Berikut Enam Jalur Pemanfaatan APBD Provinsi Lampung Tahun 2020

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai melakukan penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tema pembangunan Provinsi Lampung tahun 2020 adalah “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Melanjutkan Pembangunan Ekonomi untuk Mengurangi Kemiskinan.”

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung dalam rangka penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2020 menyebutkan, pemanfaatan anggaran pembangunan diarahkan pada enam jalur prioritas pembangunan daerah, di antaranya:

      1. Pembangunan sumberdaya manusia dengan pengarustamaan gender,pemberdayaan kaum difabel dan perlindungan anak
      2. Meningkatkan nilai tambah produk unggulan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangam
      3. Reformasi birokrasi
      4. Infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas
      5. Kehidupan yang religius, aman, berbudaya dan inovatif
      6. Pembangunan berkelanjutan dan mitigasi bencana.

“Semua prioritas itu juga diintregasikan dengan program dan kegiatan pendukung agenda atau janji kerja pemerintah daerah yang selaras dengan visi “Rakyat Lampung Berjaya,” tutupnya. Senin, (12/11/2019). (Ria)

Sumber

Nunik Sebut Akan Maksimalkan Nilai Tambah Produk Pangan

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Angka pengentasan kemiskinan di Provinsi Lampung hanya turun satu digit dari 14 persen menjadi 13 persen. Di Pulau Sumatera, Lampung masuk peringkat tiga dari bawah soal pengentasan kemiskinan. Apalagi di tingkat nasional, Lampung masih tertinggal jauh dari provinsi-provinsi lainnya.

Wakil Gubenur Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) mengatakan, setelah di potret oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang membuat miskin rumah tangga adalah beban makan.

“Yang membuat masyarakat kita miskin salah satunya adalah beban makan seperti sayuran dan bahan pokok. Artinya apa yang mereka panen itu akan langsung dijual,” ujarnya saat menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Lampung tahun 2020, di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (12/11/2019).

Menurut dia, APBD Provinsi Lampung kedepan akan digunakan untuk memaksimalkan produk yang mempunyai nilai tambah.

“Nantinya akan ada anggaran APBD yang akan kita gunakan ke sana (peningkatan nilai tambah), sehingga tidak hanya dijual mentah oleh masyarakat,” tutupnya. (Ria)

Sumber

Pemprov Berupaya Tekan Kemiskinan pada 2020

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pendapatan daerah Lampung dalam rancangan APBD Tahun 2020 direncanakan Rp7,806 triliun yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp3,259 triliun, dana perimbangan Rp4,495 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp51,656 miliar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus mengentaskan kemiskinan di tahun 2020 dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menyerahkan dokumen rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Lampung Tahun 2020 dalam sidang paripurna DPRD Lampung, Selasa, 12 November 2019. Peningkatan SDM mengacu rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Lampung Tahun 2020, dengan tema pembangunan Lampung yang dicanangkan, yakni Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melanjutkan pembangunan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan.

“Pemanfaatan anggaran pembangunan diarahkan pada enam jalur prioritas pembangunan daerah. Prioritas itu juga diintegrasikan dengan program dan kegiatan pendukung janji kerja pemerintah daerah yang selaras dengan visi Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Keenam prioritas tersebut, meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan pengarustamaan gender, pemberdayaan kaum difabel dan perlindungan anak. Selanjutnya meningkatkan nilai tambah produk unggulan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

“Kemudian mengenai reformasi birokrasi, infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kehidupan yang religius, aman, berbudaya, dan inovatif. Terakhir pembangunan berkelanjutan dan mitigasi bencana,” katanya.

Nunik menambahkan dalam menghadapi tantangan pengelolaan anggaran dan terjaganya kualitas belanja daerah, pemprov konsisten melanjutkan kebijakan mengoptimalkan anggaran belanja. “Sejalan dengan Pemerintah Pusat, belanja daerah diarahkan pada program dan kegiatan yang secara langsung mendukung pencapaian prioritas daerah dan nasional,” ujarnya.

