Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Ajak Masyarakat Cintai Kopi

Lampung Geh, Bandar Lampung – Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ajak masyarakat Lampung mencintai kopi robusta asli Lampung.

Festival Kopi Lampung 2019 resmi dibuka hari ini, Rabu (6/11) malam di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. Acara ini akan berlangsung dari 6-9 November 2019. Dengan mengangkat tema Woman and Coffee sebagai apresiasi kepada wanita Lampung yang juga turut serta dalam memajukan industri kopi di Lampung. Acara ini juga digelar dalam rangka mengangkat produk kopi Lampung.

Acara Festival Kopi Lampung 2019 turut dihadiri Anggota DPR RI, DPD RI, Dirjen Perindustrian, Forkopimda, serta bupati dan walikota se-Provinsi Lampung. Selain itu, dalam rangka mengedukasi generasi muda, juga turut hadir 40 generasi milenial kopi yang telah mengikuti seminar dan pelatihan yang nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kopi di Lampung.

Dalam laporannya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan bahwa acara ini digelar untuk lebih mencintai kopi robusta Lampung, meningkatkan mutu brand dan image industri kopi Lampung.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengajak masyarakat Lampung untuk lebih mencintai Kopi Lampung dengan meningkatkan industri dan kreasi hasil olahan Kopi Lampung.

“Lampung adalah salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Dan Indonesia sekarang menempati posisi keempat sebagai pemasok kopi dunia. Maka melalui Festival kopi ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kopi robusta, serta mempromosikan kopi untuk kesehatan dan kecantikan bagi kaum wanita,” kata Arinal.

Dalam Festival Kopi Lampung 2019 juga diberikan penghargaan kepada empat orang wanita sebagai apresiasi wanita kopi. Empat wanita tersebut yakni Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Terinspiratif, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim disematkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Berdedikasi, Tri Sartika Rini sebagai generasi muda yang telah mengharumkan nama Lampung sebagai Juara 1 Duta Kopi Indonesia 2019, serta Ibu Nurma selaku petani kopi dari Lampung Barat.

Selain itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim juga sempat melakukan battle brewing di areal Kampung Kopi, Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. (*)

Wagub Chusnunia Ajak Bangkitkan Lagi Permainan Tradisonal di Era Digitalisasi

Newslampungterkini.com, Pringsewu – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak bertepatan dengan Hari Anak Internasional dan Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas”, di MTs Negeri 2 Pringsewu, Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Kamis (7/11/2019).

Pada kesempatan itu, Nunik minta permainan anak tradisional kembali dibangkitkan pada era digitalisasi saat ini.

“Lakukan permainan yang membuat badan kita bergerak yakni permainan tradisional biar kita sehat, kalau mau sehat maka pola hidupnya harus sehat,” ujar Wagub Nunik dalam kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia dan seluruh dunia itu.

Saat memasuki area sekolah, Wagub Nunik disambut dengan permainan anak tradisional. Wagub Nunik menunjukkan kebolehannya memainkan permainan tradisional bola bekel.

Pada kegiatan itu, Wagub Nunik bersama Bupati Pringsewu Sujadi Saddat, pihak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan stakeholder terkait lainnya melakukan penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak.

Nunik mengatakan permainan tradisional selain mengasah otak dan ketangkasan anak, permainan tradisional juga membuat anak melakukan kegiatan gerak fisik yang membuatnya sehat.

Menurutnya, permainan tradisional ini agar budaya Indonesia tidak tergerus dengan berkembangnya zaman, karena anak-anak pada era saat ini lebih cenderung disibukkan dengan bermain gadget.

Terkait dengan sekolah ramah anak, Nunik menyebutkan hal ini menjadi penting agar sekolah benar-benar menjadi ruang dari tempat anak-anak mendapatkan pendidikan namun tidak menghilangkan karakter anak.

“Sekolah ramah anak mewujudkan para anak senang, gurunya senang dan orang tua bahagia. Berharap seluruh sekolah di Provinsi Lampung semakin banyak lagi sekolah ramah anak,” katanya.

