Hutan Register 38 Rusak, Petani Merintih Panen Padi Tidak Maksimal

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Danau Kemuning yang ada di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandarsribhawono,Lampung Timur, menjadi penopang untuk 4 ribu hektare lebih daerah sekitarnya. Namun kelestarian sumber danau kemuning juga tergantung dengan kondisi hutan register 38 Gunung Balak.

Data yang didapat dari Unit Pengelolaan Teknis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Register 38, kerusakan hutan yang lebih dari 90 persen berdampak pada tekanan air danau Kemuning yang mengairi ribuan hektare sawah.

Kepala UPTD Pengairan Way Curup, Kecamatan Matarambaru, Suratman saat ditemui, Kamis (23/5/2019) mengatakan dampak dari rusaknya hutan Gunung Balak, berimbas pada tekanan air saat cuaca berubah. Artinya pada saat musim hujan cepat terjadi banjir namun air tidak terserap. Sedangkan saat musim kemarau kondisi sungai Way Curup mudah mengering. Dampak tersebut langsung dirasakan oleh petani.

“Tentu yang utama rusak serapan air hujan sudah tidak maksimal, dan saat musim kemarau tidak lagi ada pohon yang berfungsi sebagai penyerap air,” kata Suratman.

Data baku luasan sawah yang tergantung pada danau kemuning adalah seluas 4.700 hektare, sedangkan data formalnya 3.629 hektare. Dalam satu musim petani bisa melakukan garapan sebanyak dua kali tanam, namun saat musim gadu yang sering menjadi persoalan keberadaan air yang kurang merata.

Selain persoalan debit air. Pendangkalan jalan sungai Way Curup juga menjadi rintihan petani. Sungai yang mengalami pendangkalan sepanjang 20 kilo meter yang terbagi di empat desa yaitu, Srigading, Kebundamar, Karanganyar dan Mandalasari.

Dampak dari pendangkalan, yaitu saat musim hujan air cepat naik ke permukaan sungai dan membanjiri ribuan sawah yang ada di empat desa tersebut. Namun jika pemerintah melakukan pengerukan air akan mengalir lancar hingga ke muara (laut Kuala penet).

“Pengerukan sungai juga menjadi harapan petani untuk meningkatkan produksi padi,” kata Suratman. (Gus)

Sumber

Seks Bebas Merajalela di Matarambaru

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Camat Matarambaru Yemi Hastarita, menyoroti Desa Matarambaru yang masuk zona merah soal pergaulan dan seks bebas. Dampaknya menyebabkan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Untuk mencegah hal itu camat setempat dan pihak kesehatan melakukan penyuluhan agar Desa Matarambaru tetap menjadi desa yang sehat.

Hiruk pikuk pergaulan dan seks bebas akan berdampak pada sejumlah penyakit menular jika tidak cermat dalam mengantisipasi pola hidup dan cara bergaul. Hal itu terungkap karena Puskesmas Matarambaru menjadi rujukan pasien pengidap HIV/AIDS sebanyak 34 orang.

Camat Matarambaru Yemi Hastarita, mengakui bahwa di Kecamatan Matarambaru, khususnya Desa Matarambaru banyak warga pendatang dari luar daerah yang mayoritas berjenis kelamin perempuan, rata-rata pekerjaan mereka sebagai Pemandu Lagu (PL) di sebuah tempat karaoke lokalan.

Yemi menjelaskan dirinya tidak menyalahkan profesi mereka namun Camat Matarambaru, merasa miris mendengar banyaknya pengidap penyakit membahayakan yang disebabkan dengan pergaulan dan seks bebas.

Untuk mengantisipasi Yemi merencanakan membuat sebuah program penyuluhan khusus di Desa Matarambaru, yang bekerja sama dengan pihak Puskesmas, dan Polsek setempat. “Mungkin yang akan kami lakukan bukan untuk memberhentikan atau menutup pekerjaan mereka”, kata Yemi.

Penyuluhan yang dilakukan yaitu persoalan kesehatan, tentang pola hidup sehat bersama lingkungan, dengan tujuan agar penyakit-penyakit menular yang bersumber dari pergaulan bebas tidak merebak di Kecamatan Matarambaru. “Secepatnya akan kami rumuskan jadwal dan bentuk penyuluhannya”, tegas Yemi Hastarita.

Yemi juga menegaskan bahwa di Matarambaru terdapat tiga lokasi karaoke, dan terdapat dua penginapan (wisma) artinya geografis Desa Matarambaru menunjukan sudah layak disebut dengan desa yang sudah menjadi rujukan warga dari luar untuk menjadi objek hiburan.(Gus)

Sumber

Mengintip Potensi Bendungan Way Curup Sebagai Lokasi Ekowisata Lamtim

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Bendungan Way Curup, yang ada di Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, berpotensi menjadi objek wisata.

Seperti yang dikatakan Camat Matarambaru, Yemi Hastarita, Jumat (24/5/2019) bendungan Way Curup memiliki air yang jernih, batu alam yang banyak menghiasi sungai dan lokasi di pinggir jalan lintas nasional sehingga sangat berpotensi jadi objek wisata.

“Tinggal memberi hiasan sedikit, karena Way Curup merupakan wisata alami,” kata Yemi Hastarita.

Dikatakan Yemi, Way Curup masuk wilayah dua desa yaitu Desa Matarambaru dan Rajabasabaru. Kedua desa itu seharusnya bisa mengembangkan potensi wisata yang ada. “Seharusnya yang paling berperan untuk mengembangkan curup itu dua desa tersebut,” ujar Yemi.

Lanjutnya, dengan berdirinya ekowisata tentu bisa membantu ekonomi masyarakat. Maka Yemi mengimbau dua desa tersebut yakni Rajabasaru dan Mataram baru bisa bersama-sama mengelola potensi wisata yang ada.

“Jangan justru sebaliknya, dua desa tersebut yaitu Rajabasabaru dan Matarambaru, justru tidak bisa bersatu dalam mengembangkan Eko wisata yang masih satu objek milik dua desa,” tutupnya.

Sumber

Kejari Lamtim Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

SUKADANA (Lampost.co)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur, Jumat (24/5/2019), memusnahkan barang bukti barang bukti (BB) kejahatan berupa dua paket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat masing-masing yaitu 31 gram dan 159 gram.

Pemusnahan BB narkoba jenis sabu – sabu dengan cara dilarutkan dalam cairan deterjen pembilas pakaian, kemudian dikubur dalam tanah di halaman belakang Kantor Kejari Lamtim, di Desa Negara Nabung, Kecamatan Sukadana itu dihadiri Kajari, Rizal Syah Nyaman, Hakim PN Sukadana, Reza, Kasi BB Kejari Lamtim Anna Marlinawati, Kasi Pidum Kejari Lamtim Arliansyah Adam, Kasie Intel Rivaldo, dan Penasehat Hukum (PH) tersangka pemilik barang haram yang dimusnahkan.

Kasie Barang Bukti pada Kejari Lampung Timur, Anna Marlinawati, usai pemusnahan BB tersebut menjelaskan, dua paket terpisah sabu-sabu yang dimusnahkan tersebuat disita petugas dari tersangka Har beserta dua rekannya dan tersangka Rah. Para tersangka dimaksud saat ini sedang menjalani proses peradilan di PN Sukadana, Lamtim.

Karena para tersangka masih dalam proses peradilan lanjut Anna, sementara pihak Kejari Lamtim harus segera melakukan pemusnahan BB narkoba jenis sabu-sabu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Kejari Lamtim kemudian berkoordinasi dengan Majelis hakim PN Sukadana yang menangani kasus tersebut, serta PH para tersangka untuk melaksanakan pemusnahan BB.
Dari hasil koordinasi yang dilakukan itulah, kata dia, maka Kejari Lamtim dapat melaksanakan pemusnahan BB sabu-sabu dua paket terpisah masing-masing 31 gram dan 159 gram.

Pemusnahan BB sabu-sabu yang dilakukan Kejari Lamtim itu selain dihadiri Kajari Rizal Syah Nyaman beserta para pejabat dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamtim, juga dihadiri anggota dari Majelis Hakim PN Sukadana, Reza serta PH para tersangka.

Sumber

Personil Polri & TNI, Siaga Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Jajaran Kepolisian dan TNI, di Kabupaten Lampung Timur, menggelar Apel Siaga Bersama, dalam rangka mengantisipasi konflik antar massa, pasca pleno perhitungan suara di KPU RI.

