Nunik Ajak Fatayat NU Wujudkan Lampung Tertib, Aman dan Nyaman

Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menghadiri acara do’a bersama, pembacaan surat yasin fadhila dan bincang tuntas kamtibmas yang digelar PW Fatayat NU Provinsi Lampung, di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD & Dikmas) Lampung, di Bandar Lampung, Rabu, 15 Januari 2020.

Pada kesempatan itu Wagub berharap doa bersama ini mampu menjadikan Provinsi Lampung Berjaya, aman, nyaman dan ketertibannya senantiasa dapat terjaga. “Do’a bersama dan acara bincang kamtibmas ini diharapkan mampu menjadikan Provinsi Lampung Berjaya, menjadikan tempat aman, nyaman, dan ketertibannya senantiasa dapat terjaga,” ujar Chusnunia Chalim.

Wagub Chusnunia juga menyampaikan terimakasih kepada sahabat Fatayat NU karena senantiasa ikhtiar dan mendo’akan Lampung. “Tanpa do’a dari sahabat fatayat, kepemimpinan di Lampung tidak akan bisa lancar sampai saat ini,” ucap Wagub Chusnunia.

Wagub berharap kegiatan Fatayat NU Provinsi Lampung dapat lancar dan dipermudah, serta ide kreatif yang ada dapat diwujudkan. “Semoga sukses semua kegiatan Fatayat di Provinsi Lampung. Kami siap support dan selalu welcome. Karena negeri ini tetap membutuhkan perekat. Selama masih ada NU, NKRI harga mati,” harap Wagub.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fatayat NU Provinsi Lampung, Khalida menjelaskan bahwa kegiatan dan do’a bersama ini dihadiri PC Fatayat NU Kabupaten/Kota dan organisasi perempuan di Provinsi Lampung.

“Acara ini juga membahas terkait bencana alam yang terjadi baru-baru ini seperti di Tanggamus. Selain itu, juga membahas terkait peran perempuan terhadap lingkungan masyarakat,” ujar Khalida.

Setiaji Bintang Pamungkas
Sumber

Nunik Ajak Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Bandar Lampung (Lampost.co): Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengajak umat Kristiani terus menjaga kehidupan yang harmonis antarumat beragama dalam memaknai Perayaan Natal Oikoumene 2019 yang diselenggarakan di Gedung Yayasan Hakka Metta Sarana Telukbetung, Kamis, 9 Januari 2020.

Nunik mengingatkan pentingnya hidup damai, rukun, dan penuh kasih sayang antara satu dengan yang lain.

“Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan, sehingga Lampung senantiasa dalam kondisi aman, damai, kondusif, dan sejuk. Sehingga bisa menjadi rumah yang nyaman untuk kita tinggali sampai dengan anak cucu nanti,” ujar Nunik.

Nunik mengatakan perayaan Natal dapat dijadikan sebagai sarana untuk merefleksikan hubungan yang harmonis dan lebih baik lagi antarumat beragama di wilayah Provinsi Lampung yang heterogen dan plural.

“Dengan semakin meningkatnya kualitas hubungan antarumat beragama, maka diharapkan akan tercipta pula kondisi yang kondusif dan lebih baik di Provinsi Lampung,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nunik meminta dukungan semua umat beragama termasuk Kristiani untuk menjaga kelestarian alam.

“Mari bersama sayangi alam semesta ini, khususnya Bumi Lampung. Lakukan yang membuat alam kita lestari, termasuk menanam pohon. Kita menjaga alam maka alam akan menyayangi kita juga, jaga kebersihan, gunakan peralatan yang tidak menambah sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono mengatakan dengan perayaan Natal, menciptakan persaudaraan sejati bersama dengan semua anak bangsa Indonesia.

“Dengan perayaan Natal ini mari kita merayakan ke Indonesiaan, kita berbeda tapi satu,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Pelaksana Romo Roy mengatakan dalam Perayaan Natal Oikoumene 2019 telah dilakukan berbagai kegiatan yakni bakti sosial seperti cek kesehatan gratis bagi 168 anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak, di Masgar Tegineneng.

Romo Roy mengatakan perayaan Natal ini merupakan kontribusi dan wujud komitmen umat Kristiani Lampung yang mendukung program pemerintah menjadikan Lampung yang aman, nyaman, damai, sejuk, dan berjaya.

Adi Sunaryo
Sumber

Wagub Chusnunia Chalim dorong kontribusi perempuan di birokrasi

Bandarlampung (ANTARA) – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong perempuan untuk terus berperan dan berkontribusi secara aktif dalam birokrasi pemerintahan.

