Wagub Chusnunia Bersama Kepala OPD Tandatangani Komitmen Penerapan Program Eco Office

Newslampungterkini.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani komitmen bersama mengenai penerapan Program Eco Office, Jumat (27/9/2019) di Lapangan Kopri Kantor Gubernur pada Acara Senam Bersama.

Diharapkan melalui komitmen ini, dapat mendorong perubahan perilaku keseharian para karyawan Pemprov Lampung untuk lebih mencintai lingkungan.

Selain melakukan penandatangan komitmen, dalam kesempatan tersebut, Nunik juga mendorong penggunaan tumbler (botol isi ulang) kepada para pegawai sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Provinsi Lampung.

Program Eco Office yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 660.1 Tahun 2019 tersebut berisi mengenai upaya menciptakan kantor yang ramah lingkungan (eco office) dengan mendorong semua aktivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja.

Secara khusus, Surat Edaran ini bertujuan untuk membentuk budaya pegawai di Provinsi Lampung agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tindakan nyata berupa pengurangan sampah plastik dan kertas, melakukan penghematan energi listrik dan air, menjaga kebersihan ruang kerja serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran.

Lebih lanjut diterangkan dalam Surat Edaran tersebut, jika Pengurangan sampah plastik dan kertas antara lain tidak mengunakan piring dan gelas dari bahan plastik Styrofoam dan kertas sekali pakai, namun menggunakan yang terbuat dari kaca, melamin, keramik.

Kemudian membiasakan penggunaan botol minum/tumbler, membawa reusable bag, membangun penyediaan air siap minum (water tap) di area tertentu serta mengoptimalkan paper less dengan penyebaran informasi melalui media elektronik atau menggunakan kertas secara dua sisi dan mengoptimalkan kertas bekas.

Sementara untuk penghematan energy listrik dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, mencabut stop kontak, mematikan ac central pada akhir jam kerja, meningkatkan penggunaan lampu LED. Untuk menghemat air, dihimbau agar mematikan air yang tidak digunakan, meningkatkan penggunaan kran otomatis, hingga mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori).

Untuk kebersihan ruang kerja, Gubernur menghimbau agar para karyawan dilarang merokok dalam gedung kantor. Juga melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang, membangun bank sampah. Selain itu, serta memperhatikan prinsip green building untuk rancangan gedung baru atau renovasi.

Sumber

Nunik Terapkan Program Eco Office di Semua Lini

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani komitmen bersama mengenai penerapan program Eco Office di Lapangan Kopri Kantor Gubernur, Jumat, 27 September 2019. Melalui komitmen tersebut untuk mendorong perubahan perilaku keseharian para karyawan Pemprov Lampung untuk lebih mencintai lingkungan.

Selain melakukan penandatangan komitmen, dalam kesempatan tersebut, Nunik juga mendorong penggunaan tumbler (botol isi ulang) kepada para pegawai sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Provinsi Lampung. Program Eco Office yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 660.1 Tahun 2019 tersebut berisi mengenai upaya menciptakan kantor yang ramah lingkungan (eco office) dengan mendorong semua aktivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja.

“Secara khusus, Surat Edaran ini bertujuan untuk membentuk budaya pegawai di Provinsi Lampung agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tindakan nyata berupa pengurangan sampah plastik dan kertas, melakukan penghematan energi listrik dan air, menjaga kebersihan ruang kerja serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran,” katanya.

Dalam Surat Edaran tersebut, jika Pengurangan sampah plastik dan kertas antara lain tidak mengunakan piring dan gelas dari bahan plastik styrofoam dan kertas sekali pakai, namun menggunakan yang terbuat dari kaca, melamin, keramik. Kemudian membiasakan penggunaan botol minum/tumbler, membawa reusable bag, membangun penyediaan air siap minum (water tap) di area tertentu serta mengoptimalkan paper less dengan penyebaran informasi melalui media elektronik atau menggunakan kertas secara dua sisi dan mengoptimalkan kertas bekas.