Nunik mengajak peran serta guru dan orang tua agar mendukung anak untuk berkreasi sesuai minat bakatnya.

“Anak tidak boleh ditekan dan dipaksa untuk menjadi apa pun, pokoknya anak dibebaskan untuk berkreasi. Kita sebagai orang tua wajib mendukung tumbuh kembang anak sehingga anak mencapai apa yang diinginkan, kita hanya menjaga agar anak-anak tidak terkena hal yang negatif,” katanya.

Pada acara itu, Nunik juga mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik salah satunya dengan membawa sendiri botor air minum (Tumbler) kesekolah. Ada yang menarik pada tumbler yang dibawa oleh para siswa, dimana para siswa menggunakan tumbler yang terbuat dari bambu.

Pada akhir arahannya, Wagub Nunik memberikan motivasi kepada siswa agar dari manapun asalnya, jangan putus semangat untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita.

“Saya tidak terbayang jadi Wakil Gubernur Lampung karena saya orang kampung, namun yang ingin saya bagi adalah dengan keinginan yang kuat dan ikhtiar, insyaallah semua hal memungkinkan untuk kita capai. Kalau punya harapan, cita-cita dan keinginan harus giat belajar agar masa depannya cerah, mau jadi apa pun bisa asalkan giat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elvi Hendrani mengatakan belajar diluar kelas dilakukan bukan tanpa alasan.

“Belajar di luar kelas bukan tanpa adanya pengetahuan yang bisa didapatkan, kita bisa mendapat banyak pembelajaran seperti tadi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang artinya mencintai negeri ini, lalu belajar tentang kebersihan, sarapan sehat dan belajar mencintai lingkungan,” ujar Elvi.

Selain itu, Elvi menyebutkan bahwa kegiatan ini juga untuk memberikan pembelajaran dengan metode kegembiraan untuk anak-anak.

“Bapak Presiden melalui arahannya di tahun 2017 di mana Indonesia pertama kali mengikuti sehari belajar diluar kelas bersama dengan 120 negara lainnya dan tahun ini pasti lebih banyak lagi negara yang ikut karena ini serentak dilakukan diseluruh dunia. Intinya hari ini kami ingin kalian gembira dengan belajar dan mendapatkan ilmu banyak diluar kelas,” katanya.

Elvi menuturkan bahwa Presiden juga menginginkan 60 persen kegiatan belajar dilakukan secara bergembira diluar kelas.

“Jadi anak-anak kita belajar lebih gembira diluar kelas tidak selalu didalam kelas. Saya berharap hari ini kalian bisa bergembira,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Theresia Sormin mengatakan proses pembelajaran yang disatukan diluar kelas memiliki arti yang penting untuk perkembangan siswa.

“Karena proses pembelajaran demikian dapat memberikan pengalaman Iangsung, karena materi pembelajaran akan semakin konkret dan nyata yang berarti proses pembelajaran akan semakin bermakna,” ujar Theresia.

Theresia menyebutkan Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pringsewu di MTs 2 Pekon Suka Mulya Kecamatan Banyumas menjadi salah satu dari tujuh Provinsi yang secara simbolik melakukan pelaksanaan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas.

Theresia berharap dengan kegiatan tersebut dapat tercipta persamaan visi dan misi untuk bersama-sama memenuhi seluruh hak anak.

“Mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi. Semua pelayanan publik yang berkaitan dengan anak mesti memberikan pelayanan yang ramah anak, sehingga anak-anak yang menerima pelayanan tersebut merasa aman, nyaman dan gembira,” ujarnya.

Serangkaian agenda juga telah disiapkan dan selaras dengan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas diseluruh Indonesia. Diantaranya seperti, seluruh siswa melakukan sarapan bersama, para siswa diajarkan untuk mencuci tangan dan juga berdoa baik sebelum maupun sesudah makan.

