Pencuri Nekat Bobol Toko Di Dekat Kantor Polisi

LAMPUNG1.COM, Aksi pembobolan toko terjadi di Kabupaten Lampung Timur, kali ini, tersangka nekat beraksi di toko pakaian, yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Polisi.

Warga masyarakat disekitar lokasi kejadian, pada Rabu (15/8), menerangkan bahwa yang menjadi korban pembobolan toko tersebut adalah Eni Sumarni warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik.

Diduga tersangka pencurian mengawali aksinya dengan cara merusak pintu depan, dan masuk kemudian menggasak pakaian yang ada didalam toko tersebut, antara lain Baju dan Celana, hingga kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Petugas Kepolisian hingga saat ini, masih terus melakukan penyelidikan, untuk memburu tersangka pembobolan toko pakaian, yang lokasinya berdekatan dengan kantor polisi tersebut. (Eko Arif)

Sumber

Jaga Persatuan, Polres Lampung Timur Gelar Tabligh Akbar

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Timur menggelar tabligh akbar di halaman belakang Mapolres setempat, Selasa (14/08/2018). Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari, ini bertujuan untuk mempererat persatuan masyarakat jelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Dalam sambutannya, Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro mengatakan, semua masyarakat harus bisa menjaga kondusivitas di daerah masing-masing. Terlebih, jelang pemilihan presiden (Pilpres) yang dikhawatirkan akan memanas seperti tahun 2014 lalu.

“Tahun depan kita ada agenda besar yakni Pileg dan Pilpres. Saya berharap masyarakat lebih dewasa menghadapi moment lima tahunan itu. Artinya, boleh beda pilihan namun jangan sampai tertjadi perpecahan,” ujarna.

Sementara itu Wakil Bupati Lamtim Zaiful Bokhari mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu momentum bagi masyarakat Lampung Timur untuk bersama-sama dengan jajaran Pemkab, Polres, dan Kodim untuk bergandengan tangan dalam rangka menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang digagas oleh Kapolres beserta jajaran dalam rangka mengajak kita semua untuk memastikan bahwa Lampung Timur adalah kabupaten yang aman, tertib dan kondusif” ujarnya.

Menurut Zaiful, saat ini adalah tahun-tahun politik sehingga berkaitan dengan hal tersebut ia mengajak seluruh masyarakat agar menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

“Jangan sampai masyarakat Lampung Timur nantinya terpecah belah hanya karena beda pilihan. Kita harus bisa bersikap dewasa dalam berdemokrasi,” tandasnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Ciptakan Kondisi Kabupaten yang Kondusif Menjelang Pileg dan Pilpres 2019” ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Lampung Timur, Hendri Nurhadi; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Wirham Riyadi.

Selain itu, Pabung 0411/LT, Mayor Kav Joko Subroto; Ketua Pengadilan Negeri Sukadana, Ahmad Irfir Rohman; Kepala Rutan Sukadana, Mustawan; dan Ketua Muhammadiyah Lampung Timur, Budi Suhermanto. (Adv)

Sumber

Usai Festival Dangdut, Pemkab Lamtim Helat Festival Band

SUKADANA (Lampost.co)–Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Festival Liga Dangdut, Pemkab Lampung Timur kembali menggelar Festival , hari ini, Selasa (14/08/2018), Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kembali melaksanakan salah satu festival yang telah diagendakan dalam 101 Festival Lampung Timur yaitu Festival Band Lampung Timur Tahun 2018.

Selain Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim,acara yang diadakan di Lapangan Merdeka Kecamatan Purbolinggo tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera, Camat Purbolinggo, Sahrun, serta Forkopimcam Purbolinggo.

Tujuan diadakannya Festival Band Lampung Timur Tahun 2018 ini salah satunya adalah sebagai ajang peningkatan prestasi serta apresiasi bagi insan band dan musisi muda di Kabupaten Lampung Timur, selain sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival Band kali ini diikuti peserta dari berbagai penjuru daerah di Provinsi Lampung yang telah tersaring menjadi 23 peserta. Adapun proses penjaringan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2018 Lalu.

Pada akhir acara Festival Band Lampung Timur Tahun 2018 kali ini, para peserta akan memperebutkan predikat juara 1, 2 ,dan 3, serta juara harapan 1, 2 , dan 3.

Dalam sambutannya Chusnunia berharap dengan adanya berbagai festival yang diselenggarakan di Bumei Tuwah Bepadan ini dapat mewadahi kreatifitas masyarakat Lampung Timur maupun diluar Lampung Timur.

“Dari dulu saya selalu menyukai hal yang berkaitan dengan kreativitas, kita semua berharap adanya festival-festival di Lampung Timur bisa mewadahi dan menjadi media untuk kreatifitas terutama bagi masyarakat Lampung Timur dan bukan hanya Lampung Timur, karena Lampung Timur juga terbuka untuk semua pihak yang ingin memberikan kreativitasnya kita persilahkan, kita ajak bergandeng tangan,” katanya.