Wagub juga menyoroti beberapa perkembangan kondisi makro ekonomi dan sosial ekonomi terkini yang melatarbelakangi penyusunan kerangka ekonomi makro dalam KUA Lampung Tahun 2020. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi Lampung selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang meningkat, yaitu 5,15 persen pada 2016 menjadi 5,17 persen pada 2017, dan tumbuh menjadi 5,25 persen pada 2018. “Pencapaian tersebut juga tercatat lebih baik dibanding dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” katanya.

Memasuki triwulan II tahun 2019, perekonomian Lampung tumbuh 5,62 persen (year on year) dan 5,16 persen di triwulan III tahun 2019. Sementara perekonomian nasional tumbuh 5,06 persen dan 5,04 persen pada periode yang sama.

Begitu juga persentase penduduk miskin menurun dari 14,29 persen pada 2016 menjadi 12,62 persen di awal 2019.

“Begitu juga dengan tingkat pengangguran, turun dari 4,43 persen pada 2017 menjadi 3,96 persen pada awal 2019. Pada periode pengamatan yang sama, kesenjangan antarkelompok pendapatan dalam masyarakat juga semakin membaik dan hingga saat ini berada pada level angka 0,33,” ujarnya.

Menurut Nunik, dengan rekam jejak pertumbuhan ekonomi Lampung beberapa tahun terakhir yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, pada 2020 mendatang, ekonomi Lampung diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,3 hingga 5,6 persen. Pada 2020 juga pengendalian inflasi akan dilakukan untuk mempertahankan dan mendorong daya beli masyarakat. Fokus utamanya menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan maupun barang strategis.

Sebab, dengan tersedianya barang dan terkendalinya harga akan turut menjaga daya beli dan menahan laju angka kemiskinan. “Melalui langkah-langkah tersebut, tingkat inflasi Lampung pada 2020 akan dipertahankan berada pada kisaran 3,0 sampai 3,5 persen,” katanya.

Muharram Candra Lugina
Sumber

Wagub Chusnunia Serahkan Rancangan KUA PPAS APBD 2020

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menyerahkan dokumen rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Lampung Tahun 2020, dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung, Selasa (12/11/2019).

Wagub mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus mengentaskan kemiskinan di tahun 2020 dengan melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Hal ini mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2020, dengan tema Pembangunan Provinsi Lampung yang dicanangkan yakni “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Melanjutkan Pembangunan Ekonomi Untuk Mengurangi Kemiskinan”.

“Pemanfaatan anggaran pembangunan diarahkan pada enam jalur prioritas pembangunan daerah, dimana prioritas itu juga diintegrasikan dengan program dan kegiatan pendukung janji Kerja Pemerintah Daerah, yang selaras dengan Visi Rakyat Lampung Berjaya,” ujar Wagub Nunik.

Keenam prioritas tersebut, disebutkan Nunik, meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan pengarustamaan gender, pemberdayaan kaum difabel dan perlindungan anak. Selanjutnya meningkatkan milai tambah produk unggulan untuk mengurangi Kemiskinan dan Ketimpangan.

“Kemudian mengenai Reformasi Birokrasi, Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, Kehidupan yang Religius, Aman, Berbudaya dan Inovatif; dan terakhir Pembangunan Berkelanjutan dan Mitigasi Bencana,” katanya.

Nunik menyampaikan dalam Rancangan APBD Tahun 2020 yang disusun, Pendapatan Daerah direncanakan mencapai Rp 7,806 triliun.

Disebutkan Nunik, terdiri dari Komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan mencapai Rp3,259 triliun. Sementara, komponen Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp. 4,495 triliun dan komponen lain-Iain Pendapatan Yang Sah sebesar Rp 51,656 miliar.