Kemudian, para siswa melakukan pemeriksaan lingkungan untuk memastikan tidak ada benda yang dapat membahayakan siswa dan dilakukan simulasi evakuasi bencana. Ada juga yel-yel sekolah ramah anak, sekolah sehat dan yel-yel gerakan mengurangi sampah plastik dengan penggunaan tumbler.

Selanjutnya, para siswa diajak membaca buku diluar kelas serta dilaksanakan juga senam germas dan pelantikan tim sekolah ramah anak.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Wagub Chusnunia: Hari Santri Nasional Pemacu Perjuangan Bangsa

Newslampungterkini.com, Tanggamus – Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia (Nunik) minta peringatan Hari Santri Nasional dapat dijadikan sebagai pemacu semangat dalam memperjuangkan dan mengabdikan diri kepada bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik saat menghadiri Pengajian Akbar Hari Santri Nasional Tahun 2019, di Lapangan 17 Landbaw, Kecamatan Gisting, Tanggamus, Minggu (27/10/2019).

Pengajian Akbar ini menghadirkan KH Manarul Hidayat yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Almanar Azhari Islamic Boarding School sebagai pengisi tausiah.

“Selamat hari santri untuk kita semua, semoga semakin menjadikan kita lebih semangat lagi untuk memperjuangkan dan mengabdi terus kepada bangsa ini agar bangsa ini lebih maju,” ujar Wagub Nunik.

Nunik mengatakan kehadiran pesantren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk generasi penerus bangsa berbekal akhlak, iman dan taqwa.

“Yang jelas dahulu sebelum ada sekolah negeri dan lembaga formal lainnya, pesantren lebih dahulu hadir untuk mendidik rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Nunik, peringatan Hari Santri ini harus juga diikuti dengan upaya konkrit yakni dengan memperjuangkan kemajuan pondok pesantren dan juga Nahdlatul Ulama (NU).

“Hari Santri seharusnya setiap hari kita memperingatinya dengan konkrit, terutama yang duduk di pemerintahan. Saya minta kepada para pejabat yang lahir dari pesantren, untuk konkrit memperjuangkan pesantren dan juga bantuan untuk NU diseluruh Kabupaten/Kota. Dari Provinsi kita juga akan bantu seperti ziarah wali songo dan bantuan untuk pesantren,” ujarnya.

Selain itu, Nunik juga menyebutkan akan perjuangkan Peraturan Daerah tentang pesantren sebagai tindaklanjut dari Undang-Undang Pesantren.

Pada kesempatan itu, Wagub Nunik mensosialisasikan call centre Pemerintah Provinsi Lampung di 08117905000 untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya.

“Ada usulan apa dengan saya dan Bapak Gubernur silahkan menghubungi call center. Pelayanan publik harus benar-benar menyenangkan hati rakyat, tidak boleh ada pungli dan tidak boleh ada pelayanan yang rumit,” katanya.

Dalam kutipan tausiahnya, KH Manarul Hidayat mengatakan di Hari Santri ini para santri harus melanjutkan perjuangan dan mempertahankan NKRI serta melanjutkan perjuangan pendiri NU.

“Mari kita mendoakan Lampung dan Indonesia selalu aman dan damai,” ujar KH Manarul.

Pada peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019, PCNU Tanggamus telah melakukan serangkaian kegiatan dan perlombaan.

Diantaranya kegiatan Upacara Hari Santri, Ziarah Makam Ulama dan Tokoh NU, Pelatihan Praktisi Ruqyah, Donor Darah dan lainnya.

Lalu pelaksanaan perlombaan tingkat MTs dan MA yakni lomba Qiro’atul lomba Kutub, lomba Hadroh, lomba Da’i, lomba Mars dan lomba Menggambar Tokoh NU. Selain itu, diselenggarakan juga lomba Rebana.