Sementara untuk penghematan energy listrik dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, mencabut stop kontak, mematikan ac central pada akhir jam kerja, meningkatkan penggunaan lampu LED. Untuk menghemat air, dihimbau agar mematikan air yang tidak digunakan, meningkatkan penggunaan kran otomatis, hingga mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori).

“Untuk kebersihan ruang kerja, Gubernur menghimbau agar para karyawan dilarang merokok dalam gedung kantor. Juga melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang, membangun bank sampah. Selain itu, serta memperhatikan prinsip green building untuk rancangan gedung baru/renovasi,” katanya.

Sumber

Wakil Gubernur Buka Musda Ke-IX IBI Provinsi Lampung

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim ajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam acara musyawarah daerah (Musda) Ke-IX dan Seminar Ilmiah Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung, di hotel Emersia, Bandarlampung, Sabtu (28/9/2019).

“Dalam janji kerja kami, kesehatan menjadi prioritas kami sehingga derajat kesehatan Lampung bisa meningkat. Untuk meningkatkan hal tersebut dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari berbagai unsur. Untuk itu, saya mengajak IBI Lampung untuk berkolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” ujar Wakil Gubernur.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Wagub Chusnunia mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya Seminar ilmiah dan Musda ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Salah satu profesi yang benar-benar memberikan bukti, penuh pengabdian, pekerjaan yang penuh ibadah yaitu profesi dibidang kesehatan. Hal ini dikarenakan hasil yang didapat dari jasa yang diberikan, tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan,” jelas Wagub Chusnunia.

Ia menuturkan bahwa pekerjaan dibidang kesehatan merupakan pekerjaan yang langsung berkaitan dengan nyawa seseorang yang tidak bisa ditunda-tunda.

“Kalau pekerjaannya mengetik di komputer, Kalau belum selesai masih bisa dilanjutkan keesokan harinya. Tetapi kalau sudah berkaitan dengan kesehatan, apalagi sudah berurusan dengan nyawa, itu tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Lampung sudah banyak kemajuan dalam sektor kesehatan, salah satunya dengan melakukan berbagai langkah sehingga Lampung berhasil mengeluarkan stunting dari angka zona merah dan melewati angka kritis Nasional.

“Tentunya kita tidak dapat berpuas diri dengan keberhasilan ini. Derajat kesehatan Lampung harus terus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub Chusnunia mengajak IBI Provinsi Lampung untuk saling berkolaborasi, bersinergi bergandeng tangan dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Untuk memajukan derajat kesehatan Lampung, tentu kita harus berkolaborasi untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Diakhir sambutan, Wagub Chusnunia juga mengucapkan selamat ulang tahun Ke-68 untuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung, Riseni menjelaskan, bahwa Musda ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, dalam rangka memilih kepemimpinan IBI yang baru.

“Sebagai IBI Periode 2013-2018, kami menyadari bahwa apa yang telah kami capai saat ini belum dapat memuaskan anggota IBI Lampung. Namun, kami telah berupaya maksimal dalam menjalankan segenap program kerja kami,” jelasnya.

Riseni berharap agar kepengurusan yang akan datang dapat melaksanakan dan menjalan program kerja lebih baik lagi, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung.

“Semoga kepengurusan yang baru dapat menjalankan program yang lebih baik, dan juga melaksanakan program dari kepengurusan lama yang sekiranya masih layak untuk dijalankan, dalam rangka memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat Lampung,” jelasnya.

Riseni menuturkan bahwa menjadi pengurus organisasi profesi seperti IBI bukanlah pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan pengorbanan untuk kemajuan organisasi dan kesehatan di Provinsi Lampung.

“Pengurus IBI harus menjadi mampu menjadi partner baik bagi Pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” jelasnya.

Sumber

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Ajak Bidan Tingkatkan Derajat Kesehatan

Jejamo.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di Provinsi Lampung.

“Dalam janji kerja kami, kesehatan menjadi prioritas kami sehingga derajat kesehatan Lampung bisa meningkat. Untuk meningkatkan hal tersebut dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari berbagai unsur. Untuk itu, saya mengajak IBI Lampung untuk berkolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” ujar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam acara musyawarah daerah (Musda) Ke-IX dan Seminar Ilmiah Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung, di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Sabtu (28/9/2019).

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Wagub Chusnunia mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya Seminar ilmiah dan Musda ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Salah satu profesi yang benar-benarm emberikan bukti, penuh pengabdian, pekerjaan yang penuh ibadah yaitu profesi dibidang kesehatan. Hal ini dikarenakan hasil yang didapat dari jasa yang diberikan, tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan,” jelas Wagub Chusnunia.

Ia menuturkan bahwa pekerjaan dibidang kesehatan merupakan pekerjaan yang langsung berkaitan dengan nyawa seseorang yang tidak bisa ditunda-tunda.

“Kalau pekerjaannya mengetik di komputer, Kalau belum selesai masih bisa dilanjutkan keesokan harinya. Tetapi kalau sudah berkaitan dengan kesehatan, apalagi sudah berurusan dengan nyawa, itu tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Lampung sudah banyak kemajuan dalam sektor kesehatan, salah satunya dengan melakukan berbagai langkah sehingga Lampung berhasil mengeluarkan stunting dari angka zona merah dan melewati angka kritis Nasional.

“Tentunya kita tidak dapat berpuas diri dengan keberhasilan ini. Derajat kesehatan Lampung harus terus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub Chusnunia mengajak IBI Provinsi Lampung untuk saling berkolaborasi, bersinergi bergandeng tangan dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung.

“Untuk memajukan derajat kesehatan Lampung, tentu kita harus berkolaborasi untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Pada akhir sambutannya, Wagub Chusnunia juga mengucapkan selamat ulang tahun Ke-68 untuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung, Riseni, menjelaskan bahwa Musda ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, dalam rangka memilih kepemimpinan IBI yang baru.

“Sebagai IBI periode 2013-2018, kami menyadari bahwa apa yang telah kami capai saat ini belum dapat memuaskan anggota IBI Lampung. Namun, kami telah berupaya maksimal dalam menjalankan segenap program kerja kami,” jelasnya.

Riseni berharap agar kepengurusan yang akan datang dapat melaksanakan dan menjalan program kerja lebih baik lagi, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung.

“Semoga kepengurusan yang baru dapat menjalankan program yang lebih baik, dan juga melaksanakan program dari kepengurusan lama yang sekiranya masih layak untuk dijalankan, dalam rangka memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat Lampung,” jelasnya.

Riseni menuturkan bahwa menjadi pengurus organisasi profesi seperti IBI bukanlah pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan pengorbanan untuk kemajuan organisasi dan kesehatan di Provinsi Lampung.

“Pengurus IBI harus menjadi mampu menjadi partner baik bagi Pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan Lampung,” jelasnya dalam rilis Humas Pemprov Lampung.

Sumber

Wagub Chusnunia Buka Workshop Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) ajak perempuan dalam Birokrasi (Femokrat) bersinergi bersama Pemprov Lampung untuk memperjuangan hak dan isu perempuan di Provinsi Lampung serta menjadikan Provinsi Lampung Ramah Perempuan dan Anak

Hal tersebut terungkap saat Wagub Nunik membuka Workshop Komitmen Perempuan Dalam Birokrasi (FEMOKRAT) Provinsi Lampung dalam Memperjuangkan Kesehatan Perempuan termasuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Lampung oleh Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR di Hotel Emersia, Bandar Lampung pada selasa (24/9/2019).

Nunik mengatakan, secara faktual saat ini, terdapat sejumlah hal utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya Lampung, yakni Pertama, di sektor kesehatan, kaum perempuan dihadapkan pada minimnya akses pelayanan kesehatan serta masih tingginya angka kematian ibu dan anak, serta alokasi APBD untuk kesehatan belum memadai.

Baca Juga : 10 Oktober 2019, Presiden Jokowi Resmikan JTTS Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agun
Kedua di sektor pendidikan, kaum perempuan dihadapkan pada rendahnya subsidi pendidikan, angka buta huruf yang masih tinggi. Ketiga di sektor kemiskinan, perempuan dihadapkan kepada lapangan kerja yang kurang layak

“Kemudian, keempat, Perempuan dihadapkan kepada kebijakan Gender serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum,” jelas Nunik.

Untuk itu, kedepan Ia mengatakan sesuai dengan program kerja dan agenda yang telah ditetapkan yaitu Lampung Ramah Perempuan dan Anak, Pemerintah Provinsi Lampung akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.
Baca Juga : Gubernur Arinal Berharap Konferensi Tahunan Gereja Methodist Indonesia Berlangsung Sukses
“Diantaranya dengan mengembangkan fasilitas dan ruang-ruang publik ramah perempuan dan anak. Merevitalisasi layanan-layanan kesehatan untuk perempuan dan anak. Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak, menyediakan ruang laktasi di tempat kerja, kantor instansi pemerintah dan swasta, dan ruang publik. Serta Memfasilitasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak dan memberikan insentif untuk kader-kader Posyandu,” terang Nunik.

Sementara menurut Siti Nurlaila Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017, Secara faktual ada lima hal merupakan masalah utama yang dihadapi kaum perempuan, khususnya di Daerah Lampung, yakni Di sektor kesehatan, Di sektor pendidikan, Di sektor kemiskinan, Perempuan dihadapkan kepada kebijakan Gender serta lemahnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum.

“Untuk itu Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan komitmen para perempuan dalam birokrat menjadi seorang femokrat yang memperjuangkan hak dan isu-isu perempuan, khususnya kesehatan perempuan termasuk HKSR di Lampung,” Ujarnya.

Sumber

Wagub Lampung Prihatin Kondisi Sumaji

Lampung Timur, etalaseinfo.com – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim sangat prihatin dengan kondisi Sumaji (50), warga di RT 06/07 Dusun Kemiling Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Buruh tani itu menderita penyakit aneh. Sekujur tubuhnya melepuh dan bersisik menyerupai kulit ular.

Nunik, sapaan akrab wagub wanita pertama di Lampung itu pun mengunjungi pasien tak mampu yang kini terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung, Selasa (18/6) malam.

Wagub mendengar langsung sebab musabab Sumarji menderita penyakit infeksi kulit (erisipelas) tersebut. Hasil diagnosa medis diakibatkan bakteri Streptokokus, namun tidak menular.

Lalu, Nunik memastikan pelayanan kesehatan kepada warga kurang mampu berjalan baik di RSUDAM

“Benar, tadi (Selasa malam) besuk Pak Marji,” kata Nunik singkat.

Sebelumnya diberitakan, keluarga pasien Murad (60), dan Sarmaton (50) menceritakan, awalnya muncul bintik- bintik merah pada tubuh sang kakak. Lalu, bintik itu berubah putih terus menyerupai sisik ular di seluruh tubuh,

“Sempat dibawa oleh keluarga ke rumah sakit Islam Metro menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun pihak Rumah sakit menolak dengan alasan beda nama antara di kartu tanda penduduk (KTP) dengan BPJS,” kata Sarmaton, Selasa (18/6).

Tak putus asa, Marji dibawa ke dokter spesialis kulit. Setelah dibawa pulang, bukannya membaik tapi semakin tambah parah.

“Terus kami bawa ke RS AKA Sribhawono. Sepulang dari sana sempat agak membaik namun karena obat habis dan tidak ada dana untuk perawatan dan beli obat, penyakitnya kambuh lagi,” tambah dia. (*/hel)

Sumber

Wagub Lampung Jenguk Pasien Penyakit Kulit

BlogGua CN, Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mendatangi pasien yang kondisi sekujur tubuhnya melepuh dan bersisik serta sudah mulai membusuk di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung, Selasa (18/6/2019) malam.

Chusnunia sangat prihatin dengan kondisi Sumaji (50), warga di RT 06/07 Dusun Kemiling Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur tersebut.

Buruh tani itu menderita penyakit aneh, sekujur tubuhnya melepuh dan bersisik menyerupai kulit ular.

Chusnunia mendengar langsung sebab musabab Sumarji menderita penyakit infeksi kulit (erisipelas) tersebut.

Hasil diagnosa medis diakibatkan bakteri Streptokokus, namun tidak menular. Wakil gubernur juga meminta Rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada warga kurang mampu.

Sebelumnya diberitakan, keluarga pasien Murad (60), dan Sarmaton (50) menceritakan, awalnya muncul bintik- bintik merah pada tubuh sang kakak. Lalu, bintik itu berubah putih terus menyerupai sisik ular di seluruh tubuh.

“Sempat dibawa oleh keluarga ke rumah sakit Islam Metro menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun pihak Rumah sakit menolak dengan alasan beda nama antara di kartu tanda penduduk (KTP) dengan BPJS,” kata Sarmaton, Selasa (18/6/2019).

Tak putus asa, Marji dibawa ke dokter spesialis kulit. Setelah dibawa pulang, bukannya membaik tapi semakin tambah parah.

“Terus kami bawa ke RS AKA Sribhawono. Sepulang dari sana sempat agak membaik namun karena obat habis dan tidak ada dana untuk perawatan dan beli obat, penyakitnya kambuh lagi,” tambah dia.

Saat ini pasien masih berada di RSUDAM Bandar Lampung untuk menjalani perawatan oleh spesialis penyakit kulit.

Sumber

Setiap Bulan, Puskesmas Mataram Baru Lamtim Layani 34 ODHA

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Puskesmas Matarambaru, setiap bulannya melayani pasien pengidap penyakit HIV/AIDS sebanyak 34 orang, hal tersebut dikatakan Ketua Puskesmas Matarambaru Sriyati saat di konfirmasi di tempat kerjanya, Rabu (22/5/2019).

Sriyati menjelaskan dari 34 yang mengidap penyakit HIV/AIDS, bukan hanya dari Kecamatan Baru, melainkan dari wilayah Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang membawahi 13 kecamatan, diantaranya Matarambaru, Pasirsakti, Labuhan Maringgai, Sekampungudik, Jabung, Waymili, Wana, Melinting, Sribhawono, Wawaykariya dan Marga Sekampung.

“Namun yang paling banyak mengidap di Kecamatan Matarambaru dan Sekampungudik,” Kata Sriyati.

Untuk penanganan agar tidak merambah, tim LKB setempat selalu melakukan penyuluhan dan pencegahan kepada masyarakat yang tempat tinggalnya berpotensi menjadi penyebaran penyakit mematikan tersebut, seperti tempat hiburan malam.

“Bahkan kami sering memberikan kondom ditempat yang kami anggap rawan dengan penyebaran penyakit tersebut,” Tambah Sriyati lagi.

Mayoritas dari 34 pasien yang mengidap penyakit HIV/AIDS mayoritas berprofesi sebagai penghibur laki laki, mulai dari sebagai pemandu lagu dan melayani hubungan seks bebas, dan semua itu masuk dalam faktor lingkungan yang terdapat objek hiburan malam yang kurang terkontrol.

“Kami tidak menyalahkan profesinya, tapi saya berharap bisa berhati hati dengan selalu berkonsultasi kepada petugas kesehatan yang paham masalah itu,” Pinta Sriyati.

Lanjut Sriyati, satu pasien penyakit HIV/AIDS yang tidak disebutkan namanya meninggal dunia, pada Selasa (21/5/2019). Namun meninggalnya di pulau Jawa, mulai mengidap penyakit menular tersebut di kecamatan Mataram Baru. (Gus)

Sumber

34 Warga Penderita HIV, Mereka Semakin Bertambah

Mataram Baru,(SN) – UPTD Puskesmas kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur, terdapat data sekitar 34 warga positif terindikasi pengidap HIV /Aids. Sekian banyak penderita penyakit mengerikan tersebut tersebar di 11 kecamatan di kabupaten.

Dalam hal ini UPTD Puskesmas Mataram Baru sebagi rujukan Konferenhensip Layanan Berkesinambungan (KLB) dari pasien penderita yang berada di wilayah, yakni Kecamatan Pasir Sakti, Jabung, Waway Karya, Marga Sekampung, Sekampung Udik, Bandar Sribhawono, Gunung Pelindung, Melinting, Labuhan Maringgai, dan Mataram Baru, demikaian penjelasan dari KaUPTD Puskesmas Mataram Baru Sriyati kepada media setelah di mintai keterangan, (22/5/2019).

“Pengidap yang paling banyak ada di kecamatan Mataram Baru dan Sekampung Udik” kata Sriyati.

Sebelumnya, awak media memberikan informasi bahwa, salah satu warga desa Mataram Baru, sebut saja NY (nama di samarkan) pengidap HIV akhirnya meninggal dunia, Setelah selama 1 tahun di vonis menderita penyakit yang berbahaya tersebut.

Menurut keterangan dari beberapa teman dekat, NY adalah warga pendatang dari Jawa, dan tinggal di desa Mataram Baru kecamatan Mataram Baru yang berprofesi sebagai Pemandu Lagu di sebuah Karaoke bahkan merangkap sebagai Pekerja Sex komersial.

“Bagi pengidap kami berikan petunjuk khusus, agar bisa kami pantau dengan memberikan pembinaan dan pemberian obat secara rutin. Jumlahnya sepertinya bertambah, rata rata yang terjangkit adalah warga yang berprofesi sebagai pelaku hiburan malam, tetapi ada juga anak di bawah umur” pungkas Sriyati.(@nd)

Sumber

Alat Kesehatan RSUD Sukadana Masih Kurang

SUKADANA (Lampost.co)– Direktur RSUD Sukadana, Kabupaten Lamtim, Nanang Salman, Selasa (9/4/2019) menjelaskan, sampai saat ini jumlah dokter sepesialis di rumah sakit yang dipimpinnya terhitung sudah mencukupi yaitu sejumlah 18 orang.

“Jadi untuk RSUD Sukadana yang bertype C ini, jumlah tenaga dokter sepecialis sudah mencukupi apalagi sudah dibantu 11 dokter yang terdiri dari 10 dokter umum dan satu dokter gigi,” kata Nanang.

Hanya saja lanjut Nanang, meski jumlah dokter spesialis sudah mencukupi, namun RSUD Sukadana masih kekurangan peralatan kesehatan (alkes). Alkes yang masih kurang itu diantaranya, peralatan operasi plus kamar operasinya, peralatan CT scan, peralatan pemeriksaan jantung, dan lain-lain. “Beberapa alkes tersebut masih sangat kurang di RSUD Sukadana,” katanya.

Karena itu pula Nanang berharap kepada Pemkab Lamtim khususnya Dinas Kesehatan agar dapat menambah sejumlah alkes dimaksud untuk menutupi kekurangan yang terjadi selama ini.

“Kami akan selalu siap dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lamtim. Pelayanan terbaik yang selalu kami berikan dan kami kedepankan ini sekaligus untuk merubah stigma selama ini bahwa kualitas pelayanan di RSUD Sukadana rendah,” ujar Nanang.

Sumber