan Bupati Lampung Timur ini, dengan sistem pendidikan berasrama dan semi militer, soal kedispilinan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara, juga sudah terbukti.

“Disiplin ini penting sekali. Tapi pengetahuan juga penting. Perpaduan kedua sistem itu jelas bisa menghasilkan alumni-alumni yang bisa sukses kelak menjalani masa depan,” ujarnya.

Dalam pertemuannya Nunik menjawab pertanyaan dari siswi SMA Taruna Nusantara perihal emansipasi wanita.

“Perempuan tidak hanya beraktivitas dirumah tetapi perempuan dapat memiliki hak yang sama dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan sekarang hampir di seluruh bidang perempuan sudah mendapatkan haknya dan tidak dibedakan dengan laki-laki meskipun belum semuanya,” paparnya.

Kata Nunik, ada 3 tantangan yang harus dihadapi perempuan, pertama tantangan dari diri perempuan itu sendiri apakah siap menerima tantanan tersebut, kedua banyak masyarakat yang belum terbuka bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, ketiga.

“Masih ada kebijakan-kebijakan yang sengaja dibuat untuk menjegal perempuan,” ujarnya.

Salah satu siswa juga menanyakan tanggapan wakil gubernur tentang sosial media di era sekarang.

“Di era sekarang media sosial itu penting, mempermudah kita bahkan membantu kita bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, berinteraksi dengan orang baru dengan berbagai latar belakang. Tapi semua hal yang ada di dunia ini ad plus dan minusnya, dimedia sosial orang dengan latar belakang yang beragam aktif bermedia sosial pun beragam terkadang tidak terkontrol dan dapat mengirim energi negatif ke kita, hal tersebut yang menjadi tantangan kita dalam bermedia sosial,” jawab Nunik.

Kepada generasi milenial Nunik berpesan dengan segala kelebihan dan dan fasilitas yang pada hari ini jauh lebih baik, maksimalkan segala fasilitas fasilitas itu untuk hal yang lebih baik, tetapi tetap harus pintar memilih yang mana yang baik dan buruk.

“Jangan lupa kita orang Indonesia dengan dan adat dan budaya kita. Tantangan yang semakin banyak menuntut kita menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan pantang menyerah,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Nunik juga menjelaskan soal program unggulan yang sedang dilakukanya bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

“Bidang pertanian, kesehatan dan pendidikan sudah menjadi skala prioritas saya dan Gubernur Lampung. Di bidang pendidikan salah satu nya yang baru kita luncurkan adalah Smart School,” papar Nunik. (SB05)

Sumber

Program Unggulan Lampung untuk Generasi Emas Indonesia

Lampung77.com – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendukung pembangunan generasi emas Indonesia. Ada 8 program unggulan Lampung yang disebut Nunik menjadi prioritas untuk mewujudkan hal tersebut.

“Setidaknya, Lampung memiliki delapan program unggulan yang akan menjadi prioritas guna mewujudkan pembangunan generasi emas ini,” kata Nunik,” saat menjadi pembicara pada Seminar PWI Pusat 100 Tahun Indonesia Jilid II “Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045” di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Nunik kemudian memaparkan program-program tersebut. Diantaranya, Kartu Petani Berjaya yang akan dimanfaatkan petani dan keluarganya serta penguatan ketahanan pangan di semua sektor pertanian.

Kemudian, Smart School. Pogram ini, kata Nunik, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Provinsi Lampung.

“Kami juga tidak melupakan revitalisasi SMK atau sekolah menengah kejuruan karena akan mengintegritaskan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Selain itu, ada pula program Lampung ramah perempuan dan anak serta anak muda berjaya. “Program ini guna mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter tangguh, karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas,” jelasnya.

Menurut Nunik pemuda harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kemimpinan, kewirausahaan, dan kepoloporan yang mumpuni. Pemuda juga harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Dia mengharapkan program-program itu mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung, sehingga dapat menuju “Rakyat Lampung Berjaya” dan menuju Generasi Indonesia Emas.

“Pemerintah tentunya ikut bertanggung jawab dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia. Upaya yang dilakukan adalah pembinaan generasi muda sejak dini,” ujar mantan Bupati Lampung Timur, tersebut.

Nunik juga menegaskan bahwa Lampung memiliki tekad kuat dalam mewujudkan pemberantasan peredaran gelap narkoba. “Pembinaan pemuda tidak akan berlanjut apabila wilayah kita tidak terbebas dari hal itu,” kata dia.

Selain itu, ia juga menegaskan soal pentingnya pelaksanaan program Lampung Sehat demi mewujudkan Smart Village.

Dia menambahkan, pada era industri 4.0 akan terjadi kondisi transisi revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup, bekerja, dan relasi organisasi dalam berhubungan satu sama lain.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melakukan transformasi. Transformasi menjadi kata kunci yang harus terus diupayakan sebagai instrumen bagi aparat pemerintah agar responsif terhadap perubahan,” pungkasnya.

(Rls/Yar/AD-L2)

Sumber

Inovasi Smart School Lampung

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung meluncurkan aplikasi Smart School Lampung Berjaya. Inovasi ini sebagai tindak lanjut janji kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim. Peluncuran telah dilakukan di GSG Universitas Lampung, Senin (16/12).

Peluncuran pembelajaran berbasis teknologi informasi melalui http://smartschool.lampungprov.go.id tersebut sekaligus acara peringatan Hari Guru Nasional serta hari ulang tahun ke-74 PGRI.

Aplikasi ini bertujuan memecahkan masalah belajar dan menfasilitasi kegundahan dalam pendidikan di era teknologi informasi, apalagi indonesia tengah mengusung industri berbasis 4.0.

Penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai.

Kita apresiasi tujuan utama teknologi dalam pembelajaran ini untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran dan untuk meningkatkan kinerja.

Untuk mendukung program ini, pihak pemprov melatih operator sekolah, kepala sekolah penggerak, guru penggerak, dan siswa penggerak yang akan memotivasi penggunaan program smart school tersebut.

Penggunaan teknologi berbasis internet dalam bidang pendidikan ini membantu interaksi, antara komunitas sekolah, siswa, dan guru bisa semakin mudah. Dinas Pendidikan Lampung mencatat sampai saat ini sudah aktif di 1.756 sekolah, 2.413 guru, dan 5.521 siswa pengguna.

Ke depan, partisipan mesti lebih banyak lagi. Pendidikan memang kunci untuk memajukan dan mencerdaskan anak bangsa. Pembangunan SDM mesti terus dilakukan di Lampung. Peningkatan produktivitas dan daya saing juga terus diwujudkan. Bahwa mencerdaskan anak bangsa harus menjadi prioritas.

Inovasi itu bukan tidak lain adalah muaranya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). BPS Lampung mencatat pembangunan manusia di Provinsi Lampung terus mengalami kemajuan. Pada 2018, IPM Lampung telah mencapai 69,02. Angka ini meningkat sebesar 0,77 poin atau tumbuh sebesar 1,13% dibandingkan 2017.

Anak-anak yang pada 2018 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,61 tahun (Diploma I), lebih lama 0,15 tahun dibandingkan dengan anak yang berumur sama pada 2017.

Lalu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,82 tahun (kelas VIII), lebih lama 0,03 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, pada 2018, masyarakat Lampung memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp9,86 juta, meningkat Rp445 ribu dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya.

Bappenas dan Kemenpora merilis dalam indeks pembangunan pemuda (IPP), Lampung sedikit bergerak maju, meski provinsi ini tetap berada di kelompok terbawah pembangunan pemuda.

IPP atay YDI Indonesia 2017 memuat capaian 15 indikator pembangunan kepemudaan pada 2015 dan 2016 yang dituangkan dalam lima domain yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Bappenas menyebutkan IPP Lampung pada 2015 hanya 43,17 atau mendapat peringkat 33 dari 34 provinsi. Sementara pada 2016 IPP Lampung naik satu peringkat yakni 32 dari 34 provinsi di Indonesia.

Provinsi Lampung tetap mencatat tanda-tanda kemajuan di beberapa hal. Hal-hal baik yang telah dicapai provinsi ini adalah dalam indikator rata-rata lama sekolah dan APK sekolah menengah, masing-masing dengan nilai sub-indeks tujuh dan sembilan.

Selain itu, ada juga partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan perkawinan usia anak dengan nilai sub-indeks, berturut-turut, sembilan dan tujuh. Semoga inovasi smart school akan membuat IPP dan IPM Lampung melesat dalam beberapa tahun ke depan.

Bambang Pamungkas
Sumber

Peringati Hari Ibu, Wagub Nunik Ajak Ibu Lawan Stunting

Bandar Lampung, Gatra.com – Peringati Hari Ibu Ke – 91 2019, wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim ajak para ibu di Lampung untuk memerangi sunting yang hingga kini masih menjadi persoalan di Lampung.

“Akan kita jadikan sebagai prioritas, di Lampung masih ada persoalan stunting, bagaimana peringatan Hari Ibu ini kita jadikan momentum untuk memerangi stunting dan membuat Lampung menjadi Zero Stunting,” ujar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat peringatan Hari Ibu ke -91 di Balai Keratun Komplek Gubernuran, Kamis, 5/12.

Menurut Nunik, begitu sapaan akrab Chusnunia, bagi para Ibu yang turut membantu perekonomian keluarga, dengan turut bekerja, hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak memperhatikan kondisi perkembangan, kesehatan, dan gizi anak.

“Terutama di desa-desa yang angka stuntingnya masih tinggi, para ibu meskipun cari nafkah bantu suami, namun tidak boleh lalai terhadap anak, perhatikan kebutuhan gizi untuk anak, bersama-sama kita lawan stunting,” himbau Nunik dihadapan ratusan undangan dari perwakilan organisasi wanita di Lampung.

Selain persoalan stunting, Nunik juga menyampaikan bahwa peranan Ibu atau perempuan sejak jaman kemerdekaan sangatlah penting.

“Kemerdekaan bangsa kita mungkin tidak akan tercapai sempurna jika tidak ada dorongan dan perjuangan dari ibu-ibu pada masa itu,” kata Nunik.

Untuk itu sebagai apresiasi terhadap Ibu-ibu dalam sejarah, para Ibu dan perempuan mendapat kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam memperoleh akses kesejahteraan. “Para ibu mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh akses ekonomi, akses politik, akses sosial dan bidang lainya,” sambung Nunik.

Untuk itu dalam birokrasi juga, lanjut Nunik, perempuan akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menduduki posisi jabatan yang penting. “Atas nama pemerintah provinsi, kami mengucapkan selamat Hari ibu ke-91, Semoga senantiasa diberkahi, perempuan berjaya Indonesia maju,” ucap Nunik.

Peringatan hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember ini, telah digelar lebih dahulu pada Kamis, (5/12) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung.

Acara dengan tema Perempuan Berdaya Indonseia Maju ini dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan di Lampung, diantaranya yakni Istri-Istri Forkopimda Lampung, Organisasi Wanita Lampung, Dharma Wanita Lampung, dan PKK Lampung.

Sumber

Wagub Chusnunia Beri Spirit Generasi Milenial Perkuat Kemampuan Investasi

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberi spirit generasi milenial agar tangguh dan siap menghadapi bonus demografi dalam talkshow bertema “ Be Young and Smart Investor” di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung Rabu, ( 4/12/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub mengedukasi generasi milenial tentang pentingnya investasi sejak dini khususnya pasar modal.

Peserta talkshow merupakan kalangan muda, sebagian besar merupakan mahasiswa dari berbagai Universitas di sekitar Kota Bandar Lampung.

“Memulai investasi sejak muda merupakan salah satu cara kita mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi, seperti yang kita ketahui bonus demografi merupakan suatu value dan juga tantangan bagi pemerintah dan kita semua,” ujar Wagub.

Wagub menilai, jika bonus demografi berhasil dikelola dengan baik tentunya ini akan menjadi sebuah nilai tambah dan modal bagi pembangunan namun sebaliknya jika tidak di kelola bonus demografi merupakan persoalan yang akan mengancam kelangsungan itu sendiri.

Wagub mengatakan salah satu penyebab dari kegagalan memanfaatkan bonus demografi adalah kapasitas sumber daya manusia yang kurang mumpuni. Investasi sejak muda merupakan salah satu solusi yang dapat di ambil untuk menciptakan kalangan muda yang mapan dan mandiri secara financial.

“Saya sangat senang melihat anak anak muda yang bersemangat untuk belajar berinvestasi sejak muda. Saya tergerak melakukan talkshow pada hari ini juga karena dorongan dari teman teman milenal yang mengirim Direct message via media sosial saya,” kata Wagub.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Provinsi Lampung Hendi Prayogi.

Hendi turut mengajak mahasiswa dan kalangan muda untuk memulai investasi sejak dini. Sebagai generasi yang akan meneruskan tonggak pembangunan generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak saat ini menghadapai masa depan yang makin kompetitif.

Hendi menegaskan bahwa stigma berinvestasi saat sudah mapan harus dipatahkan karena saat ini menurut data yang ada 30% dari jumlah investor yang ada di Lampung adalah mahasiswa.

Disampaikan Hendi, saat ini persyaratan untuk investasi relatif murah dan pilihan yang beragam. Salah satu jenis investasi yang dapat dijadikan pilihan adalah invesatsi pasar modal / saham. “ Harga saham saat ini beragam dan banyak pilihan, mulai dari sahan dengan nilai Rp 50 / lembar saham hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah,” kata Hendi.

Hendi juga menjelaskan saat ini pasar modal telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia k (MUI).

Meskipun tidak seluruhnya namun saat ini terdapat 390 perusahaan yang termasuk dalam kategori perusahaan yang memenuhi persyaratan sebagai pelaku pasar modal syariah. Hal ini karena 390 perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan MUI.

“ Peserta pasar modal syariah akan di evaluasi oleh MUI bersama Otoritas Jasa Keuangan setiap enam bulan,” kata Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Qudratul Ikhwan menyampaikan talkshow yang diinisiasi Wagub ini sangat bermanfaat dan mengedukasi.

“Hari ini kita jadi tahu bahwa berinvestasi itu tidak sulit dan sebaiknya dimulai dari sekarang. Dalam trend perekonomian saat ini investasi di pasar modal merupakan jawaban dari keinginan generasi milenial untuk mapan di usia muda,” kata Qudratul.

(Bbg/Hmp)
Sumber

Chusnunia Chalim Ketua Alumni Universitas Indonesia Wilayah Lampung

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dilantik sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Wilayah Lampung masa bhakti 2019-2022 oleh Ketua Umum Iluni UI Andre Rahardian, di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur, Bandarlampung, Jum’at (29/11/2019).

Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Ketua Umum Iluni UI Nomor:010/SK/ILUNI-UI/IX/19 tentang pengukuhan ketua dan penetapan pengurus ILUNI UI wilayah Lampung periode 2019-2022.

Andre Rahardian menjelaskan kepengurusan Iluni UI wilayah Lampung merupakan wadah formal bagi teman-teman alumni yang berdomisili di Lampung guna menyatukan semua potensi yang ada di Lampung.

“Untuk di Provinsi Lampung, sekitar 60 persen Iluni UI Lampung merupakan ASN, dan tersebar di seluruh Kabupaten/Kota. Tentunya ini mnejadi potensi besar bagi kita semua, yang apabila kita satukan maka akan mampu membangun Lampung dan memberikan kontribusi bagi Almamater UI,” jelas Andre.

Ia menjelaskan bahwa Iluni UI merupakan mitra untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah.

“Posisi Wagub Chusnunia sebagai Ketua Iluni UI tentu akan mendukung dan memberikan kontribusi nyata mewujudkan Lampung Berjaya,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Iluni UI merupakan ruang temu energi baik untuk melakukan dan mengisi ruang kebaikan di Provinsi Lampung.

“Sehingga harapan kita untuk mewujudkan Lampung Berjaya semakin mantap dan terwujud,” ujar Wagub Nunik.

Nunik juga menjelaskan bahwa Iluni UI Lampung memiliki ide dan inovasi dalam membangun Lampung seperti akan membangun desa kesehatan dan wisata binaan Iluni UI.