Dijelaskan juga oleh dia, Kabupaten Lamtim merupakan isi dan gudangnya orang-orang kreatif. “Yang jelas ini wajah asli Lampung Timur, isinya atau gudangnya orang-orang kreatif, festival ini hanya satu hari dilaksanakan tapi yang paling penting bukan festivalnya tapi pembinaan setelah festivalnya, kita harapkan anak-anak kita disalurkan bakatnya bisa berkreasi lebih maksimal lagi terutama di bidang musik. Saya siap bagaimanapun caranya agar anak-anak kreatif ini terwadahi dengan maksimal,” kata Chusnunia.

Bupati Lampung Timur itu juga menyempatkan diri untuk membawakan dua buah lagu antara lain Slank dengan judul Terlalu Manis dan God Bless dengan judul Rumah Kita.

Sumber

Jelang Pilpres Disdukcapil Lamtim Target Hingga Maret 2019, 95% Warga Lamtim Punya KTP-El

SUKADANA (Lampost.co) — Menghadapi hajat demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) hingga Maret 2019 mendatang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamtim memprediksi jumlah warga telah melakukan perekaman data atau memiliki KTP-el mencapai 902.500 jiwa atau sebesar 95% dari jumlah total warga wajib KTP hingga Juli 2018 yaitu 936.760 jiwa.

Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Lamtim, Indra Gandi, kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018) menjelaskan, hingga Juli 2018 jumlah penduduk Kabupaten Lamtim mencapai 1.251.107 jiwa. Dari total penduduk tersebut, hingga Juli 2018 sejumlah 936.760 jiwa adalah warga wajib KTP-el (memiliki atau telah melakukan perekaman data KTP-el).

Selanjutnya dari sejumlah 936.760 jiwa warga Lamtim wajib KTP-el tersebut, hingga Juli 2018 sejumlah 722.300 jiwa atau 77% diantaranya sudah melakukan perekaman data bahkan sebagian besar sudah dicetak KTP-el nya. Sementara sisanya yang belum melakukan perekaman data dan belum memiliki KTP-el yaitu sejumlah 214.460 jiwa.

Kemudian lanjut Indra, mengingat pada 2019 mendatang akan ada hajat demokrasi yaitu Pilpres, sementara untuk menyalurkan hak pilih salah satu syaratnya adalah telah memiliki KTP-el, maka pihak Disdukcapil Kabupaten Lamtim terus bekerja maksimal agar warga wajib KTP-el namun belum melakukan perekaman data dapat melakukan hal itu.

Adapun upaya yang terus dilakukan oleh pihak Disdukcapail Kabupaten Lamtim, kata Indra, adalah dengan upaya jemput bola. Dimana petugas dari Disdukcapil dengan dukungan fasilitas mobil pelayanan keliling adminsitrasi kependudukan turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk melayani warga melakukan perekaman data KTP-el.

“Upaya jemput bola turun langsung ke lapangan dengan dukungan fasilitas mobil pelayanan keliling administrasi kependudukan. Itu terus kami maksimalkan untuk melayani warga dalam melakukan perekaman data KTP-el,” kata dia.

Sumber

SSB Gajah Mada Purbolinggo Lamtim Wakili Lampung Perebutkan Piala Menpora U14

SUKADANA (Lampost.co) — Lampung Timur sedang berbenah di segala bidang, tidak hanya fisik namun juga non-fisik. Berbagai hal dilakukan demi kemajuan Lampung Timur. Salah satunya di bidang olahraga.

Setelah sebelumnya tiga wasit asal Lampung Timur berhasil terpilih untuk memimpin pertandingan di tingkat nasional, kali ini prestasi tersebut masih dari dunia sepak bola Lampung Timur, yakni pada partai Final Liga Pelajar U-14 Regional Lampung yang diselenggarakan di Lapangan Margodadi, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, berhasil mempertemukan sesama wakil Lampung Timur yakni Sekolah Sepak Bola (SSB) Gadjah Mada Purbolinggo Lampung Timur dan SSB Lampung Timur FC.

Pada partai final tersebut Sekolah Sepak Bola (SSB) Gadjah Mada Purbolinggo Lampung Timur berhasil keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan SSB Lampung Timur FC dengan skor 2-0.

Dengan kemenangan itu SSB Gajah Mada berhak mewakili Lampung di tingkat nasional untuk memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga U14 yang akan diselenggarakan di Provinsi Bali pada bulan September 2018 mendatang.