(Dms/Hmsprov)
Sumber

Wakil Gubernur Chusnunia dan Bupati Dewi Handajani Hadiri Peringatan Hari Santri di Tanggamus

ejamo.com, Tanggamus – PCNU Kabupaten Tanggamus menggelar Pengajian Akbar di Lapangan Pekon Lansbaw, Kecamatan Gisting, Minggu (27/10/19). Ini diadakan untuk memeriahkan Hari Santri.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Chusnunia Chalim, Bupati Tanggamus Dewi Handajani,
Ketua PWNU Provinsi Lampung KH. Moh. Mukri, KH. Marzuki Amin, KH. Rois, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan,
Forkopimda Tanggamus, anggota DPRD Provinsi Lampung Ajuwansyah, sejumlah anggota DPRD Tanggamus, Ketua PCNU Tanggamus Amirudin Harun, Ketua Muslimat NU, Ketua Fatayat NU, Ketua GP Ansor, Ketua Dekranasda, PD Muhammadiyah, camat dan Uspika Kecamatan Gisting, serta sejumlah ormas Islam se Kabupaten Tanggamus.

Dalam laporannya Ketua PCNU KH. Amirudin Harun mengatakan sebelumnya peran santri telah diakui negara melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Tahun ini santri kembali mendapat penguatan negara melalui pengesahan Undang Undang Pesantren.

“Diharapkan melalui UU ini, santri dan pendidikan pesantren dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya Bupati, dalam sambutannya menyampaikan saat ini santri juga hidup ditengah dunia digital yang tidak bisa dihindari.

Internet dapat menghubungkan manusia dalam dunia maya.

Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan pesan kebaikan dan dakwah Islam, serta mereduksi penggunaan yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.

“Dengan hari santri kita berharap santri sebagai penjaga perdamaian dunia, yang tidak suka menyebarkan hoax dan kebencian, karena sejatinya santri itu masyarakat yang cinta damai. Santri akan menjadi generasi muda yang tangguh, penerus masa depan, dan harapan bangsa Indonesia,” kata Bupati

Sementara Wagub Chusnunia dalam sambutannya mengajak dengan peringatan hari santri menjadikan santri lebih semangat lagi untuk memperjuangkan bangsa Indonesia agar lebih maju.

“Sebelum semua sekolah umum di bangun di negara ini, pondok pesantrenlah yang pertama mendidik anak bangsa ini. Jadi harapan kita, para santri menjadi santri yang berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wagub.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi dengan tausiah oleh KH. Manarul Hidayat.

Ia mengajak umat muslim untuk bersatu dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian rilis Diskominfo Tanggamus. []

Sumber

Gelar Doa Kerukunan untuk Tetap Jaga Kerukunan Umat

RADARLAMPUNG.CO.ID – Doa Kebangsaan Kerukunan Umat Beragama sekaligus galang dana untuk kampung kreatif Selpi (seniman Lampung peduli) digelar di Lamban Kuning Kerajaan Skala Brak Lampung, Minggu (13/10).

Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Lampung Chusnunia, Perdana Menteri Kerajaan Skala Brak Kepaksian Pernong Ike Edwin bersama Permaisuri, Kapolres Bandarlampung KombesPol Wirdo Nefisco, anggota DPR RI Mukhlis Basri, serta berbagai perwakilan berbagai tokoh agama di Provinsi Lampung.

Ketua Seniman Lampung Peduli Sesama Aldo Aprizo mengatakan, tujuan diadakannya doa kebangsaan ini untuk mewujudkan kepedulian menyatukan bangsa dimulai dari Lampung.

”Mudah-mudahan dengan doa bersama kondisi negara yang kita cinta ini mulai gejolak kerusuhan hingga bencana alam bisa reda. Lampung peduli mempunyai niat untuk kedepannya bersama diawali Lampung, mudah-mudahan Lampung menjadi contoh provinsi lainnya,” jelasnya.

Sementara Perdana Menteri Kerajaan Skala Brak Kepaksian Pernong Ike Edwin mengaku setuju dengan kegiatan ini. Dang Ike –sapaan akrab Ike Edwin- juga menghimbau masyarakat Lampung untuk tetap menjadi contoh teladan untuk provinsi lain. Bahwa Lampung merupakan provinsi yang aman, tertib dan terkendali, kondusif dan masyarakatnya sejahtera.

”Kita menerima perbedaan sebagai alat pemersatu. Maka saya menghimbau masyarakat Lampung untuk mempertahankan hal ini agar menjadi contoh provinsi lainnya,” tambah Dang Ike.

Sementara Wakil Gubernur Lampung Chusnunia yang hadir juga mengajak semua bersama-sama menyuarakan kerukunan umat untuk menjaga persatuan Indonesia.

“Bersyukur sekali hari ini bersama-sama menyuarakan doa antar umat agama untuk persatuan Indonesia, dari Lampung untuk Indonesia. Karena apapun yang terjadi bukan alasan kita tidak untuk bersatu artinya pilihan kita adalah bersatu untuk Indonesia kita cintai dan sayangi,” beber Nunik. (rma/sur)

Sumber

Wagub Chusnunia Dukung dan Siap Hadir di Perlombaan Unjuk Prestasi III Kwarda Pramuka se- Provinsi Lampung

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendukung dan siap menghadiri Perlombaan Unjuk Prestasi III se- Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung yang rencananya akan diikuti 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung di SMA Negeri 15 Bandar Lampung, pada 26 Oktober 2019 mendatang.

“Tentu mendukung penuh dan nanti akan diagendakan untuk hadir,” ujar Wagub Nunik saat menerima audiensi dari Gerakan Pramuka Gugus Depan Bandar Lampung 12.037-12.038 Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (8/10/2019).

Nunik yang merupakan Ketua Harian Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Lampung menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat tepat untuk membentuk generasi muda cikal bakal calon pemimpin penerus bangsa.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMA Negeri 15 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi mengatakan bahwa audiensi tersebut untuk mengundang Ibu Wakil Gubernur sebagai Pembina Upacara pada pembukaan Perlombaan Unjuk Prestasi III Tahun 2019.

Ngimron menjelaskan agenda itu dimana Ambalan Garda Bhardika Pangkalan SMA Negeri 15 Bandar Lampung akan mengadakan kegiatan perlombaan Pramuka Tingkat Penggalang dan Tingkat Penegak.

Ngimron mengatakan pada kegiatan itu ada beberapa agenda perlombaan yakni PBB, Pionering dam Hasta Karya.

“Ditambah saran Ibu Wagub untuk membuat spot foto destinasi wisata di Bumi Perkemahan Jati Agung,” ujarnya.

Ngimron menyebutkan pada kegiatan itu, nantinya akan menghadirkan peserta sebanyak 2.500 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung.

“Peserta dari Penggalang dan Penegak seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung,” katanya.

(Dms/Hmsprov)

Sumber

Nunik Minta Femokrat Bantu Perjuangkan Isu Perempuan dan Anak di Lampung

Saibumi.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengajak komunitas perempuan dalam birokrasi (Femokrat) bersinergi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk memperjuangan hak dan isu perempuan, serta menjadikan Lampung Ramah Perempuan dan Anak.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik, sapaan akrabnya, saat membuka workshop “Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi (Femokrat) Provinsi Lampung dalam Memperjuangkan Kesehatan Perempuan Termasuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)” oleh Lembaga Advokasi Perempuan Damar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 24 September 2019.

Nunik mengatakan secara faktual, terdapat sejumlah isu yang dihadapi kaum perempuan, yakni pertama, di sektor kesehatan, kaum perempuan dihadapkan pada minimnya akses pelayanan kesehatan serta masih tingginya angka kematian ibu dan anak, serta alokasi APBD untuk kesehatan belum memadai.

Kedua, di sektor pendidikan, kaum perempuan dihadapkan pada rendahnya subsidi pendidikan, angka buta huruf yang masih tinggi. Ketiga, di sektor kemiskinan, perempuan dihadapkan kepada lapangan kerja yang kurang layak.

“Kemudian, keempat, perempuan dihadapkan pada kebijakan yang tidak ramah gender, serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum,” jelas Nunik.

Untuk itu, sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan, Pemprov akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.

“Di antaranya mengembangkan fasilitas dan ruang-ruang publik ramah perempuan dan anak. Merevitalisasi layanan-layanan kesehatan untuk perempuan dan anak. Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak, menyediakan ruang laktasi (ruang menyusui) di tempat kerja, instansi pemerintah dan swasta, dan ruang publik. Serta Memfasilitasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak dan memberikan insentif untuk kader-kader Posyandu,” papar Nunik.

Senada dengan Wagub, Siti Nurlaila, Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017 juga menyepakati saat ini ada lima masalah utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya di Lampung, yakni kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan kebijakan yang tidak ramah gender, serta lemahnya penegakan hukum.

“Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan komitmen para perempuan dalam birokrat menjadi seorang femokrat yang memperjuangkan hak dan isu-isu perempuan, khususnya kesehatan perempuan termasuk HKSR di Lampung,” ujar Siti. (*)

Sumber

Wagub Chusnunia Hadiri Lomba Polisi Cilik Piala Bergilir Kapolda Lampung

Newslampungterkini.com Bandarlampung – Wagub Chusnunia Chalim mengapresiasi kepedulian Dirlantas Polda Lampung beserta jajaran yang mengenalkan kegiatan berlalu lintas kepada anak usia dini melalui Lomba Polisi Cilik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung ketika menghadiri Lomba Polisi Cilik untuk memperebutkan piala bergilir Kapolda Lampung dalam rangka Hari Lalu Lintas Ke-64, di Gedung Pramuka Bandarlampung, Kamis (19/9/2018).

Acara yang diikuti oleh seluruh perwakilan Polres Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung ini dibuka Kapolda Lampung Purwadi Arianto.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi awal dari pembentukan karakter dalam pembinaan kepada generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif berbudaya tertib berlalu lintas sejak dini serta menjadi teladan di lingkungan sekolah serta lingkungan tempat tinggalnya,”ujar Wagub.

Nunik juga mengapresiasi kemeriahan pada lomba Pocil berlangsung hampir disetiap aksi tampilan para tim pocil dari seluruh Polres. Aksi para anak-anak itu memukau seluruh jajaran Forkopimda yang hadir dan menyaksikan lomba.

Sementara itu Kapolda Lampung mengharapkan dengan adanya lomba Pocil ini, anak usia dini yang diberikan pendidikan lalu lintas saat menginjak usia remaja akan paham tentang kedisiplinan berlalu lintas.

“Upaya yang dilakukan oleh Polda Lampung bukan hanya lomba polisi cilik saja tetapi juga melaksanakan berbagai program unggulan dalam bentuk kegiatan seperti polisi sahabat anak, police go to school, dan police goes to campus yang dilakukan sebagai upaya pembentukan karakter dalam pembinaan kepada generasi muda khususnya pelajar,” ujar Kapolda.

Diketahui Lomba Polisi Cilik digelar dalam rangka Hari Lalu Lintas Ke-63 sekaligus upaya Pemerintah dalam mencanangkan aksi keselamatan. Tema lomba Tahun ini “Dengan Semangat Promoter, Ditlantas Polda Lampung mengoptimalkan Pelayanan lalu lintas berbasis IT guna mendukung Road Safety”

Sumber

Wakil Gubernur Chusnunia “Nunik” Chalim Lantik Pengurus Himpunan Musisi Lampung di Puncak Mas

Jejamo.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melantik pengurus Himpunan Musisi Lampung (HML) di Taman wisata Puncak Mas, Bandar Lampung, Minggu malam, (15/9/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Nunik sapaan akrabnya menyampaikan, dengan dilantiknya pengurus HML mampu memajukan Lampung berjaya dan pariwisata di Provinsi Lampung.

“Saya tidak ingin bicara banyak, yang terpenting kita sama tahu dan saling mengerti. Tidak semua keinginan bisa terwujud seperti sulap. Tetapi bukan berarti tidak bisa komunikasi, Lampung ini indah maka kita perdayakan semuanya termasuk masyarakatnya yang cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Menurut Nunik, kegiatan malam ini semua bagian dari Lampung digandeng layaknya kain.

