Dinas Kesehatan Lamtim Minta Warga Waspadai Pneumonia Pada Balita

SUKADANA (Lampost.co)–Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur kembali mengingatkan warga khususnya pemilik anak balita, agar mewaspadai serangan penyakit pneumonia. Pasalnya pada kondisi cuaca ekstrem saat ini, serangan penyakit tersebut cenderung meningkat selama tiga bulan terakhir (April-Juni).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Syamsu Rizal, kepada Lampost.co, Rabu (11/7/2018) menjelaskan, pneumonia merupakan penyakit yang penyebab utamanya adalah bakteri Pneomonucus bactery dan virus yang dapat mengakibatkan infeksi di paru-paru. Bakteri dan virus penyebab pneumonia dapat menyerang dengan cepat dan bisa berbahaya jika tidak ditangani.

Pneumonia kerap menyerang saluran pernapasan pada anak-anak usia balita. Balita yang terserang pneumonia akan mengalami beberapa gejala, seperti demam dibarengi batuk, pilek, dan napas yang terlihat memburu atau lebih cepat.
Pneumonia, kata Rizal, tergolong penyakit yang cukup berbahaya bagi anak. Sebab jika tidak segera ditangani secara intensif, balita yang terserang bukan hanya mengalami demam tinggi, tetapi juga sesak napas hingga kejang-kejang.
“Jika sudah terserang hingga mencapai gejala seperti itu tidak menutup kemungkinan balita bisa meninggal dunia,” katanya.

Oleh sebab itu pihaknya kembali mengimbau warga Lamtim khususnya pemilik anak balita, agar selalu mewaspadai munculnya serangan penyakit tersebut. Apalagi pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, dimana dalam tiga bulan terakhir yaitu April hingga Juni 2018 serangan penyakit pneumonia ini cenderung meningkat. Untuk bulan April tercatat sejumlah 61 balita yang diserang, Mei (96 balita) dan Juni (101 balita).

“Karena itulah kami kembali mengimbau agar warga Lamtim khususnya pemilik anak balita agar dapat benar-benar mewaspadai munculnya serangan penyakit pneumonia ini,” kata dia.

Adapaun langkah-langkah kewaspadaan yang dapat dilakukan warga tambahnya, diantaranya dengan menjaga sanitasi lingkungan, mengutamakan pemberian air susu ibu secara terus-menerus hingga anak mencapai usia dua tahun. Kemudian menjaga kondisi tubuh anak balita dengan pemberian makanan bergizi. Selanjutnya jika anak balita terserang penyakit secepatnya dibawa ke Puskesmas atau balai pengobatan terdekat.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *