Korupsi Proyek Jaringan Irigasi, Mantan PPK Dinas PU Lamtim Ditahan

SUKADANA (Lampost.co)–Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Timur, MSU (52), ditahan aparat Polres Lamtim karena diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor), Jumat (19/1/2018).

MSU menjadi tersangka korupsi pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi pembangunan jaringan irigasi kecil di Desa Sidorahayu, Wawaykarya, Lampung Timur, tahun anggaran 2014 dengan nilai anggaran kegiatan Rp6 miliar dan kerugian negara sekitar Rp3 miliar.
Kapolres Lamtim, AKBP Yudy Chandra Erlianto, melalui Kasat Reskrim AKP Sugandhi mengatakan sebelum ditahan, tersangka dicecar 27 pertanyaan. “Lalu setelah dilakukan penyidikan maka pelaku dilakukan penahanan,” kata dia, kemarin. Dari hasil pemeriksaan diduga kuat pejabat Pemkab Lamtim tersebut melakukan tindakan korupsi yang merugikan negara senilai Rp3.334.625.328.

Kasat Reskrim mengatakan pada tahun anggaran 2014, di Dinas PU Lamtim terdapat kegiatan pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi jaringan irigasi kecil di Desa Sidorahayu Nomor Paket: 001-A.FPML dan konstruksi jaringan irigasi kecil D.I Sidorahayu 1 Nomor Paket: 002-A.FPML serta pelaksanaan konstruksi jaringan irigasi kecil D.I Sidorahayu 2 Nomor Paket: 003-A.FPML di Dinas Pekerjaan Umum Kab. Lampung Timur Anggaran 2014.

“Sebagaimana temuan di lapangan, tiga paket pekerjaan tersebut dikerjakan CV Dinamika Multi Struktur. Namun paket pekerjaan tersebut tidak dikerjakan sesuai dengan kontrak dan gambar rencana sehingga terjadi kekurangan volume pekerjaan,” kata dia.
Sumber

Modus Gembos Ban, Uang Ratusan Juta Hampir Lenyap Digasak Perampok di Bandar Lampung

Saibumi.com, Bandar Lampung – Pelaku pecah kaca gagal menjalankan aksinya setelah diketahui oleh korban Hesti Warsini (42) warga Sekampungudik, Lampung Timur karena ban mobilnya Honda Brio putih BE 1302 AX kempis sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, Bumiwaras, Bandar Lampung.

Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Listiyono Dwi Nugroho mengatakan pelaku membuntuti korban hingga ke bank. “Sudah dibuntuti korban yang mau ambil uang ke bank. Mobil korban dipecah kacanya lalu uangnya mau diambil ketahuan, bannya dibuat kempis dengan paku payung dulu,” ungkap dia kepada awak media.

Masih kata dia, seorang pelaku pun sempat menjadi amukan massa di Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, Bumiwaras sebelum dibawa petugas. “Kita amankan seorang pelaku pecah kaca, tadi dari masyarakat total pelaku ada lima orang,” ujarnya.

Hesti mengakui sebelumnya memang akan mengambil uang ke bank. “Ke Bank BRI dari Lampung Timur. Buat pembayaran jagung,” ungkapnya.

Uang tersebut, lanjut dia, totalnya Rp450 juta. “Saya gak tahu dia mecahin kaca tapi setelah badannya masuk ambil tas dan saya kejar. Sampai tarik-tarikan dia diatas motor (BE 4858 BM),” bebernya.

Menurutnya, pelaku merupakan yang bawa motor. “Dia yang bawa motor. Yang dibonceng kabur,” ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mendapatkan laporan dari Polsek TBS langsung kelokasi. “Kini telah dilakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ungkapnya.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus pecah kaca. “Kita masih dalam pengembangan,” tandasnya.

P mengaku sebelumnya berkumpul di Jalan Karimun Sukarame. “Iya ada lima orang, beda-beda perannya. Ada yang masang paku, membuntuti ke bank, sama yang ngambil uang,” ujarnya. (*)

Sumber

Polisi Hadiahi Timah Panas Pelaku Curanmor Asal Jabung Lampung Timur

Saibumi.com, Bandar Lampung – Polisi menembak pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Jabung, Lampung Timur di Jalan Ir Sutami, Sukabumi, Bandar Lampung pada Selasa, 2 Januari 2017 sekitar pukul 21.00 WIB.

Hadiansyah (18) menerima timah panas karena berusaha melarikan diri saat ditangkap bersama dengan Hengki (18). Adapun barang bukti yang berhasil disita satu unit sepeda motor dan satu set kunci letter T.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan hari ini ungkap pelaku curanmor dari Jabung. “Keduanya merupakan warga Jabung, Lampung Timur. Pada saat kita tangkap pelaku ini kurang lebih 12 jam dari waktu beraksi,” ungkap dia kepada awak media Rabu, 3 Januari 2017.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut dia, telah melakukan pencurian kendaraan bermotor sebanyak 5 kali di Bandar Lampung. “Kita tangkap pelaku yang menyembunyikan kendaraannya di RSUDAM dan sempat akan kabur ke Lampung Timur,” tuturnya.

Harto menuturkan anggota berdiam di Ir Sutami. “Berdiam di Ir Sutami anggota kita. Jam 9 malam pelaku lewat dan kita lakukan penembakan. Yang kita tembak merupakan pemetik dari curanmor ini,” imbuhnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Lampung Tengah ini menerangkan sepeda motor dijualnya dengan harga Rp3-5 juta. “Mereka tidak menggunakan senjata,” terangnya.

Hadiansyah mengaku dapat memetik (mencuri, ed) motor dalam satu menit menggunakan kunci letter T. “Satu menit aja. Punya temen (kunci T, ed),” ujarnya.

Sepeda motor, kata dia, dijualnya Rp3 juta kepada pembeli yang berminat. “Tiga ribu (Rp3 juta, ed). Buat tahun baru dan foya-foya (uangnya, ed),” tuturnya.

Menurutnya, selama lima kali dalam operasi dilakukan di Jalan Antasari dua kali dan Sukarame tiga kali. “Sepi parkir yang ada parkiran, kalau gak ada tukang parkiran ambil. Baru lima kali,” tandasnya. (*)

Sumber

Polsek Pasir Sakti Bekuk Pelaku Curanmor

SUKADANA (Lampost.co) — Tim tekab 308 sikat III Polsek Pasir Sakti dan Polsek Jabung menangkap TI (25) warga dusun 3, desa Nibung, kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, pelaku pencurian kendaraan bermotor, Senin (27/11/2017).

Menurut Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto didampingi Kapolsek Pasir Sakti AKP Kusnen, pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi pada 18 juni 2016, dengan korban bernama Sujar (50) warga desa Kedung Ringin, kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur.

“Kronologis kejadian, pelaku bersama rekannya (DPO) masuk ke rumah korban dengan cara merusak bagian dinding dapur yang terbuat dari anyaman bambu. Setelah masuk, para pelaku membawa kabur 1 unit sepeda motor yamaha vega ZR warna hitam, dan 1 unit sepeda motor honda supra X125, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp15 juta,” ujarnya.

Berdasarkan penyelidikan dan pengembangan, pada Senin (27/11/2017 sekitar pukul 03.00, anggota gabungan dari Tekab 308 polsek Pasir Sakti dan polsek Jabung, melakukan penangkapan pelaku di kediamanya di Desa nibung, kecamatan Gunung Pelindung. Pada saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas dengan berusaha kabur, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 2 unit sepeda motor korban, kunci leter T, pisau garpu, potongan lingis, potongan sabit, 1 helai sarung, 1 helai kerudung,” katanya.

Sumber

Dua Pencuri Uang DD dan Dana Pilkades Tertangkap Polisi

Saibumi.com, Pekalongan – Anggota team khusus anti bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Timur meringkus dua pencuri uang dana desa (DD) Muarajaya Kecamatan Sukadana, Rabu 22 November 2017.

Kapolres Lamtim AKBP Yudy Chandra Erlianto menjelaskan, dua tersangka ini adalah YF (19) dan RV (22), warga Desa Gedongdalem Kecamatan Batanghari Nuban. Keduanya diduga mencuri uang DD dan pilkades Muarajaya sebesar Rp359 juta di dalam mobil yang terparkir di Masjid Al Mukminin Pekalongan, Selasa 21 November 2017.

Atas kejadian itu, korban yang merupakan Kades Muarajaya Saad Suryatin dan bendaharanya melapor ke Polsek Pekalongan.

“Kami libatkan anggota polres dan polsek, dan akhirnya tidak kurang dari 1 x 24 jam kedua tersangka bisa kami amankan,” ungkapnya. Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu buah jaket warna hitam, dan satu buah tas warna hitam. (*)
Sumber

Polsek Way Jepara Tangkap Pelaku Pencurian Getah Karet

SUKADANA (Lampost.co)–Tim Tekab 308 Sikat III Polsek Way Jepara, Lampung Timur, telah mengungkap dua pelaku pencurian getah karet dengan tersangka KA (18) dan dTH (17), warga Lamtin.

Penangkapan pelaku pencurian itu berdasarkan laporan polisi pada 21 November 2017 dengan korban bernama Sugianyo (35) warga Desa BrajaCaka, Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, yang kehilangan getah karet berikut mangkoknya.
Aksi pencurian yang dilakukan dua pemuda ini tak cuma sekali, tetapi setidaknya sudah empat kali dilakukan di beberapa tempat di kebun milik petani karet.
Pada Selasa (21/11), tersangka ditangkap dan diamankan ketika akan dikeroyok massa. Tim Tekab 308 Polsek Jepara membawanya ke markas Polsek Jepara, tetapi massa mengikutinya, hingga akhirnya dibawa ke Sukadana. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa getah karet lk 50 Kg, motor Yamaha Vega ZR tanpa nopol.

Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto di dampingi Kapolsek way jepara IPTU S.I. Marbun, Rabu (22/11/2017), mengatakan pelaku dan barang bukti kini diamankan di Polsek way jepara guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Sumber