Apel Siaga Bersama, di halaman Mapolres Lampung Timur, pada Rabu (22/5) malam tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Taufan Dirgantoro, didampingi Dandim 0429 Letkol CH Prabowo.

Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menjaga dan memastikan situasi dan kondisi Kamtibmas di Kabupaten Lampung Timur, tetap aman dan kondusif, pasca pengumuman perhitungan suara Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2019, di KPU RI.

“Jajaran TNI dan Polri akan selalu bersinergi, dalam menjaga situasi Kamtibmas, salah satunya dengan melakukan patroli dan pengawasan di objek-objek vital seperti di kantor KPU dan Bawaslu setempat, serta mendeteksi dini segala kemungkinan yang terjadi, di Kabupaten Lampung Timur”, terangnya. (Eko Arif)

Sumber

Polisi Bubarkan Aksi Judi Di Bulan Ramadhan

LAMPUNG1.COM, Aksi Perjudian yang nekat dilakukan pada bulan suci ramadhan, di Kabupaten Lampung Timur, langsung ditindak tegas oleh pihak Kepolisian.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, didampingi Kapolsek Batanghari Nuban IPTU Nedi Herman, pada Rabu (22/5), menjelaskan bahwa informasi terkait dugaan aksi perjudian tersebut, diterima dari masyarakat, yang langsung ditindaklanjuti oleh Pihak Kepolisian.

Dalam proses penggrebekan, polisi berhasil mengamankan 2 tersangka, yang masing-masing berinisial SI (43) warga Desa Sribasuki Kecamatan Batanghari, dan KN (51) warga Desa Marga Mulya, Kecamatan Bumi Agung.

Aksi perjudian koprok tersebut dilakukan di belakang rumah warga, di wilayah Desa Gunung Tiga, Kecamatan Batanghari Nuban.

Selain 2 tersangka, Petugas Kepolisian juga berhasil menyita 1 set alat judi koprok, pecahan uang tunai ratusan ribu rupiah, sebagai barang bukti. (Eko Arif)

Sumber

Setiap Bulan, Puskesmas Mataram Baru Lamtim Layani 34 ODHA

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Puskesmas Matarambaru, setiap bulannya melayani pasien pengidap penyakit HIV/AIDS sebanyak 34 orang, hal tersebut dikatakan Ketua Puskesmas Matarambaru Sriyati saat di konfirmasi di tempat kerjanya, Rabu (22/5/2019).

Sriyati menjelaskan dari 34 yang mengidap penyakit HIV/AIDS, bukan hanya dari Kecamatan Baru, melainkan dari wilayah Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang membawahi 13 kecamatan, diantaranya Matarambaru, Pasirsakti, Labuhan Maringgai, Sekampungudik, Jabung, Waymili, Wana, Melinting, Sribhawono, Wawaykariya dan Marga Sekampung.

“Namun yang paling banyak mengidap di Kecamatan Matarambaru dan Sekampungudik,” Kata Sriyati.

Untuk penanganan agar tidak merambah, tim LKB setempat selalu melakukan penyuluhan dan pencegahan kepada masyarakat yang tempat tinggalnya berpotensi menjadi penyebaran penyakit mematikan tersebut, seperti tempat hiburan malam.

“Bahkan kami sering memberikan kondom ditempat yang kami anggap rawan dengan penyebaran penyakit tersebut,” Tambah Sriyati lagi.

Mayoritas dari 34 pasien yang mengidap penyakit HIV/AIDS mayoritas berprofesi sebagai penghibur laki laki, mulai dari sebagai pemandu lagu dan melayani hubungan seks bebas, dan semua itu masuk dalam faktor lingkungan yang terdapat objek hiburan malam yang kurang terkontrol.

“Kami tidak menyalahkan profesinya, tapi saya berharap bisa berhati hati dengan selalu berkonsultasi kepada petugas kesehatan yang paham masalah itu,” Pinta Sriyati.

Lanjut Sriyati, satu pasien penyakit HIV/AIDS yang tidak disebutkan namanya meninggal dunia, pada Selasa (21/5/2019). Namun meninggalnya di pulau Jawa, mulai mengidap penyakit menular tersebut di kecamatan Mataram Baru. (Gus)

Sumber

Pemkab Lamtim Realisasikan Pembayaran Gaji Ke-14 Mulai 24 Mei

SUKADANA (Lampost.co) — Ribuan PNS di lingkungan Pemkab Lamtim akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya mulai Jumat (24/5/2019) Pemkab Lamtim akan merealisasikan pembayaran gaji ke-14 mereka.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lamtim, Giri Meiyanta, Rabu (22/5/2019) menjelaskan selain gaji 13 pemerintah juga memberikan gaji ke-14 bagi PNS.

Gaji ke-13 diberikan untuk membantu PNS memenuhi kebutuhan putra putri mereka saat memasuki tahun ajaran baru. Kemudian gaji ke-14 diberikan untuk membantu PNS memenuhi kebutuhan hari raya Idulfitri.

Untuk gaji ke-13, kata Giri, diatur dalam PP 35 tahun 2019. Sedangkan untuk gaji ke 14 diatur dalam PP 36 tahun 2019.

Dijelaskan juga oleh Giri, untuk pembayaran gaji 14 dan 13 tersebut Pemkab Lamtim sudah menyiapkan dana sekitar Rp80 miliar. Untuk gaji 14 sekitar Rp40 miliar dan gaji 13 Rp40 miliar.

Sumber

34 Warga Penderita HIV, Mereka Semakin Bertambah

Mataram Baru,(SN) – UPTD Puskesmas kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur, terdapat data sekitar 34 warga positif terindikasi pengidap HIV /Aids. Sekian banyak penderita penyakit mengerikan tersebut tersebar di 11 kecamatan di kabupaten.

Dalam hal ini UPTD Puskesmas Mataram Baru sebagi rujukan Konferenhensip Layanan Berkesinambungan (KLB) dari pasien penderita yang berada di wilayah, yakni Kecamatan Pasir Sakti, Jabung, Waway Karya, Marga Sekampung, Sekampung Udik, Bandar Sribhawono, Gunung Pelindung, Melinting, Labuhan Maringgai, dan Mataram Baru, demikaian penjelasan dari KaUPTD Puskesmas Mataram Baru Sriyati kepada media setelah di mintai keterangan, (22/5/2019).

“Pengidap yang paling banyak ada di kecamatan Mataram Baru dan Sekampung Udik” kata Sriyati.

Sebelumnya, awak media memberikan informasi bahwa, salah satu warga desa Mataram Baru, sebut saja NY (nama di samarkan) pengidap HIV akhirnya meninggal dunia, Setelah selama 1 tahun di vonis menderita penyakit yang berbahaya tersebut.

Menurut keterangan dari beberapa teman dekat, NY adalah warga pendatang dari Jawa, dan tinggal di desa Mataram Baru kecamatan Mataram Baru yang berprofesi sebagai Pemandu Lagu di sebuah Karaoke bahkan merangkap sebagai Pekerja Sex komersial.

“Bagi pengidap kami berikan petunjuk khusus, agar bisa kami pantau dengan memberikan pembinaan dan pemberian obat secara rutin. Jumlahnya sepertinya bertambah, rata rata yang terjangkit adalah warga yang berprofesi sebagai pelaku hiburan malam, tetapi ada juga anak di bawah umur” pungkas Sriyati.(@nd)

Sumber

SMAN 1 Sekampung Udik Lamtim Terbakar, Dokumen Sekolah Hangus

Saibumi.com, Lampung Timur – Gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sekampungudik, Lampung Timur (Lamtim) terbakar, Rabu,22 Mei 2019, sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut penuturan Guru SMAN 1 Sekampung Udik, Maimana, insiden kebakaran terjadi setelah seluruh siswa mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan kenaikan kelas.

“Penyebabnya belum tahu, tapi sepertinya karena korsleting listrik,” kata dia kepada Saibumi.com.

Musibah kebakaran ini, lanjut Maimana, menghanguskan satu gedung sekolah, yang berisi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan tata usaha.

“Tidak ada mobil pemadam kebakaran. Warga kesulitan memadamkan api karena jauh dari sumber air, sehingga api menghanguskan gedung tersebut,” ujarnya.

Akibat kejadian itu dokumen sekolah seperti soal ujian, raport, ijazah dan sebagainya hangus dilalap si jago merah. Api baru bisa padam sekitar tiga jam kemudian. (SB-08)

Sumber