“Kita jahit kita bentangkan untuk menjadi kebanggaan Lampung, semua energi harus berkolaborasi untuk Lampung berjaya,” tegasnya.

Lanjut Nunik, setelah dilantik maka bagian dari HML menjadi agen pariwisata dari Lampung yang berkarya di band maupun solo karir.

“Dibunyikan bukan saja syair di Lampung tapi ke seluruh dunia, apalagi sekarang zaman perubahan, gunakan kesempatan ruang maupun medsos untuk mengabarkan yang baik di Lampung termasuk kegiatan seperti ini,” kata dia.

Sementara itu, Ketua HML Angga Martha Saputra mengatakan, HML adalah wadah bagi para musisi Lampung.

“Yang tergabung di sini ada musisi personal, group musik, komunitas-komunitas bidang musik serta pengusaha musik studio dan lainnya yang berhubungan dengan musik,” jelasnya.

Meski di pengurusan ini adalah para musisi profesional, lanjut Angga, tidak menutup kemungkinan untuk mencari anggota yang masih bisa untuk dibina.

“Saat ini anggota sudah sampai 250 orang, dan kami berdiri sejak akhir Oktober 2017 dan kemarin belum berbadan hukum,” paparnya.

Angga menuturkan, jika HML mempunyai agenda yang cukup banyak terutama untuk mendorong talenta-talenta baru.

“Program unggulan kami yaitu membuat album kompilasi HML dan temanya masih kami godok,” ucapnya.

Dia menambahkan, program ke depan pihaknya akan melaksanakan giat Goes To School.

“Kami menaungi beberapa komunitas musik yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah guna melakukan edukasi,” pungkasnya. [Andi Apriyadi]

Sumber

Chusnunia: Hari Pramuka Jadi Momentum Kampanye Lawan Jerat Satwa

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menerima silaturahim Pimpinan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung yang dipimpin Ketua Kwarda Idrus Effendi didampingi wakil ketua dan sekretaris Kwarda, Senin, 26 Agustus 2019 di ruang kerja wakil gubernur Lampung. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melaporkan rencana pelaksanakan peringatan Hari Pramuka ke-58 Tahun 2019 yang dipusatkan di Kawasan Sekuting Terpadu, Lampung Barat.

Idrus Effendi mengharapkan kesediaan Gubernur Lampung selaku Ketua Mabida untuk berkenan hadir dan menjadi pembina upacara pada Apel Besar Hari Pramuka Tingkat Daerah Lampung pada Kamis, 29 Agustus 2019 mendatang.

Kegiatan Hari Pramuka Tingkat Daerah Lampung meliputi kirab panji gerakan pramuka, renungan dan ulang janji, bakti sosial, perkemahan penggalang dan penegak, serta apel besar Hari Pramuka. Pada kesempatan tersebut, Kwarda Lampung juga melaporkan program kerja kepramukaan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Kwarda Lampung termasuk progres pembangunan Bumi Perkemahan Daerah Pramuka di Jatiagung, Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Wagub Chusnunia mengharapkan pada puncak peringatan Hari Pramuka yang akan dilaksanakan dapat dicanangkan kampanye pramuka melawan jerat satwa. “Buat film dokumenter untuk kampanye tersebut. Kontribusi nyata yang dapat kita lakukan adalah berpartisipasi aktif menghentikan perdagangan satwa liar yang dilindungi. Saya berharap pramuka ikut berkolaborasi bersama pemerintah menggalakan gerakan melawan jerat, karena jerat ini mengancam keberadaan satwa liar kita,” ujarnya.

Selain itu, Chusnunia juga berharap agar Bumi Perkemahan Pramuka di Jatiagung dapat difungsikan sebagai arena agrowisata dan memprogramkan kegiatan kepramukaan yang berskala besar.

Sumber