Wagub Chusnunia Beri Semangat Lampung Utara Wujudkan KLA di Tahun 2020

Newslampungterkini.com, Lampung Utara – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) memberi semangat Kabupaten Lampung Utara untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di tahun 2020.

Hal tersebut dilakukan Wagub saat acara Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Utara, di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (15/1/2020).

“Kami optimistis pada tahun 2020 Kabupaten Lampung Utara insyallah menjadi Kabupaten Layak Anak, hanya tinggal kita wujudkan,” ujar Wagub.

Nunik mengatakan, melalui KLA akan memotivasi anak-anak di Provinsi Lampung untuk mewujudkan Provinsi Lampung Layak Anak (Provila). “Mari bergandengan tangan mewujudkan yang terbaik untuk anak-anak kita,” katanya.

Menurut Nunik, KLA bukan tentang mengejar penghargaan, tetapi menjadi barometer agar daerah bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak.

“Apa yang kita buat akan menjadi sia-sia kalau kita tidak mempersiapkan generasi penerus kita yang baik,” ujarnya.

Nunik juga mengatakan Provinsi Lampung berkeinginan menjadi Provinsi yang memperhatikan hak-hak perempuan.

“Kita harapkan pengarusutamaan gender menjadi basis untuk membuat kebijakan. Perempuan harus berdaya karena kalau kita bicara kualitas keluarga, erat kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, karena rumah tangga adalah hal yang paling inti agar keluarga di Indonesia ini menjadi keluarga yang berkualitas,” katanya.

Pada acara ini, Wagub juga mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting. Nunik menyebutkan dengan berkerja keras seluruh pihak, stunting di Provinsi Lampung diangka 27 persen sekaligus di bawah angka nasional.

Namun demikian, Wagub Nunik mendorong semangat agar angka stunting tersebut terus menurun di Provinsi Lampung.

“Kita ingin turunkan lagi sampai seminimal mungkin agar tidak ada lagi stunting di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Nunik meminta kerjasama seluruh instansi terkait di Kabupaten Lampung Utara agar terus melakukan koordinasi sehingga penanganan stunting bisa lebih maksimal.

“Karena itu butuh komitmen bersama. Kami punya optimisme di Kabupaten Lampung Utara, ini isu yang sangat penting tentang anak menyangkut masa depan anak kita, persoalan stunting ini harus ditangani sampai tuntas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo diwakili Pj. Sekretaris Daerah, Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Utara sebagai Kabupaten Layak Anak.

Komitmen tersebut, kata Sofyan, dibuktikan dengan dibentuknya Gugus Tugas yang melibatkan OPD terkait, serta melaksanakan sosialisasi program KLA ke Kecamatan dan Desa-Desa.

“Selain itu, melakukan pembinaan Forum Anak Daerah (FAD), dan bahkan telah turut pula mengikuti penilaian KLA meskipun belum berhasil masuk dalam nominasi,” ujar Sofyan.

Sofyan menyebutkan di tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara juga telah menetapkan 26 PAUD/TK, 74 SD, dan 37 SMP sebagai sekolah yang masuk ke dalam Program Sekolah Ramah Anak.

“Hal lni dimaksudkan untuk menjamin dan melindungi hak anak, serta memastikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, tenteram, rukun dan damai,” katanya.

Terhadap perlindungan perempuan dan anak, Sofyan menjelaskan pada tahun 2015 juga telah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan nama Nuwo Singgahan Intan Permato.

“Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini kami bentuk dalam rangka untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Kemudian, untuk Program Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting, Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara pada tanggaI 20 Agustus 2019 telah melakukan penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting menuju Kabupaten Lampung Utara bebas stunting tahun 2023.

“Untuk diketahui, bahwa Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari 110 Kabupaten yang menjadi prioritas dalam intervensi stunting dan di tahun 2020 ini Lampung Utara menjadi Prioritas Kabupaten Lokus Stunting,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda (panggeh dan ringget) sekaligus pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Wagub Nunik juga melakukan senam Germas bersama dan meninjau pasar murah.

(Bbg/Adpim)
Sumber

Nunik Ajak Fatayat NU Wujudkan Lampung Tertib, Aman dan Nyaman

Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menghadiri acara do’a bersama, pembacaan surat yasin fadhila dan bincang tuntas kamtibmas yang digelar PW Fatayat NU Provinsi Lampung, di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD & Dikmas) Lampung, di Bandar Lampung, Rabu, 15 Januari 2020.

Pada kesempatan itu Wagub berharap doa bersama ini mampu menjadikan Provinsi Lampung Berjaya, aman, nyaman dan ketertibannya senantiasa dapat terjaga. “Do’a bersama dan acara bincang kamtibmas ini diharapkan mampu menjadikan Provinsi Lampung Berjaya, menjadikan tempat aman, nyaman, dan ketertibannya senantiasa dapat terjaga,” ujar Chusnunia Chalim.

Wagub Chusnunia juga menyampaikan terimakasih kepada sahabat Fatayat NU karena senantiasa ikhtiar dan mendo’akan Lampung. “Tanpa do’a dari sahabat fatayat, kepemimpinan di Lampung tidak akan bisa lancar sampai saat ini,” ucap Wagub Chusnunia.

Wagub berharap kegiatan Fatayat NU Provinsi Lampung dapat lancar dan dipermudah, serta ide kreatif yang ada dapat diwujudkan. “Semoga sukses semua kegiatan Fatayat di Provinsi Lampung. Kami siap support dan selalu welcome. Karena negeri ini tetap membutuhkan perekat. Selama masih ada NU, NKRI harga mati,” harap Wagub.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fatayat NU Provinsi Lampung, Khalida menjelaskan bahwa kegiatan dan do’a bersama ini dihadiri PC Fatayat NU Kabupaten/Kota dan organisasi perempuan di Provinsi Lampung.

“Acara ini juga membahas terkait bencana alam yang terjadi baru-baru ini seperti di Tanggamus. Selain itu, juga membahas terkait peran perempuan terhadap lingkungan masyarakat,” ujar Khalida.

Setiaji Bintang Pamungkas
Sumber

Sekdakab Tuba Pimpin Rapat Persiapan Penyambutan Kunjungan Wakil Gubernur

Newslampungterkini.com, Tulang Bawang – Dalam rangka menyambut kedatangan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Pemkab Tulang Bawang (Tuba) mengadapan rapat yang pimpin oleh Sekretris Daerah Ir. Anthoni MM didampingi oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beberapa Camat yang ada di Tulang Bawang. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Setda, Rabu (15/01/2020)

Dalam rapat tersebut Sekdakab Tulang Bawang menyampaikan beberapa hal penting guna menyambut kedatangan Wakil Gubernur Lampung tersebut, diantaranya persiapan kedatangan Wakil Gubernur Lampung beserta jajaran mulai dari penyambutan sampai kepulangan.

Beberapa hal yang spesifik dibahas adalah mengenai transportasi, akomodasi dan rangkaian acara, diantaranya peninjauan ke Kampung Warga Makmur Jaya Kecamatan Banjar Agung pada tanggal 22 Januari 2020 terkait Kabupaten Layak Anak.

Sekda Anthoni juga mengingatkan agar dalam kunjungan wakil gubernur nanti segala sesuatunya dapat berjalan baik sebagaimana sesuai dengan agenda yang sudah dipersiapkan.

(Dms)
Sumber

Kejar Provila, Lampung Utara Siap Wujudkan Kabupaten Layak Anak 2020

Lampung Geh, Lampung Utara – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) memberi semangat pada Kabupaten Lampung Utara untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di tahun 2020. Hal tersebut dilakukan Wagub Nunik saat acara Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Utara, di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (15/1).

“Kami optimistis pada tahun 2020 Kabupaten Lampung Utara Insyallah menjadi Kabupaten Layak Anak, hanya tinggal kita wujudkan,” ujar Nunik.

Nunik mengatakan melalui KLA akan memotivasi anak-anak di Provinsi Lampung untuk mewujudkan Provinsi Lampung Layak Anak (Provila). Menurut Nunik, KLA bukan tentang mengejar penghargaan, tetapi menjadi barometer agar daerah bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak.

Wagub Lampung Chusnunia Chalim, Rabu (15/1) | Foto : Humas Pemprov Lampung

“Apa yang kita buat akan menjadi sia-sia kalau kita tidak mempersiapkan generasi penerus kita yang baik,” ujarnya.

Nunik juga mengatakan Provinsi Lampung berkeinginan menjadi provinsi yang memperhatikan hak-hak perempuan. Pihaknya mengharapkan pengarusutamaan gender menjadi basis untuk membuat kebijakan. Perempuan harus berdaya karena kalau kita bicara kualitas keluarga, erat kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, karena rumah tangga adalah hal yang paling inti agar keluarga di Indonesia ini menjadi keluarga yang berkualitas.

Pada acara ini, Nunik juga mengampanyekan Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting. Nunik menyebutkan dengan berkerja keras seluruh pihak, stunting di Provinsi Lampung di angka 27 persen sekaligus di bawah angka nasional. Namun demikian, Nunik mendorong semangat agar angka stunting tersebut terus menurun di Provinsi Lampung.

“Kita ingin turunkan lagi sampai seminimal mungkin agar tidak ada lagi stunting di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Nunik meminta kerjasama seluruh instansi terkait di Kabupaten Lampung Utara agar terus melakukan koordinasi sehingga penanganan stunting bisa lebih maksimal.

“Karena itu butuh komitmen bersama. Kami punya optimisme di Kabupaten Lampung Utara, ini isu yang sangat penting tentang anak menyangkut masa depan anak kita, persoalan stunting ini harus ditangani sampai tuntas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo diwakili Pj. Sekretaris Daerah, Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Utara sebagai Kabupaten Layak Anak.

Komitmen tersebut, kata Sofyan, dibuktikan dengan dibentuknya Gugus Tugas yang melibatkan OPD terkait, serta melaksanakan sosialisasi program KLA ke kecamatan dan desa-desa.

“Selain itu, melakukan pembinaan Forum Anak Daerah (FAD), dan bahkan telah turut pula mengikuti penilaian KLA meskipun belum berhasil masuk dalam nominasi,” ujar Sofyan.

Sofyan menyebutkan pada 2019, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara juga telah menetapkan 26 PAUD/TK, 74 SD, dan 37 SMP sebagai sekolah yang masuk ke dalam Program Sekolah Ramah Anak.

“Hal lni dimaksudkan untuk menjamin dan melindungi hak anak, serta memastikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, tenteram, rukun dan damai,” katanya.

Terhadap perlindungan perempuan dan anak, Sofyan menjelaskan pada tahun 2015 juga telah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan nama Nuwo Singgahan Intan Permato.

“Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini kami bentuk dalam rangka untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Kemudian, untuk Program Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting, Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara pada 20 Agustus 2019 telah melakukan penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting menuju Kabupaten Lampung Utara bebas stunting tahun 2023.

“Untuk diketahui, bahwa Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari 110 Kabupaten yang menjadi prioritas dalam intervensi stunting dan di tahun 2020 ini Lampung Utara menjadi prioritas kabupaten lokus stunting,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda (panggeh dan ringget) sekaligus pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Wagub Nunik juga melakukan senam Germas bersama dan meninjau pasar murah. (**)

Sumber

Nunik Ajak Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Bandar Lampung (Lampost.co): Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengajak umat Kristiani terus menjaga kehidupan yang harmonis antarumat beragama dalam memaknai Perayaan Natal Oikoumene 2019 yang diselenggarakan di Gedung Yayasan Hakka Metta Sarana Telukbetung, Kamis, 9 Januari 2020.

Nunik mengingatkan pentingnya hidup damai, rukun, dan penuh kasih sayang antara satu dengan yang lain.

“Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan, sehingga Lampung senantiasa dalam kondisi aman, damai, kondusif, dan sejuk. Sehingga bisa menjadi rumah yang nyaman untuk kita tinggali sampai dengan anak cucu nanti,” ujar Nunik.

Nunik mengatakan perayaan Natal dapat dijadikan sebagai sarana untuk merefleksikan hubungan yang harmonis dan lebih baik lagi antarumat beragama di wilayah Provinsi Lampung yang heterogen dan plural.

“Dengan semakin meningkatnya kualitas hubungan antarumat beragama, maka diharapkan akan tercipta pula kondisi yang kondusif dan lebih baik di Provinsi Lampung,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nunik meminta dukungan semua umat beragama termasuk Kristiani untuk menjaga kelestarian alam.

“Mari bersama sayangi alam semesta ini, khususnya Bumi Lampung. Lakukan yang membuat alam kita lestari, termasuk menanam pohon. Kita menjaga alam maka alam akan menyayangi kita juga, jaga kebersihan, gunakan peralatan yang tidak menambah sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono mengatakan dengan perayaan Natal, menciptakan persaudaraan sejati bersama dengan semua anak bangsa Indonesia.

“Dengan perayaan Natal ini mari kita merayakan ke Indonesiaan, kita berbeda tapi satu,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Pelaksana Romo Roy mengatakan dalam Perayaan Natal Oikoumene 2019 telah dilakukan berbagai kegiatan yakni bakti sosial seperti cek kesehatan gratis bagi 168 anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak, di Masgar Tegineneng.

Romo Roy mengatakan perayaan Natal ini merupakan kontribusi dan wujud komitmen umat Kristiani Lampung yang mendukung program pemerintah menjadikan Lampung yang aman, nyaman, damai, sejuk, dan berjaya.

Adi Sunaryo
Sumber

Wagub Chusnunia Tinjau Pembangunan Jalan Ruas Kota Gajah-Simpang Randu

Newslampungterkini.com, Lampung Tengah – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) meninjau pembangunan jalan Ruas Kota Gajah – Simpang Randu, Kabupaten Lampung Tengah. Selasa (7/1/2020)

Peninjauan dilakukan guna memastikan kondisi pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan Provinsi berjalan baik.

Wagub juga ingin memastikan bahwa kualitas pembangunan jalan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang melintas jalan tersebut.

Menurut Wagub pembangunan jalan ruas Kota Gajah – Simpang Randu telah dilakukan pada tahun 2019 dan dilanjutkan tahun 2020 ini.

“Pembangunan jalan ruas Kota Gajah – Simpang Randu kita lanjutkan apa yang sudah dibangun ditahun 2019 di tahun 2020 ini,” ujar Wagub Nunik.

Nunik mengatakan, pembangunan ruas jalan tersebut menggunakan rigid (perkerasan kaku dari beton). “Karena jika aspal biasa cepat kembali rusak,” katanya.

Untuk kelanjutan pembangunan di tahun 2020, Nunik menyebutkan digelontorkan APBD Provinsi Lampung sebesar Rp6,5 miliar. Sebelumnya pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi Lampung telah menganggarkan sebesar Rp4 miliar.

Wagub Nunik menjelaskan tidak hanya ruas Kota Gajah – Simpang Randu yang dianggarkan Pemerintah Provinsi Lampung, tapi juga ruas jalan lainnya.

Saat melakukan peninjauan, Wagub Nunik didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung Mulyadi Irsan. (Bbg/Adpim)

Sumber

Delapan Kabupaten/Kota di Lampung Belum Layak Anak

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Delapan kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Lampung akan segera mewujudkan kabupaten/kota layak anak (KLA) tahun ini. Saat ini, baru terdapat tujuh kabupaten/kota di Lampung yang telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai KLA.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia mengatakan, pemprov telah memacu agar delapan kabupaten/kota lagi di Lampung segera mewujudkan sebagai daerah KLA. “Karena masih ada delapan kabupaten/kota yang masih perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung,” katanya, Senin (6/1).

Menurut dia, dicapainya tujuan KLA itu untuk menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemprov Lampung sendiri telah mengeluarkan kebijakan yang menyangkut Perlindungan Anak dan Hak-Hak Anak.

Yakni Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pelayanan Terpadu terhadap Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan. Kemudian Perda Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pelayanan terhadap Hak-hak Anak, dan Perda Provinsi Lampung Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak.

Mantan Bupati Lampung Timur tersebut mengatakan, sesuai dengan program kerja dan agenda yang telah ditetapkan yaitu “Lampung Ramah Perempuan dan Anak”, hal tersebut akan menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.

“Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Insya Allah, dengan adanya program kerja tersebut dan didukung dengan koordinasi dan sinergitas stakeholder terkait Provinsi Lampung dapat menjadi Provila,” katanya.

Guna meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam perlindungan anak, Pemprov Lampung bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota, juga mengeluarkan program terpadu, yaitu Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Melalui kebijakan PATBM tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam menangani kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia,” kata mantan anggota DPR-RI dari F-KB tersebut.

Sumber

8 Kabupaten Dikebut Wujudkan Kota Layak Anak

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong mewujudkan kota layak anak. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Mingguan di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin, 6 Januari 2020.

Chusnunia Chalim mengatakan untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) sehingga target Provinsi Layak Anak (Provila) dapat terwujud. Nunik menambahkan sejauh ini sudah terdapat 7 kabupaten/kota yang telah mendapatkan penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak (KLA) dari Pemerintah Pusat. Namun masih ada 8 kabupaten yang harus dipacu agar segera meraih KLA.

“Karena masih ada delapan Kabupaten/ Kota yang masih perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas/ Intansi terkait,” katanya.

Kemudian ia mengatakan dicapainya tujuan KLA itu untuk menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemprov Lampung sendiri telah mengeluarkan kebijakan yang menyangkut Perlindungan Anak dan Hak-Hak Anak. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pelayanan Terpadu terhadap Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan.