Nunik mengatakan dalam rangka menghadapi tantangan pengelolaan anggaran dan terjaganya kualitas belanja daerah, Pemerintah daerah juga konsisten untuk melanjutkan kebijakan untuk mengoptimalkan anggaran belanja.

“Sejalan dengan pemerintah pusat, belanja daerah diarahkan pada program dan kegiatan yang secara langsung mendukung pencapaian prioritas daerah dan nasional,” ujarnya.

Nunik juga menyoroti beberapa perkembangan kondisi makro ekonomi dan sosial ekonomi terkini yang melatarbelakangi penyusunan kerangka ekonomi makro dalam KUA Provinsi Lampung Tahun 2020.

Disebutkan Nunik, seperti pertumbuhan ekonomi Lampung selama tiga tahun terakhir menunjukkan trend yang meningkat, yaitu : 5,15 persen di tahun 2016 menjadi 5,17 persen di tahun 2017 dan tumbuh sebesar 5,25 persen di tahun 2018. “Pencapaian tersebut juga tercatat Iebih baik dibanding dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” katanya.

Selanjutnya dengan memasuki Triwulan II Tahun 2019, perekonomian Lampung tumbuh sebesar 5,62 persen (year on year) dan 5,16 persen di Triwulan III Tahun 2019, sementara perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,06 persen dan 5,04 persen pada periode yang sama.

Termasuk persentase penduduk miskin menurun dari 14,29 persen di tahun 2016 menjadi 12,62 persen di awal tahun 2019.

“Begitu juga dengan tingkat pengangguran, turun dari 4,43 persen di tahun 2017 menjadi 3,96 persen pada awal tahun 2019. Pada periode pengamatan yang sama, kesenjangan antar kelompok pendapatan dalam masyarakat juga semakin membaik, dan hingga saat ini berada pada level angka 0,33,” ujarnya.

Menurut Nunik dengan rekam jejak pertumbuhan ekonomi Lampung beberapa tahun terakhir yang masih Iebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, pada tahun 2020 mendatang, ekonomi Provinsi Lampung diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,3 hingga 5,6 persen. Pada tahun 2020 juga, pengendalian inflasi akan dilakukan untuk mempertahankan dan mendorong daya beli masyarakat.

Dimana fokus utamanya yakni menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan maupun barang strategis. Dengan tersedianya barang dan terkendalinya harga, akan turut menjaga daya beli dan menahan Iaju angka kemiskinan.

“Melalui langkah-Iangkah tersebut, tingkat inflasi Lampung di tahun 2020 akan dipertahankan berada pada kisaran 3,0 sampai 3,5 persen,” tandasnya.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Wagub Chusnunia Buka Pelatihan Pembuatan Sabun Organik

Natar, (Media-merdeka.com)- Program gerakan masyarakat mandiri dan produktif yang diusung Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim (Nunik) terus berlanjut. Salah satunya dengan diadakannya Bimtek Pembuatan Sabun Organik Bagi Industri Kecil Menengah (IKM) yang diikuti oleh Kelompok Wanita Tani dan warga di Balai Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Senin (11/11/2019).

Acara yang dibuka Wagub Chusnunia ini diadakan Dinas Perindustrian Provinsi Lampung. Selain merupakan upaya mengentaskan kemiskinan juga membekali masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan.

“Ini sesuai arahan Bapak Gubernur Arinal Djunaidi untuk warga kita agar produktif. Ini juga langkah penanggulangan kemiskinan, agar keluarga di seluruh Lampung ini menjadi keluarga yang mandiri dan produktif,” ujar Wagub Nunik.

Menurut Nunik, pembekalan ini sebagai langkah agar kaum ibu atau perempuan bisa menjadi generasi yang tingkat kesejahteraannya lebih baik. “Ibu sebagai bagian dari keluarga sangat punya pengaruh, baik itu kualitas maupun dalam hal manajemen keluarga, kesejahteraannya dan sebagainya, peran ibu sangat penting,” kata Nunik.

