Polisi Grebek Arena Judi Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Petugas Kepolisian berhasil membekuk 2 dari 5 orang warga masyarakat, yang diduga terlibat aksi Perjudian, di wilayah hukum Polsek Labuhan Maringgai.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Labuhan Maringgai KOMPOL Kadengan, pada Jumat (19/10), menjelaskan bahwa Pemberantasan aksi Perjudian tersebut dilakukan Pihak Kepolisian, dalam rangka menggelar Operasi Cempaka Krakatau 2018.

Penggrebekan lokasi Perjudian tersebut, diawali oleh masuknya informasi dari warga masyarakat, yang segera ditindaklanjuti oleh Petugas Polsek Labuhan Maringgai.

Dalam proses Penggrebekan di Desa Muara Gading Mas, Polisi berhasil membekuk 2 dari 5 tersangka Perjudian, yang memanfaatkan 2 set kartu remi.

“Ke-2 tersangka, masing-masing berinisial SL (45) dan CS (35) yang merupakan warga Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur”, terangnya.

Sementara, dari lokasi Penggrebekan, Polisi juga berhasil mengamankan Kartu Remi, Uang tunai ratusan ribu rupiah, dan Tikar, sebagai barang bukti aksi Perjudian tersebut. (Eko Arif)

Sumber

Polsek Batanghari Nuban Lamtim Ringkus Pelaku Curat di Rumahnya

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Tekab 308 Polsek Batanghari Nuban meringkus US (31), warga Desa Kedaton Induk, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur, Rabu (17/10/2018). US merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang beraksi di rumah Ngadimin (60), warga Desa Kedaton I.

Kapolsek Batanghari Nuban, IPTU Nedi Herman, menjelaskan kasus ini terungkap setelah korban Ngadimin melaporkan aksi pencurian yang terjadi di kediamannya yang terjadi pada Jumat (13/7/2018) lalu.

“Pelaku masuk ke dalam dapur milik korban dengan cara mencongkel pintu bagian depan, kemudian masuk ke dalam kamar anak korban yang terletak di samping dapur, lalu membawa 2 unit hp milik anak korban dan 1 unit sepeda motor milik korban,” terangnya, Kamis (18/10/2018).

Mendapat laporan tersebut, Tekab 308 Polsek Batanghari Nuban segera melakukan sidik dan penyelidikan, yang akhirnya membuahkan hasil dengan didapatnya informasi keberadaan pelaku di rumahnya.

“Polisi lalu melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku sempat melarikan diri ke arah perkebunan dan sempat mengeluarkan sebilah golok sehingga terjadi perkelahian antara pelaku dan anggota Polsek Batanghari Nuban. Karena itu, Tekab 308 memberikan tindakan tegas dan terukur pada kaki pelaku,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Kapolsek, saat penangkapan pun orang tua pelaku sempat menghalangi anggota dengan menggunakan golok, sehingga sempat terjadi perkelahian dengan Kanitres Polsek Batanghari Nuban, Bripka Dedi Kurniawan. Kemudian golok orang tua pelaku dapat diamankan.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit handphone merk Lenovo type A6010 warna hitam dan satu lembar STNK sepeda motor merk Honda warna biru putih. Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Batanghari Nuban untuk penyelidikan lebih lanjut. (Jaya)

Sumber

Ini Dia Passing Grade Untuk Bisa Lolos Dalam Seleksi Penerimaan CPNS 2018

SUKADANA (Lampost.co) – Nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi dasar (SKD) pada seleksi CPNS 2018 formasi umum sama dengan tahun 2017 yaitu total 298 terdiri dari, 143 untuk tes karakteristik pribadi (TKP), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU) dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK).

Nilai ambang batas atau passsing grade (nilai minimal) SKD yang harus dipenuhi oleh peserta seleksi pada pengadaan CPNS 2018 tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB) No.37 Tahun 2018, tentang nilai ambang batas seleksi SKD pengadaan CPNS tahun 2018.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lampung Timur, Thabranie Hasyiem, kepada lampost.co, Kamis (18/10/2018) menjelaskan, bagi peserta yang lolos seleksi administrasi dan mendapatkan nomor peserta ujian, maka akan mengikuti tahapan awal seleksi CPNS 2018 yaitu SKD.

Pelaksanaan SKD CPNS 2018 sama dengan tahun 2017 yaitu menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), kemudian kelulusan peserta juga menggunakan nilai ambang batas atau passing grade. Untuk passing grade SKD pada seleksi CPNS 2018 tersebut diatur dalam Permen PAN RB No.37 tahun 2018.

