Wagub Chusnunia Minta Dinas Perpustakaan Dorong Generasi Muda Agar Tertarik Kunjungi Perpustakaan

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim minta Dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mendorong generasi muda Lampung untuk membudayakan literasi dengan berkunjung langsung ke perpustakaan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Chusnunia usai menyimak paparan dari Kepala Dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ferynia, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Sabtu (12/10/2019).

Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan dam Kearsipan harus dapat membuat anak-anak muda Lampung senang dan membudayakan untuk ke perpustakaan.

“Kita harus membudayakan literasi kepada generasi muda Lampung, salah satunya dengan berkunjung langsung ke perpustakaan. Oleh karena itu kita harus membuat program untuk dapat menarik generasi muda Lampung untuk tertarik datang ke perpustakaan,” jelas Wagub.

Wagub menilai banyak cara agar generasi muda tertarik. Salah satunya dengan menggandeng musisi untuk tampil di perpustakaan. “Kita juga bisa mengadakan lomba secara online untuk generasi muda,” ujar Wagub Nunik.

Dalam membudayakan literasi, lanjut Wagub, bisa juga dengan menerapkan mobil keliling perpustakaan.

“Mobil keliling ini harus banyak mengisi buku yang diminati generasi muda Lampung. Selain itu, kita juga bisa mengadakan rumah baca untuk menarik minat dalam generasi muda,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ferynia memaparkan sejumlah inovasi dan terobosan di tahun 2020, di antaranya peningkatan perpustakaan berbasis IT melalui system E-Lampung di mana masyarakat akan dengan mudah mengakses layanan perpustakaan.

Juga mendukung kegiatan smart village dengan meningkatkan literasi internet dan layanan perpustakaan bagi warga desa, mendukung kegiatan smart school dengan pemnfaatan IT untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta peningkatan pelayanan arsip berbasis IT melalui kegiatan arsip online.

Sumber

Wagub Chusnunia Dukung dan Siap Hadir di Perlombaan Unjuk Prestasi III Kwarda Pramuka se- Provinsi Lampung

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendukung dan siap menghadiri Perlombaan Unjuk Prestasi III se- Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung yang rencananya akan diikuti 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung di SMA Negeri 15 Bandar Lampung, pada 26 Oktober 2019 mendatang.

“Tentu mendukung penuh dan nanti akan diagendakan untuk hadir,” ujar Wagub Nunik saat menerima audiensi dari Gerakan Pramuka Gugus Depan Bandar Lampung 12.037-12.038 Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (8/10/2019).

Nunik yang merupakan Ketua Harian Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Lampung menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat tepat untuk membentuk generasi muda cikal bakal calon pemimpin penerus bangsa.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMA Negeri 15 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi mengatakan bahwa audiensi tersebut untuk mengundang Ibu Wakil Gubernur sebagai Pembina Upacara pada pembukaan Perlombaan Unjuk Prestasi III Tahun 2019.

Ngimron menjelaskan agenda itu dimana Ambalan Garda Bhardika Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung akan mengadakan kegiatan perlombaan Pramuka Tingkat Penggalang dan Tingkat Penegak.

Ngimron mengatakan pada kegiatan itu ada beberapa agenda perlombaan yakni PBB, Pionering dam Hasta Karya.

“Ditambah saran Ibu Wagub untuk membuat spot foto destinasi wisata di Bumi Perkemahan Jati Agung,” ujarnya.

Ngimron menyebutkan pada kegiatan itu, nantinya akan menghadirkan peserta sebanyak 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung.

“Peserta dari Penggalang dan Penegak seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung,” katanya.

(Dms/Hmsprov)

Sumber

Wagub Chusnunia Bersama Kepala OPD Tandatangani Komitmen Penerapan Program Eco Office

Newslampungterkini.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani komitmen bersama mengenai penerapan Program Eco Office, Jumat (27/9/2019) di Lapangan Kopri Kantor Gubernur pada Acara Senam Bersama.

Diharapkan melalui komitmen ini, dapat mendorong perubahan perilaku keseharian para karyawan Pemprov Lampung untuk lebih mencintai lingkungan.

Selain melakukan penandatangan komitmen, dalam kesempatan tersebut, Nunik juga mendorong penggunaan tumbler (botol isi ulang) kepada para pegawai sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Provinsi Lampung.

Program Eco Office yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 660.1 Tahun 2019 tersebut berisi mengenai upaya menciptakan kantor yang ramah lingkungan (eco office) dengan mendorong semua aktivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja.

Secara khusus, Surat Edaran ini bertujuan untuk membentuk budaya pegawai di Provinsi Lampung agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tindakan nyata berupa pengurangan sampah plastik dan kertas, melakukan penghematan energi listrik dan air, menjaga kebersihan ruang kerja serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran.

Lebih lanjut diterangkan dalam Surat Edaran tersebut, jika Pengurangan sampah plastik dan kertas antara lain tidak mengunakan piring dan gelas dari bahan plastik Styrofoam dan kertas sekali pakai, namun menggunakan yang terbuat dari kaca, melamin, keramik.

Kemudian membiasakan penggunaan botol minum/tumbler, membawa reusable bag, membangun penyediaan air siap minum (water tap) di area tertentu serta mengoptimalkan paper less dengan penyebaran informasi melalui media elektronik atau menggunakan kertas secara dua sisi dan mengoptimalkan kertas bekas.

Sementara untuk penghematan energy listrik dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, mencabut stop kontak, mematikan ac central pada akhir jam kerja, meningkatkan penggunaan lampu LED. Untuk menghemat air, dihimbau agar mematikan air yang tidak digunakan, meningkatkan penggunaan kran otomatis, hingga mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori).

Untuk kebersihan ruang kerja, Gubernur menghimbau agar para karyawan dilarang merokok dalam gedung kantor. Juga melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang, membangun bank sampah. Selain itu, serta memperhatikan prinsip green building untuk rancangan gedung baru atau renovasi.

Sumber

Nunik Terapkan Program Eco Office di Semua Lini

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani komitmen bersama mengenai penerapan program Eco Office di Lapangan Kopri Kantor Gubernur, Jumat, 27 September 2019. Melalui komitmen tersebut untuk mendorong perubahan perilaku keseharian para karyawan Pemprov Lampung untuk lebih mencintai lingkungan.

Selain melakukan penandatangan komitmen, dalam kesempatan tersebut, Nunik juga mendorong penggunaan tumbler (botol isi ulang) kepada para pegawai sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Provinsi Lampung. Program Eco Office yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 660.1 Tahun 2019 tersebut berisi mengenai upaya menciptakan kantor yang ramah lingkungan (eco office) dengan mendorong semua aktivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja.

“Secara khusus, Surat Edaran ini bertujuan untuk membentuk budaya pegawai di Provinsi Lampung agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tindakan nyata berupa pengurangan sampah plastik dan kertas, melakukan penghematan energi listrik dan air, menjaga kebersihan ruang kerja serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran,” katanya.

Dalam Surat Edaran tersebut, jika Pengurangan sampah plastik dan kertas antara lain tidak mengunakan piring dan gelas dari bahan plastik styrofoam dan kertas sekali pakai, namun menggunakan yang terbuat dari kaca, melamin, keramik. Kemudian membiasakan penggunaan botol minum/tumbler, membawa reusable bag, membangun penyediaan air siap minum (water tap) di area tertentu serta mengoptimalkan paper less dengan penyebaran informasi melalui media elektronik atau menggunakan kertas secara dua sisi dan mengoptimalkan kertas bekas.

Sementara untuk penghematan energy listrik dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, mencabut stop kontak, mematikan ac central pada akhir jam kerja, meningkatkan penggunaan lampu LED. Untuk menghemat air, dihimbau agar mematikan air yang tidak digunakan, meningkatkan penggunaan kran otomatis, hingga mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori).

“Untuk kebersihan ruang kerja, Gubernur menghimbau agar para karyawan dilarang merokok dalam gedung kantor. Juga melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang, membangun bank sampah. Selain itu, serta memperhatikan prinsip green building untuk rancangan gedung baru/renovasi,” katanya.

Sumber

Wakil Gubernur Buka Musda Ke-IX IBI Provinsi Lampung

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim ajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam acara musyawarah daerah (Musda) Ke-IX dan Seminar Ilmiah Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung, di hotel Emersia, Bandarlampung, Sabtu (28/9/2019).

“Dalam janji kerja kami, kesehatan menjadi prioritas kami sehingga derajat kesehatan Lampung bisa meningkat. Untuk meningkatkan hal tersebut dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari berbagai unsur. Untuk itu, saya mengajak IBI Lampung untuk berkolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” ujar Wakil Gubernur.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Wagub Chusnunia mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya Seminar ilmiah dan Musda ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Salah satu profesi yang benar-benar memberikan bukti, penuh pengabdian, pekerjaan yang penuh ibadah yaitu profesi dibidang kesehatan. Hal ini dikarenakan hasil yang didapat dari jasa yang diberikan, tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan,” jelas Wagub Chusnunia.

Ia menuturkan bahwa pekerjaan dibidang kesehatan merupakan pekerjaan yang langsung berkaitan dengan nyawa seseorang yang tidak bisa ditunda-tunda.

“Kalau pekerjaannya mengetik di komputer, Kalau belum selesai masih bisa dilanjutkan keesokan harinya. Tetapi kalau sudah berkaitan dengan kesehatan, apalagi sudah berurusan dengan nyawa, itu tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Lampung sudah banyak kemajuan dalam sektor kesehatan, salah satunya dengan melakukan berbagai langkah sehingga Lampung berhasil mengeluarkan stunting dari angka zona merah dan melewati angka kritis Nasional.

“Tentunya kita tidak dapat berpuas diri dengan keberhasilan ini. Derajat kesehatan Lampung harus terus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub Chusnunia mengajak IBI Provinsi Lampung untuk saling berkolaborasi, bersinergi bergandeng tangan dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Untuk memajukan derajat kesehatan Lampung, tentu kita harus berkolaborasi untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Diakhir sambutan, Wagub Chusnunia juga mengucapkan selamat ulang tahun Ke-68 untuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung, Riseni menjelaskan, bahwa Musda ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, dalam rangka memilih kepemimpinan IBI yang baru.

“Sebagai IBI Periode 2013-2018, kami menyadari bahwa apa yang telah kami capai saat ini belum dapat memuaskan anggota IBI Lampung. Namun, kami telah berupaya maksimal dalam menjalankan segenap program kerja kami,” jelasnya.

Riseni berharap agar kepengurusan yang akan datang dapat melaksanakan dan menjalan program kerja lebih baik lagi, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung.

“Semoga kepengurusan yang baru dapat menjalankan program yang lebih baik, dan juga melaksanakan program dari kepengurusan lama yang sekiranya masih layak untuk dijalankan, dalam rangka memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat Lampung,” jelasnya.

Riseni menuturkan bahwa menjadi pengurus organisasi profesi seperti IBI bukanlah pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan pengorbanan untuk kemajuan organisasi dan kesehatan di Provinsi Lampung.

“Pengurus IBI harus menjadi mampu menjadi partner baik bagi Pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” jelasnya.

Sumber

Wakil Gubernur Chusnunia Buka Diklat Kesekretariatan dan Jurnalistik LDII Lampung

Jejamo.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim membuka Diklat Kesekretariatan dan Jurnalistik DPW LDII di Gedung LDII Jalan Turi, Tanjungseneng, Bandar Lampung, hari ini, Sabtu, 28/9/2019.

Nunik, sapaan akrab Wakil Gubernur, datang bersama suaminya. Ia duduk di meja depan bersama pengurus teras LDII Lampung, di antaranya Ketua DPW LDII Lampung dr. Aditya dan Sekretaris Heri Sensustadi.

Peserta sudah sejak pagi bersiap di GSG yang terletak di depan SMPN 19 Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Nunik mengapresiasi program diklat ini. Nunik mengatakan, mengelola organisasi mesti rapi sehingga data menjadi sumber informasi bagi organisasi.

Selain itu, ia juga mengapresiasi adanya poin jurnalistik dalam diklat kali ini.

Dengan berlatih jurnalistik, setiap peserta akan mampu memproduksi rilis tentang kegiatan organisasi.

Diklat ini akan berlangsung sampai besok. Sejumlah pemateri akan menjadi narasumber dalam diklat kali ini. [Andi Apriyadi]

Sumber

Nunik Minta Femokrat Bantu Perjuangkan Isu Perempuan dan Anak di Lampung

Saibumi.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengajak komunitas perempuan dalam birokrasi (Femokrat) bersinergi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk memperjuangan hak dan isu perempuan, serta menjadikan Lampung Ramah Perempuan dan Anak.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik, sapaan akrabnya, saat membuka workshop “Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi (Femokrat) Provinsi Lampung dalam Memperjuangkan Kesehatan Perempuan Termasuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)” oleh Lembaga Advokasi Perempuan Damar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 24 September 2019.

Nunik mengatakan secara faktual, terdapat sejumlah isu yang dihadapi kaum perempuan, yakni pertama, di sektor kesehatan, kaum perempuan dihadapkan pada minimnya akses pelayanan kesehatan serta masih tingginya angka kematian ibu dan anak, serta alokasi APBD untuk kesehatan belum memadai.

Kedua, di sektor pendidikan, kaum perempuan dihadapkan pada rendahnya subsidi pendidikan, angka buta huruf yang masih tinggi. Ketiga, di sektor kemiskinan, perempuan dihadapkan kepada lapangan kerja yang kurang layak.

“Kemudian, keempat, perempuan dihadapkan pada kebijakan yang tidak ramah gender, serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum,” jelas Nunik.

Untuk itu, sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan, Pemprov akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.

“Di antaranya mengembangkan fasilitas dan ruang-ruang publik ramah perempuan dan anak. Merevitalisasi layanan-layanan kesehatan untuk perempuan dan anak. Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak, menyediakan ruang laktasi (ruang menyusui) di tempat kerja, instansi pemerintah dan swasta, dan ruang publik. Serta Memfasilitasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak dan memberikan insentif untuk kader-kader Posyandu,” papar Nunik.

Senada dengan Wagub, Siti Nurlaila, Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017 juga menyepakati saat ini ada lima masalah utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya di Lampung, yakni kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan kebijakan yang tidak ramah gender, serta lemahnya penegakan hukum.

“Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan komitmen para perempuan dalam birokrat menjadi seorang femokrat yang memperjuangkan hak dan isu-isu perempuan, khususnya kesehatan perempuan termasuk HKSR di Lampung,” ujar Siti. (*)

Sumber

Wagub Chusnunia Buka Workshop Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) ajak perempuan dalam Birokrasi (Femokrat) bersinergi bersama Pemprov Lampung untuk memperjuangan hak dan isu perempuan di Provinsi Lampung serta menjadikan Provinsi Lampung Ramah Perempuan dan Anak

Hal tersebut terungkap saat Wagub Nunik membuka Workshop Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi (FEMOKRAT) Provinsi Lampung dalam Memperjuangkan Kesehatan Perempuan termasuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Lampung oleh Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR di Hotel Emersia, Bandar Lampung pada selasa (24/9/2019).

Nunik mengatakan, secara faktual saat ini, terdapat sejumlah hal utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya Lampung, yakni Pertama, di sektor kesehatan, kaum perempuan dihadapkan pada minimnya akses pelayanan kesehatan serta masih tingginya angka kematian ibu dan anak, serta alokasi APBD untuk kesehatan belum memadai.

Baca Juga : 10 Oktober 2019, Presiden Jokowi Resmikan JTTS Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agun
Kedua di sektor pendidikan, kaum perempuan dihadapkan pada rendahnya subsidi pendidikan, angka buta huruf yang masih tinggi. Ketiga di sektor kemiskinan, perempuan dihadapkan kepada lapangan kerja yang kurang layak

“Kemudian, keempat, Perempuan dihadapkan kepada kebijakan Gender serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum,” jelas Nunik.

Untuk itu, kedepan Ia mengatakan sesuai dengan program kerja dan agenda yang telah ditetapkan yaitu Lampung Ramah Perempuan dan Anak, Pemerintah Provinsi Lampung akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.
Baca Juga : Gubernur Arinal Berharap Konferensi Tahunan Gereja Methodist Indonesia Berlangsung Sukses
“Diantaranya dengan mengembangkan fasilitas dan ruang-ruang publik ramah perempuan dan anak. Merevitalisasi layanan-layanan kesehatan untuk perempuan dan anak. Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak, menyediakan ruang laktasi di tempat kerja, kantor instansi pemerintah dan swasta, dan ruang publik. Serta Memfasilitasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak dan memberikan insentif untuk kader-kader Posyandu,” terang Nunik.

Sementara menurut Siti Nurlaila Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017, Secara faktual ada lima hal merupakan masalah utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya di Daerah Lampung, yakni Di sektor kesehatan, Di sektor pendidikan, Di sektor kemiskinan, Perempuan dihadapkan kepada kebijakan Gender serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum.

“Untuk itu Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan komitmen para perempuan dalam birokrat menjadi seorang femokrat yang memperjuangkan hak dan isu-isu perempuan, khususnya kesehatan perempuan termasuk HKSR di Lampung,” Ujarnya.

Sumber

Wagub Nunik Resmi Tutup FLS2 N

Bandarlampung Media merdeka.com– Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menutup secara resmi pagelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Ke-16 Tahun 2019, di Ballroom Hotel Novotel, Jum’at (20/9/2019) malam.

Penutupan FLS2N ini ditandai dengan pemukulan gamelan oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

Juara umum pada pagelaran FLS2N 2019 ini diraih oleh Provinsi DKI Jakarta yang berhasil mengumpulkan 8 medali emas dan 1 medali perunggu.

“Provinsi Lampung dinilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berhasil dan sangat sukses dalam menyelenggarakan FLS2N 2019. Untuk itu, saya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan membawa nama harum Provinsi Lampung,” jelas Wagub Chusnunia.

Wagub Chusnunia berharap FLS2N mampu menjadi ruang penempaan dan kreativitas dalam memajukan dan menguatkan seni dan budaya Indonesia. “Dalam kurun waktu 10 sampai 15 tahun mendatang, kalian adalah pemegang estafet pembangunan Indonesia untuk menuju Indonesia cemerlang. Dan melalui kegiatan FLS2N ini juga kedepan kalian yang akan membawa seni dan Budaya Indonesia menjadi lebih maju dan kuat, karena seni dan kebudayaan mampu menyatukan keragaman dan perbedaan,” jelas Wagub Chusnunia.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena telah mempercayai dan memilih Lampung untuk menjadi tuan rumah FLS2N 2019.

“Dan selamat kepada Pemerintah Sumatera Barat yang akan menjadi tuan rumah FLS2N selanjutnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Purwadi Sutanto, menyampaikan apresiasi setingginya kepada Provinsi Lampung yang telah berhasil dan sukses menyelenggarakan FLS2N dengan sangat baik dan sangat luar biasa.

“Terimakasih kepada Pemprov Lampung yang telah berhasil menyelenggarakan FLS2N ini dengan sangat baik. Penyelenggaraan FLS2N ini semuanya berjalan dengan baik mulai dari penyambutan, pembukaan, perlombaan hingga penutupan malam ini. Terimakasih dan apresiasi setingginya kepada Pemprov Lampung,” ujar Purwadi.

