Indonesia Harus Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

jpnn.com, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar seminar bertema Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045, Rabu (18/12). Seminar di Auditorium Adhitama, Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu menampilkan sejumlah tokoh muda dari kalangan perempuan.

Pembicata dalam seminar itu adalah Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Bupati Jember dr. Faida, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan peneliti LIPI Adriana Elisabeth.

Ketua PWI Atal S Depari saat menyampaikan kata sambutan pada seminar itu menyatakan, Indonesia pada 2045 bakal memiliki bonus demografi. Menurutnya, harus ada persiapan untuk menghadapi kondisi itu.

“Periode 100 tahun (usia Indonesia) tinggal 26 tahun lagi dan itu bukan waktu yang lama. Kalau 2045 disebut akan ada bonus demografi, itu harus dipersiapkan agar yang dikhawatirkan yakni jeblok tidak terjadi,” kata Atal.

Wartawan senior itu menambahkan, pemimpin di Indonesia tidak perlu takut bermimpi akan masa mendatang. Menurut dia, mimpi merupakan langkah awal untuk memajukan Indonesia.

“Kenapa bermimpi? Karena semua yang ada di dunia diawali dengan mimpi. Jadi, jangan takut bermimpi,” ucap dia.

Sementara Chusnunia dalam paparannya menyoroti dua faktor penting dalam rangka menyongsong 100 tahun Indonesia. Kedua faktor itu yakni pendidikan dan kesehatan.

“Yang paling prioritas pasti pendidikan dan kesehatan. Bagaimana menyiapkan generasi yang siap beradaptasi dengan semua bidang pasti dimulai kesehatan yang harus kuat,” kata Chusnunia.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, Indonesia pada 2045 sudah memasuki era teknologi modern. Chunsnunia menegaskan, kesehatan setiap rakyat Indonesia pada masa modern harus makin terjamin

“Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah kematian ibu dan balita, ini masih tinggi. Bagaimana kita menghadapi tahun 2045 ini kuat kalau pekerjaan rumah masih berat seperti itu?” ujar Chusnunia.

Lebih lanjut Chusnunia mengatakan, pendidikan harus menjangkau perdesaan. “Pastikan akses pendidikan ke desa, karena kalau ke kota pendidikan itu mahal, ada tambahan kehidupan yang mahal,” tutur Chusnunia.(mg10/jpnn)

Sumber

Wagub Chusnunia Beri Spirit Generasi Milenial Perkuat Kemampuan Investasi

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberi spirit generasi milenial agar tangguh dan siap menghadapi bonus demografi dalam talkshow bertema “ Be Young and Smart Investor” di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung Rabu, ( 4/12/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub mengedukasi generasi milenial tentang pentingnya investasi sejak dini khususnya pasar modal.

Peserta talkshow merupakan kalangan muda, sebagian besar merupakan mahasiswa dari berbagai Universitas di sekitar Kota Bandar Lampung.

“Memulai investasi sejak muda merupakan salah satu cara kita mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi, seperti yang kita ketahui bonus demografi merupakan suatu value dan juga tantangan bagi pemerintah dan kita semua,” ujar Wagub.

Wagub menilai, jika bonus demografi berhasil dikelola dengan baik tentunya ini akan menjadi sebuah nilai tambah dan modal bagi pembangunan namun sebaliknya jika tidak di kelola bonus demografi merupakan persoalan yang akan mengancam kelangsungan itu sendiri.

Wagub mengatakan salah satu penyebab dari kegagalan memanfaatkan bonus demografi adalah kapasitas sumber daya manusia yang kurang mumpuni. Investasi sejak muda merupakan salah satu solusi yang dapat di ambil untuk menciptakan kalangan muda yang mapan dan mandiri secara financial.

“Saya sangat senang melihat anak anak muda yang bersemangat untuk belajar berinvestasi sejak muda. Saya tergerak melakukan talkshow pada hari ini juga karena dorongan dari teman teman milenal yang mengirim Direct message via media sosial saya,” kata Wagub.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Provinsi Lampung Hendi Prayogi.

Hendi turut mengajak mahasiswa dan kalangan muda untuk memulai investasi sejak dini. Sebagai generasi yang akan meneruskan tonggak pembangunan generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak saat ini menghadapai masa depan yang makin kompetitif.

Hendi menegaskan bahwa stigma berinvestasi saat sudah mapan harus dipatahkan karena saat ini menurut data yang ada 30% dari jumlah investor yang ada di Lampung adalah mahasiswa.

Disampaikan Hendi, saat ini persyaratan untuk investasi relatif murah dan pilihan yang beragam. Salah satu jenis investasi yang dapat dijadikan pilihan adalah invesatsi pasar modal / saham. “ Harga saham saat ini beragam dan banyak pilihan, mulai dari sahan dengan nilai Rp 50 / lembar saham hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah,” kata Hendi.

Hendi juga menjelaskan saat ini pasar modal telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia k (MUI).

Meskipun tidak seluruhnya namun saat ini terdapat 390 perusahaan yang termasuk dalam kategori perusahaan yang memenuhi persyaratan sebagai pelaku pasar modal syariah. Hal ini karena 390 perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan MUI.

“ Peserta pasar modal syariah akan di evaluasi oleh MUI bersama Otoritas Jasa Keuangan setiap enam bulan,” kata Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Qudratul Ikhwan menyampaikan talkshow yang diinisiasi Wagub ini sangat bermanfaat dan mengedukasi.

“Hari ini kita jadi tahu bahwa berinvestasi itu tidak sulit dan sebaiknya dimulai dari sekarang. Dalam trend perekonomian saat ini investasi di pasar modal merupakan jawaban dari keinginan generasi milenial untuk mapan di usia muda,” kata Qudratul.

(Bbg/Hmp)
Sumber

Wagub Chusnunia Hadiri Penyampaian Pemandangan Umum 8 Fraksi DPRD Tentang Raperda APBD

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung untuk mendengarkan pemandangan umum 8 fraksi DPRD Lampung terkait Raperda APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020 di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Senin (18/11/2019).

Penyampaian pemandangan umum ini merupakan tindak lanjut usai diserahkannya Raperda APBD Provinsi Lampung TA 2020 oleh Gubernur Arinal Djunaidi sebelumnya.

Fraksi Partai NasDem menyetujui Raperda APBD Provinsi Lampung TA 2020 dan berharap agar dikupas dan dibahas secara seksama dan dapat disahkan dengan tepat waktu.

Hal senada disampaikan Fraksi PDI Perjuangan yang menyetujui untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut dan ditetapkan menjadi Perda APBD Provinsi Lampung Tahun 2020.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung menyangkut Pendapatan Daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 7,866 triliun.

Atas pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung tersebut, Rapat Paripurna akan dilanjutkan kembali dengan agenda penyampaian jawaban Gubernur Lampung atas pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung terhadap Raperda APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020 pada Selasa (19/11/2019) esok.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Pemprov Berupaya Tekan Kemiskinan pada 2020

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pendapatan daerah Lampung dalam rancangan APBD Tahun 2020 direncanakan Rp7,806 triliun yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp3,259 triliun, dana perimbangan Rp4,495 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp51,656 miliar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus mengentaskan kemiskinan di tahun 2020 dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menyerahkan dokumen rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Lampung Tahun 2020 dalam sidang paripurna DPRD Lampung, Selasa, 12 November 2019. Peningkatan SDM mengacu rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Lampung Tahun 2020, dengan tema pembangunan Lampung yang dicanangkan, yakni Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melanjutkan pembangunan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan.

“Pemanfaatan anggaran pembangunan diarahkan pada enam jalur prioritas pembangunan daerah. Prioritas itu juga diintegrasikan dengan program dan kegiatan pendukung janji kerja pemerintah daerah yang selaras dengan visi Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Keenam prioritas tersebut, meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan pengarustamaan gender, pemberdayaan kaum difabel dan perlindungan anak. Selanjutnya meningkatkan nilai tambah produk unggulan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

“Kemudian mengenai reformasi birokrasi, infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kehidupan yang religius, aman, berbudaya, dan inovatif. Terakhir pembangunan berkelanjutan dan mitigasi bencana,” katanya.

Nunik menambahkan dalam menghadapi tantangan pengelolaan anggaran dan terjaganya kualitas belanja daerah, pemprov konsisten melanjutkan kebijakan mengoptimalkan anggaran belanja. “Sejalan dengan Pemerintah Pusat, belanja daerah diarahkan pada program dan kegiatan yang secara langsung mendukung pencapaian prioritas daerah dan nasional,” ujarnya.

Wagub juga menyoroti beberapa perkembangan kondisi makro ekonomi dan sosial ekonomi terkini yang melatarbelakangi penyusunan kerangka ekonomi makro dalam KUA Lampung Tahun 2020. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi Lampung selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang meningkat, yaitu 5,15 persen pada 2016 menjadi 5,17 persen pada 2017, dan tumbuh menjadi 5,25 persen pada 2018. “Pencapaian tersebut juga tercatat lebih baik dibanding dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” katanya.

Memasuki triwulan II tahun 2019, perekonomian Lampung tumbuh 5,62 persen (year on year) dan 5,16 persen di triwulan III tahun 2019. Sementara perekonomian nasional tumbuh 5,06 persen dan 5,04 persen pada periode yang sama.

Begitu juga persentase penduduk miskin menurun dari 14,29 persen pada 2016 menjadi 12,62 persen di awal 2019.

“Begitu juga dengan tingkat pengangguran, turun dari 4,43 persen pada 2017 menjadi 3,96 persen pada awal 2019. Pada periode pengamatan yang sama, kesenjangan antarkelompok pendapatan dalam masyarakat juga semakin membaik dan hingga saat ini berada pada level angka 0,33,” ujarnya.

Menurut Nunik, dengan rekam jejak pertumbuhan ekonomi Lampung beberapa tahun terakhir yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, pada 2020 mendatang, ekonomi Lampung diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,3 hingga 5,6 persen. Pada 2020 juga pengendalian inflasi akan dilakukan untuk mempertahankan dan mendorong daya beli masyarakat. Fokus utamanya menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan maupun barang strategis.

Sebab, dengan tersedianya barang dan terkendalinya harga akan turut menjaga daya beli dan menahan laju angka kemiskinan. “Melalui langkah-langkah tersebut, tingkat inflasi Lampung pada 2020 akan dipertahankan berada pada kisaran 3,0 sampai 3,5 persen,” katanya.

Muharram Candra Lugina
Sumber

Kolaborasi MUI dan Pemda Kembangkan UMKM, Perkuat Ekonomi Umat

Saibumi.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengapresiasi upaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menguatkan ekonomi masyarakat Lampung melalui pengembangan Usaha Kecil Mikro dan Menegah (UMKM) bidang pangan.

Hal ini disampaikan Nunik, sapaan akrab Chusnunia, saat menghadiri pembukaan Expo Kedaulatan Pangan yang digelar Pusat Inkubasi Bisnis Syari’ah Majelis Ulama Indonesia (Pinbas MUI) di Paradise Lounge, Hotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat 20 September 2019.

“Alhamdulillah acara ini bisa mengapresiasi berbagai produksi UMKM yang beragam, dari makanan, kerajinan tangan dan sebagainya termasuk ada produk-produk inovasi, produk pertanian, pertanian organik dan sebagainya,” ujar Nunik.

Ia berharap produk UMKM berbasis pangan halal di Lampung dapat terus bertumbuh, selain mendukung kedaulatan pangan, juga menguatkan ekonomi kerakyatan.

“Semua itu butuh kolaborasi antara MUI dan juga pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” katanya.

Ketua Bidang Ekonomi MUI Pusat Lukmanul Hakim mengatakan MUI sendiri telah melakukan reformasi kelembagaan dan reformasi pemikiran, termasuk pergerakan untuk kemandirian umat di bidang ekonomi.

“MUI tidak hanya bicara tentang dakwah tetapi juga bicara tentang pergerakan, bagaimana gerakan kita yang dapat kita turunkan dalam berbagai bentuk kegiatan salah satunya gerakan kemandirian umat di bidang ekonomi,” ujarnya.

Direktur Pinbas MUI Azrul Tanjung menambahkan MUI berkepentingan terhadap pembinaan ekonomi secara keseluruhan, karena ekonomi menyangkut kehidupan umat.

“Selama ini jika mendengar kata MUI yang kita tahu ialah fatwa dan halal, tetapi dalam lima tahun terakhir MUI mulai memikirkan secara serius tentang ekonomi umat,” ujarnya.

Azrul menyebutkan kedaulatan pangan menjadi isu penting di Indonesia, sebab ke depan negara ini tidak lagi ketergantungan pada impor pangan.

“Kenapa kedaulatan pangan? Agar bagaimana petani dan nelayan benar-benar berdaulat,” katanya.

Azrul menyebutkan selama pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung 20-22 September 2019 ini, MUI mengundang ormas islam di tingkat pusat, MUI Provinsi Lampung, dan para pelaku ekonomi untuk duduk bersama pemerintah daerah membahas tentang persoalan pangan.

“Terimakasih terhadap pemerintah daerah yang antusias membantu kami,” ucapnya. (rilis)

sumber

Wagub Lampung dukung Pelabuhan Panjang jadi pionir digitalisasi – Ekonomi Terkini

Bandarlampung (-) – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendukung penuh Pelabuhan Panjang menjadi pionir digitalisasi pelabuhan di Indonesia menyusul peresmian otomatisasi kontainer terminal atau auto gate system.

“Pemerintah Provinsi Lampung akan mendukung PT Pelindo II Cabang Panjang terkait digitalisasi auto gate system. Hal ini sebagai upaya dalam peningkatan kualitas layanan, produktivitas, dan kinerja yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya di Terminal Petikemas Pelabuhan Internasional Panjang, Bandarlampung, Senin.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi Lampung berharap penerapan digitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih mudah, cepat, dan murah, serta berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian Lampung.

Dengan diterapkannya auto gate system ini, Wagub Chusnunia berharap adanya pelayanan yang lebih maksimal dari sebelumnya.

“Kalau sudah maksimal tentunya akan membawa efek bagi perekonomian Lampung. Sistem ini juga diharapkan mempermudah dalam pendistribusian komoditas Lampung, yang berhujung pada meningkatnya akan ekspor yang bermuara pada meningkatnya perekonomian Lampung,” jelasnya.

Menurut dia, dengan semakin maju Pelabuhan Panjang ini, diharapkan Pelabuhan Panjang menjadi subregional yang membuat Lampung maju dan terdepan di Pulau Sumatera.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Yusmariza menjelaskan penerapan auto gate system merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan iklim investasi dan usaha yang kondusif dengan memperlancar logistik eksport dan import.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap auto gate system, kepala kantor Bea Cukai telah mengeluarkan keputusan terkait uji coba auto gate system. Sekaligus menempatkan pegawai bea cukai pada control room,” jelasnya.

Penerapan auto gate system, jelas Yusmariza, merupakan bentuk kepercayaan Bea Cukai kepada Pelindo II Cabang Panjang untuk mengelola sendiri pemasukan dan pengeluaran barang ke/dan dari TPS online tanpa pengawasan langsung.

“Auto gate system ini bertujuan untuk percepatan pemasukan dan pengeluaran barang, pengurangan biaya, serta meningkatkan akurasi dan validasi data. Kemudian mendorong pertumbuhan ekspor, percepatan pengiriman, dan meningkatkan perekonomian Provinsi Lampung,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya menjelaskan penerapan auto gate system ini bertujuan agar pelayanan di pelabuhan panjang dapat lebih mudah, cepat, dan murah.

Serta meningkatkan pertumbuhan kontainer yang lebih besar yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian Lampung.

“Penerapan auto gate system yang dilaksanakan di Terminal Petikemas, juga akan diterapkan pada Terminal lainnya yang dikelola Pelindo Panjang,” jelas Elvyn.

Penerapan auto gate system, jelas Elvyn, merupakan program digitalisasi Indonesia untuk menuju pelabuhan dunia

“Dalam konteks digitalisasi, kita punya pelabuhan-pelabuhan di luar Priok, pelabuhan panjang ini adalah salah satu pionir untuk digitalisasi. Penerapan digitalisasi ini tidak hanya di terminal, tetapi juga di lapangan, pergudangan, keuangan dan sistem lainnya,” jelasnya.

Sumber

Wagub Nunik : Dengan Auto Gate System Tidak Ada Lagi Alasan Pajak Tertunda!

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Chusnunia Chalim alias Nunik manyatakan, dengan diluncurkannya pelayanan berbasis Auto Gate System di Pelabuhan Panjang oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dipastikan tidak ada lagi alasan pajak tertunda.

“Dengan Auto Gate System ini, saya kira tidak ada alasan lagi pajak tertunda dan alasan-alasanlainnya. Karena semua sudah dipermudah dengan sistem digital ini,” ucapnya saat peresmian Automatic Container Terminal ‘Auto Gate System’ di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Senin (9/9/2019).

Auto Gate System ini merupakan penerapan sistem pintu otomatis tempat penimbunan sementara. Dengan sistem ini mampu mempersingkat waktu pelayanan dan biaya oprasional di pelabuhan, dan mempermudah proses ekspor impor di pelabuhan.

Nunik menerangkan, memasuki era industri 4.0, mau tidak mau semua harus berbenah, termasuk di pemerintahan. Dan hari ini di Pelindo II sudah memulai dengan digitalisasi.

“Tentu semua ini muaranya demi kebaikan. Pemeriksaan cek apapun baik pendataan dan sebagainya, dalam waktu yang singkat saya kira ini akan lebih maksimal lagi pelayanan yang ada di Pelabuhan Panjang ini,” tuturnya.

Nunik mengungkapkan dengan semakin majunya Pelabuhan Panjang, diharapkan akan berdampak langsung pada kemajuan Provinsi Lampung. Karena para pengusaha transportasinya akan semakin maksimal, maka akan berefek pada peningkatan perekonomian di Lampung.

“Mari kita bersama menggali potensi untuk mewujudkan Lampung sejahtera, dan juga jadikan Lampung sebagai pusat perekonomian Sumatera,” ungkapnya. (Sri)

Sumber

Tekan Harga Beras, Pemprov Lampung Gandeng Bulog

Saibumi.com, Bandar Lampung – Guna menekan harga beras, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi dengan Perum Bulog Divisi Regional Lampung, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi beras dengan harga relatif murah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik, saat audiensi dengan Perum Bulog Divisi Regional Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin, 15 Juli 2019.

“Kita lakukan upaya-upaya agar harga beras lebih murah dengan kualitas baik, untuk diterima di masyarakat,” ujarnya.

Nunik mengatakan, harus ada langkah serta upaya yang harus dilakukan untuk menghasilkan komitmen bagi kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana beras ini bisa kita lakukan subsidi dengan menghadirkan pasar murah. Nanti program ini akan saya sampaikan kepada pak gubernur,” kata wagub.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal, mengatakan bersama Pemprov Lampung akan melakukan penghitungan untuk menghadirkan beras murah di tengah masyarakat.

“Akan disusun rencana agar beras Bulog bisa diterima masyarakat, tetapi dengan harga yang relatif lebih murah. Dari pihak Pemprov Lampung sedang melakukan suatu perhitungan-perhitungan, agar beras Bulog lebih banyak lagi diterima masyarakat dengan harga terjangkau,” jelasnya. (rilis/eva)

Sumber

Pemkab Sidak Pasar Way Jepara, Harga Cabe Merah Melambung

Way Jepara,(SN) – Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari sidak ke Pasar Way Jepara kecamatan Way Jepara, Selasa (28/5/2019). Hal ini di lakukan untuk memeriksa harga bahan pokok pangan menjelang Hari Raya idul Fitri.

Di ketahui pasar Way Jepara kecamatan Way Jepara adalah salah satu pasar terbesar di kabupaten Lampung Timur, dan tahun 2018 mendapatkan revitalisasi pembangunan dari kementrian Perdagangan RI. Dan di tahun 2019 ini, sebanyak 196 lapak dan 37 kios sudah berfungsi.

Bersama Kapolres AKBP Taufan Dirgantoro, Kasdim Joko Subroto, Asisten 1 bidang Pemerintahan Tarmizi, Kepala Disperindag Rosdi, Camat Way Jepara Supriyanto, melakukan kunjunganya dan memantau harga kebutuhan pokok dan ketersediaanya.

“Alhamdulilah ketersediaan bahan pokok relatif stabil, tetapi khususnya untuk harga Cabe Merah ada kenaikan yang sangat signifikan pada hari ini, tetapi stok tetap ada, tak ada kekurangan” jelas Zaiful saat di mintai keterangannya kepada Peliput.

Menurut pengakuan salah satu pedagang Mbok Sadilah (60) membenarkan, bahwa harga bahan pokok rata rata belum ada kenaikan yang signifikan sampai hari ini, kecuali Cabe Merah. Menurut pengakuanya dalam 3 hari ini harga Cabe merah yang tadinya di kisaran Rp 24.000,- sudah melambung di kisaran Rp 40.000,-.

Kepala pengelola Pasar Way Jepara Hermansyah juga menerangkan, sampai saat ini situasi Pasar Way Jepara masih dalam tahap biasa saja. “Biasanya mendekati H-3 Idul Fitri, Pasar Way Jepara ini akan terlihat ramainya mas” ungkapnya.(@nd)

Sumber

Pemkab Lamtim Realisasikan Pembayaran Gaji Ke-14 Mulai 24 Mei

SUKADANA (Lampost.co) — Ribuan PNS di lingkungan Pemkab Lamtim akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya mulai Jumat (24/5/2019) Pemkab Lamtim akan merealisasikan pembayaran gaji ke-14 mereka.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lamtim, Giri Meiyanta, Rabu (22/5/2019) menjelaskan selain gaji 13 pemerintah juga memberikan gaji ke-14 bagi PNS.

Gaji ke-13 diberikan untuk membantu PNS memenuhi kebutuhan putra putri mereka saat memasuki tahun ajaran baru. Kemudian gaji ke-14 diberikan untuk membantu PNS memenuhi kebutuhan hari raya Idulfitri.

Untuk gaji ke-13, kata Giri, diatur dalam PP 35 tahun 2019. Sedangkan untuk gaji ke 14 diatur dalam PP 36 tahun 2019.

Dijelaskan juga oleh Giri, untuk pembayaran gaji 14 dan 13 tersebut Pemkab Lamtim sudah menyiapkan dana sekitar Rp80 miliar. Untuk gaji 14 sekitar Rp40 miliar dan gaji 13 Rp40 miliar.

Sumber