“Saya menilai kedudukan perempuan saat ini masih termarjinalkan dalam birokrasi maupun lembaga-lembaga swasta,” kata Nunik, pada acara Sarasehan Perempuan Birokrasi (Femokrat) bertemakan “Penguatan Peran dan Kontribusi Perempuan Birokrat”, di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Jumat.

Pada acara yang juga dihadiri anggota DPD RI Dapil Lampung Jihan Nurlela dan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Diah Srikanti, Nunik mendorong perempuan meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri mampu bekerja dan berprestasi jika diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki.

Tak hanya itu, katanya pula, dari sisi eksternalnya berharap pemerintah menyediakan aturan dan fasilitas yang lebih ramah terhadap perempuan.

“Saya mengusulkan ke Bappeda agar ada tempat pengasuhan penitipan anak secara gratis, sehingga perempuan yang bekerja di Provinsi Lampung terutama yang di pemda ini bisa terkurangi bebannya. Saya juga ingin membuat grup atau jejaring untuk memberikan perubahan untuk perempuan,” ujar Nunik.

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Diah Srikanti pada acara ini berbagi persoalan tentang beban yang dirasakan oleh kaum perempuan dalam bekerja.

“Salah satunya memikirkan soal pekerjaan dan persoalan keluarga,” ujarnya.

Senator Lampung Jihan Nurlela pada kesempatan itu mengatakan dirinya akan membawa aspirasi kaum perempuan untuk menambah peluang perempuan di dunia birokrasi.

“Tidak hanya berpeluang 30 persen saja,” ujarnya pula.

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Sumber

Terima Kunjungan Panitia Natal Oikumene 2019, Wagub Chusnunia Minta Tingkatkan Kerukunan dan Hindari Konflik SARA

Newslampungterkini.com, Bandar lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menerima audiensi Panitia Natal Oikumene Provinsi Lampung tahun 2019 di Ruang Rapat Wakil Gubernur Lampung, Jumat (20/12/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub Nunik menyampaikan pentingnya meningkatkan kerukunan umat beragama agar terhindar dari segala macam bentuk konflik Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Pemerintah Provinsi Lampung meminta seluruh umat beragama memupuk kembali semangat persatuan dan kerukunan antarumat beragama agar hidup secara damai dan berdampingan, saling menghargai, menghormati, dan bertoleransi dalam kehidupan sosial keagamaan,” ujar Nunik.

Nunik berharap seluruh elemen lintas agama dapat bersinergi dengan memberikan dukungan kepada Pemprov dalam menjalankan program-program Lampung Berjaya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Natal Oikumene, Romo Roy melaporkan kesiapan panitia dan perkembangan dalam menghadapi perayaan Natal Oikumene Provinsi Lampung tahun 2019.

Adapun tema Natal tahun ini diambil dari tema Natal nasional yaitu, Jadilah sahabat bagi semua Orang. “Karena kami merupakan bagian dari masyarakat Lampung yang ingin memberikan kontribusi yang positif untuk membuat Lampung yang aman, damai, sejuk, dan jaya dengan menawarkan aktifitas-aktifitas yang bersifat rohani,” ujar Romo Roy.

Untuk itu, pada tanggal 9 Januari 2020 Romo Roy mengundang Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim untuk hadir dalam acara seremonial serta mengajak lintas agama dan lintas suku untuk mengadakan selebrasi kebhinekaan.

“Tujuan kami untuk mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk hadir dalam acara seremonial. Kami akan mengajak lintas agama dan lintas suku untuk mengadakan selebrasi kebhinekaan. Karena sekarang saatnya kita untuk bersinergi merapatkan barisan guna mewujudkan Lampung Berjaya,” kata Romo Roy.

Sumber

Indonesia Harus Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

jpnn.com, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar seminar bertema Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045, Rabu (18/12). Seminar di Auditorium Adhitama, Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu menampilkan sejumlah tokoh muda dari kalangan perempuan.

Pembicata dalam seminar itu adalah Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Bupati Jember dr. Faida, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan peneliti LIPI Adriana Elisabeth.

Ketua PWI Atal S Depari saat menyampaikan kata sambutan pada seminar itu menyatakan, Indonesia pada 2045 bakal memiliki bonus demografi. Menurutnya, harus ada persiapan untuk menghadapi kondisi itu.

