Kelompok Budi Daya Lele Agra Mina Lestari Panen Perdana Lele

SUKADANA (Lampost.co)–Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengungjungi pengurus kelompok budi daya ikan lele Agra Mina Lestari, sekaligus melakukan panen perdana di Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung, Lamtim, Senin (22/1/2018).

Panen lele dilakukan Bupati didampingi Dandim 0411/LT Letkol CZI Burhanudin, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tohir Hanafi, Wakil Kepala Polsek Bumi Agung Ipda Hariyanto, Plt.Camat Bumi Agung, Edy Gunarto Ketua Kelompok Budi daya Ikan Dwi Winarto beserta seluruh anggota pengurus kelompok Agra Mina Lestari.

Bupati mengatakan dirinya bersyukur hari ini panen bersama dengan kelompok petani ikan dan diharapkan daerah-daerah lain seperti Bumiagung, Pekalongan, Batang Hari, Sekampung, Purbolinggo, Sukadana dan sekitarnya bisa menjadi kawasan pusatnya budi daya ikan tawar.

Dan kita dari tahun ke tahun memang sudah mengalokasikan disamping juga ada program dari kementerian kita juga akan terus mengalokasikan, untuk berdampingan dengan petani ikan di kecamatan-kecamatan yang memang daerahnya cocok untuk budi daya ikan, kata Bupati.

Kelompok Budidaya Ikan Agra Mina Lestari sendiri terbentuk pada Desember 2016 dengan jumlah 25 anggota, namun baru memulai budi daya ikan lele tersebut sejak November 2017 lalu.

Menurut ketua kelompok budidaya ikan Agra Mina Lestari, Dwi Winarto, budi daya ikan lele ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat yang di fasilitasi oleh Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Lampung Timur.

Berkat adanya Bantuan Pengembangan Wirausaha Perikanan, Kelompok Agra Mina Lestari mulai mengembangkan budidaya Lele 2 bulan lalu dengan menebar 40.000 ekor bibit Lele. Ia berharap pada panen kali ini dapat mencapai target yang diharapkan yakni 3 ton 3 kwintal.

Sumber

Beras medium di Lampung Timur dijual Rp11.000/kg

Lampung Timur (Antaranews Lampung) – Harga kebutuhan pokok masyarakat terutama beras di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mengalami kenaikan, harga beras medium kini dijual Rp11.000 hingga Rp12.000/kg.

Sayem, seorang pedagang beras eceran di pasar tradisional Desa Margasari Kabupaten Lampung Timur, Selasa menyebutkan harga beras kelas medium mengalami kenaikan sejak tahun baru 2018.

Dikatakannya penyebap kenaikan harga beras adalah karena berkurangnya pasokan dari pedagang beras besar.

“Di pabrik penggilangan sudah sulit ditemukan pasokan beras dan dari pedagang besar juga stoknya sedikit, jadi harga beras naik,” katanya.

Dia menyebutkan harga beras kelas medium jenis IR-64 dijual Rp11.000/kg, dari sebelumnya Rp9.500/kg,” kata Sayem.

Ponikem, seorang pedagang beras eceran lainya membenarkan adanya kenaikan harga beras di daerahnya akibat sedikitnya pasokan beras ke pedagang.

Supriyati, ibu rumah tangga menyebutkan harga beras yang dibelinya dari pedagang beras saat ini Rp12.000/kg. “Baru beli beberapa hari ini harganya Rp12 ribu perkilo,” katanya.

Warga di Kabupaten Lampung Timur berharap kenaikan harga beras tidak berlangsung lama dan pemerintah diminta turun tangan sehingga harga beras kembali normal seperti biasanya.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan beras premium yang berlaku untuk pasar rakyat dan toko modern.

Di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450 perkilogram dan beras premium sebesar Rp12.800 perkilogram.

Sumber

Jadi Pemasok Daging DKI Jakarta, Pemprov Lampung Kembangkan Peternakan Rakyat

Saibumi.com, Lampung Timur – Program pengembangan peternakan rakyat terus dilakukan oleh Gubernur Muhammad Ridho Ficardo. Selain bertujuan meningkatkan populasi di Provinsi Lampung, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak.

Menurut Gubernur, peningkatan populasi sapi berhasil menempatkan Lampung sebagai lumbung ternak nasional, bahkan menjadi pemasok daging untuk DKI Jakarta.

“Kita terus menggulirkan program peternakan rakyat, selain untuk peningkatan populasi juga pengembangan bibit unggul di peternakan rakyat,” ujar Gubernur Ridho, Kamis, 27 Desember 2017.

Gubernur mengakui untuk mengembangkan peternakan rakyat butuh komitmen kuat dari kalangan pengusaha peternakan karena hal tersebut menyangkut pengembangan ternak bermutu. “Misalnya sapi dari Padang Mengatas Sumatera Barat kita coba kembangkan di sini,” kata Gubernur.

Seperti diketahui, Padang Mangatas merupakan kawasan peternakan sapi yang merupakan perpaduan peternakan rakyat dengan hamparan padang rumput alam yang luas sebagai pakannya. Sapi di kawasan ini tumbuh baik dan bisa dikembangkan ke daerah lain. Presiden Joko Widodo yang pernah mengunjungi Padang Mangatas menilai kualitas sapi daerah ini sangat baik.

Gubernur Ridho mengupayakan Lampung mendapatkan bibit sapi ini dan berhasil memeroleh hibah dari UPT BPTU HPT Padang Mengatas Sumatera Barat sebanyak 20 ekor sapi. Sapi tersebut jenis Simental dan Pesisir, langsung diserahkan ke masyarakat peternak di Kelompok Tani Karya Lestari, Desa Taman Cari Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur, Rabu (27/12) siang. Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dessy Desmaniar Romas kepada kelompok tani.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Ir. Lili Mawarti., mendampingi Kadis Dessy Romas, mengatakan dari 20 ekor sapi tersebut jenis sapi Simental 11 ekor (3 jantan dan 8 betina), kemudian sapi pesisir 9 ekor (2 jantan dan 7 ekor betina).

“Penyerahan bantuan ternak kepada kelompok tani ini, dilakukan sebagai upaya kongkrit dari Pemprov Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan menambah populasi sapi di Provinsi Lampung,” ujar Ir. Lili Mawarti dalam rilisnya.

Selain penyerahan sapi hibah kepada kelompok tani, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menyerahkan sebanyak 20 ekor kerbau kepada Kelompok Tani Jag Gham, Menggala Tengah lingkungan Labuhan Dalam Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang medio Oktober 2017 lalu. (**)

Sumber

Nelayan Lampung Timur Gelar Ritual Nadran

Lampung Timur (Antara Lampung) – Nelayan Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, menggelar ritual Nadran (ruah laut) di pesisir desa setempat, Selasa.

Tradisi Nadran itu ditandai dengan melarung replika perahu berukuran kecil ke tengah laut. Perahu kecil ini berisi sesaji, kepala kerbau, dan beberapa ekor hewan lain, seperti ayam.

Terlihat ratusan nelayan di atas puluhan kapal beramai-ramai mengikuti proses adat itu.

Relatif banyak warga dari desa lain pun antusias menyaksikan jalannya Nadran ini dengan turut serta bersama para nelayan ke tengah laut.

Supri nelayan di desa setempat mengatakan bahwa tradisi Nadran adalah ungkapan syukur nelayan kepada Tuhan berkat hasil tangkapan ikan yang selama ini.

“Dengan harapan adanya Nadran ini nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang lebih,” katanya.

Selain itu, nelayan juga berharap selamat saat mencari nafkah di laut.

Sumber

Stok Ikan Melimpah Di Lampung Timur

Labuhan Maringgai (ANTARA Lampung) – Stok ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur melimpah karena pasokanya tidak terganggu oleh peringatan cuaca buruk.

Menurut Andi Baso, tokoh nelayan di desa setempat, Rabu, nelayan di daerahnya masih melaut seperti biasa karena tidak ada cuaca buruk seperti angin kencang dan ombak besar.

“Banyak nelayan yang melaut dalam dua atau tiga hari terakhir, karena tidak ada cuaca buruk di perairan laut di wilayah kami,” katanya.

Menurut dia, stok ikan di TPI Labuhan Maringgai juga banyak sehingga warga mudah mendapatkan ikan dengan harga terjangkau.

Berdasarkan pantauan di TPI Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai, terlihat ramai aktivitas para pedagang ikan yang menjual berbagai jenis ikan seperti ikan tongkol, ikan cakalang. Banyak warga juga terlihat ramai membeli ikan di TPI ini.

Menurut Wati, pedagang ikan di TPI setempat, pasokan ikan dari nelayan tetap ada setiap harinya.

“Selalu ada ikanya tidak ada kekurangan,” katanya.

Dia menyebutkan berbagai jenis ikan yang dijualnya, seperti tongkol dijual Rp20 per/kg, ikan pari Rp12 ribu/kg, ikan salem Rp20 ribu/kg.

Sumber

Dealer Salim Jaya Motor 2 Berikan Bingkisan juga Potongan Tenor Dihari Guru Nasional

Saibumi.com, Lampung Timur- Dalam memperingati Hari Guru Nasional Dealer Salim Jaya Motor 2 yang beralamat di Pasar Simpang Sribhawono desa Srimenanti kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur, memberikan bingkisan kepada konsumen yang bekerja sebagai guru.

Kepala cabang Dealer Honda Slim Jaya motor 2 Hadi sulistiyono mengatakan Bingkisan yang diberikan kepada konsumen kami Ibu Erni yang juga sebagai guru di SDN Srimenanti, Bandar Sribhawono, merupakan bentuk penghargan kepada guru.

“Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa, maka kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada para guru karena tampa mereka kita bukan apa apa,”kata ungkapnya dalam rilis yang dikirim pada saibumi.com, Sabtu 25 November 2017.

Selain itu Dealer Honda Salim Jaya Motor2 memberikan promo spesial di hari guru nasional berupa potongan tenor 4 bulan (3thn) untuk type Beat FI cw, Beat Fi cbs dan CB150R yang berlaku dari tanggal 25 s/d 26 November 2017.(**)

Sumber