Pencairan Dana PIP Siswa Terkendala, Sekolah Diminta Proaktif

SUKADANA (Lampost.co) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Timur, meminta pihak sekolah baik jenjang SD ataupun SMP untuk proaktif mempertanyakan jika ada siswa penerima dana program indonesia pintar (PIP) yang tidak bisa mencairkan dana tersebut.

Pasalnya Disdikbud Kabupaten Lamtim kerap menerima laporan mengenai adanya siswa yang tidak bisa mencairkan dana PIP tersebut di bank yang ditunjuk.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lamtim, Yuliansyah, kepada Lampost.co, Rabu (14/11/2018) menjelaskan, PIP merupakan program pemerintah untuk membantu biaya personal pendidikan bagi siswa miskin atau rentan miskin yang masih terdaftar sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Adapun bantuan dana melalui PIP bagi siswa SD adalah Rp450 ribu/orang dan siswa SMP Rp750 ribu/orang. Dana bantuan PIP bagi siswa SD dan SMP tergolong miskin atau rentan miskin tersebut kegunaannya untuk membeli buku dan alat tulis, membeli pakaia seragam sekolah atau praktik dan perlengkapan sekolah (sepatu, tas), biaya transportasi kes sekolah, uang saku, biaya kursu atau les tambahan.

Khusus untuk Kabupaten Lamtim, lanjut Yuliansyah, pada 2018 tercatat sejumlah 27.478 siswa SD dan sejumlah 14.094 siswa SMP yang mendapatkan bantuan dana tersebut melalui PIP. Untuk siswa SMP dari total penerima dana PIP sejumlah 14.094 siswa, tercatat sebesar 78,29% atau sejumlah 11.038 sudah menerima atau mencairkan dana tersebut.

Sementara untuk siswa SD, dari total penerima dana PIP sejumlah 27.478 siswa, tercatat sebesar 63,58% atau sejumlah 17.500 siswa sudah menerima atau mencairkan dana tersebut. “Untuk sementara itulah data yang ada pada kami tentang dana bantuan melalui PIP 2018 untuk siswa SD dan SMP,” kata Yuliansyah.

Sumber

Comments are closed.