Pembekalan IKM ini, lanjut Nunik, dilaksanakan Dinas Perindustrian Provinsi Lampung dan melibatkan perempuan. “Ini juga pesan dari Bapak Gubernur agar perempuan lebih produktif dan berdaya,” ujar Wagub.

Nunik berharap ke depan bisa membantu terkait proses pemasarannya.
“Kita akan latihkan nanti pemasarannya asalkan ibu-ibu yang dilatih ini serius, jadi kita akan buat pelatihan marketing online seperti apa, agar bisa berjualan yang bagus seperti apa, kalimat dan foto produknya agar menarik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung Bayana mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan gagasan Wakil Gubernur Lampung.

“Dalam perubahan anggaran melalui Dinas Perindustrian, Ibu Wagub ingin kita mengadakan pelatihan keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi kesejahteraan warga masyarakat,” ujar Bayana.

Bayana menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yakni memberikan fasilitas akses pasar baik langsung maupun tidak langsung kepada seluruh IKM sehingga dapat meningkatkan kemampuan IKM masyarakat terutama di Desa Tanjung Sari, Natar.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan peran serta IKM masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga serta membuka wawasan dan pengetahuan bagi IKM masyarakat terhadap pentingnya memiliki produk yang bersaing di pasar namun tidak lupa pula menerapkan unsur ramah lingkungan,” katanya.

Menurut Bayana, pelatihan IKM yang dilakukan hari ini, membuat sabun berbentuk cair. “Para kelompok wanita tani ini mayoritas dari Kecamatan Natar. Harapan kita tentunya dengan diadakannya pelatihan ini dapat memberikan keterampilan bagi ibu-ibu dan meningkatkan penambahan penghasilan bagi peningkatan kesejahteraan warga masyarakat,” katanya. (Red/Humas Prov Lampung)

Sumber

Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Ajak Masyarakat Cintai Kopi

Lampung Geh, Bandar Lampung – Buka Festival Kopi Lampung 2019, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ajak masyarakat Lampung mencintai kopi robusta asli Lampung.

Festival Kopi Lampung 2019 resmi dibuka hari ini, Rabu (6/11) malam di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. Acara ini akan berlangsung dari 6-9 November 2019. Dengan mengangkat tema Woman and Coffee sebagai apresiasi kepada wanita Lampung yang juga turut serta dalam memajukan industri kopi di Lampung. Acara ini juga digelar dalam rangka mengangkat produk kopi Lampung.

Acara Festival Kopi Lampung 2019 turut dihadiri Anggota DPR RI, DPD RI, Dirjen Perindustrian, Forkopimda, serta bupati dan walikota se-Provinsi Lampung. Selain itu, dalam rangka mengedukasi generasi muda, juga turut hadir 40 generasi milenial kopi yang telah mengikuti seminar dan pelatihan yang nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kopi di Lampung.

Dalam laporannya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan bahwa acara ini digelar untuk lebih mencintai kopi robusta Lampung, meningkatkan mutu brand dan image industri kopi Lampung.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengajak masyarakat Lampung untuk lebih mencintai Kopi Lampung dengan meningkatkan industri dan kreasi hasil olahan Kopi Lampung.

“Lampung adalah salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Dan Indonesia sekarang menempati posisi keempat sebagai pemasok kopi dunia. Maka melalui Festival kopi ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kopi robusta, serta mempromosikan kopi untuk kesehatan dan kecantikan bagi kaum wanita,” kata Arinal.

Dalam Festival Kopi Lampung 2019 juga diberikan penghargaan kepada empat orang wanita sebagai apresiasi wanita kopi. Empat wanita tersebut yakni Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Terinspiratif, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim disematkan penghargaan sebagai Wanita Kopi Berdedikasi, Tri Sartika Rini sebagai generasi muda yang telah mengharumkan nama Lampung sebagai Juara 1 Duta Kopi Indonesia 2019, serta Ibu Nurma selaku petani kopi dari Lampung Barat.

Selain itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim juga sempat melakukan battle brewing di areal Kampung Kopi, Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. (*)

Wagub Chusnunia Ajak Bangkitkan Lagi Permainan Tradisonal di Era Digitalisasi

Newslampungterkini.com, Pringsewu – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak bertepatan dengan Hari Anak Internasional dan Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas”, di MTs Negeri 2 Pringsewu, Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Kamis (7/11/2019).

Pada kesempatan itu, Nunik minta permainan anak tradisional kembali dibangkitkan pada era digitalisasi saat ini.

“Lakukan permainan yang membuat badan kita bergerak yakni permainan tradisional biar kita sehat, kalau mau sehat maka pola hidupnya harus sehat,” ujar Wagub Nunik dalam kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia dan seluruh dunia itu.

Saat memasuki area sekolah, Wagub Nunik disambut dengan permainan anak tradisional. Wagub Nunik menunjukkan kebolehannya memainkan permainan tradisional bola bekel.

Pada kegiatan itu, Wagub Nunik bersama Bupati Pringsewu Sujadi Saddat, pihak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan stakeholder terkait lainnya melakukan penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak.

Nunik mengatakan permainan tradisional selain mengasah otak dan ketangkasan anak, permainan tradisional juga membuat anak melakukan kegiatan gerak fisik yang membuatnya sehat.

Menurutnya, permainan tradisional ini agar budaya Indonesia tidak tergerus dengan berkembangnya zaman, karena anak-anak pada era saat ini lebih cenderung disibukkan dengan bermain gadget.

Terkait dengan sekolah ramah anak, Nunik menyebutkan hal ini menjadi penting agar sekolah benar-benar menjadi ruang dari tempat anak-anak mendapatkan pendidikan namun tidak menghilangkan karakter anak.

“Sekolah ramah anak mewujudkan para anak senang, gurunya senang dan orang tua bahagia. Berharap seluruh sekolah di Provinsi Lampung semakin banyak lagi sekolah ramah anak,” katanya.

Nunik mengajak peran serta guru dan orang tua agar mendukung anak untuk berkreasi sesuai minat bakatnya.

“Anak tidak boleh ditekan dan dipaksa untuk menjadi apa pun, pokoknya anak dibebaskan untuk berkreasi. Kita sebagai orang tua wajib mendukung tumbuh kembang anak sehingga anak mencapai apa yang diinginkan, kita hanya menjaga agar anak-anak tidak terkena hal yang negatif,” katanya.

Pada acara itu, Nunik juga mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik salah satunya dengan membawa sendiri botor air minum (Tumbler) kesekolah. Ada yang menarik pada tumbler yang dibawa oleh para siswa, dimana para siswa menggunakan tumbler yang terbuat dari bambu.

Pada akhir arahannya, Wagub Nunik memberikan motivasi kepada siswa agar dari manapun asalnya, jangan putus semangat untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita.

“Saya tidak terbayang jadi Wakil Gubernur Lampung karena saya orang kampung, namun yang ingin saya bagi adalah dengan keinginan yang kuat dan ikhtiar, insyaallah semua hal memungkinkan untuk kita capai. Kalau punya harapan, cita-cita dan keinginan harus giat belajar agar masa depannya cerah, mau jadi apa pun bisa asalkan giat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elvi Hendrani mengatakan belajar diluar kelas dilakukan bukan tanpa alasan.

“Belajar di luar kelas bukan tanpa adanya pengetahuan yang bisa didapatkan, kita bisa mendapat banyak pembelajaran seperti tadi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang artinya mencintai negeri ini, lalu belajar tentang kebersihan, sarapan sehat dan belajar mencintai lingkungan,” ujar Elvi.

Selain itu, Elvi menyebutkan bahwa kegiatan ini juga untuk memberikan pembelajaran dengan metode kegembiraan untuk anak-anak.

“Bapak Presiden melalui arahannya di tahun 2017 di mana Indonesia pertama kali mengikuti sehari belajar diluar kelas bersama dengan 120 negara lainnya dan tahun ini pasti lebih banyak lagi negara yang ikut karena ini serentak dilakukan diseluruh dunia. Intinya hari ini kami ingin kalian gembira dengan belajar dan mendapatkan ilmu banyak diluar kelas,” katanya.

Elvi menuturkan bahwa Presiden juga menginginkan 60 persen kegiatan belajar dilakukan secara bergembira diluar kelas.

“Jadi anak-anak kita belajar lebih gembira diluar kelas tidak selalu didalam kelas. Saya berharap hari ini kalian bisa bergembira,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Theresia Sormin mengatakan proses pembelajaran yang disatukan diluar kelas memiliki arti yang penting untuk perkembangan siswa.

“Karena proses pembelajaran demikian dapat memberikan pengalaman Iangsung, karena materi pembelajaran akan semakin konkret dan nyata yang berarti proses pembelajaran akan semakin bermakna,” ujar Theresia.

Theresia menyebutkan Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pringsewu di MTs 2 Pekon Suka Mulya Kecamatan Banyumas menjadi salah satu dari tujuh Provinsi yang secara simbolik melakukan pelaksanaan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas.

Theresia berharap dengan kegiatan tersebut dapat tercipta persamaan visi dan misi untuk bersama-sama memenuhi seluruh hak anak.

“Mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi. Semua pelayanan publik yang berkaitan dengan anak mesti memberikan pelayanan yang ramah anak, sehingga anak-anak yang menerima pelayanan tersebut merasa aman, nyaman dan gembira,” ujarnya.

Serangkaian agenda juga telah disiapkan dan selaras dengan kegiatan Sehari Belajar Di Luar Kelas diseluruh Indonesia. Diantaranya seperti, seluruh siswa melakukan sarapan bersama, para siswa diajarkan untuk mencuci tangan dan juga berdoa baik sebelum maupun sesudah makan.

Kemudian, para siswa melakukan pemeriksaan lingkungan untuk memastikan tidak ada benda yang dapat membahayakan siswa dan dilakukan simulasi evakuasi bencana. Ada juga yel-yel sekolah ramah anak, sekolah sehat dan yel-yel gerakan mengurangi sampah plastik dengan penggunaan tumbler.

Selanjutnya, para siswa diajak membaca buku diluar kelas serta dilaksanakan juga senam germas dan pelantikan tim sekolah ramah anak.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Nunik Minta ASN Pelopori Gerakan Produktif dan Mandiri Pangan

Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) merumuskan langkah kongkrit penanggulangan kemiskinan melalui gerakan moral kemasyarakatan `Ayo Produktif` dan `Ayo Mandiri Pangan` dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pionir (pelopor) di masyarakat pedesaan.

Wagub juga berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung berupaya merumuskan langkah kongkrit tersebut yang akan dilaksanakan guna mewujudkan program itu. Menindaklanjuti hasil rapat Evaluasi Pelaksanaan Program penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Lampung bersama Kabupaten Kota beberapa waktu yang lalu.

“Saya berharap kita dapat segera merumuskan sebuah aksi nyata / kongkrit untuk segera mewujudkan program Ayo Produktif dan Ayo Mandiri Pangan sebagai gerakan masyarakat,” kata Chusnunia saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tahun 2019 di Ruang Kerja Wagub Senin, 4 November 2019.

Kemudian Nunik menyampaikan berdasarkan data BPS salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan adalah tingginya harga pangan, di antaranya sayuran. Hal ini ironis karena Lampung adalah lumbung pangan. Namun, justru sayuran pemicu infalsi. Wagub mengungkapkan mayoritas masyarakat miskin berada di pedesaan.