“Kemudian Perda Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pelayanan terhadap hak-hak anak dan Perda Provinsi Lampung Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak,” katanya.

Nunik menjelaskan sesuai dengan program kerja dan agenda yang telah ditetapkan yaitu “Lampung Ramah Perempuan dan Anak” dimana akan menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak. Nunik berharap pada tahun 2020 ini, dapat merekatkan kembali, memperteguh dan mempertebal keyakinan untuk tetap membangun komitmen bersama guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya yang Aman, Berbudaya, Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera.(ADPIM)

“Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Insya Allah, dengan adanya program kerja tersebut dan didukung dengan koordinasi dan sinergitas stakeholder terkait Provinsi Lampung dapat menjadi Provila,” katanya.

Guna meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam perlindungan anak, Pemprov Lampung bersama pemerintah pusat dan Kabupaten/Kota juga mengeluarkan program terpadu, yaitu Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Melalui kebijakan PATBM tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam menangani kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia,” kata Nunik.

Winarko
Sumber

Wagub Chusnunia Pacu 8 Kabupaten-Kota Segera Wujudkan Kota Layak Anak

Newslampungterkini.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) memacu 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) sehingga target Provinsi Layak Anak (Provila) dapat terwujud.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nunik saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Mingguan dilingkungan Pemprov Lampung, di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (6/1/2020).

Nunik mengatakan sejauh ini sudah terdapat 7 kabupaten/kota yang telah mendapatkan penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak (KLA) dari Pemerintah Pusat. Namun masih ada 8 kabupaten yang harus dipacu agar segera meraih KLA.

“Karena masih ada delapan Kabupaten-Kota yang masih perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas/ Intansi terkait,” ujarnya.

Menurut Nunik, dicapainya tujuan KLA itu untuk menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pemprov Lampung sendiri telah mengeluarkan kebijakan yang menyangkut Perlindungan Anak dan Hak-Hak Anak. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pelayanan Terpadu terhadap Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan.

“Kemudian Perda Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pelayanan terhadap hak-hak anak dan Perda Provinsi Lampung Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak,” ujar Wagub Nunik.

Selain itu, sambung Nunik, sesuai dengan program kerja dan agenda yang telah ditetapkan yaitu “Lampung Ramah Perempuan dan Anak” dimana akan menjadikan Lampung sebagai Provinsi Ramah Perempuan dan Anak.

“Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Insya Allah, dengan adanya program kerja tersebut dan didukung dengan koordinasi dan sinergitas stakeholder terkait Provinsi Lampung dapat menjadi Provila,” katanya.

Guna meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam perlindungan anak, Pemprov Lampung bersama pemerintah pusat dan Kabupaten/Kota juga mengeluarkan program terpadu, yaitu Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Melalui kebijakan PATBM tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam menangani kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia,” kata Nunik.

Nunik berharap pada tahun 2020 ini, dapat merekatkan kembali, memperteguh dan mempertebal keyakinan untuk tetap membangun komitmen bersama guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya yang Aman, Berbudaya, Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera.

(Bbg/Adpim)
Sumber

Wagub Lampung serahkan bantuan korban banjir Banten

Bandarlampung (ANTARA) – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Lebak, Banten yang terdampak banjir dan tanah longsor.

“Pada kesempatan itu Wagub Nunik mengunjungi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, pada Jumat(3/1) untuk melihat dan mendengarkan kondisi masyarakat pasca terkena musibah banjir,” kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Lampung, Yudi Hermanto, dalam keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.

Bantuan yang diserahkan Wagub Nunik berupa obat-obatan, makanan dan minuman seperti mie instan, beras, air mineral dan kebutuhan lainnya seperti pampers, selimut dan mainan anak.

Wagub Nunik diterima langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, yang mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap musibah banjir yang melanda daerahnya.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan Ibu Wakil Gubernur Lampung. Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lebak kami berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Iti.

Pada kunjungan tersebut, Wagub Nunik juga mengunjungi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kampung Malang Nengah, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas guna membicarakan kondisi di lapangan pascamusibah banjir sekaligus juga menyerahkan bantuan. Pertemuan dilakukan di Pondok Pesantren Al Marjan Mulabaru.

Seperti diketahui, memasuki tahun 2020 curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Indonesia terkena musibah banjir, salah satunya Kabupaten Lebak.

Dalam kunjungan ini, Wagub Nunik didampingi oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Lampung.

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Sumber