“Periode 100 tahun (usia Indonesia) tinggal 26 tahun lagi dan itu bukan waktu yang lama. Kalau 2045 disebut akan ada bonus demografi, itu harus dipersiapkan agar yang dikhawatirkan yakni jeblok tidak terjadi,” kata Atal.

Wartawan senior itu menambahkan, pemimpin di Indonesia tidak perlu takut bermimpi akan masa mendatang. Menurut dia, mimpi merupakan langkah awal untuk memajukan Indonesia.

“Kenapa bermimpi? Karena semua yang ada di dunia diawali dengan mimpi. Jadi, jangan takut bermimpi,” ucap dia.

Sementara Chusnunia dalam paparannya menyoroti dua faktor penting dalam rangka menyongsong 100 tahun Indonesia. Kedua faktor itu yakni pendidikan dan kesehatan.

“Yang paling prioritas pasti pendidikan dan kesehatan. Bagaimana menyiapkan generasi yang siap beradaptasi dengan semua bidang pasti dimulai kesehatan yang harus kuat,” kata Chusnunia.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, Indonesia pada 2045 sudah memasuki era teknologi modern. Chunsnunia menegaskan, kesehatan setiap rakyat Indonesia pada masa modern harus makin terjamin

“Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah kematian ibu dan balita, ini masih tinggi. Bagaimana kita menghadapi tahun 2045 ini kuat kalau pekerjaan rumah masih berat seperti itu?” ujar Chusnunia.

Lebih lanjut Chusnunia mengatakan, pendidikan harus menjangkau perdesaan. “Pastikan akses pendidikan ke desa, karena kalau ke kota pendidikan itu mahal, ada tambahan kehidupan yang mahal,” tutur Chusnunia.(mg10/jpnn)

Sumber

Program Unggulan Lampung untuk Generasi Emas Indonesia

Lampung77.com – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendukung pembangunan generasi emas Indonesia. Ada 8 program unggulan Lampung yang disebut Nunik menjadi prioritas untuk mewujudkan hal tersebut.

“Setidaknya, Lampung memiliki delapan program unggulan yang akan menjadi prioritas guna mewujudkan pembangunan generasi emas ini,” kata Nunik,” saat menjadi pembicara pada Seminar PWI Pusat 100 Tahun Indonesia Jilid II “Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045” di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Nunik kemudian memaparkan program-program tersebut. Diantaranya, Kartu Petani Berjaya yang akan dimanfaatkan petani dan keluarganya serta penguatan ketahanan pangan di semua sektor pertanian.

Kemudian, Smart School. Pogram ini, kata Nunik, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Provinsi Lampung.

“Kami juga tidak melupakan revitalisasi SMK atau sekolah menengah kejuruan karena akan mengintegritaskan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Selain itu, ada pula program Lampung ramah perempuan dan anak serta anak muda berjaya. “Program ini guna mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter tangguh, karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas,” jelasnya.

Menurut Nunik pemuda harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kemimpinan, kewirausahaan, dan kepoloporan yang mumpuni. Pemuda juga harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Dia mengharapkan program-program itu mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung, sehingga dapat menuju “Rakyat Lampung Berjaya” dan menuju Generasi Indonesia Emas.

“Pemerintah tentunya ikut bertanggung jawab dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia. Upaya yang dilakukan adalah pembinaan generasi muda sejak dini,” ujar mantan Bupati Lampung Timur, tersebut.

Nunik juga menegaskan bahwa Lampung memiliki tekad kuat dalam mewujudkan pemberantasan peredaran gelap narkoba. “Pembinaan pemuda tidak akan berlanjut apabila wilayah kita tidak terbebas dari hal itu,” kata dia.

Selain itu, ia juga menegaskan soal pentingnya pelaksanaan program Lampung Sehat demi mewujudkan Smart Village.

Dia menambahkan, pada era industri 4.0 akan terjadi kondisi transisi revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup, bekerja, dan relasi organisasi dalam berhubungan satu sama lain.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melakukan transformasi. Transformasi menjadi kata kunci yang harus terus diupayakan sebagai instrumen bagi aparat pemerintah agar responsif terhadap perubahan,” pungkasnya.

(Rls/Yar/AD-L2)

Sumber

Wagub Lampung Minta GMNI Ambil Peran Berantas Radikalisme di Kampus

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) meminta aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI ) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberantas radikalisme di kampus.

Hal itu diungkapkan Wagub Nunik saat menerima audiensi aktivis mahasiswa GMNI, di Ruang Wakil Gubenur, Selasa (19/11/2019).

“Bantu aku juga untuk masuk ke kampus kampus. Radikalisme di kampus sangat tinggi. Maka dari itu kita perlu berkolaborasi untuk melawan radikalisme di kampus. Kalo perlu kita adakan workshop khusus idealisme bangsa ini. Maka dari itu saya minta bantuan kepada kawan dari HMI dan GMNI untuk turun tangan,” ujar Nunik.

Nunik meminta mahasiswa GMNI bergandengan tangan menangkal radikalisme agar bangsa ini lebih bersatu, “Maksimalkan kolaborasi, aku mungkin sangat subyektif tapi kepercayaanku kepada organ ekstra kampus itu sangat tinggi, karena itu ditempa dengan sistem sistem kaderisasi yang matang dan panjang, sehingga tidak terjadinya radikalisme,” ujarnya.

Tidak hanya tentang radialisme, Wagub Nunik juga mengatakan bahwa dirinya bersedia membantu mahasiswa GMNI untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan yang akan dilakukan oleh GMNI.

Nunik menginginkan organisasi Cipayung (Organisasi Mahasiswa) ini agar lebih maju lagi dan dikenal banyak oleh masyarakat Lampung.

Pada kesempatan ini, Ketua GMNI Lampung Rahmatullah menjelaskan tugas tugas GMNI yaitu kaderisasi dan membahas situasi yang ada di Pemda Provinsi Lampung.

Rahmatullah juga meminta masukan Wagub Nunik terkait Kongres yang akan digelar organisasi itu.

“Kami meminta masukan terkait kongres dan mohon untuk supportnya,” ujar Rahmatullah.

Rahamtullah juga bersedia membantu Wagub Nunik untuk memberantas radikalisme yang ada di kampus kampus di Lampung dengan cara bergandeng tangan dan saling bersinergi untuk meredam penyebaran bibit – bibit radikalisme.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Gubernur Arinal dan Wagub Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung

Newslampungterkini.com, Mesuji – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 189.2 Km.

Peresmian dilaksanakan di depan Gerbang Tol Simpang Pematang KM 239, Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, pada hari Jum’at (15/11/2019).

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung oleh Presiden Jokowi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengungkapkan jalan tol tersebut adalah jalan tol terpanjang yang pernah diresmikannya.

“Saya mendapatkan informasi bahwa dari Lampung ke Palembang sebelumnya mencapai waktu 8-10 jam, dan dengan adanya jalan tol ini menjadi 3 jam. Inilah yang dinamakan kecepatan dan efisiensi waktu. Dan dengan tersambungnya Terbanggi Besar-Kayu Agung, kita harapkan dapat tersambung lagi dari Kayu Agung-Palembang dan Palembang-Betung,” jelas Presiden Jokowi.

Jalan tol ini, menurut Presiden Jokowi, akan menciptakan titik titik pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan jaringan logistik yang lebih baik, memberikan fasilitas kepada sentra produksi yang ada seperti sawit, karet, ikan, dan lainnya.

“Kemudian menciptakan lapangan kerja dalam pengerjaan jalan tol, membangun peradaban bangsa, dan paling utama adalah terkait keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Presiden, pembangunan jalan tol ini bukan hanya untuk Pulau Jawa saja, tetapi juga pulau Sumatera dari Lampung sampai ke Aceh sepanjang 2974 Km yang ditargetkan selesai ditahun 2024.

“Dan dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung saya nyatakan diresmikan,” ujar Presiden Jokowi saat meresmikan jalan tol tersebut.

Peresmian jalan tol ini juga mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia, yaitu sepanjang 189,2 Km.

Peresmian jalan tol ini merupakan yang kedua dilakukan Presiden. Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung itu sendiri terbagi menjadi dua seksi yaitu seksi pertama ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang dengan panjang 112 km dan seksi kedua ruas Pematang Panggang-Kayu Agung mencapai 77 km.

Dengan adanya peresmian ini, maka Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung ruas Bakauheni-Pematang Panggang sepanjang 252 Km telah selesai sepenuhnya.

Pembangunan Jalan Tol ini, menurut Gubernur Arinal, sangat berarti untuk meningkatkan kelancaran transportasi dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya guna menjamin sistem logistik nasional, menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengoptimalkan pengembangan sektor Pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera, serta meningkatkan konektivitas antar wilayah.