“Oleh sebab itu Program gerakan moral kemasyarakatan berbasis keluarga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk dapat menghasilkan produk yang nantinya akan dikoordinir oleh Pemerintah Daerah setempat,” katanya.

Program ini juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pencetus peningkatan produktifitas masyarakat dengan memberdayakan keterampilan yang dimiliki masyarakat yang didukung Pemerintah Daerah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Saya miris manakala mengetahui di wilayah pedesaan yang lahannya luas ternyata kesulitan memenuhi kebutuhannya akan sayuran. Ini salah satu yang menjadi dasar pemikiran saya bahwa kita sebenarnya mampu meminimalisir beban konsumsi pangan khususnya sayuran. Kita hanya butuh sebuah gerakan dan aksi nyata yang meluas untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Wagub.

Nunik minta ASN, terutama pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk menjadi teladan dan menjadi pionir untuk menularkan semangat perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Melalui program ini, Wagub berharap dapat menghasilkan produk yang nantinya mampu memberdayakan keterampilan yang dimiliki masyarakat.

“Gerakan ini disinergikan dengan beberapa program melalui pembuatan video tutorial untuk pembuatan Aquaponik di rumah penduduk, pembentukan klinik pangan hingga pembuatan aplikasi berbasis IT seperti start up pertanian yang sekaligus menjadi jawaban untuk pemasaran produk,” katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas
Sumber

Wagub Lampung Rumuskan Langkah Konkrit Gerakan Masyarakat Produktif dan Mandiri Pangan

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) merumuskan langkah kongkrit penanggulangan kemiskinan melalui gerakan moral kemasyarakatan “Ayo Produktif” dan “Ayo Mandiri Pangan” dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pionir (pelopor) di masyarakat pedesaan.

Hal itu diungkapkan Wagub Chusnunia Chalim saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tahun 2019 di Ruang Kerja Wagub Senin, (4/11/2019).

Wagub juga berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung berupaya merumuskan langkah kongkrit tersebut yang akan dilaksanakan guna mewujudkan program itu.

“Menindaklanjuti hasil rapat Evaluasi Pelaksanaan Program penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Lampung bersama Kabupaten Kota beberapa waktu yang lalu. Saya berharap kita dapat segera merumuskan sebuah aksi nyata/kongkrit untuk segera mewujudkan program “Ayo Produktif” dan “Ayo Mandiri Pangan sebagai gerakan masyarakat,” ujar Chusnunia.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Nunik menyampaikan, berdasarkan data BPS salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan adalah tingginya harga pangan, di antaranya sayuran. Hal ini ironis karena Lampung adalah lumbung pangan. Namun, justru sayuran pemicu infalsi.

Wagub mengungkapkan mayoritas masyarakat miskin berada di pedesaan. Oleh sebab itu Program gerakan moral kemasyarakatan berbasis Keluarga “Ayo Produktif” dan “Ayo Mandiri Pangan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk dapat menghasilkan produk yang nantinya akan dikoordinir oleh Pemerintah Daerah setempat.

Program ini juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pencetus peningkatan produktifitas masyarakat dengan memberdayakan keterampilan yang dimiliki masyarakat yang didukung Pemerintah Daerah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Saya miris manakala mengetahui di wilayah pedesaan yang lahannya luas ternyata kesulitan memenuhi kebutuhannya akan sayuran. Ini salah satu yang menjadi dasar pemikiran saya bahwa kita sebenarnya mampu meminimalisir beban konsumsi pangan khususnya sayuran. Kita hanya butuh sebuah gerakan dan aksi nyata yang meluas untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Wagub.

“Ayo Produktif dan Ayo Mandiri Pangan harus segera dimulai. Ini harus kita mulai saat ini juga, dari diri kita masing masing, di lingkungan keluarga, di lingkungan ASN Pemprov sendiri,” tambah Wagub.

Wagub meminta ASN, terutama pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk menjadi teladan dan menjadi pionir untuk menularkan semangat perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Melalui program ini, Wagub berharap dapat menghasilkan produk yang nantinya mampu memberdayakan keterampilan yang dimiliki masyarakat.

Untuk lebih membumikan program ini Wagub menjajaki kemungkinan agar gerakan ini disinergikan dengan beberapa program melalui pembuatan video tutorial untuk pembuatan Aquaponik di rumah penduduk, pembentukan klinik pangan hingga pembuatan aplikasi berbasis IT seperti start up pertanian yang sekaligus menjadi jawaban untuk pemasaran produk.

Hadir dalam rakor tersebut Kepala Dinas Sosial Sumarju Saeni. Menurut Sumarju, gerakan yang digagas oleh Wagub akan disinergikan dengan program yang selama ini telah dijalankan oleh Pemprov, baik yang berada di Dinas Sosial, Ketahanan Pangan dan OPD lainnya.

(Bbg/Hmsprov)
Sumber

Lampung Bangun Desa Wisata

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung di bahwa komando Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim terus mendorong terwujudnya desa wisata di Provinsi Lampung. Hal ini sebagaimana diamanatkan Kementerian Pariwisata yang menargetkan Indonesia dapat memiliki ribuan desa wisata hingga akhir tahun ini.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan bahwa membangun desa wisata tidak hanya bermodalkan pemandangan indah. Namun, terdapat juga kriteria alam, budaya, dan kreatif. Alam, budaya dan kreatif adalah modal untuk desa wisata. Provinsi Lampung sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang kental akan budaya.

“Desa wisata yang ada di Indonesia perlu dikemas dengan promosi di sosial media yang semenarik mungkin sehingga selaras dengan hal yang mensejahterakan alam dan menjadi atraksi yang menarik. Dengan Promosi melalui sosial media ini diharapkan keberadaan desa wisata dapat dikenal di wisatawan dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke Provinsi Lampung,” kata Nunik saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Pariwisata Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 31 Oktober 2019.

Kemudian Pemerintah Provinsi Lampung mengharapkan saat membangun desa wisata juga harus harus mengembangkan pondok wisata (homestay) karena ini menjadi salah satu aspek penunjang sekaligus meningkatkan perekonomian pendapatan masyarakat sekitar. Pasalnya, pondok wisata memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman otentik kepada wisatawan.

“Saat menginap di homestay wisatawan akan diajak berbaur dengan masyarakat setempat. Ini menjadi pengalaman yang istimewa. Tidak bisa ditemukan di negara atau daerah asalnya. Ada daya tarik pariwisata yang unik dan memiliki kearifan lokal. Masyarakat sekitar juga mendapatkan keuntungan ekonomi didalamnya,” kata Mantan Bupati Lampung Timur ini.

Dalam kesempatan itu Pemerintah Provinsi Lampung mengajak kabupaten/kota se-Provinsi Lampung berkoordinasi untuk memajukan sektor kepariwisataan di Provinsi Lampung. Pembagian tugas antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan kabupaten/kota dan meningkatkan sinergitas dalam upaya pembangunan sektor pariwisata.

Adapun hal yang menjadi fokus koordinasi dalam rapat ini terkait mengaktifkan kembali Anjungan yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta meningkatkan koordinasi dengan SKPD terkait dalam upaya memajukan sektor pariwisata di Provinsi Lampung. Dalam rangka mempromosikan pariwisata Lampung, terdapat 10 Destinasi Prioritas Provinsi Lampung yaitu Tanjung Setia, Way Kambas, Pugung Raharjo, Teluk Kiluan, Menara Siger, Bakauheni Sekitarnya, Tahura WAR (Youth Cam), Pahawang, Pekon Ampai dan Sekitarnya, Kota Bandar Lampung.

Adi Sunaryo
Sumber