Tidak hanya keluar sebagai pemenang, pemain SSB Gadjah Mada Purbolinggo Lampung Timur juga berhasil meraih predikat pencetak gol terbanyak. Ia adalah Hamdan, yang berhasil mencetak sebanyak 12 gol selama pertandingan.

Pada partai puncak atau final tersebut turut hadir menyaksikan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung Edy Sunarso, Wakil Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Lampung Adolf Ayatullah Indrajaya dan Exco Asosiasi Kabupaten PSSI Lampung Timur Ahmad Fauzi.

Menanggapi prestasi tersebut Exco Asosiasi Kabupaten PSSI Lampung Timur Ahmad Fauzi mengatakan keberhasilan kedua SSB Lampung Timur masuk Final di Turnamen Piala Menpora U14 Seri Wilayah Lampung ini adalah bukti bahwa pentingnya membangun pembinaan usia muda yang terprogram dan berkelanjutan.

“Sehingga kedepannya nanti SSB yang ada di Lampung Timur khususnya bisa menyumbangkan pemain pemain berprestasi di masa depan yang bisa membawa Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di pentas Piala Dunia ” kata Ahmad Fauzi.

Posisi akhir pada Liga Pelajar U-14 Regional Lampung ini menempatkan SSB Gadjah Mada sebagai juara pertama, SSB Lamtim FC sebagai juara kedua, SSB Pringsewu sebagai juara ketiga dan SSB D’Sport Lampung Tengah sebagai juara keempat.

Sumber

Perlombaan Jambore Ranting Jabung, Gudep SMK Perintis Raih Juara Umum

Jabung – Perlombaan Jambore Ranting (Jamran) Gerakan Pramuka Kecamatan Jabung diraih oleh Gudep SMK Perintis Adiluhur sebagai juara umum, pembagian hadiah dilakukan selepas Upacara HUT Gerakan Pramuka ke-57, sekaligus penutupan Jamran di Lapangan Merdeka Desa Adirejo, Selasa (14/08/2018).

Terdapat 136 piala yang dibagikan kepada para juara di perlombaan tersebut. 21 piala untuk tingkat Penegak, 30 piala untuk Penggalang SMP/MTs, 49 piala untuk Penggalang SD/MI (perlombaan per regu), dan 36 piala untuk penggalang SD/MI (perlombaan per-Gudep).

Para juri dari Racana UIN Lampung menyerahkan langsung piala-piala tersebut kepada para juara perlombaan. Pada perlombaan Jamran tersebut, penegak dari Gudep SMK Perintis Adi Luhur keluar sebagai juara umum. Sementara di tingkat penggalang SD dan SMP, juara umum diraih oleh Gudep SDN 2 Negara Batin dan SMPN 3 Jabung. (Agus. S/Z)

Sumber

Tanam Ganja, Seorang Remaja Lampung Timur Diciduk Polisi

Saibumi.com, Sukadana – Anggota Satnarkoba Polres Lampung Timur menciduk seorang remaja yang diduga memiliki ganja, Selasa 14 Agustus 2018 pagi.

Kasatnarkoba Iptu Abadi mengatakan, pihaknya turun ke lapangan berdasarkan informasi masyarakat adanya seorang warga yang diduga menanam ganja.

“Saya memimpin anggota langsung ke lokasi yang ditujukan itu,” kata dia kepada Saibumi.com.

Dari hasil penggerebekan di rumah tersangka, petugas mengamankan AO (18), warga Kecamatan Margatiga. Selain itu, petugas mengamankan satu kertas putih terdapat batang daun biji kering diduga keras ganja, dua pot plastik gelas berisi tanaman ganja, dan satu pot mangkok plastik tanaman ganja.

“Tersangka diduga kuat melakukan TP mananam, memiliki, menyimpan, menguasai ganja,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka menanam ganja itu sejak beberapa bulan terakhir di belakang rumahnya.(*)

Sumber

Bupati Lamtim Buka Festival Liga Dangdut

SUKADANA Lampost.co)–Bupati Lampung Timur, Chusnunia membuka Festival Liga Dangdut Lampung Timur di Lapangan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (13/8/2018).

Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur, Almaturidi, Sekretaris Dinas Pariwisata, Estuning Wariani Takarina, serta Camat Purbolinggo, Sahrun.

Festival Liga Dangdut diikuti 128 peserta dari seluruh Provinsi Lampung yang kemudian akan diseleksi kembali menjadi 50 orang peserta dengan rincian 25 peserta putri dan 25 peserta putra.

Pada akhir acara akan ditentukan juara satu, dua dan tiga baik putra maupun putri serta juara favorit yang ditentukan berdasarkan dukungan instagram.
Salah satu tujuan utama Festival Dangdut untuk mempromosikan Lampung Timur ke dunia luar sekaligus menjadi ajang pemilihan bakat bagi potensi-potensi muda yang ada di Lampung Timur khususnya dan Lampung pada umumnya.

Chusnunia mengatakan bahwa, tujuan diadakannya kegiatan festival semacam ini selain untuk membangun Lampung Timur juga untuk membahagiakan masyarakat Lampung Timur.

Ia menambahkan Kabupaten Lampung Timur layak dan aman untuk dikunjungi. “Hari ini kita mengadakan Festival Liga Dangdut besok ada festival band, ini salah satu yang saya sampaikan bahwa kita ingin membangun Lampung Timur dan membahagiakan masyarakat Lampung Timur, ternyata pesertanya jauh diluar ekspektasi kita, datang dari Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Tengah, Metro, Bandar Lampung semuanya ikut, dan inilah Lampung Timur warganya kreatif. Lampung Timur layak, aman dan nyaman dikunjungi,” katanya.

Pada acara tersebut Nunik sapaan akrab Bupati Lampung Timur tersebut juga menyempatkan diri untuk bergoyang bersama sama seluruh peserta.

Sumber

Bupati Lamtim Sebut Kunci Sukses Adalah Pendidikan

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim mengungkapkan kunci sukses yang utama adalah pendidikan yang baik.

Hal itu disampaikannya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Boarding School di lokasi MTs Muhammadiyah 2 Way Bungur, Dusun II Tanjung Qencono, Kecamatan Way Bungur, Senin (13/08/2018).

Menurut Chusnunia, pendidikan itu sendiri meliputi pendidikan umum serta pendidikan yang bersifat mental dan spritual. Keduanya harus berimbang karena semuanya sama-sama dibutuhkan anak didik untuk membentuk karakter yang kuat.

“Selain pendidikan yang bersifat umum, anak-anak juga harus diberikan pendidikan yang bersifat spiritual dan mental. Ini penting untuk membangun kepribadian anak yang lebih baik,” ujarnya.

Diakui Bupati, inilah keistimawaannya lembaga pendidikan dari organisasi masyarakat terutama Muhammadiyah dan NU. Karena di lembaga ini tidak hanya mendidik anak-anak soal pengetahuan umum saja, tetapi juga termasuk pengetahuan dalam sifat spiritual dan mental atau agama.

“Pendidikan anak-anak kita sangat mempengaruhi seperti apa lajunya Indonesia ke depan, tersendat-sendat atau berlari kencang. Tidak ada pilihan lain, Indonesia harus berlari kencang untuk mengejar ketertinggalan. Maka, bidang pendidikan pun harus berlari kencang,” tegasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Boarding School sendiri meliputi masjid, ruang mengajar dan asrama siswa. Sekolahan ini dikonsep semi modern, sehingga nantinya bisa menjadi opsi lain bagi orang tua untuk menyekolahkan buah hatinya selain di sekolah negeri.

Selain Bupati, hadir pula pada kesempatan itu antara lain Camat Way Bungur, Raden Gunawan; Kepala Kantor Kementrian Agama Lampung Timur, Karwito; Kepala Sekolah MTS Muhammadiyah, Suharmanto; Wakapolsek Way Bungur, Ipda Ngatono; dan Ketua Ranting Muhamadiyah Desa Tanjung Qencono, Sutrisno. (Adv)

Sumber

Pembangunan Masjid dan Asrama MTs Muhammadiyah Way Bungur Dimulai

SUKADANA (Lampost.co)–Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid, Gedung dan Asrama MTs Muhammadiyah 2 Way Bungur Boarding School.

Kegiatan dilaksanakan di lokasi MTs Muhammadiyah 2 Way Bungur, Dusun II Tanjung Qencono, Kecamatan Way Bungur, Senin (13/8/2018).

Hadir pula pada acara, Camat Way Bungur, Raden Gunawan, Kepala Kantor Kementrian Agama Lampung Timur, Karwito, Kepala Sekolah MTS Muhammadiyah, Suharmanto, Wakapolsek Way Bungur Ipda Ngatono, serta Ketua Ranting Muhamadiyah Desa Tanjung Qencono, Sutrisno.

Nunik sapaan akrab Bupati Lampung Timur mengatakan selain pendidikan yang bersifat umum, anak-anak juga harus diberikan pendidikan yang bersifat spiritual dan mental guna membangun kepribadian anak yang lebih baik. “Bapak ibu tidak cukup anak-anak kita bekali hanya pendidikan umum kalau mau lengkap harus pendidikan agama pula, inilah keistimawaannya lembaga pendidikan dari organisasi masyarakat terutama Muhammadiyah dan NU, karena tidak hanya mendidik anak-anak kita di pengetahuan umum saja tetapi juga termasuk pengetahuan dalam sifat spiritual dan mental,” katanya.

Setelah acara peletakan batu pertama tersebut, kegiatan diisi pula dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Penceramah KH. Buya Nurvaif S. Chaniago.

Sumber