“Jalan Tol Trans Sumatera ini akan mendukung berbagai sektor di Provinsi Lampung, termasuk rencana pengembangan Kawasan Bakauheni menjadi Kawasan Pariwisata Terpadu dengan bekerjasama dengan ASDP, Hutama Karya, dan ITDC,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengungkapkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu yang menjadi prioritas dalam mewujudkan visi Rakyat Lampung Berjaya.

“Pembangunan infrastruktur ini menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam menghubungkan atau mengkonektivitaskan antar wilayah guna mendukung kebijakan suatu daerah, seperti pariwisata, industri. dan sektor lainnya,” jelasnya.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Ajak Masyarakat Cintai Kopi

Lampung Geh, Bandar Lampung – Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ajak masyarakat Lampung mencintai kopi robusta asli Lampung.

Festival Kopi Lampung 2019 resmi dibuka hari ini, Rabu (6/11) malam di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. Acara ini akan berlangsung dari 6-9 November 2019. Dengan mengangkat tema Woman and Coffee sebagai apresiasi kepada wanita Lampung yang juga turut serta dalam memajukan industri kopi di Lampung. Acara ini juga digelar dalam rangka mengangkat produk kopi Lampung.

Acara Festival Kopi Lampung 2019 turut dihadiri Anggota DPR RI, DPD RI, Dirjen Perindustrian, Forkopimda, serta bupati dan walikota se-Provinsi Lampung. Selain itu, dalam rangka mengedukasi generasi muda, juga turut hadir 40 generasi milenial kopi yang telah mengikuti seminar dan pelatihan yang nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kopi di Lampung.

Dalam laporannya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan bahwa acara ini digelar untuk lebih mencintai kopi robusta Lampung, meningkatkan mutu brand dan image industri kopi Lampung.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengajak masyarakat Lampung untuk lebih mencintai Kopi Lampung dengan meningkatkan industri dan kreasi hasil olahan Kopi Lampung.

“Lampung adalah salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Dan Indonesia sekarang menempati posisi keempat sebagai pemasok kopi dunia. Maka melalui Festival kopi ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kopi robusta, serta mempromosikan kopi untuk kesehatan dan kecantikan bagi kaum wanita,” kata Arinal.

Dalam Festival Kopi Lampung 2019 juga diberikan penghargaan kepada empat orang wanita sebagai apresiasi wanita kopi. Empat wanita tersebut yakni Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Terinspiratif, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim disematkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Berdedikasi, Tri Sartika Rini sebagai generasi muda yang telah mengharumkan nama Lampung sebagai Juara 1 Duta Kopi Indonesia 2019, serta Ibu Nurma selaku petani kopi dari Lampung Barat.

Selain itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim juga sempat melakukan battle brewing di areal Kampung Kopi, Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. (*)

Wagub Chusnunia Ajak Bangkitkan Lagi Permainan Tradisonal di Era Digitalisasi

Newslampungterkini.com, Pringsewu – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak bertepatan dengan Hari Anak Internasional dan Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas”, di MTs Negeri 2 Pringsewu, Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Kamis (7/11/2019).

Pada kesempatan itu, Nunik minta permainan anak tradisional kembali dibangkitkan pada era digitalisasi saat ini.

“Lakukan permainan yang membuat badan kita bergerak yakni permainan tradisional biar kita sehat, kalau mau sehat maka pola hidupnya harus sehat,” ujar Wagub Nunik dalam kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia dan seluruh dunia itu.

Saat memasuki area sekolah, Wagub Nunik disambut dengan permainan anak tradisional. Wagub Nunik menunjukkan kebolehannya memainkan permainan tradisional bola bekel.

Pada kegiatan itu, Wagub Nunik bersama Bupati Pringsewu Sujadi Saddat, pihak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan stakeholder terkait lainnya melakukan penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak.

Nunik mengatakan permainan tradisional selain mengasah otak dan ketangkasan anak, permainan tradisional juga membuat anak melakukan kegiatan gerak fisik yang membuatnya sehat.

Menurutnya, permainan tradisional ini agar budaya Indonesia tidak tergerus dengan berkembangnya zaman, karena anak-anak pada era saat ini lebih cenderung disibukkan dengan bermain gadget.

Terkait dengan sekolah ramah anak, Nunik menyebutkan hal ini menjadi penting agar sekolah benar-benar menjadi ruang dari tempat anak-anak mendapatkan pendidikan namun tidak menghilangkan karakter anak.