Dimana dalam pasal 2 peraturan itu disebutkan SKD CPNS 2018 meliputi TKP, TIU dan TWK. Kemudian dalam pasal 3 disebutkan nilai ambang batas SKD dimaksud dalam pasal 2 yaitu, 143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK. “Jadi itulah nilai minimal atau pasing grade SKD pada seleksi CPNS 2018 dari formasi umum,” kata Thabranie.

Dijelaskan juga oleh dia, sesuai dengan penjelasan Per Men PAN RB No.37 tahun 2018, pada pasal 3 di sebutkan bahwa, dalam SKD yang terdiri dari tiga materi soal yaitu TKP, TIU dan TWK tersebut jumlah total soal yang diujikan adalah 100. Ke 100 soal itu terdiri dari soal TKP sejumlah 35 butir, TIU (30 butir) dan TWK (35 butir).

Sementara untuk materi soal TIU dan TWK jika menjawab benar nilainya 5, dan jika salah atau tidak menjawab nilainya nol. Dengan demikian, nilai maksimal adalah 500 terdiri dari nilai TKP 175, TIU (150) dan TWK (175).

Dijelaskan juga oleh Thabranie, passing grade SKD seleksi CPNS 2018 bagi formasi umum tersebut dibedakan untuk peserta yang mendaftar melalui penetapan formasi khusus yaitu, lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, olahragawan berprestasi internasional dan diaspora, tenaga guru dan tenaga medis eks tenaga honorer K (THK) II.

Untuk peserta dari formasi cumlaude dan diaspora, nilai kumulatif SKD nya paling sedikit 298 dengan nilai TIU paling rendah 85. Kemudian bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya minimal 260, dengan nilai TIU paling rendah 70.

Sumber

Verifikasi Berkas Hari Ini, Peserta CPNS Yang Gugur di Lamtim Bertambah Jadi 500 Orang

SUKADANA (Lampost.co) — Jumlah pendaftar CPNS 2018 di Kabupaten Lampung Timur yang dipastikan gugur karena berkas lamaran yang mereka unggah tidak memenuhi syarat (TMS) terus bertambah. Jika pada Rabu (17/10/2018) jumlahnya baru mencapai 195 orang, maka pada Kamis (18/10/2018) jumlahnya pendaftar CPNS yang dinyatakan gugur karena berkas lamaran TMS terus bertambah hingga mencapai sekitar 500-an orang.

Kepala Bidang Formasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim, Risdyanto, kepada lampost.co, Kamis (18/10/2018) menjelaskan, hingga Kamis (18/10/2018) sore, Tim Verifiktaor berkas lamaran CPNS 2018 Kabupaten Lamtim sudah merampungkan verifikasi seluruh atau sejumlah 6.772 berkas lamaran pendaftar.

Dari hasil verifikasi yang sudah dirampungkan tersebut, kata dia, untuk sementara jumlah pendaftar yang dinyatakan gugur terus bertambah, hingga Kamis (18/10/2018) sore tercatat sudah sekitar 500-an orang pendaftar yang sudah gugur karena berkas lamaran dinyatakan TMS oleh Tim Verifikator.

Ratusan berkas lamaran tersebut dinyatakan TMS oleh tim verifikator, sehingga sekitar 500-an pendaftar dinyatakan gugur tersebut lanjut Risdiyanto karena beberapa hal diantaranya, surat lamaran bukan ditulis tangan tetapi diketik, surat lamaran tidak sesuai dengan instansi yang dituju, surat lamaran tidak bermeterai bahkan ada yang tidak ditandatangani. Kemudian, warna latar belakang pas photo tidak sesuai ketentuan yaitu merah, kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan yang disyaratkan, tidak mengupload ijazah, tidak melampirkan bukti akreditasi sesuai Per Men PAN RB No.36 tahun 2018 , tidak mengupload salah satu persyaratan, dan lain-lain.

Sumber

Kesadaran Warga Lamtim Dalam Membuat Akta Perkawinan Masih Rendah

SUKADANA (Lampost.co) — Kesadaran warga Lamtim dalam membuat akta perkawinan masih rendah. Buktinya sejak Januari hingga pertengah
an Oktober 2018, tercatat baru sejumlah 291 pasangan suami istri non muslim yang membuat akta perkawinan.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada Dis Dukcapil Kabupaten Lamtim, Denny Kurniawan Rozali,iinan kepada lampost.co, Kamis (18/10/2018) menjelaskan, akta perkawinan yang diterbitkan oleh Dis Duk Capil merupakan dokumen yang sangat penting bagi pasangan non muslim yang menikah.

Sebab akta perkawinan tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti. pembuatan kartu keluarga, akta kelahiran, pazpor, dan lain-lain.

Selama ini lanjut Denny, pentingnya akta perkawinan tersebut kurang disadari oleh pasangan non muslim yang melangsungkan perkawinan. Sehingga sebagian besar mereka menganggap perkawinan yang dilakukan secara adat atau agama mereka masing-masing sudah cukup.

Memang kata Denny perkawinan seperti itu syah menurut adat dan agama. Namun belum tercatat sesuai dengan UU Perkawinan No.1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran warga atau pasangan non muslim yang melakukan perkawinan akan pentingnya akta perkawinan tersebut, maka jumlah mereka yang mengurus akat tersebut juga sangat rendah.

Pada 2017 tercatat hanya 379 pasangan non muslim yang mengurus akta perkawinan. Pada 2018 hingga pertengahan Oktober tercatat baru 281 pasangan yang mengurus, ditambah 55 pasangan yang baru mengurus akta perkawinan sejak beberapa hari lalu.

Menyikapi rendahnya kesadaran pasangan non muslim dalam membuat akta perkawinan tersebut ujar Denny, sebenarnya Dis Dukcapil Lamtim sudah melakukan berbagai upaya muali dari penyebaran brosur hingga sosialisasi langsung ke lapangan.

Namun upaya tersebut dirasakan masih kurang. Oleh sebab itu maka Dis Dukcapil Lamtim akan menggelar kegiatan Pekan Kependudukan, di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti pada Jumat (19/10/2018).

Kegiatan yang rencananya dibuka oleh Bupati Lamtim Chusnunia tersebut difokuskan pada pelayanan akta perkawinan. Kemudian pada kesempatan tersebut Bupati Lamtim akan menyerahkan secara simbolis akta perkawinan milik 55 pasangan yang sudah mereka urus sejak beberapa hari lalu.

Sumber

IWO Lamtim Kenalkan Sekolah Jurnalistik

Saibumi.com, Sukadana – IWO Lampung Timur sosialisasikan Sekolah Jurnalistik Ikatan Wartawan Online Indonesia (SEJIWO) kepada siswa SMK PGRI Pasir Sakti Lampung Timur, Kamis, 18 Oktober 2018.

Ketua IWO Lampung Timur Edi Arsadad mengatakan, sosialisasi SEJIWO itu untuk memasyarakatkan ilmu jurnalistik ke semua khalayak diantaranya adalah siswa.

Menurut Edi Arsadad, manfaat belajar ilmu jurnalistik bagi siswa, siswa mampu menulis kegiatanya di sekolahnya dengan pendekatan ilmu juranlistik sehingga menjadi karya.

Manfaat lainya meraka menjadi tahu dan bisa membedakan informasi yang benar dan tidak benar atau bisa dipertanggungjawabkan.

“Dengan belajar jurnalistik siswa juga bisa mengenali orang yang benar berprofesi sebagai wartawan atau hanya mengaku-ngaku saja, ” ujarnya.

Edi menambahkan, SEJIWO Lampung Timur akan diluncurkan di SMK PGRI Pasir Sakti, berbarengan dengan kegiatan pembekalan Jurnalistik ke siswa, Minggu, 28 Oktober 2018 mendatang.

Pihak sekolah SMK PGRI Pasir Sakti menyambut baik sosialisasi SEJIWO ke sekolahnya.

Kepala Sekolah SMK Pasir Sakti, Eko Budi Santoso mengatakan adanya sosialisasi itu yang kan dilanjutkan dengan pembekalan ilmu jurnalistik ke siswanya dapat bermanfaat.

Karena para siswa akan mengenal dunia pers lebih jauh dan mengenali orang yang menyandang profesi wartawan dan menjalankanya sesuai aturan.

“Dengan belajar jurnalistik siswa jadi tahu bagaimana menyusun berita, dan siapa tahu mereka nanti menjadi seorang jurnalis handal di kemudian hari, ” ujar Eko.

Eko berharap dengan adanya SEJIWO, siswanya juga diajarkan cara-cara bersosial media yang baik agar terhindar berita hoax atau berita bohong sehingga tidak terjerat Undang-Undang ITE. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Nurman Agung

Sumber

Residivis Pencurian Di Lampung Timur, Kembali Masuk Penjara

LAMPUNG1.COM, Seorang Residivis, kembali masuk jeruji penjara, karena diduga terlibat aksi pencurian telepon genggam.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Sukadana KOMPOL Abdul Mutolib, pada Rabu (17/10), menerangkan bahwa Residivis tersebut berinisial NW (56) warga Kecamatan Sukadana.

Tersangka diduga melakukan aksi pencurian terhadap Rosmala Dewi (30) warga Kecamatan Sukadana, dengan cara masuk melalui pintu belakang rumah, dan mengambil 2 unit telepon genggam.

Saat kejadian, tersangka sempat mengetahui keberadaan tersangka, dan langsung berteriak meminta pertolongan warga, sehingga tersangka segera melarikan diri.

Petugas Kepolisian yang mengetahui aksi kejahatan tersebut, segera melakukan proses penyelidikan dan berhasil membekuk tersangka, berikut barang buktinya.

“Tersangka saat ini masih menjalani proses hukum di Mapolsek Sukadana” terangnya.

Sumber

Baznas Lamtim Terima Donasi Bantuan Dari Bhayangkari Mataram Baru

MATARAM BARU,(Sumaknews.com) – Musibah gempa bumi yang melandan di Sulawesi tengah beberapa pekan lalu menggerakkan hati masyarakat Indonesia untuk saling tolong menolong, terutama ibu-ibu Bhayangkari ranting Mataram Baru.

Dengan dipimpin oleh ketua Bhayangkari ranting Mataram Baru ibu Indriana Slamet Riyadi, mereka menggalang donasi seperti mengumpulkan baju layak pakai dan kasur lantai untuk diberikan kepada para korban gempa di Sulawesi, dan donasi tersebut dititipkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Timur.

Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Urusan Agama Mataram Baru pada Selasa, 16/10/2018, yang diterima langsung oleh Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Regional bapak Guntur Saputra.

“Melihat berita-berita yang ada di televisi, surat kabar atau pun media sosial, yang saat ini sedang melanda Indonesia terutama di Sulawesi, kami dari Bhayangkari ranting Mataram Baru membuka dan menggerakkan hati kami untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah sebagai rasa solidaritas dan aksi kemanusiaan, dan ini merupakan agenda bakti sosial bulanan kami yang biasanya kami berikan kepada kaum duafa atau pun warakauri diseputaran Kecamatan Mataram Baru, namun karena adanya bencana gempa maka kami alihkan dulu untuk membantu saudara-saudara kita yang di Sulawesi” terang Indriana.

“Semoga bisa meringankan beban mereka dan kami menitipkan semua ini kepada Baznas Lampung Timur untuk diserahkan kepada para korban yang ada di Sulawesi” tambahnya.

Diwaktu yang sama Guntur Saputra yang menerima bantuan tersebut mengatakan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Bhayangkari Polsek Mataram Baru.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya yang telah dititipkan kepada kami, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan insya Allah kami akan segera menyampaikan amanah ini kepada korban bencana, dan semoga Bhayangkari Polsek Mataram Baru semakin kuat, jaya dan terus dalam membantu sesama” ucap Guntur Saputra.

Baznas Lampung Timur sampai saat ini masih menerima donasi dari berbagai pihak, selain Bhayangkari kebetulan hari ini juga Baznas mendapat donasi juga dari komunitas Artis Bandar Sribhawono, Labuhan Maringgai dan Way Jepara.

Dalam penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Mataram Baru Iptu.Slamet Riyadi, Ketua Bhayangkari Ranting Mataram Baru Indriana Slamet Riyadi, anggota Polsek Mataram Baru Amri Yulianto, Ketua Upz Regional Guntur Saputra, Bendahara Upz Regional Fina Roviana, dan beberapa anggota Bhayangkari Polsek Mataram Baru.

Sumber

Mesin Rusak, Uji KIR di Dishub Lampung Timur Sementara Dihentikan

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Timur mengusulkan perbaikan dan pengadaan mesin pada tahun 2019, menyusul adanya kesepakatan penghentian sementara pelaksanaan uji kendaraan bermotor (KIR) oleh Dishub Provinsi Lampung.

Kepala Dishub Lamtim, Sudarman, mengatakan uji KIR di Lampung Timur sudah ditutup sejak 3 Oktober 2018, karena mesinnya rusak sehingga tidak memenuhi persyaratan akreditasi untuk melakukan uji KIR.

“Mesin uji KIR buatan tahun 2004, semuanya rusak. Harus diusulkan untuk dianggarkan perbaikan atau pengadaan mesin baru. Kami pun sudah berulang kali mengusulkan ke Pemda, tetapi belum terealisasi karena terbentur keterbatasan anggaran,” ujarnya, Rabu (17/10/2018).