Ia berharap penyelenggaraan FLS2N ini mampu membawa Negeri ini menjadi duta seni yang hebat. “Indonesia adalah super powernya Seni, karena kita memiliki ribuan seni budaya. Tentunya Seni dan budaya ini harus dilestarikan dan dikembangkan. Dan adik-adik adalah duta seni Indonesia yang akan membawa maju seni budaya Indonesia, dan yang akan membawa Indonesia emas dan berjaya,” jelas Purwadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FLS2N tahun ini dilaksanakan pada tanggal 15-21 September 2019 berhasil menarik 5.742 partisipan yang terdiri dari 2.643 orang (peserta, juri, Official, pendamping, juri, panitia, dan fasilitator) dan 3.099 orang (peninjau).

“Partisipan terbanyak daerah Sumatera Barat dan Maluku. Banyaknya partisipan dari Sumatera Barat karena tahun depan FLS2N di Sumatera Barat, dan Partisipan Maluku melakukan studi banding di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Sulapakar menjelaskan FLS2N meliputi tiga jenjang. Pertama jenjang SMA memperlombakan vokal solo, tari kreasi, baca puisi, cipta puisi, gitar solo, desain poster, kriya, film pendek dan monolog. Kedua jenjang SMK memperlombakan menyanyi solo, tari tradisional, musik tradisional Daerah, solo gitar klasik, theater, fim pendek dan permainan tradisional. Dan untuk jenjang PKLK seperti menyanyi solo, menari, Pantomim, melukis, desain grafis dan MTQ.

Kesuksesan terselenggaranya FSL2N ini, jelas Sulpakar tak lepas dari dukungan dan support penuh dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

“Terimakasih Pak Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia atas support dalam penyelenggaraan FLS2N. dan terimakasih juga atas dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ujarnya. (Humas Pemprov)

Sumber

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia kunker ke SMA 3 lampung Utara

LAMPUNG, UTARA, BN-Dalam rangka kelas motivasi bagi siswa SMA dan SMK, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, M.Si., M.Kn., Ph.D., melakukan kunjungan kerja di SMAN 03 Lampung Utara. Kamis (19/09/2019).

Hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Bupati Lampung Utara, H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP., M.H., Wakil Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo, SE., M.M., Pj. Sekda Kabupaten Lampung Utara, para Asisten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Ketua MKKS SMA dan SMK Lampung utara, para Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan Negeri dan Swasta serta para siswa SMA dan SMK.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara menyampaikan selamat datang kepada Wakil Gubernur Lampung di lampung Utara.

“Semoga kehadiran ibu dapat memberi kesejukan dan setetes embun untuk Kabupaten Lampung utara.” Ucapnya.

Bupati juga menjelaskan pendidikan tidak terlepas dari tiga hal, yaitu sarana dan prasarana serta motivasi.

“Saya yakin, masalah motivasi, ibu Wakil Gubernur adalah ahlinya, karena melihat perjalanan ibu hingga sampai menjadi Wakil Gubernur sangatlah luar biasa.” Tegasnya.

Kepada para siswa baik SMA maupun SMK, bupati mengatakan bahwa masa muda adalah masa yang tidak akan terulang kembali, masa muda adalah masa yang indah, semua yang terjadi jangan dijadikan hambatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Jadilan orang yang mempunyai rasa optimis, jangan pesimis, ingat 50% keberhasilan terlahir dari rasa optimis, dan kepada para siswa belajarlah yang rajin agar dapat bisa mengharumkan nama baik Provinsi Lampung.” Tuturnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Agung mengajak kepada para siswa untuk dapat mendengarkan motivasi dari Wakil Gubernur Lampung dengan sebaik-baiknya agar dapat menjadi motivasi yang berguna untuk kehidupan sehari-hari dan saya doakan yang hadir disini dapat menjadi orang besar di Negri ini.” Pungkasnya.

Selanjutnya Wakil Gubernur Lampung menjelaskan bahwa karir yang telah diraihnya sampai saat ini adalah buah dari kesabarannya dalam mengenyam pendidikan. Selain itu, nunik, sapaan dekat Wakil Gubernur Lampung ini mengungkapkan selain belajar yang giat, kita juga harus selalu bersyukur, apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang menyediakan apa saja yang dibutuhkan oleh para siswa.

“Hidup harus mau capek, mau berkeringat demi menggapai cita-cita.” Ungkapnya.(eka Saputra)

Sumber