“Yang jelas kita berharap peran dan karya nyata dari seluruh Alumni UI untuk bersama membangun Lampung,” harap Wagub Nunik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Aditya berharap pelantikan kepengurusan Iluni UI Wilayah Lampung periode 2019-2022 menjadi langkah baik dalam memberikan warna di Sang Bumi Ruwa Jurai.

(Bbg/Hmp)
Sumber

Chusnunia Dorong Penguatan Budaya Literasi di Pondok Pesantren

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong penguatan budaya literasi di pondok pesantren dengan melatih kemampuan menulis dan mengaktfkan gerakan gemar membaca.

Hal itu disampaikan Wagub Nunik saat menjadi pembicara pada kegiatan Bincang Literasi Bersama Santri, di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/11/2019).

Wagub bahkan mengajak semua pihak untuk mengkolaborasikan gerakan literasi di pondok pesantren tersebut dengan gerakan membaca di masyarakat. Bincang literasi ini menghadirkan Khilma Anis yang merupakan penulis Novel Hati Suhita dan Malsa penulis Puisi Perjalanan Kopi Rindu.

“Kita bisa berkolaborasi seperti kita mulai dengan membuat pelatihan menulis di pesantren kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kepada masyarakat umum untuk menggerakan budaya literasi ini,” ujar Wagub.

Chusnunia mengatakan, menumbuhkan minat membaca buku dan menulis secara umum di perpustakaan pondok pesantren juga penting dilakukan selain mempelajari kitab.

“Pelatihan itu juga agar bagaimana santri mempunyai kemampuan untuk menulis paling tidak minat bacanya, selain kitab juga buku secara umum,” katanya.

Menurutnya, perpustakaan di pondok pesantren memiliki keterbatasan referensi bacaan.

“Ini juga salah satu tantangan, padahal buku seperti novel dan buku umum lainnya banyak ilmu yang bisa diserap, dimana pasti didalam novel juga ada banyak pesan yang kemudian bisa menjadi pegangan hidup dan inspirasi serta pengetahuan baru, begitu juga dengan buku umum lainnya,” ujarnya.

Selain di lingkup pondok pesantren, Nunik menyebutkan ada juga sebagian masyarakat yang masih belum terlalu menyadari sesuatu yang penting dari gerakan literasi.

Padahal menurutnya, istilah buku jendela ilmu merupakan hal nyata, dimana literasi bagian dari gerakan untuk mencerdaskan bangsa.

“Sebenarnya komunitas literasi sudah mulai tumbuh semangat tetapi memang masyarakat sendiri juga belum terlalu welcome dan berfikir akan pentingnya perpustakaan,” katanya.

Terlebih era saat ini, Nunik mengatakan dengan adanya internet yang bisa diakses melalui gadget, orang beranggapan membaca bisa dilakukan sacara simpel padahal tidak cukup penyampaian melalui internet saja.

“Mereka berpikir dengan membaca melalui sistem online dan simpel yang informasinya pendek sudah cukup. Banyak orang yang merasa cukup dengan membaca sesuatu yang pendek tersebut, bahkan ada yang merasa membaca judulnya saja sudah merasa cukup dan tahu, ini menjadi persoalan,” ujarnya.

Nunik mengatakan, dengan gemar membaca ini juga, menjadi kunci yang mengantarkan dirinya menuju kesuksesan sebagai Wakil Gubernur Lampung.

“Saya secara pribadi memang dari kecil senang membaca berbagai buku, dengan membaca seperti novel membuat kita seperti sedang berkelana sekaligus membuat otak kita rileks, saya merasakannya seperti itu. Ketika sejak kecil ditumbukan minat baca, maka sampai dewasa akan terus membekas,” katanya.

Nunik mengajak semua pihak untuk mengambil peran menggerakan budaya literasi kepada masyarakat.

“Gerakan literasi adalah gerakan bersama, kita perlu bergandengantangan karena tidak bisa bergerak sendiri. Tetapi kalau kita bersama-sama dengan apa yang bisa kita lakukan, kita kolaborasikan agar gerakan literasi ini bisa membudaya, gerakan ini langkahnya akan lebih cepat lagi,” tandasnya.

(Bbg/Hmp)
Sumber