Pelaku Perburuan Liar di TNWK Terancam 5 Tahun Penjara

SUKADANA (Lampost.co)–Dua terduga pemburu liar di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Su (37) dan TE (38) yang diringkus petugas, pada Rabu (3/4/2019), sekiyar pukul 05.30, di dalam areal TNWK, terancam sanksi pidana 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Ancaman sanksi pidana tersebut sesuai yang diatur dalam pasal 21 ayat 2 huruf a dan pasal 33 ayat 3 junto pasal 40 ayat 2 udang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai TNWK Subakir, Kamis (4/4/2019) saat ekspose ungkap kasus perburuan liar di dalam areal TNWK. Ditegaskan tidak ada toleransi bagi pelanggar hukum apalagi kasus perburuan satwa yang dilindungi.
“Tidak ada toleransi bagi pelanggar hukum apalagi kasus ini perburuan satwa yang dilindungi di dalam areal TNWK,” tegas Subakir didampingi Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro, Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) wilayah Sumatra, Heri.

Sementara pada bagian lain terduga pelaku perburuan liar yang diringkus petugas, Sumenjelaskan, dia bersama TE masuk ke dalam hutan sejak dini hari dengan membawa logistik makanan yang dibutuhkan.

Diakuinya hasil buruan seperti Kijang dan Napo yang diperoleh sedikit maka untuk konsumsi sendiri, sedangkan jika yang didapat lebih banyak maka dijual Rp50 ribu per kilogram. “Kalau dapat buruan sedikit untuk kami konsumsi sendiri, tapi kalau dapat banyak kami jual dengan harga Rp50 ribu per kilogram,” kata Su.

Kedua terduga pelaku yang merupakan warga Desa Rajabasa Lama Induk, Kecamatan Labuhan Ratu dan warga Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu itu, diringkus petugas gabungan di lokasi Rawa Kerek, wilayah Resort Rawa Bunder, Seksi Wilayah I Way Kanan, TNWK.

Saat diringkus selain dua unit senapan angin modifikasi gejlok dan dua bilah golok, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 unit pompa angin, 100 butir peluru kaliber5,5 dan 6 mm, tiga ekor hewan jenis napo, dua ekor hewan jenis kijang, satu unit kompas serta satu unit sepeda motor.

Sumber

Bejat! Pria Tua Ini Mencabuli Anak 4 Tahun

SUKADANA (Lampost.co)–Jajaran Polsek Sukadana, Polres Lamtim, Minggu (31/3) mengamankan TW (52), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Warga Kecamatan Sukadana tersebut diamankan karena diduga melakukan pencabulan terhadap tetangganya sendiri yang masih anak-anak di bawah umur yaitu MA (4).

Kapolres Lamtim, AKBP Taufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Sukadana Kompol Asnin menjelaskan peristiwa pencabulan dilakukan TW pada Jumat (29/3) sekitar pukul 20.30. Pada kejadian itu TW mengajak korban MA ke belakang rumahnya dan selanjutnya mencabuli korban secara paksa.
Karena dipaksa, korban yang merasa kesakitan langsung menangis. Sementara karena korbannya menangis TW langsung kabur.

Ibu korban yang mendengar tangisan putrinya langsung datang ke tempat kejadian. Korban kemudian digendong dan dibawa ke rumah dan menceritakan kejadian yang menimpanya. Keeseokan harinya, korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana guna mendapatkan visum. Setelah mengetahui hasil visum, keluarga korban langsung melaporkan tindak pencabulan itu ke Polsek Sukadana.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban tersebut, sejumlah petugas dari Mapolsek Sukadana kemudian langsung bergerak menuju ke rumah kediaman tersangka TW. Tanpa perlawanan akhirnya TW dapat diamankan petugas dan digelandang ke Mapolsek Sukadana. “Tersangka TW beserta barang bukti saat ini kami amankan di Mapolsek guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,”kata Kompol Asnin.

Sumber

Kejari Lamtim Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Pembunuhan dari Polres Lamtim

SUKADANA (Lampost.co) — Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Kamis (28/3/2019) menerima pelimpahan tahap II dugaan kasus pembunuhan di Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, pada Sabtu (1/12/2018).

Pada pelimpahan tahap II dari Penyidik Polres Lamtim tersebut, selain kedua terduga yaitu SA (29) dan SH (23) warga Dusun I Kampung Masjid, Desa Muara Gadingmas, juga diserahkan sejumlah barang bukti diantaranya sebilah parang, sebilah badik, dan lain-lain.

Pelimpahan tahap II dugaan kasus pembunuhan itu dari Penyidik Polres Lamtim ke Kejari Lamtim itu sendiri diterima dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ready Mart.

Sumber

Hina Wartawan, Oknum Guru Honorer di Lampung Timur Minta Maaf

Saibumi.com, Lampung Timur – Oknum guru honorer yang menghina karya jurnalistik di salah satu media online di Lampung, akhirnya meminta maaf.

Oknum tersebut meminta maaf langsung kepada wartawan penulis berita tersebut, Raja Bandar, disaksikan Ketua PWI Lampung Timur (Lamtim) Musanif Effendi beserta anggota, Plt Kadisdikbud Lamtim Thabrani Hasyim, dan Kabid Ketenagakerjaan Naston, Senin, 25 Maret 2019.

Sedangkan oknum guru honorer tersebut, Chitia D.P, didampingi ayahnya, Antoni Munzir Efendi.

Dia mengaku tidak mengetahui bila chat di grup WA SDN 3 Gunung Raya, Kecamatan Marga Sekampung terkait berita yang dibuat Raja Bandar itu dianggap menghina profesi jurnalis atau wartawan.

“Demi Allah saya tidak mengetahui, oleh karena itu saya mohon maaf. Saya sedang hamil tujuh bulan, saya pusing dan stres karena masalah ini, sampai kemarin saya kontraksi palsu,” ujar Tia, sapaan akrabnya.

“Saya menyatakan permohon maaf atas ucapan saya di grup WhatsApp yang saya tidak ketahui akan membuat semua pihak tersinggung, terlebih semua teman-teman jurnalis di Lamtim,” tambahnya.

Diketahui, Tia mengomentari berita yang di-share ke grup itu terkait orang tuanya, yang juga mantan kepala sekolah tersebut, sehingga spontan dia tidak terima.

Senada, Antoni Munzir Efendi juga memohon maaf kepada Raja Bandar dan seluruh wartawan, khususnya di Lampung Timur.

“Anak saya khilaf dan tidak tahu apabila komentarnya di grup tersebut telah melecehkan profesi jurnalis,” ujarnya.

Plt Kadisdikbud Lamtim Thabrani Hasyim mengucapkan terima kasih kepada PWI, khususnya Raja Bandar yang telah memaafkan Chitia.

“Semoga dengan saling memaafkan ini bisa menjalin tali silaturahmi. Kami dari pihak Dinas Pendidikan menghimbau kepada Chitia, jangan sampai terulang lagi dan kepada Antoni bisa menjaga kerukunan antarguru di SDN 3 Gunung Raya,” ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi PWI yang cepat berkoordinasi dengan dinas, terkait kejadian ini.

“Terima kasih urusan ini bisa selesai dengan cara kekeluargaan,” tambah Puang Thabrani Hasyim, sapaan akrabnya.

Sementara Ketua PWI Lamtim, Musannif Effendi, mengatakan, semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Saling memaafkan antarsesama itu wajib.

Ke depan, kejadian ini dijadikan pelajaran seluruh kalangan, bahwa jurnalis atau wartawan beserta karya jurnalistiknya berupa berita jangan sekali-sekali dilecehkan atau dihina.

“Ini pembelajaran bagi kita semua bahwa berita dan wartawan itu satu kesatuan. Wartawan dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Jangan sampai ada lagi yang menghina berita ataupun wartawan. Apabila narasumber tidak terima, ada ruang hak jawab, silakan diklarifikasi,” jelasnya.

Selanjutnya, perdamaian diteruskan ke Mapolres Lampung Timur, sekaligus mencabut pengaduan yang telah masuk di bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Lamtim. (*/SB-03)

Sumber

Kapolda Lampung Resmikan Gedung Satpas-Musnahkan 60 Kg Sabu di Lamtim

Saibumi.com, Lampung Timur – Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Mapolres Lampung Timur, Rabu 20 Maret 2019.

Usai melaksanakan dialog dengan forkopimda, puluhan tokoh agama, masyarakat dan agama, dilanjutkan peresmian Gedung Satpas 2534 serta pemusnahan barang bukti 60 kilogram sabu-sabu.

Kapolres Lamtim, AKBP Taufan Dirgantoro, mengungkapkan, pembangunan Gedung Satpas bersumber dari DIPA polres tahun anggaran 2018 sebesar Rp4,3 miliar, berikut meubeler. Pekerjaan pembangunan itu selesai pada Desember 2018.

“Kami memusnahkan sabu seberat 60 kilogram (Kg). Itu merupakan hasil operasi tangkapan di Kecamatan Pasir Sakti pada 30 Desember 2018, berikut seorang tersangka. Barang bukti dimusnakan serta disisihkan sedikit untuk persidangan di pengadilan,” kata dia.

Sementara Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto, menyatakan, sebagai upaya mendukung penegakan hukum, polres telah melakukan langkah pelayanan yang akuntabel dan baik.

Sekaligus kegiatan pemusnahan narkoba hasil operasi terkait pemberantasan narkoba ini sejalan dengan kebijakan kapolda yang proaktif.

“Dengan adanya Gedung Satpas ini, setidaknya bisa mengakomodir dan memudahkan pelayanan publik, sehingga warga bisa terlayani dan hasilnya cepat sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini dipahami bahwa dinamika dan forkopimda sangat dinamis, serta satu sama lain saling mengisi. Selain itu, prospek pembangunan dan pelayanan bisa berjalan dengan bagus.

“Untuk itu atas nama kapolda Lampung, saya mengucapkan terima kasih untuk semua rangkaian kegiatan ini. Semoga dapat memberikan hidayah buat pelaksanakan tugas di masa depan,” harapnya. (SB-08)

Sumber

Pencuri Tewas Dimassa, Dua Kelompok Warga Nyaris Bentrok di Lamtim

Saibumi.com, Lampung Timur – Seorang pelaku pencurian, RA (14), tewas dihakimi massa usai kepergok diduga mencuri barang dagangan di warung milik Muhsin (40), warga Desa Sumurbandung, Kecamatan Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur.

Berdasar informasi yang diperoleh Saibumi.com, peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 19.10 WIB Sabtu 17 Maret 2019. RA dan rekannya berjumlah dua orang diduga mencuri barang dagangan di warung milik Mushin. Anak korban yang mendengar suara gaduh lalu masuk ke dalam warung.

Anak korban mendapati orang tidak dikenal mengambil uang dalam laci lemari di warung. Kemudian, salah satu pelaku panik dan menendang anak korban. Seketika, para pelaku lari sambil dikejar oleh Muhsin dan anaknya sembari meminta pertolongan. Singkat cerita, seorang pelaku berinisial RA tertangkap massa lalu dihakimi hingga babak belur. Kejadian itu diketahui aparat kepolisian setempat.

“Pelaku yang dimassa dibawa ke RS Permata Hati lalu dirujuk ke RS di Bandarlampung karena kritis,” kata sumber yang enggan disebut namanya kepada Saibumi.com, Ahad 17 Maret 2019.

Pasca kejadian itu terjadi konsentrasi massa di Desa Sumurbandung Kecamatan Wayjepara. Kelompok warga dari pihak korban yang berjumlah puluhan orang membawa bambu runcing dan senjata tajam golok. Sedangkan massa dari pihak terduga yang menuntut tanggung jawab atas kematian pelaku dihalau puluhan aparat kepolisian.

Dikofirmasi terpisah, Kapolsek Wayjepara AKP Kapolsek Wayjepara Rizal Effendi membenarkan kejadian itu. Pelaku yang dihakimi massa meninggal dunia. Sejauh ini kepolisian masih menyelidiki kasus pencurian dan kasus penganiayaan yang menyebabkan RA meninggal dunia. Untuk saat ini kondisi mulai kondusif.

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Maaf pak, saya lagi sibuk terima kasih,” ungkapnya. (SB-8)

Sumber

DPO Perampokan Ternak Bebek Dibekuk Petugas

SUKADANA (Lampost.co0 — Subdit III Jatanras Ditreskrimum menangkap tersangka pencurian sadis dengan korban peternak bebek. Salah satu pelaku yang diamankan yakni, Ismail, warga Jabung. Ulah para tersangka kerap meresahkan para warga dan peternak.

Tersangka diamankan aparat Polda Lampung bersama unit Reskrim Polsek Jabung, pada Rabu (6/3/2019) sekitar pukul 19.00 WIB, saat terpantau sedang berada di jalan sekitar Dusun Umbul Madiun, Desa Negerasaka, Jabung, Lampung Timur.

Ismail dibekuk berdasarkan Laporan Polisi Nopol: LP/B-1033/XII/2018/Res Lamsel/Sek Palas teranggal 30 Desember 2018 dengan korban Agus Triyanto, warga Palas, Lampung Selatan, dan surat keterangan DPO Nopol : DPO/04/I/2019/RESKRIM tertanggal 29 Januari 2019. “Pelaku teridentifikasi, kemudian kita sergap. Penangkapan dia dari tiga tersangka lainnya yang sudah lebih dulu diamanakan,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto, Jumat (8/3/2019).

AKBP Ruli menerangkan modus pelaku dengan menjarah ternak bebek milik Agus dengan cara satu kompolotan berjumlah 12 orang menodongkan senpi, serta senjata tajam ke korban saat berada di rumah gubuk terbak bebek pada tengah malam. “Sudah diancam pakai senpi, sama sajam, korban diiket pakai tali plastik,” kata Alumnus Akabri 1998 itu.

Ketika korban tak berdaya, pelaku menjarah 600 ekor bebek korban yang dimasukkan ke dalam karung. Selain itu, 3 unit smartphone korban juga dijarah, kemudian para tersangka kabur menggunakan tiga unit sepeda motor. “Kerugian korban ditaksir mencapai Rp35 juta, korban juga trauma atas kejadian itu,” katanya.

Sumber

Tim Gabungan Tangkap Terduga Pelaku Pembegalan di Lamtim

SUKADANA (Lampost.co)–Tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Timur dan Polsek Sekampung Udik, Selasa (26/2), sekitar pukul 19.00 menangkap TI (32), terduga pelaku pembegalan di jalan raya Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik, pada 31 Desember lalu.

Kapolres Lampung Timur, AKBP aufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Sekampung Udik Iptu Sudarli, Rabu (27/2/2019) menjelaskan, ditangkapnya TI bermula dari terjadinya kasus pembegalan terhadap korban perempuan, Amin Nur Aini (20), di jalan raya Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik, pada Senin (31/12/2018), sekitar pukul 22.00.

Pada malam kejadian itu korban wanita yang merupakan warga Dusun. IV, Desa Purwo Kencono, Kecamatan Sekampung Udik, yang sedang mengendarai sepeda motor mendapatkan sorotan lampu tembak dari terduga pelaku TI. Karena disorot lampu tembak mata korban susah melihat, dan pada waktu yang sama pelaku langsung memukuli korban pada bagian mata dan punggung dengan menggunakan sepotong kayu.

Dipukuli sedemikian rupa korban langsung terjatuh dan selanjutnya oleh pelaku tangan korban diikat sehingga sepeda motor korban langsung terjatuh, Setelah terjatuh oleh pelaku, tangan korban diikat dan matanya ditutup dengan lakban, yang dilanjutkan dengan pemukulan kembali hingga korban tak berdaya.
Setelah korban tidak berdaya, pelaku kemudian mengambil dan membawa kabur sepeda motor dan 2 (dua) unit Handphone milik korban. “Total kerugian yang dialami korban tersebut diperkirakan mencapai Rp18 juta,” kata Sudarli.
Berdasarkan kejadin tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan hasilnya terduga pelaku mengarah kepada TI. Dari hasil penyelidikan tersebut, pada Selasa (26/2/2019) pagai, petugas kemudian mendapatkan info bahwa terduga pelaku terlihat berada di rumahnya, di Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik.
Mendapatkan info tersebut, pada Selasa (26/2/2019) malam, Tim gabungan Tekab 308 Polres Lamtim dan Polsek Sekampung Udik kemudian bergerak untuk meringkus terduga pelaku dirumahnya.

Sekitar pukul 19.00 terduga pelaku TI akhirnya dapat diringkus petugas di rumahnya. Namun karena saat hendak ditangkap TI melakukan perlawanan, maka petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Sumber

Asyik Pesta Sabu, Dua Residivis Ini Ditangkap Polres Lamtim

SUKADANA (Lampost.co) — Sat Narkoba Polres Lampung Timur kembali mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, Selasa (26/2/2019). Kali ini dua warga Desa Sidorejo dan Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, berinisial DI dan YH di ringkus petugas saat sedang pesta narkoba di sebuah rumah di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro melalui Kasat Narkoba Iptu Abadi, Rabu (27/2/2019) menjelaskan kedua tersangka yang ditangkap petugas merupakan residivis pengguna dan peredaran sabu.

Dijelaskan oleh Abadi, saat disergap dan dilakukan penangkapan sekitar pukul 16.30, kedua tersangka sedang berpesta narkoba di dalam rumah. Tak menyadari kedatangan petugas keduanya akhirnya dapat disergap dan diringkus sore itu juga.

Selain kedua tersangka, tambah Abadi, juga di amankan sejumlah barang bukti diantaranya satu buah plastik klip bening yang didalamnya terdapat kristal bening diduga narkotika jenis sabu, satu buah plastik klip bekas pakai, dua buah korek api gas serta seperangkat alat hisab jenis bong yang terbuat dari botol plastik.

Sumber

Ratusan Massa Tuntut Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah-Bansos Pemkab Lamtim

SUKADANA (Lampost.co) — Ratusan massa yang terdiri dari tiga LSM menuntut pihak berwenang agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah, dan bansos Pemkab Lamtim 2016-2018.

Ketiga LSM tersebut yakni, Forum Penyelamat Aset Lamtim (Format Astim), Jaringan Pemberantasan Korupsi Koordinator Daerah (JPK Korda) Lamtim, dan Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) Lamtim, menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Lamtim, Senin (25/2/2019).

Selain tuntutan tersebut, dalam orasi di halaman kantor Bupati Lamtim tersebut, massa juga menuntut pihak berwenang untuk mengungkap, menangkap dan memenjarakan mafia anggaran hibah dan Bansos tahun 2018.

Kemudian meminta untuk mengaudit dan menyita kekayaan oknum yang terlibat penggelapan dana hibah dan bansos 2016 hingga 2018 tersebut.

Tuntutan itu disampaikan karna diduga kuat anggaran sejumlah Rp5 miliar yang digunakan untuk membantu tempat ibadah tersebut, disalahgunakan atau tidak sesuai dengan peruntukkan yang ditetapkan.

Pantauan lampost.co di lokasi, tanpa bertemu dengan satupun pejabat Pemkab Lamtim, massa kemudian meninggalkan lokasi dan bergerak menuju Kejaksaan Negeri Lampung Timur, di Desa Negara Nabung, Kecamatan Sukadana.

Sumber