“Sekolah ramah anak mewujudkan para anak senang, gurunya senang dan orang tua bahagia. Berharap seluruh sekolah di Provinsi Lampung semakin banyak lagi sekolah ramah anak,” katanya.

Nunik mengajak peran serta guru dan orang tua agar mendukung anak untuk berkreasi sesuai minat bakatnya.

“Anak tidak boleh ditekan dan dipaksa untuk menjadi apa pun, pokoknya anak dibebaskan untuk berkreasi. Kita sebagai orang tua wajib mendukung tumbuh kembang anak sehingga anak mencapai apa yang diinginkan, kita hanya menjaga agar anak-anak tidak terkena hal yang negatif,” katanya.

Pada acara itu, Nunik juga mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik salah satunya dengan membawa sendiri botor air minum (Tumbler) kesekolah. Ada yang menarik pada tumbler yang dibawa oleh para siswa, dimana para siswa menggunakan tumbler yang terbuat dari bambu.

Pada akhir arahannya, Wagub Nunik memberikan motivasi kepada siswa agar dari manapun asalnya, jangan putus semangat untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita.

“Saya tidak terbayang jadi Wakil Gubernur Lampung karena saya orang kampung, namun yang ingin saya bagi adalah dengan keinginan yang kuat dan ikhtiar, insyaallah semua hal memungkinkan untuk kita capai. Kalau punya harapan, cita-cita dan keinginan harus giat belajar agar masa depannya cerah, mau jadi apa pun bisa asalkan giat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elvi Hendrani mengatakan belajar diluar kelas dilakukan bukan tanpa alasan.

“Belajar di luar kelas bukan tanpa adanya pengetahuan yang bisa didapatkan, kita bisa mendapat banyak pembelajaran seperti tadi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang artinya mencintai negeri ini, lalu belajar tentang kebersihan, sarapan sehat dan belajar mencintai lingkungan,” ujar Elvi.

Selain itu, Elvi menyebutkan bahwa kegiatan ini juga untuk memberikan pembelajaran dengan metode kegembiraan untuk anak-anak.

“Bapak Presiden melalui arahannya di tahun 2017 di mana Indonesia pertama kali mengikuti sehari belajar diluar kelas bersama dengan 120 negara lainnya dan tahun ini pasti lebih banyak lagi negara yang ikut karena ini serentak dilakukan diseluruh dunia. Intinya hari ini kami ingin kalian gembira dengan belajar dan mendapatkan ilmu banyak diluar kelas,” katanya.

Elvi menuturkan bahwa Presiden juga menginginkan 60 persen kegiatan belajar dilakukan secara bergembira diluar kelas.

“Jadi anak-anak kita belajar lebih gembira diluar kelas tidak selalu didalam kelas. Saya berharap hari ini kalian bisa bergembira,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Theresia Sormin mengatakan proses pembelajaran yang disatukan diluar kelas memiliki arti yang penting untuk perkembangan siswa.

“Karena proses pembelajaran demikian dapat memberikan pengalaman Iangsung, karena materi pembelajaran akan semakin konkret dan nyata yang berarti proses pembelajaran akan semakin bermakna,” ujar Theresia.

Theresia menyebutkan Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pringsewu di MTs 2 Pekon Suka Mulya Kecamatan Banyumas menjadi salah satu dari tujuh Provinsi yang secara simbolik melakukan pelaksanaan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas.

Theresia berharap dengan kegiatan tersebut dapat tercipta persamaan visi dan misi untuk bersama-sama memenuhi seluruh hak anak.

“Mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi. Semua pelayanan publik yang berkaitan dengan anak mesti memberikan pelayanan yang ramah anak, sehingga anak-anak yang menerima pelayanan tersebut merasa aman, nyaman dan gembira,” ujarnya.

Serangkaian agenda juga telah disiapkan dan selaras dengan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas diseluruh Indonesia. Diantaranya seperti, seluruh siswa melakukan sarapan bersama, para siswa diajarkan untuk mencuci tangan dan juga berdoa baik sebelum maupun sesudah makan.

Kemudian, para siswa melakukan pemeriksaan lingkungan untuk memastikan tidak ada benda yang dapat membahayakan siswa dan dilakukan simulasi evakuasi bencana. Ada juga yel-yel sekolah ramah anak, sekolah sehat dan yel-yel gerakan mengurangi sampah plastik dengan penggunaan tumbler.

Selanjutnya, para siswa diajak membaca buku diluar kelas serta dilaksanakan juga senam germas dan pelantikan tim sekolah ramah anak.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber