Pemkab Lamtim Gelar Pasar Murah di Pekalongan

SUKADANA (Lampost.co) — Pemkab Lampung Timur, Senin (20/5/2019) menggelar pasar murah di Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan.

Wakil Bupati Lamtim Zaiful Bokhari menjelaskan pasar murah tersebut digelar untuk meredam kenaikan harga, guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. “Pasar murah ini juga untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok pada bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri. Pada pasar murah kali ini kita membagikan 8.000 kupon untuk masyarakat pada setiap titik,” kata Zaiful.

Ditambahkan juga oleh Zaiful, pada pasar murah kali ini Pemkab Lamtim mengagendakan akan melaksanakan di enam titik yaitu di Kecamatan Labuhan Maringgai, Pekalongan, Jabung, Melinting, Gunung Pelindung dan Waway Karya.

“Pada 2019 ini kami menggelar enam kali pasar murah. Tapi kedepan diharapkan bisa ditambah supaya jangkauan dan layanannya lebih banyak lagi. Namun semuanya juga tentu disesuaikan dengan keuangan daerah,” tambah Zaiful.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Timur Rosdi menjelaskan pada pasar murah itu disiapkan berbagai kebutuhan diantaranya biskuit kaleng, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, mentega, susu kental manis dan beberapa jenis minuman lainnya. “Semua harga berbagai bahan makanan ini semuanya dibawah harga pasar,” kata Rosdi.

Sumber

Bantu Jaga Lingkungan, Komunitas Bank Sampah Proyek Pancasila Kumpulkan 4 Karung Sampah Setiap 2 Jam

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Guna membuat bersih sebuah lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik bekas minuman instan, bungkus makanan ringan dan berbagai jenis plastik lainnya. Kepala Desa Labuhanratu VI, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, membentuk komunitas bank sampah proyek pancasila dan menggerakkan sejumlah remaja untuk peduli dengan lingkungan dari sampah.

Kepala Desa Labuhanratu VI, Prayetno mengatakan, dirinya sengaja menciptakan komunitas itu karena peduli dengan kondisi lingkungan. Bukan hanya sekedar mengumpulkan sampah, Prayetno juga menyusun administrasi sedetail mungkin untuk komunitas itu.

Administrasi dimaksud yaitu, sampah yang di ambil dari toko-toko yang ada di desa bukan gratis melainkan diganti dengan nominal uang yang sesuai dengan berat sampah, dan pemilik toko diberikan buku kecil yang bernama bank sampah, buku di gunakan untuk mencatat berapa sampah yang sudah di ambil oleh desa dan berapa uang yang ada dalam tabungan tersebut.

“Jadi saat mengambil sampah tidak langsung kami bayar, melainkan kami catat dulu di buku tabungan, nanti setelah satu bulan baru mereka bisa mengambil uangnya ke balai desa,” kata Prayetno, Senin (13/5/2019).

Lanjutnya, sampah yang telah di kumpulkan dari sejumlah toko bukan dimusnahkan (di bakar) melainkan sampah yang terkumpul akan dijual kepada pengepul rongsok, dan hasil penjualan sampah akan di putar untuk membeli kembali sampah kepada masyarakat Desa Labuhanratu VI.

“Ini baru awal, target kami desa tempat saya harus bersih dengan sampah,” kata Prayetno.

Aktivitas tersebut dilakukan dengan santai, setiap sore sejumlah remaja yang tergabung dalam komunitas bank sampah proyek pancasila ini melakukan pemungutan sampah, dengan waktu dua jam sudah bisa membawa sampah setidak empat karung. (Gus)

Sumber

Tiga Tahun Renovasi Puskesmas Way Jepara Lamtim Mangkrak, Pelayanan Kesehatan Terganggu

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Sejak tahun 2017 lalu, Puskesmas Way Jepara, Lampung Timur, tidak berfungsi karena tersendatnya pembangunan renovasi Puskesmas tersebut, sehingga tempat pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Way Jepara di alihkan di Balai Desa Brajasakti yang hanya memanfaatkan empat ruangan kecil.

Ketua Komisi IV, Hermin saat di konfirmasi Sabtu (11/5/2019), mengatakan awalnya Puskesmas Way Jepara mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar 4,3 miliar. Namun karena pengerjaan bangunan tidak bisa selesai tepat waktu, akhirnya pemerintah harus menghentikan pembangunan nya (putus kontrak).

Dari anggaran 4,3 miliar yang baru terserap 2,7 miliar, sementara sisanya di pulangkan pada kas negara, “sampai hari ini, kondisi Puskesmas induk Way Jepara masih mangkrak,” Kata Hermin.

Sumber

Rencana Peringatan Hari Air Dunia, BBWSMS Bersih-bersih Embung

SUKADANA (Lampost.co)–Terkait peringatan Hari Air Dunia ke 27 tahun 20i9, Wakil Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari, menerima audiensi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS), di ruang kerjanya, Selasa (23/4/2019).

Kepala BBSWMS, Iriandi, menjelaskan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan Balai balai di Lingkungan Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang berada di Provinsi Lampung, akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih embung, mengangkat gulma dalam memperingati Hari Air Dunia.

Kegiatan tersebut rencanaya akan dilaksanakan pada 24 April 2019, dan berlokasi di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan itu nantinya akan dihadiri sekitar 400 orang yang meliputi kalangan pemerintah daerah, instansi teknis yang terkait, perguruan tinggi, komunitas kelompok pengelola embung, unsur uspika Kecamatan Bandar Sribhawono, SMP Sederajat, NGO (Organisasi non pemerintah) dan masyarakat setempat.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada kegiatan bersih-bersih embung tersebut diantaranya, penyerahan alat kebersihan, kick off lempar jangkar, pembersihan embung secara simbolis, serta pelaksanaan lomba bersih-bersih embung (lomba pengangkatan gulma).

Sumber

Wabup Ancam Copot ASN yang Hambat Perizinan Investasi

SUKADANA (Lampost.co)–Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, menegaskan akan mencopot siapapun ASN atau pejabat, termasuk pejabat yang tergabung dalam Tim Koordinasi Penataan Ruang daerah (TKPRD), jika terbukti bermain-main dan menghambat proses perizinan investasi yang akan masuk ke Kabupaten Lamtim.

Zaiful pun tidak segan-segan membawa persoalan itu ke proses hukum jika nantinya terbukti ada pejabat yang berkelakuan seperti itu. “Terkait masalah perizinan ini saya tidak main-main, buktikan saja omongan saya nanti,” tegas Zaiful, di hadapan sejumlah awak media, Senin (8/4/2019).
Zaiful mengaku menerima laporan mengenai persoalan perizinan ivestasi tersebut. Misalnya ada beberapa perizinan yang sudah berbulan-bulan tidak selesai-selesai di TKPRD dengan alasan yang tidak jelas.

Padahal slogan Pemkab Lamtim adalah melayani masyarakat, sementara yang mau berinvestasi malah justru kesulitan untuk mendapatkan izin. “Hal ini kan bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Bapak Presiden terkait dengan izin yang harus segera selesai, tidak berbelit-belit, tapi kenyataannya di Lamtim ini justru berbelit-belit,” katanya.

Zaiful menegaskan perizinan investasi ini tidak ada biayanya. Tetapi informasi yang didapat di bawah menyebutkan justru sebaliknya dan sudah sangat luar biasa. “Dan ini memang tidak menutup kemungkinan, kenapa jika bisa diselesikan satu hari tapi malah bisa berbulan-bulan. Ini juga yang akan kita usut secara tuntas,” katanya.

Sumber

Lampung Timur segera miliki Bendungan Margatiga

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Kabupaten Lampung Timur segera memiliki Bendungan Margatiga yang merupakan proyek strategis nasional berada di wilayah Kecamatan Margatiga dan pembangunannya pun sudah dimulai.

Kasi Tata Teknik Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Timur, Agustinus Supandriyo dihubungi di Lampung Timur, Kamis mengatakan pembangunan Bendungan Margatiga sudah dikerjakan.

“Pekerjaan Bendungan Margatiga sudah dimulai,” kata Agustinus Supandriyo.

Dia menyebutkan, pekerjaan yang sudah dilaksanakan, pembuatan base camp, penggalian dan clearing lahan.

“Baru sebatas itu informasi yang saya tahu,” katanya.

Camat Margatiga, Sadarudin menyambut gembira pembangunan Bendungan Margatiga di wilayahnya.

Menurut Sadarudin, dengan adanya bendungan tersebut lahan-lahan sawah warga menjadi tercukupi kebutuhan airnya.

“Kami menerima baik, dengan bendungan air ini lahan-lahan sawah yang tadinya tadah hujan bisa produktif,” katanya.

Sadarudin menyatakan, warganya pun menyambut baik.

“Respon masyarakat menerima dengan baik, kita ikut gembira adanya Bendungan Margatiga,” kata Sadarudin lagi.

, Bendungan Margatiga akan mengenai empat kecataman di Lampung Timur yakni Margatiga, Sekampung, Batanghari,dan Metro Kibang dengan jumlah 18 desa. Kemudian, satu desa di Kota Metro, yaitu Kecamatan Metro Selatan.

Keberadaan Bendungan Margatiga ditargetkan dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga 250 persen, sebagai konservasi air, peredam banjir, sumber air bakau dan sebagai tujuan wisata.

Bendungan Margatiga ditargetkan mengairi lahan irigasi seluas 10.950 hektare.

Selain Bendungan Marga Tiga, proyek strategis nasional yang dibangun di Lampung Timur adalah Bendung Gerak Jabung di wilayah Kecamatan Jabung dan pengerjaannya sudah 100 persen selesai.

Bendung Gerak Jabung berfungsi sebagai saluran irigasi dan ditargetkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian dan perikanan petani di Lampung Timur, nantinya akan dapat mengairi sekitar 5,638 hektare areal persawahan.

Sumber air Bendung Gerak Jabung berasal dari Sungai Way Sekampung. Selain untuk irigasi, Bendung Gerak Jabung ini juga berfungsi untuk perikanan, dan lainnya.

Sumber

Hadiri Perlombaan Desa Berprestasi, Bupati Chusnunia : Aparatur Desa Garda Terdepan Pembangunan

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Meski di tengah guyuran hujan namun tak mengurangi semangat Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim untuk menghadiri acara Perlombaan Desa Berprestasi dan Pelaksana Terbaik Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Kabupaten Lampung Timur tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Selasa (26/03/2019).

Selain Bupati, hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Wirham Riyadi, Camat Bandar Sribhawono, Edy Gunarto, Wakapolsek Sribhawono IPDA Hendrikus. S, serta Sertu Abastoni selaku Perwakilan dari Danramil Babinsa dan Kepala Desa se-Kecamatan Bandar Sribawono.

Mengawali sambutannya, Chusnunia menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan masyarakat yang ada di Desa Sribhawono.

“Terimakasih bapak ibu sekalian telah turut serta melestarikan adat budaya, seneng banget rasanya kompak karena masih dalam bulan bakti gotong royong yang mana tujuannya baik sekali, yakni saling melengkapi dan cocok sekali dengan masyarakat kita di Lampung Timur ini yang mana gotong royong juga masih dijalankan dengan baik yang tidak kita dapat di kota,” ujar Nunik begitu sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu Chusnunia juga menyampaikan bahwa akan selalu mendukung penuh aparat desa yang merupakan garda terdepan dalam pembangunan desa-desa yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

“Saya ingin selalu mendukung secara maksimal seluruh aparat desa yang selama ini menjadi panglima dan paling terdepan dalam pembangunan di desa, Lampung Timur tidak akan membangun secara maksimal kalau di desa-desa tidak membangun secara maksimal dan saya adalah bupati yang selalu percaya kemampuan kepala desa, karena kepala desa dan aparat desa bersama-sama masyarakat adalah pihak yang betul-betul layak di dukung dan dipercaya kemampuannya membangun desa,” kata Nunik lagi.

Sebelum mengakhiri sambutannya Chusnunia berpesan bahwa dalam setiap lomba yang terpenting adalah gotong royong antar warga bersama-sama membangun desanya.

“Tolong kepala desanya didukung, di doakan agar dapat memberikan yang terbaik dan maksimal untuk desanya dan Lampung Timur. Pesan saya, dalam lomba bukan masalah menang atau kalah karena kalau seperti ini yang terpenting adalah kebersamaannya dan gotong royong bersama-sama warga mengerjakannya.” terangnya.

Pada acara Perlombaan Desa Berprestasi dan Pelaksana Terbaik Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kecamatan Bandar Sribhawono ini, berbagai kerajinan tangan dan menu masakan menghiasi acara. Selain itu terdapat pula penampilan tarian serta drumband dari SD Negeri 1 Sribhawono. (Sigit/Kominfo)

Sumber

Coca-Cola Amatil Indonesia Sumbang 26 Unit Tong Sampah ke Balai TNWK

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Coca-Cola Amatil Indonesia memberikan bantuan berupa 26 tong sampah kepada Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada acara aksi City Clean Up @TNWK di Pusat Konservasi Gajah, TNWK, yang digelar Minggu (24/3) kemarin.

“Tong sampah bantuan sebanyak 26, sudah diserahkan langsung dalam kegiatan kemarin yang secara sombolis diterima oleh Kepala TNWK Subakir dengan disaksikan Ketua Forum CSR Lampung Saptarini ” kata Humas Balai TNWK Sukatmoko di Lampung Timur, Senin.

Sukatmoko menerangkan, tong sampah tersebut akan tempatkan di kawasan PLG untuk menambah tong sampah yang sudah ada.

Beberapa unit di antaranya diberikan kepada sejumlah desa penyangga hutan TNWK.

Menurut Sukatmoko, semakin banyak tong / kotak sampah yang tersedia maka masyarakat akan lebih gampang membuang sampah pada tempatnya.

Manfaat lainnya secara tidak langsung mengajarkan warga agar membuang pada tempatnya.

Sukatmoko menyatakan, berterima kasih kepada pihak Coca-Cola Amatil Indonesia, Forum CSR Lampung, NGO lingkungan, dan semua puhak yang terlibat pada aksi City Clean Up kemarin.

“Kami sangat berterima kasih, mengapresiasi, dengan kegiatan kemarin, karena banyak pihak yang peduli dan berharap TNWK lebih maju lagi,” ujar Sukatmoko.

Minggu kemarin Coca-Cola Amatil Indonesia bekerjasama dengan Taman Nasional Way Kambas dan Rumah Inspirasi Sahabat Gajah menggelar aksi lingkungan CITY CLEAN UP @ TNWK 2019 didalam kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK Kabupaten Lampung Timur.

City Clean Up @TNWK adalah gerakan bersama untuk lingkungan, melibatkan CSR Forum Lampung sebagai lokomotif kegiatan sustainability, Persatuan Sarjana Kehutanan ( Persaki ), IHGMA DPD Lampung, WWF Indonesia , Forum Pendidik Sukanegara, Karang Taruna, Pemuda Pelopor, Yayasan Peduli Generasi Lampung, IKA Kimia MIPA Unila, Bionila, Universitas Bandar Lampung ( UBL ), dan AIESEC Unila.

Rangkaian kegiatan adalah aksi membersihan dan pemilahan sampah, pemasangan tempat sampah, edukasi seputar Kawasan TNWK, penyerahan bantuan sarana kebersihan lingkungan untuk masyarakat sekitar perbatasan Taman Nasional Way Kambas.

Penanaman bibit tanaman pakan gajah dilanjutkan dengan diskusi lingkungan yang bertajuk mengembangkan gagasan wisata konservasi berbasis lingkungan dan masyarakat. Saptarini, Ketua FCL menyatakan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan adalah salah satu faktor kunci keberhasilan pariwisata, terlebih di wilayah konservasi.

Sumber

Aksi City Clean Up @ TNWK oleh Forum CSR Lampung

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) – Forum Coorporate Social Responbility (CSR) Lampung melakukan aksi “City Clean Up @TNWK” atau kegiatan menyapu bersih sampah dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

City Clean Up @TNWK dilaksanakan di kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, Minggu (24/3) pagi.

Pesertanya adalah ratusan karyawan perusahaan yang perusahaanya tergabung dalam Forum CSR Lampung dan sejumlah NGO / LSM peduli lingkungan dan konservasi serta sejumlah pagawai Balai TNWK.

Secara serentak, peserta memunguti satu persatu sampah yang tercecer di lokasi dan memasukanya kedalam karung yang mereka bawa untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah kawasan setempat.

Saptarini, Ketua Forum CSR Lampung kepada wartawan menjelaskan kegiatan tersebut mengusung semangat edukasi peduli masalah sampah.

Saptarini mengatakan, lewat aksi tersebut masyarakat diajarkan tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakat diingatkan pula bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola.

“Semangat tersebut yang harus dibangun, dan semangat ini kita kembangkan ke daerah-daerah termasuk ke tempat wisata Way Kambas ini,” ujarnya.

Usai aksi bersih sampah, peserta diperkenalkan tentang kawasan hutan TNWK berikut potensi sumber daya alam dan satwa di dalamnya oleh Kepala Balai TNWK, Subakir.

Mereka juga diajak tidak hanya perduli sampah tapi juga kelestarian satwa dan alam hutan TNWK.

Sumber

Peringati HUT Lampung ke-55, Bupati Chusnunia: Terima Kasih Pendiri Provinsi Lampung

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Lampung Timur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung ke-55 Tahun 2019 di Ruang Sidang DPRD setempat, Senin (18/3).

Rapat paripurna istimewa dipimpin Wakil Ketua DPRD Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, didampingi Wakil Ketua Hendri Nurhadi dan Nawawi Iskandar.

Membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Bupati Chusnunia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendiri dan masyarakat Provinsi Lampung yang selama ini telah mendukung program-program pemerintah dalam rangka mewujudkan kemajuan di Provinsi Lampung.

“Kita patut berbangga ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yaitu ruas tol Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang 140 Km dan Dermaga Eksekutif Bakauheni telah diresmikan penggunaannya pada 8 Maret 2019 oleh Presiden Republik Indonesia. Untuk itu Provinsi Lampung harus bisa mengambil manfaat yang sebesar-besarnya atas keberadaan tol dan dermaga eksekutif tersebut,” kata Bupati.

Tidak lupa, Bupati Chusnunia berpesan agar masyarakat tetap menjaga iklim yang damai dan sejuk menjelang pesta hajat demokrasi terbesar di Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

Ia mengatakan, ini untuk pertama kalinya rakyat akan melaksanakan pemilihan umum secara serentak untuk memilih presiden/wakil presiden, DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, sehingga harus tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan.

“Saya meminta agar hal tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun kedewasaan dalam berpolitik dan berdemokrasi, dengan tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga netralitas bagi aparatur sipil negara,” ujarnya.

Acara paripurna istimewa ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, yang kemudian diberikan kepada Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim. (Sigit/Kominfo)

Sumber