Sudarman menambahkan, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Lamtim telah melayani pembuatan KIR baru dan perpanjangan sebanyak ratusan kendaraan. Dengan adanya penutupan sementara, ia pun menyarankan kepada pemilik kendaraan untuk melakukan KIR baru atau perpanjangan di Kabupaten Lampung Tengah yang sudah terakreditasi.

“Dulu membuat KIR baru di sini, kalau untuk perpanjangan bisa ke daerah lain,” imbuhnya.

Meskipun ditutup sementara, Sudarman menegaskan bahwa Dishub Lamtim telah merealisasikan retribusi PAD KIR tahun 2018 sebesar Rp117 juta dari target Rp100 juta. Menurutnya, target PAD 2018 memang turun dari sebelumnya di tahun 2017 sebesar Rp200 juta.

Disinggung penyebab turunnya target tahun ini, Sudarman mengakui bahwa pihaknya tidak bisa menentukan setiap mobil harus KIR di Lampung Timur, kecuali kendaraan baru. Namun demikian, ia sudah berusaha memberi saran melalui surat edaran kepada pemilik kendaraan untuk melakukan uji KIR di Lamtim, jelasnya.

Kembali pada ditutupnya uji KIR mulai Oktober ini, secara otomatis penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun menjadi vakum. Dengan demikian, tahun 2019 tidak bisa dilakukan penarikan retribusi KIR sebelum ada perbaikan atau pengadaan pergantian mesin yang rusak. (Jaya)

Sumber

Tak Lulus Verifikasi Berkas, 195 Pendaftar CPNS di Lamtim Gugur

SUKADANA (Lampost.co) — 195 pendaftar CPNS di Kabupaten Lamtim dipastikan gugur dan tidak bisa mengikuti ujian seleksi penerimaan CPNS 2018. Mereka gugur karena hasil verifikasi berkas yang dilakukan oleh Tim Verifikator CPNS 2018 Kabupaten Lamtim, berkas mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim, Thabranie Hasyiem kepada lampost.co menjelaskan, meski sempat terkendala karena serven BKN mengalami down, namun verifikasi berkas lamaran CPNS 2018 Kabupaten yang dilakukan oleh Tim Verifikator terus berjalan.

Dari 6.772 berkas lamaran yang memilih formasi CPNS di Kabupatenh Lamtim, hingga Rabu (17/10/2018) pukul 15.00 tercatat 6.390 berkas diantaranya sudah selesai diverifikasi oleh tim tersebut.

Dari 6.390 berkas lamaran yang sudah diverifikasi oleh Tim Verifiktaor tersebut lanjut Thabranie, untuk sementara tercatat 195 berkas lamaran yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ke 195 berkas lamaran tersebut dinyatakan TMS oleh tim verifikator karena beberapa hal diantaranya, surat lamaran bukan ditulis tangan tetapi diketik, surat lamaran tidak sesuai dengan instansi yang dituju, surat lamaran tidak bermeterai bahkan ada yang tidak ditandatangani.

Kemudian, warna latar belakang pas photo tidak sesuai ketentuan yaitu merah, kualifiksais pendidikan tidak sesuai dengan yang diysaratkan, tidak mengupload ijazah, tidak melampirkan bukti akreditasi sesuai Per Men PAN RB No.36 tahun 2018 , tidak mengupload salah satu persyaratan, dan lain-lain. “Karena sejumlah hal yang ditemukan oleh tim verifikator saat melakukan verifikasi, maka 195 berkas tersebut dinyatakan TMS,” katanya. Rabu (17/10/2018).

Selanjutnya karena berkas dinyatakan TMS, maka untuk sementara 195 pendaftar dimaksud ujar Thabranie, dipastikan tidak dapat mengikuti ujian seleksi penerimaan CPNS 2018. Karena dengan dinyatakan TMS artinya mereka gugur dan tidak akan mendapatkan no test atau no ujian untuk bisa ikut ujian seleksi penerimaan CPNS tersebut.

Ditambahkan juga oleh Thabranie, jumlah berkas pendaftar yang TMS diperkirakan akan bertambah dari jumlah tersebut. Sebab disamping verifikasi berkas lamaran CPNS belum rampung seluruhnya, verifikasi juga akan diulang untuk memastikan kembali apakah berkas lamaran yang sudah diverifikasi sebelumnya memenuhi syarat atau tidak. “Perkiraan kami jumlah pendaftar yang akan TMS itu bisa bertambah lagi, sebab selain verifikasi belum rampung seluruhnya, nanti juga akan dilakukan verifikasi ulang untuk memastikan kembali apakah berkas lamaran para pendaftar memenuhi syarat atau TMS,” katanya.

Sumber